Kulit & Kelamin

Herpes Genital

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Herpes Genital
setelah 2-30 hari terjangkit virus herpes, akan muncul gejala seperti kerak pada luka, lepuhan di beberapa bagian tubuh dan rasa gatal di area yang terinfeksi.
Herpes genital adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh infeksi virus herpes simplex (HSV). Herpes genital atau herpes kelamin dapat ditularkan melalui hubungan seksual secara vaginal, anal, maupun oral.Herpes kelamin ditandai dengan munculnya bintil bergerombol dan dapat menyebabkan lepuhan terbuka yang berisi cairan di kulit penderitanya. Penyakit ini dapat menimbulkan sensasi nyeri, gatal, dan luka di area genital. Namun pada banyak kasus, pasien herpes genital bisa saja tidak menunjukkan gejala. Meskipun begitu, penyakit ini tetap menular tanpa gejala.Tidak ada obat untuk menyembuhkan herpes genital. Namun, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk meredakan gejala dan mengurangi risiko penularannya. Selain obat, berhubungan seks menggunakan kondom juga dapat membantu mencegah penyebaran infeksi herpes genital. 
Herpes Genital
Dokter spesialis Kulit
GejalaBintil bergerombol, lepuh, kerak di area kelamin
Faktor risikoWanita, berganti pasangan seksual, memiliki riwayat penyakit menular seksual
Metode diagnosisKultur virus, PCR, tes darah
PengobatanObat-obatan
ObatAntivirus, pereda nyeri
KomplikasiMeningkatkan risiko penyakit menular seksual lainnya, infeksi pada bayi baru lahir, meningitis
Kapan harus ke dokter?Menjalani hubungan seksual secara tidak aman, melakukan tindakan yang berisiko terhadap infeksi herpes genital
Gejala yang pertama kali muncul pada herpes kelamin adalah berupa lepuhan. Gejala tersebut akan muncul dua hari setelah terkena virus, atau paling lambat 30 hari sesudah virus herpes menginfeksi.Gejala-gejala umum herpes genital adalah:
  • Bintil bergerombol pada kelamin
  • Lepuhan di sekitar atau daerah dekat vagina, anus, dan bokong (pada wanita)
  • Lepuhan pada penis, skrotum, atau bokong (pada pria)
  • Kerak di atas luka dalam kurun waktu satu minggu setelah terjadinya infeksi.
  • Gatal atau kesemutan pada daerah yang terinfeksi. Kondisi ini muncul sebelum muncul lepuhan khas herpes kelamin.
  • Lepuhan pada mulut, bibir, wajah atau bagian tubuh lain yang bersentuhan area terinfeksi. Lepuhan tersebut dapat menjadi luka terbuka dan mengeluarkan cairan.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang timbul untuk melawan infeksi atau peradangan pada tubuh.
  • Sensasi penuh pada kelamin
  • Sakit kepala, pegal-pegal, dan demam

Gejala pada bayi

Bayi baru lahir bisa terkena herpes melalui proses kelahiran normal dari ibu yang mengidap herpes kelamin. Beberapa gejalanya meliputi ulkus pada wajah, badan dan kelamin bayi.Sang bayi juga dapat mengalami komplikasi berat yang berupa kebutaan, kerusakan otak, hingga kematian.Oleh karena itu, sangat penting untuk memberitahukan dokter jika seorang wanita menderita herpes genital selama kehamilan. Jadi, pencegahan penularan pada bayi bisa dilakukan. Salah satunya persalinan melalui operasi Caesar. 
Ada dua jenis infeksi virus herpes simplex yang dapat menyebabkan herpes genital, yaitu virus herpes simplex tipe 1 dan virus herpes simplex tipe 2.
  • Virus herpes simplex tipe 1

Virus herpes simplex tipe 1 merupakan penyebab herpes oral. Virus ini dapat mengakibatkan cold sores atau fever blisters (lepuhan yang meradang pada bagian dalam atau sekitar mulut akibat infeksi virus herpes simpleks).Herpes oral sangat menular dan mampu menyebar lewat kontak langsung antara kulit dengan kulit, dan menjalar ke area genital lewat seks oral (melalui air liur).
  • Virus herpes simplex tipe 2

Virus herpes simplex tipe 2 biasanya menyebabkan herpes genital, yang menyebar melalui kontak seksual dan paparan langsung antara kulit dengan kulit. Tingkat penularannya juga tinggi dan tergolong sangat umum ditemui. 

Penularan herpes genital

Virus herpes simplex menyebar ke dalam tubuh melalui selaput lendir, yang merupakan lapisan tipis pada hidung, mulut maupun area genital. Oleh karena itu, hubungan seksual secara vaginal, anal, atau oral menjadi jalan penularan yang paling umum.Selain berhubungan seks, berbagai jenis kontak kulit dengan area yang terinfeksi juga dapat mengakibatkan munculnya herpes kelamin, misalnya:
  • Alat kelamin yang bersentuhan dengan lepuhan herpes
  • Alat kelamin yang terkena jari penderita herpes simplex
  • Berbagi mainan seks dengan seseorang yang menderita herpes.
Virus herpes simplex tidak dapat bertahan lama di luar tubuh. Oleh karena itu, penyebarannya hampir tidak mungkin terjadi melalui kontak dengan toilet, handuk atau alat-alat lainnya yang digunakan oleh penderitanya.

 

Faktor risiko herpes genital

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terhadap herpes genitalia adalah:
  • Jenis kelamin. Wanita lebih berisiko, karena penularan virus lebih mudah terjadi dari pria ke wanita, dibandingkan sebaliknya.
  • Berganti pasangan seksual
  • Mengidap penyakit menular seksual lainnya
  • Memulai hubungan seksual di usia muda
  • Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah
Untuk mendiagnosis infeksi herpes, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik terhadap luka herpes. Pemeriksaan laboratorium berikut ini tidak selalu diperlukan, tetapi dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis.
  • Viral culture (kultur virus)

Tes ini dilakukan melalui pengambilan sampel jaringan atau pengikisan luka untuk selanjutnya diperiksa di laboratorium.
  • Tes polymerase chain reaction (PCR)

PCR digunakan untuk menyalin DNA dari sampel darah, jaringan luka atau cairan tulang belakang. DNA tersebut kemudian diperiksa untuk memastikan keberadaan HSV dan menentukan jenisnya.
  • Tes darah

Tes darah berfungsi untuk mendeteksi keberadaan antibodi HSV pada tubuh pasien sebagai penanda riwayat infeksi herpes di masa lalu. 

Stadium infeksi herpes

Infeksi herpes yang muncul dalam beberapa stadium, yaitu:
  • Stadium primer

Stadium primer terjadi pada hari kedua hingga delapan setelah tertular. Pada stadium ini akan muncul gejala lepuhan kecil, berisi cairan dan berwarna kemerahan.
  • Stadium laten

Lepuhan akan mereda pada stadium ini, meskipun demikian virusnya sebenarnya sedang dalam masa aktif untuk menyebar ke saraf tulang belakang.
  • Stadium peluruhan

Memasuki stadium ini, virus berkembang biak pada ujung saraf
  • Stadium rekurensi

Pada stadium ini muncul kembali lepuhan namun tidak separah lepuhan yang muncul pada stadium primer.Baca juga: Herpes Kelamin dan Mitos yang Beredar di Masyarakat 
Herpes genital tidak dapat disembuhkan, tapi ada perawatan khusus untuk:
  • Mempercepat penyembuhan luka pada infeksi
  • Meringankan gejala termasuk mempersingkat jangka waktu terjadinya infeksi berulang
  • Mengurangi peluang kambuhnya herpes genital
  • Mengurangi kemungkinan penularan virus herpes pada orang lain
Obat antivirus yang digunakan untuk herpes genital meliputi:
  • Obat antivirus. Dokter akan meresepkan antivirus seperti acyclovir atau valacyclovir untuk meringankan gejala herpes genital.
  • Krim untuk meredakan rasa sakit.
  • Obat pereda nyeri.
 

Komplikasi herpes genital

Jika tidak ditangani secara tepat, herpes genital dapat menimbulkan komplikasi berupa:
  • Penyakit menular seksual lainnya

Luka di kelamin akibat virus herpes simplex dapat meningkatkan risiko penularan atau tertular infeksi menular seksual lainnya, termasuk AIDS.
  • Infeksi dan kematian bayi baru lahir

Bayi yang lahir dari ibu yang terinfeksi, dapat terpapar virus selama proses persalinan. Hal ini bisa menyebabkan kerusakan otak, kebutaan, atau kematian pada bayi baru lahir.
  • Masalah kandung kemih

Pada beberapa kasus, luka akibat herpes genital dapat menyebabkan peradangan di sekitar saluran kandung kemih (uretra).
  • Meningitis

Meskipun jarang terjadi, herpes kelamin dapat menyebabkan peradangan pada selaput dan cairan serebrospinal, yang mengelilingi otak dan sumsum tulang belakang. Kondisi ini dikenal dengan istilah meningitis.
  • Peradangan rektal (proctitis)

Herpes kelamin dapat menyebabkan peradangan pada lapisan rektum, terutama akibat hubungan seksual antarpria.Baca juga: Hindari Pantangan Herpes Kelamin Ini Selama Penyembuhan 
Langkah pencegahan herpes genital sama dengan pencegahan pada penyakit menular seksual lainnya, yakni dengan:
  • Membatasi hubungan seksual hanya dengan satu orang yang tidak terinfeksi.
  • Jangan berganti-ganti pasangan seksual.
  • Menggunakan kondom saat berhubungan seksual.
  • Menghindari kontak intim jika pasangan memiliki gejala herpes pada area genital, atau pada bagian tubuh lainnya.
  • Jika Anda sedang hamil dan mencurigai adanya herpes, segera periksakan diri ke dokter. Biasanya, dokter akan menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat antivirus guna mencegah gejala menjelang persalinan.
  • Bagi pasien herpes genital yang akan menjalani persalinan, dokter akan merekomendasikan operasi Caesar untuk mengurangi risiko penularan virus pada bayi.
 
Segera lakukan konsultasi dengan dokter apabila Anda menjalani hubungan seksual tidak aman atau melakukan tindakan yang berisiko terhadap infeksi herpes genital. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda kesulitan buang air kecil?
  • Apakah Anda mengalami luka atau keputihan yang tidak biasa?
  • Apakah Anda mengalami nyeri panggul?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terhadap herpes kelamin?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis herpes genital agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/std/genital-herpes
Diakses pada 28 November 2018
CDC. https://www.cdc.gov/std/herpes/default.htm
Diakses pada  24 Agustus 2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/es-es/diseases-conditions/genital-herpes/symptoms-causes/syc-20356161
Diakses pada  24 Agustus 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/genital-herpes/
Diakses pada  24 Agustus 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Jerawat di Kelamin agar Tak Salah Pengobatan

Jerawat di kelamin termasuk umum terjadi. Kemunculannya bisa karena alergi, folikulitis, hingga penyakit tertentu. Penting untuk mengenali gejalanya agar tak membahayakan.
18 Jun 2020|Lenny Tan
Baca selengkapnya
Jerawat di kelamin bisa muncul dengan beragam gejala

Pencegahan Herpes Genitalis Bantu Turunkan Risiko Terinfeksi HIV

Herpes genital adalah infeksi menular seksual yang disebabkan oleh kontak seksual dengan penderita. Namun tenang, terdapat beberapa upaya pencegahan herpes genitalis yang bisa Anda lakukan.
22 Jul 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Menggunakan kondom saat berhubungan seks menjadi cara utama pencegahan herpes genitalis

Hindari Pantangan Herpes Kelamin Ini Selama Penyembuhan

Bagi para penderita herpes kelamin, ada beberapa pantangan herpes yang sebaiknya dihindari, agar infeksi cepat reda. Tidak hanya seputar aktivitas seksual, pantangan pola makan juga disebut bisa membantu mempercepat penyembuhan.
30 Jul 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Pantangan herpes yang harus dipenuhi salah satunya adalah berhenti melakukan hubungan seksual untuk sementara