Kulit & Kelamin

Hidradenitis Suppurativa

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | OliviaDitinjau oleh dr. Widiastuti
image Hidradenitis Suppurativa
Benjolan seperti bisul adalah tanda dari Hidradenitis Suppurativa.
Hidradenitis Suppurativa (HS) adalah kondisi kulit kronis yang jarang terjadi, tapi menyakitkan dan menyebabkan abses serta jaringan parut kulit. Hidradenitis Suppurativa ditandai dengan benjolan kecil yang menyerupai jerawat kecil, nodul seperti jerawat, atau bahkan bisul. Lesi biasanya berada di area kulit yang bergesekan, seperti selangkangan, daerah antara bokong, lipatan di bawah payudara atau ketiak. Benjolan tersebut dapat pecah dan berbau, atau menyebabkan terowongan di bawah kulit.Hidradenitis Suppurativa cenderung muncul setelah masa pubertas, dapat bertahan selama beberapa tahun dan memburuk seiring berjalannya waktu. Masalah kulit ini berdampak serius pada kehidupan sehari-hari dan kondisi emosional.Diagnosis dan pengobatan dini dapat membantu menangani gejala, mencegah terbentuknya benjolan baru maupun komplikasi seperti jaringan parut dan depresi.
Hidradenitis Suppurativa
Dokter spesialis Kulit
Gejala Hidradenitis Suppurativa dimulai dengan lesi berukuran kecil yang berkembang di satu tempat. Lesi akan hilang atau pecah, dan mengeluarkan nanah dalam beberapa jam atau hari.Jika tidak diobati, benjolan baru akan berkembang lebih besar dan menyebar. Saluran sempit yang disebut saluran sinus juga terbentuk di bawah kulit yang kemudian dapat pecah di permukaan kulit dan mengeluarkan nanah.Hidradenitis Suppurativa sangat menyakitkan dan berkembang pada kulit di area:
  • Sekitar selangkangan dan alat kelamin
  • Ketiak
  • Bokong dan di sekitar anus
  • Bawah payudara
Abses juga dapat menyebar ke tengkuk leher, pinggang, dan paha bagian dalam. Beberapa benjolan dapat terinfeksi oleh bakteri dan menyebabkan infeksi sekunder yang perlu diobati dengan antibiotik.Hidradenitis Suppurativa sering menyerupai jerawat yang dalam seperti kista dan komedo, folikulitis dan bisul.
Tidak ada penyebab pasti dari kondisi Hidradenitis Suppurativa. Namun benjolan berkembang akibat folikel rambut yang tersumbat dan meradang karena infeksi bakteri.Risiko Hidradenitis Suppurativa meningkat pada perokok, orang dengan berat badan berlebih (obesitas), kondisi faktor hormonal dan gangguan metabolisme (seperti diabetes), genetik, serta respons imunitas yang tidak normal. Selain itu, wanita mempunyai risiko tiga kali lebih besar dibandingkan pria.Hidradenitis Suppurativa biasanya dimulai sekitar masa pubertas dan paling sering terjadi pada wanita berusia 20-29 tahun. Tetapi kondisi jarang terjadi sebelum pubertas dan setelah menopause, yang dikaitkan dengan keterlibatan hormon seksual.Dalam kasus yang jarang terjadi, Hidradenitis Suppurativa mungkin terkait dengan penyakit Crohn, terutama jika berkembang pada area sekitar selangkangan dan kulit dekat anus. Penyakit Crohn adalah kondisi jangka panjang yang menyebabkan lapisan sistem pencernaan menjadi meradang.Hidradenitis Suppurativa dapat diwariskan dalam keluarga. Kondisi ini tidak menular dan tidak terkait dengan kebersihan yang buruk.
Dokter akan menanyakan tentang riwayat penyakit, tanda dan gejala serta melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa area kulit yang bermasalah. Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat mendiagnosis kondisi ini. Namun dokter dapat mengambil apusan dari area yang terinfeksi atau mengambil sampel cairan dari nanah maupun cairan yang keluar dari lesi tersebut, untuk diperiksa di laboratorium dan digunakan untuk menyingkirkan infeksi kulit lainnya.Hidradenitis Suppurativa sering disalahartikan sebagai jerawat atau folikulitis (radang folikel rambut). 
Tidak ada pengobatan efektif untuk Hidradenitis Suppurativa. Pengobatan diberikan berdasarkan beratnya kondisi. Namun perawatan yang efektif dapat dilakukan untuk:
  • Mengurangi rasa sakit
  • Mengurangi beratnya gejala
  • Mendorong penyembuhan
  • Mencegah komplikasi
Dokter biasanya akan merekomendasikan:
  • Antibiotik, untuk mengurangi peradangan, mengobati infeksi dan menghentikan terbentuknya gejala baru
  • Steroid oral atau injeksi, untuk mengurangi peradangan dan meringankan gejala
  • Obat pereda nyeri, untuk membantu meredakan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh gejala
  • Terapi hormon
  • Metformin (Glucophage) yang dapat membantu penderita Hidradenitis Suppurativa dengan sindrom metabolik
  • Methoetrexate, yang biasanya digunakan untuk mengobati kasus Hidradenitis Suppurativa berat
  • Retinoid yang berasal dari vitamin A
  • Obat penekan sistem imun seperti adalimumab dan infliximab
Jika penanganan dengan obat tidak berhasil atau penyakit tersebut berat, maka pembedahan dapat dilakukan. Pembedahan dijalankan berdasarkan beratnya penyakit dan lokasi dari lesi.Selain itu, pembedahan dapat dilakukan untuk mengeluarkan atau mengangkat lesi yang tumbuh masuk jauh ke dalam kulit. Metode pengobatan lain yang dapat dilakukan meliputi radiasi, terapi laser, dan unroofing (operasi pengangkatan kulit yang menutupi terowongan pada kulit).
Semakin cepat Hidradenitis Suppurativa dideteksi, maka semakin efektif pengobatannya. Temui dokter segera jika Anda mengalami kondisi berikut ini.
  • Merasakan sakit
  • Tidak membaik dalam beberapa minggu
  • Penyakit kambuh beberapa minggu setelah perawatan
  • Hidradenitis suppurativa muncul di beberapa lokasi
  • Hidradenitis suppurativa sering kambuh
Sebelum berkonsultasi dengan dokter, ada baiknya jika Anda membuat daftar berisi:
  • Gejala yang Anda alami
  • Semua obat, vitamin dan suplemen yang Anda konsumsi, termasuk dosisnya
  • Pertanyaan untuk diajukan kepada dokter
Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan sebelum mendiagnosis keadaan Anda. Pertanyaan tersebut, di antaranya adalah:
  • Kapan gejala tersebut dimulai?
  • Seperti apa kemunculan benjolan pertama kali?
  • Apakah benjolan tersebut kembali muncul di tempat yang sama?
  • Apakah gejala tersebut terasa sakit?
  • Apakah orangtua atau saudara kandung Anda pernah mengalami masalah ini?
  • Apakah Anda merokok?
  • Kondisi apa yang memperbaiki dan memperburuk gejala Anda?
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/painful-skin-joints/hidradenitis-suppurativa
Diakses pada 28 November 2018
emedicine. https://emedicine.medscape.com/article/1073117-overview
Diakses pada 28 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/hidradenitis-suppurativa
Diakses pada 28 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hidradenitis-suppurativa/symptoms-causes/syc-20352306
Diakses pada 28 November 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/hidradenitis_suppurativa/article.htm
Diakses pada 28 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hidradenitis-suppurativa/
Diakses pada 28 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Muncul Ruam Merah pada Area Mulut? Bisa Jadi Dermatitis Perioral

Dermatitis perioral adalah tipe dermatitis yang memicu ruam merah di area mulut. Belum jelas penyebab pasti dari dermatitis ini. Namun, beberapa kemungkinan biangnya yaitu obat kortikosteroid, krim wajah tertentu, kandungan kosmetik, hingga pasta gigi yang mengandung fluoride.
06 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Dermatitis perioral adalah jenis dermatitis atau peradangan kulit yang terjadi di sekitar area mulut

Berbagai Cara Menghilangkan Kapalan di Kulit dengan Mudah

Cara menghilangkan kapalan yang aman bukanlah menggunakan benda-benda tajam seperti gunting kuku. Anda dapat menggunakan garam epsom ataupun sari cuka apel.
27 May 2019|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Cara menghilangkan kapalan dengan garam epsom

Mengenal Abses Perianal, Mulai dari Penyebab Hingga Pengobatannya

Abses perianal adalah kumpulan nanah di sekitar anus. Jika dibiarkan, kondisi ini bisa menimbulkan fistula (lubang) antara area abses dan kulit yang berbahaya.
28 Jun 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Abses perianal atau bisul di anus menimbulkan rasa sakit di sekitar dubur dan nyeri saat BAB