Hidrokel

Ditulis oleh Olivia
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Hidrokel adalah pembengkakan skrotum (buah zakar) yang didalamnya terdapat testis (bagian yang berperan memproduksi sperma dan hormon testosteron)
Hidrokel tidak menyakitkan, tidak berbahaya, dan tidak membutuhkan perawatan apa pun.

Pengertian Hidrokel

Hidrokel adalah pembengkakan skrotum (buah zakar) yang terjadi karena penumpukkan cairan. Skrotum adalah bagian dari sistem reproduksi pria yang berupa kantung dan di dalamnya terdapat testis (kelenjar penghasil sperma dan hormon testosteron). Kondisi ini biasa dialami oleh bayi baru lahir dan dapat hilang dengan sendirinya. Hidrokel tidak menyakitkan, tidak berbahaya, dan tidak membutuhkan perawatan apa pun.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala dan tanda hidrokel adalah buah zakar yang tampak membengkak tanpa disertai nyeri. Pembengkakan tersebut dapat terlihat pada salah satu atau kedua skrotum. Pada pria dewasa, skrotum terasa lebih berat dari biasanya. Selain itu, pada kasus tertentu, pembengkakan dirasa memburuk pada pagi hari dibanding malam hari. Namun tidak menimbulkan rasa sakit.

Penyebab

Hidrokel pada bayi baru lahir umumnya disebabkan oleh adanya gangguan perkembangan bagian dalam skrotum. Selain pada bayi, hidrokel dapat dialami oleh pria berusia di atas 40 tahun karena peradangan akibat infeksi pada testis atau saluran testis (epididimitis), serta cedera di skrotum.

Diagnosis

Dokter dapat mendiagnosis hidrokel dengan beberapa cara melalui pemeriksaan fisik, seperti:

  • Mengevaluasi ada tidaknya nyeri pada skrotum yang membesar.
  • Pemeriksaan transiluminasi, yaitu dengan memancarkan sinar ke skrotum yang membesar (misalnya dengan senter). Jika terlihat adanya cairan jernih sekitar testis, maka hasil tes positif dan menandakan hidrokel.
  • Memberikan tekanan pada perut dan skrotum untuk mengevaluasi ada tidaknya hernia inguinalis (turunnya usus atau jaringan lunak dari perut ke lipat paha atau skrotum akibat adanya selaput yang robek atau lemah).

Pengobatan

Pada bayi baru lahir, hidrokel dapat hilang sendirinya dalam waktu sekitar satu tahun. Namun, jika hidrokel semakin membesar, maka dapat dilakukan operasi oleh spesialis urologi. Terdapat beberapa pengobatan yang biasanya dilakukan untuk mengobati hidrokel, di antaranya:

  • Operasi dilakukan dengan melakukan sayatan kecil pada perut (jika testis masih ada di dalam perut) atau skrotum. Pembedahan ini biasa dapat menimbulkan risiko, seperti reaksi alergi, infeksi, cedera skrotum, kerusakan saraf, gumpalan darah, kesulitan bernapas, dan gangguan irama jantung.
  • Aspirasi jarum dengan memasukkan jarum ke dalam kantung untuk mengisap cairan dalam benjolan hidrokel. Efek samping dari aspirasi jarum yaitu nyeri sementara pada skrotum dan risiko infeksi.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter ketika Anda mengalami pembengkakan skrotum, karena pembengkakan dapat diakibatkan oleh beberapa hal termasuk kanker. Oleh karena itu, sangat penting untuk mengetahui penyebab dari pembengkakan. Periksalah jika hidrokel tidak hilang lebih dari satu tahun, disertai dengan ukuran yang bertambah besar, atau ketika pembengkakan terasa sakit.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, persiapkan terlebih dahulu daftar gejala yang dialami, informasi pribadi, informasi medis, obat yang dikonsumsi, dan pertanyaan, seperti:

  • Apa penyebab dari pembengkakan yang saya alami?
  • Apa perawatan dan pengobatan yang saya butuhkan?
  • Apakah saya perlu melakukan tes? Tes apa saja?
  • Apa gejala yang menunjukkan bahwa saya harus mengobati penyakit ini?
  • Apakah saya harus melakukan pantangan?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Pada saat berkonsultasi, dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan Anda merasakan gejala tersebut?
  • Apakah Anda merasa sakit atau tidak nyaman pada area yang terkena?
  • Apakah Anda atau pasangan telah melakukan tes infeksi menular seksual?
  • Apakah Anda sering mengangkat benda yang berat?
  • Apakah Anda sering merasa ada dorongan untuk selalu buang air kecil?
  • Apakah Anda pernah melakukan radiasi atau operasi pada area yang terkena?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/hydrocele
Diakses pada 3 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hydrocele/symptoms-causes/syc-20363969
Diakses pada 3 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/testicle-lumps-and-swellings
Diakses pada 3 Desember 2018

Back to Top