Kulit & Kelamin

Hidradenitis Suppurativa

28 Apr 2021 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Hidradenitis Suppurativa
Hidradenitis suppurativa dpaat ditandai dengan benjolan seperti bisul
Hidradenitis suppurativa (HS) adalah kondisi kulit kronis yang jarang terjadi, tapi menyakitkan dan menyebabkan abses serta jaringan parut kulit.Penyait kulit ini ditandai dengan benjolan kecil yang menyerupai jerawat kecil atau bisul. Lesi biasanya berada di area kulit yang sering bergesekan, seperti selangkangan, daerah antara bokong, lipatan di bawah payudara atau ketiak.Benjolan tersebut dapat pecah dan mengeluarkan aroma tidak sedap, atau menyebabkan terbentuknya terowongan di bawah kulit.Hidradenitis suppurativa cenderung muncul setelah masa pubertas, dapat bertahan selama beberapa tahun, dan memburuk seiring waktu. Masalah kulit ini berdampak serius pada kehidupan sehari-hari maupun kondisi emosional pasien.Diagnosis dan pengobatan dini hidradenitis suppurativa dapat membantu menangani gejala, mencegah terbentuknya benjolan baru maupun komplikasi seperti jaringan parut dan depresi. 
Hidradenitis Suppurativa
Dokter spesialis Kulit
GejalaBenjolan kemerahan, nyeri, membesar, dan pecah
Faktor risikoUsia pubertas dan 20-40 tahun, wanita, keturunan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes laboratorium
PengobatanObat-obatan, operasi
ObatAntibiotik, steroid, imunosupresan
KomplikasiPenurunan percaya diri, kualitas hidup yang buruk, pyogenic granuloma
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala hidradenitis suppurativa
Gejala hidradenitis suppurativa umumnya dapat berupa:
  • Benjolan kecil pada kulit yang dengan titik hitam di atasnya seperti komedo.
  • Benjolan kemerahan, terasa nyeri, semakin lama semakin membesar dan pecah. Benjolan ini akan menjadi bisul yang berisi cairan dan nanah berbau. Kondisi ini dapat menimbulkan rasa gatal.
  • Penyembuhan bisul berlangsung lama, dapat berulang, dan menimbulkan bekas luka serta terowongan di bawah kulit.
Karena sulitnya mengatasi penyakit ini, banyak pasien dengan hidradenitis suppurativa yang berisiko mengalami depresi dan cemas. 
Hingga sekarang, penyebab hidradenitis suppurativa belum diketahui secara pasti. Namun benjolan berkembang akibat folikel rambut yang tersumbat dan meradang karena infeksi bakteri. 

Faktor risiko hidradenitis suppurativa

Faktor risiko hidradenitis suppurativa meliputi:
  • Usia pubertas dan usia 20-40 tahun
  • Berjenis kelamin wanita
  • Faktor keturunan
  • Obesitas
  • Keturunan ras Afrika
  • Riwayat penyakit kulit, seperti jerawat, acne conglobata, psoriasis, selulitis, hirsutisme, atau pilonidal sinus
  • Riwayat inflammatory bowel disease, terutama penyakit Crohn
  • Penyakit penyerta, seperti hipertensi, diabetes, dislipidemia, penyakit tiroid, sindrom ovarium polikistik, dan penyakit sendi
  • Riwayat konsumsi obat-obatan, seperti litium, sirolimus, dan terapi target
  • Sindrom PAPA (pyogenicarthritispyoderma gangrenosum acne), PASH (pyoderma gangrenosum, acne, suppurative hidradenitis), atau PAPASH (pyogenic arthritis, pyoderma gangrenosum, acne, suppurative hidradenitis)
 
Hidradenitis suppurativa sering disalahartikan sebagai jerawat atau folikulitis (radang folikel rambut).  Untuk memastikan diagnosisnya, dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan tentang riwayat penyakit, tanda dan gejala, dan faktor risiko yang dimiliki pasien.
  • Pemeriksaan fisik kulit

Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan memeriksa area kulit yang bermasalah.
  • Tes laboratorium

Tidak ada pemeriksaan laboratorium yang dapat mendiagnosis kondisi ini. Namun dokter dapat mengambil sampel apus (swab) dari bagian yang terinfeksi atau mengambil sampel nanah dan cairan yang keluar dari lesi.Sampel-sampel tersebut kemudian diperiksa di laboratorium guna menyingkirkan infeksi kulit lain. 

Stadium hidradenitis suppurativa

Berdasarkan tingkat keparahannya, hidradenitis suppurativa dapat diklasifikasikan dalam tiga stadium yang disebut stadium Hurley berikut:
  • Stadium Hurley 1 (hidradenitis suppurativa ringan)

Pada HS ringan, hanya terdapat satu atau beberapa benjolan pada satu area kulit. Terowongan di bawah kulit juga tidak terbentuk.HS stadium 1 tidak menyebabkan bisul yang meluas atau bekas luka yang menandakan kondisi lebih berat. Namun jika tidak ditangani, hidradenitis suppurativa ringan sering memberat dan menjadi tingkat sedang.
  • Stadium Hurley 2 (hidradenitis suppurativa sedang)

Pada HS sedang, benjolan terjadi berulang kali, membesar, dan bisa pecah. Benjolan ini terbentuk pada lebih dari satu area tubuh.Ketika pecah, bisul yang terbentuk di bawah kulit akan mengeluarkan nanah. Pembentukan terowongan di bawah kulit dapat terjadi, namun tidak seberat pada stadium 3.
  • Stadium Hurley 3 (hidradenitis suppurativa berat)

Pada hidradenitis suppurativa berat, benjolan sudah menyebar, menimbulkan bekas luka, dan terasa nyeri hingga membuat pasien sulit bergerak. Karena sudah menyebar luas dan terjadi berulang kali, HS stadium 3 sulit diobati. 
Hidradenitis suppurativa merupakan kondisi menahun yang berulan. Karena itu, kondisi ini sering sulit ditangani dan perlu pengobatan terus-menerus.Pengobatan HS diberikan berdasarkan tingkat keparahan kondisi. Perawatan yang efektif dapat dilakukan untuk:
  • Mengurangi rasa sakit dan keparahan gejala
  • Mempercepat penyembuhan
  • Mencegah komplikasi
Dokter biasanya akan merekomendasikan cara-cara mengobati hidradenitis suppurativa di bawah ini:

Pemberian obat-obatan

Beberapa jenis obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengatasi hidradenitis suppurativa antara lain:
  • Antibiotik

Pasien dengan bisul yang nyeri, meradang, basah, dan berisi nanah akan diberikan obat antibiotik selama 1-2 minggu. Sampel dari area yang terkena diperlukan untuk memeriksa adanya infeksi.Bila tidak ditemukan infeksi, dosis antibiotik rendah selama 3 bulan diberikan untuk meredakan peradangan.Pada umumnya, antibiotik diberikan untuk mengurangi peradangan, mengobati infeksi dan menghentikan terbentuknya gejala baru. Antibiotik yang diberikan dapat dalam bentuk obat yang diminum atau krim. Jenisnya dapat berupa eritromisin atau doksisiklin.Pada kasus HS berat, kombinasi antibiotik klindamisin dan rifampisin dapat diberikan oleh dokter spesialis kulit.
  • Antiseptik

Cairan pembersih antiseptik seperti chlorhexidine 4% dapat diberikan setiap hari pada area yang terkena bersamaan dengan obat lainnya.
  • Retinoid

Obat jenis retinoid seperti isotretinoin dan acitrecin lebih efektif untuk mengatasi jerawat, namun dapat digunakan pada beberapa kasus.
  • Kontrasepsi (terapi hormon)

Hidradenitis suppurativa yang kambuh sebelum siklus menstruasi dapat direkomendasikan untuk diberikan obat kontrasepsi.
  • Terapi imunosupresan

Obat penekan sistem imun seperti adalimumab dan infliximab ini dapat diberikan pada kasus yang sangat berat.
  • Steroid

Obat steroid minum atau suntik dapat diberikan untuk mengurangi peradangan kulit berat. steroid memiliki beberapa efek samping, seperti peningkatan berat badan, gangguan tidur, dan perubahan mood.
  • Obat pereda nyeri

Obat pereda nyeri diberikan untuk membantu meredakan ketidaknyamanan yang disebabkan oleh gejala.
  • Metformin

Obat ini yang dapat membantu penderita hidradenitis suppurativa dengan sindrom metabolik.
  • Methotrexate

Obat ini biasanya digunakan untuk mengobati kasus hidradenitis suppurativa berat.

Operasi

Jika penanganan dengan obat tidak berhasil, maka pembedahan dapat dilakukan. Pembedahan dijalankan berdasarkan beratnya penyakit dan lokasi dari luka. Selain itu, pembedahan dapat dilakukan untuk mengeluarkan atau mengangkat luka yang tumbuh masuk jauh ke dalam kulit.Metode pengobatan lain yang dapat dilakukan meliputi radiasi, terapi laser, dan unroofing (operasi pengangkatan kulit yang menutupi terowongan pada kulit). 

Komplikasi hidradenitis suppurativa

Jika terus dibiarkan, hidradenitis suppurativa dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Penurunan rasa percaya diri
  • Kualitas hidup penderita yang buruk
  • Pyogenic granuloma
  • Lymphoedema
  • Squamous cell carcinoma
  • Anemia
 
Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, cara mencegah hidradenitis suppurativa juga belum tersedia. Tetapi Anda bisa melakukan beberapa langkah di bawah ini untuk mengurangi gejala hidradenitis suppurativa:
  • Menjaga berat badan ideal
  • Menggunakan pakaian yang longgar
  • Mandi air hangat
  • Tidak mencukur rambut di sekitar area yang terkena
  • Membersihkan area yang terkena dengan sabun antibakteri
  • Tidak merokok
 
Hubungi dokter apabila Anda mengalami gejala hidradenitis suppurativa. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
Anda juga dapat meminta keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter. 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hidradenitis suppurativa?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis hidradenitis suppurativa. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
American Academy of Dermatology. https://www.aad.org/public/diseases/painful-skin-joints/hidradenitis-suppurativa
Diakses pada 28 November 2018
Emedicine. https://emedicine.medscape.com/article/1073117-overview
Diakses pada 28 November 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/hidradenitis-suppurativa
Diakses pada 28 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hidradenitis-suppurativa/symptoms-causes/syc-20352306
Diakses pada 28 November 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/hidradenitis_suppurativa/article.htm
Diakses pada 28 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hidradenitis-suppurativa/
Diakses pada 28 November 2018
DermNet New Zealand Trust. https://dermnetnz.org/topics/hidradenitis-suppurativa/
Diakses pada 28 April 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17716-hidradenitis-suppurativa
Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email