Herpes Genital

Ditinjau dr. Widiastuti
setelah 2-30 hari terjangkit virus herpes, akan muncul gejala seperti kerak pada luka, lepuhan di beberapa bagian tubuh dan rasa gatal di area yang terinfeksi.
setelah 2-30 hari terjangkit virus herpes, akan muncul gejala seperti kerak pada luka, lepuhan di beberapa bagian tubuh dan rasa gatal di area yang terinfeksi.

Pengertian Herpes Genital

Herpes genital merupakan salah satu penyakit atau infeksi menular seksual yang ditularkan lewat hubungan seksual melalui vagina, anal, dan oral. Gejala yang dialami akan hilang dengan sendirinya, tapi dapat kembali sewaktu-waktu. Kebanyakan orang dengan virus herpes tidak menunjukkan gejala tertentu. Akan tetapi, penyakit ini tetap dapat menular walaupun tidak terdapat tanda dan gejala dari herpes. Herpes genital ini menyebabkan lepuhan menyakitkan yang dapat terbuka dan mengeluarkan cairan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang pertama kali muncul berupa lepuhan. Gejala tersebut akan muncul pertama kalinya dua hari setelah terkena virus, atau paling lambat 30 hari sesudah virus herpes menginfeksi. Gejala-gejala umum herpes genitalia adalah:

  • Kerak di atas luka dalam kurun waktu satu minggu setelah terjadinya herpes.
  • Lepuhan pada mulut, bibir, wajah atau bagian tubuh lain yang bersentuhan area terinfeksi. Lepuhan dapat menjadi luka terbuka dan mengeluarkan cairan.
  • Daerah yang terkena infeksi akan mulai terasa gatal atau kesemutan. Kondisi ini muncul sebelum terjadinya lepuhan yang sebenarnya.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening yang timbul untuk melawan infeksi atau peradangan pada tubuh.
  • Sakit kepala, nyeri tubuh, dan demam
  • Pada bayi yang terkena herpes (yang biasanya tertular dari kelahiran pervaginam), akan terjadi ulkus pada muka, badan dan genitalia. Bayi yang lahir dengan herpes genital dapat mengalami komplikasi berat seperti kebutaan, kerusakan otak, bahkan kematian. Oleh karena itu, sangat penting untuk memberitahu dokter jika Anda menderita herpes genital selama kehamilan. Jadi, langkah pencegahan penularan kepada bayi bisa dilakukan. Persalinan melalui operasi Caesar menjadi pilihan untuk menghindari penularan herpes genital pada bayi.
  • Pada wanita, gejala umum yang biasa ditimbulkan adalah lepuhan di sekitar atau daerah dekat vagina, anus, dan bokong.
  • Pada pria, gejala umum yang timbul adalah lepuhan pada penis, skrotum, atau bokong.

Penyebab

Ada dua jenis infeksi virus herpes simplex yang dapat menyebabkan herpes genital, yaitu:

  • Virus herpes simplex tipe 1
    Menyebabkan herpes oral dan dapat mengakibatkan terjadinya cold sores atau fever blisters (lepuhan yang meradang pada bagian dalam atau sekitar mulut akibat infeksi virus herpes simpleks). Herpes oral ini sangat menular dan menyebar melalui kontak langsung antara kulit dengan kulit, dan bisa menyebar ke area genitalia lewat seks oral (melalui air liur)
  • Virus herpes simplex tipe 2
    Biasanya menyebabkan herpes genital. Virus ini menyebar melalui kontak seksual dan kontak langsung antara kulit dengan kulit. Virus tersebut juga sangat menular dan sangat umum ditemui.

Virus ini dapat menular dari orang yang menderita herpes tanpa gejala (lepuhan yang dapat terlihat), atau orang yang tidak menyadari telah mengalami herpes. Virus dapat masuk ke dalam tubuh melalui selaput lendir, yang merupakan lapisan tipis pada hidung, mulut maupun area genitalia. Virus ini tidak dapat bertahan lama di luar tubuh. Oleh karena itu, penyebarannya hampir tidak mungkin terjadi melalui kontak dengan toilet, handuk atau alat-alat lainnya yang digunakan oleh orang yang terinfeksi dengan virus ini.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terhadap herpes genitalia adalah:

  • Jenis kelamin
    Wanita lebih mungkin terkena herpes genital dibandingkan pria. Sebab, penularan virus lebih mudah terjadi dari pria ke wanita dibandingkan sebaliknya.
  • Berganti pasangan seksual
    Perilaku ini meningkatkan risiko terpapar virus herpes.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis infeksi herpes, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik terhadap luka herpes. Pemeriksaan laboratorium tidak selalu diperlukan, tetapi dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis. Tes darah dapat memastikan diagnosis herpes sebelum terjadinya gejala (lepuhan).

Pengobatan

Herpes genital tidak dapat disembuhkan, tapi ada obat dan krim untuk mencegah atau meringankan gejalanya.

  • Obat antivirus
    Untuk mempercepat penyembuhan luka pada infeksi awal, meringankan gejala termasuk jangka waktunya pada infeksi berulang, mengurangi frekuensi kambuh, dan meminimalisir penularan virus
  • Krim
    Untuk meredakan rasa sakit
  • Obat pereda nyeri

Pencegahan

Pencegahan dari herpes genital sama dengan pencegahan pada penyakit menular seksual lainnya. Caranya dengan membatasi hubungan seksual hanya dengan satu orang yang tidak terinfeksi, atau menghindari aktivitas seksual dengan banyak pasangan. Selain itu, Anda dapat menggunakan kondom saat berhubungan seksual dan menghindari kontak intim jika pasangan memiliki gejala herpes pada area genital, atau pada bagian tubuh lainnya.

Jika Anda sedang hamil, dan mencurigai adanya herpes, maka mintalah pemeriksaan dokter untuk herpes. Segera informasikan dokter jika telah mengetahui adanya herpes pada diri Anda. Apabila memiliki penyakit herpes, biasanya dokter menyarankan Anda untuk mengonsumsi obat antivirus. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya gejala menjelang persalinan.

Selain itu, dokter akan merekomendasikan operasi Caesar apabila pasien mengalami herpes jelang persalinan, untuk mengurangi risiko penularan virus pada bayi.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda terinfeksi oleh herpes genital atau infeksi menular seksual lain, segera lakukan konsultasi dengan dokter.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum melakukan konsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda menyiapkan daftar informasi tentang gejala yang dialami, obat yang dikonsumsi, aktivitas seksual, dan beberapa pertanyaan, seperti:

  • Apa saja pemeriksaan yang harus saya jalani?
  • Apakah saya harus melakukan pemeriksaan infeksi menular seksual lainnya?
  • Apakah saya harus menghindari aktivitas seksual selama perawatan?
  • Bagaimana cara menghindari penularan infeksi pada pasangan saya?
  • Apakah pasangan saya juga harus menjalani pemeriksaan?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Pada saat berkonsultasi, dokter akan bertanya beberapa pertanyaan, di antaranya:

  • Apakah Anda mengalami kesulitan buang air kecil?
  • Apakah Anda memiliki luka atau keputihan yang tidak biasa?
  • Apakah Anda mengalami nyeri panggul?
Referensi

CDC. https://www.cdc.gov/std/herpes/default.htm
Diakses pada 28 November 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/std/genital-herpes
Diakses pada 28 November 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/es-es/diseases-conditions/genital-herpes/symptoms-causes/syc-20356161
Diakses pada 28 November 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/genital-herpes/
Diakses pada 28 November 2018

Back to Top