Kulit & Kelamin

Herpes Simplex Tipe 2

11 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Herpes Simplex Tipe 2
Herpes simplex tipe 2 ditandai dengan lepuhan atau luka di sekitar kelamin dan rektum
Herpes simpleks tipe 2 adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS), yang ditandai dengan adanya lepuhan atau luka di sekitar alat kelamin dan rektum. Karenanya, penyakit ini juga disebut sebagai herpes genital.Herpes simpleks tergolong sebagai masalah global karena tingginya angka infeksi yang terjadi. Pada tahun 2012, sebanyak 417 juta penduduk dunia berusia 15-49 tahun terinfeksi herpes simplex virus type 2 (HSV-2).Kejadian terbanyak terdapat di Afrika (31,5%) diikuti dengan Amerika (14,4%). Jumlah penderita HSV-2 ini jauh lebih banyak dibandingkan jumlah penderita herpes simplex virus type 1 (HSV-1).Banyaknya jumlah penderita tersebut disebabkan oleh penularan yang terus terjadi karena banyak kasus yang tidak terdiagnosis. Kondisi ini sering disebabkan oleh tidak adanya gejala atau indikasi yang tidak khas dari HSV-2.Meski bisa menular pada siapa saja, wanita lebih banyak menderita herpes genital dibandingkan pria. Pasalnya, penularan HSV-2 lebih efektif jika ditularkan dari pria pada wanita. Pada tahun 2012, terdapat sekitar 267 juta orang wanita dan 150 juta orang pria yang hidup dengan HSV-2.Infeksi HSV-2 menyebabkan seseorang menjadi lebih rentan terinfeksi HIV sebanyak tiga kali lipat. Orang yang terinfeksi HSV-2 dan HIV lebih mudah menularkan HIV ke orang lain. Sebanyak 60-90% orang dengan HIV juga menderita HSV-2. Ini berarti, HSV-2 tergolong sebagai jenis infeksi yang paling banyak ditemukan pada penderita HIV. 
Herpes Simplex Tipe 2
Dokter spesialis Kulit
GejalaLuka melepuh di alat kelamin, nyeri saat buang air kecil, gatal
Faktor risikoWanita, stres, menstruasi
Metode diagnosisTes lesi kultur virus, PCR, tes darah
PengobatanObat-obatan, pemasangan selang penyedot
ObatAsiklovir, famsiklovir, valasiklovir
KomplikasiAIDS, meningitis, masalah pada kantung kemih
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala herpes simplex tipe 2
Secara umum, gejala herpes simplex tipe 2 meliputi:
  • Luka melepuh di alat kelamin
  • Nyeri saat buang air kecil
  • Gatal
Ciri atau gejala lain yang mungkin muncul akibat herpes simplex tipe 2 adalah:
 
Penyebab herpes simplex tipe 2 adalah infeksi virus HSV-2.  Herpes simplex tipe 2 merupakan virus yang paling mudah menular.Seseorang bisa terkena virus ini ketika melakukan kontak langsung dengan luka herpes penderita. Virus ini juga bisa dengan mudah menular melalui kontak kulit atau saat seseorang melakukan hubungan seksual, meskipun tanpa ada luka yang terlihat.Penularan dari ibu ke anak saat melahirkan juga dapat terjadi. 

Faktor risiko herpes simplex tipe 2

Beberapa faktor risiko herpes simplex tipe 2 meliputi:
  • Wanita
  • Adanya penyakit tertentu (penyakit ringan sampai serius)
  • Kelelahan
  • Stres fisik maupun emosional
  • Imunosupresi karena AIDS atau obat-obatan seperti obat kemoterapi atau steroid
  • Trauma pada daerah yang terinfeksi HSV-2, termasuk hubungan seksual
  • Menstruasi
 
Diagnosis herpes simplex tipe 2 dilakukan dengan cara PCR, tes darah, dan tes lesi kultur. Berikut penjelasannya.
  • Polymerase chain reaction (PCR)

PCR digunakan untuk menyalin DNA Anda dari sampel darah Anda, jaringan dari luka atau cairan tulang belakang. DNA kemudian dapat diuji untuk menentukan keberadaan HSV dan menentukan jenis HSV yang Anda miliki.
  • Tes darah

Tes darah menganalisis sampel darah Anda untuk mengetahui keberadaan antibodi HSV untuk mendeteksi infeksi herpes di masa lalu.
  • Tes lesi kultur virus herpes

Untuk melakukan tes lesi kultur virus herpes, dokter akan mengumpulkan sampel kulit dari luka yang di curigai terinfeksi.Agar tes efektif, dokter perlu mengumpulkan sampel kulit pada puncak wabah atau gejala Anda. Tes ini biasanya dilakukan untuk anak-anak atau orang dengan sistem kekebalan yang lemah. 
Cara mengobati herpes simplex tipe 2 umumnya tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Perawatan berfokus pada menghilangkan luka dan membatasi penyebaran. Namun, ada kemungkinan juga luka Anda akan hilang tanpa pengobatan.Pilihan obat yang biasanya digunakan untuk mengatasi herpes simplex tipe 2 meilputi:
  • Acyclovir
  • Famsiklovir
  • Valasiklovir
Obat-obatan antivirus ini dapat mengurangi risiko penularan virus ke orang lain dan mengurangi gejala.Obat-obatan ini bisa berbentuk oral (pil), atau dapat dioleskan sebagai krim. Untuk gejala yang parah, obat-obatan ini juga dapat diberikan melalui suntikan. 

Komplikasi herpes simplex tipe 2

Jika tidak ditangani dengan benar, herpes simplex tipe 2 bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Penyakit menular seksual lain

Memiliki luka genital meningkatkan risiko penularan atau tertular infeksi menular seksual lainnya, termasuk AIDS.
  • Infeksi pada bayi baru lahir

Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi dapat terkena virus selama proses persalinan. Hal ini dapat mengakibatkan kerusakan otak, kebutaan, atau kematian bagi bayi yang baru lahir.
  • Masalah kandung kemih

Dalam beberapa kasus, luka yang disebabkan herpes genital dapat menyebabkan peradangan di sekitar saluran yang menyalurkan urine dari kandung kemih ke dunia luar (uretra).
  • Meningitis

Dalam kasus yang jarang terjadi, infeksi HSV dapat menyebabkan peradangan pada selaput dan cairan serebrospinal yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang Anda. Kondisi ini disebut meningitis.
  • Peradangan rektum (proktitis)

Herpes genital dapat menyebabkan peradangan pada lapisan rektum (proktitis), terutama pada pria yang berhubungan seks dengan pria. 
Cara mencegah herpes simplex tipe 2 yang bisa dilakukan meliputi:
  • Gunakan kondom lateks selama setiap melakukan hubungan seksual
  • Hindari hubungan seksual jika salah satu pasangan memiliki
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada herpes simplex tipe 2. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait herpes simplex tipe 2?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis herpes simplex tipe 2 agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
WebMD. https://www.webmd.com/genital-herpes/pain-management-herpes#1
Diakses pada 11 Agustus 2021
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/herpes-simplex-virus
Diakses pada 11 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/herpes-simplex
Diakses pada 11 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/herpes-viral-culture-of-lesion
Diakses pada 11 Agustus 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2598582/
Diakses pada 11 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/genital-herpes/symptoms-causes/syc-20356161
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email