logo-sehatq
logo-kementerian-kesehatan
SehatQ for Corporate
TokoObatArtikelTindakan MedisDokterRumah SakitPenyakitChat DokterPromo
Kulit & Kelamin

Herpes

1 Jun 2021

| dr. Joni Indah Sari

Ditinjau oleh dr. Anandika Pawitri

Gejala herpes bisa berupa luka-luka di sekitar bibir

Herpes bisa menyebabkan munculnya luka-luka di sekitar mulut

Pengertian herpes

Herpes adalah sekelompok virus yang menyebabkan luka dan lepuhan yang terasa nyeri.  Terdapat banyak sekali jenis virus ini, tapi yang paling umum meliputi virus herpes simplex tipe 1 (HSV1), herpes simplex tipe 2 (HSV2), serta herpes zoster.

Herpes berbeda dari herpes zoster dari segi gejala. Herpes zoster merupakan virus yang memicu cacar air dan cacar ular (cacar api). Sedangkan penyakit herpes disebabkan oleh HSV1 dan HSV2.

HSV1 terutama memicu herpes pada sekitar wajah dan bibir. Sementara HSV2 identik dengan penyakit menular seksual, yakni herpes kelamin atau herpes genitalis.

Virus herpes simplex bisa menular melalui sentuhan langsung dengan lesi kulit yang dialami oleh penderita.

 

Herpes

Dokter spesialisDokter Kulit
Gejala

Demam, nyeri, luka di bibir atau kelamin

Faktor risiko

Sistem imun lemah, kontak erat dengan penderita herpes, hubungan seks tanpa pengaman

Metode diagnosis

Tes darah, biposi cairan lesi kulit

Pengobatan

Obat, perawatan di rumah

Obat

Acyclovir, valacyclovir, paracetamol

Komplikasi

Kelainan pada bayi baru lahir, meningitis, radang rektum

Kapan harus ke dokter?

Rasa panas di kulit, luka melepuh atau lenting

Tanda dan gejala herpes

Secara umum, tanda dan gejala herpes meliputi:

  • Luka melepuh dan terasa panas, nyeri, dan gatal di area wajah, sekitar bibir, vagina, penis, skrotum, anus, bokong, atau paha
  • Benjolan lunak di selangkangan
  • Herpes genital dapat menyebabkan nyeri saat buang air kecil
  • Keputihan pada penderita wanita
  • Pembengkakan kelenjar getah bening sebagai reaksi tubuh dalam melawan infeksi atau peradangan
  • Sakit kepala, pegal-pegal, dan demam

 

Fase perkembangan herpes

Herpes dibagi menjaadi beberapa fase, diantaranya:

  • Fase herpes primer

Fase ini terjadi 2-8 hari setelah seseorang terinfeksi herpes. Gejalanya berupa lenting-lenting berukuran kecil yang terasa nyeri.

Cairan pada lenting dapat berwarna jernih atau keruh. Kulit di sekitar lenting akan berwarna kemerahan.

Penderita juga mungkin akan merasakan tanda-tanda yang mirip dengan gejala flu. Misalnya, pegal-pegal, sakit kepala, penurunan nafsu makan, dan demam yang lama kelamaan akan muncul luka.

  • Fase herpes laten

Pada fase ini, seseorang terinfeksi herpes sudah tidak mengalami gejala. Hanya saja virus herpes tetap ada di dalam tubh penderita dan menetap di saraf dekat sumsum tulang belakang.

  • Fase penularan

Pada fase penularan, virus herpes mulai bertambah banyak pada ujung serabut saraf. Apabila serabut saraf yang ditinggali virus herpes ini mengalami kontak dengan cairan tubuh, virus kemudian dapat menyebar ke cairan tubuh. Misalnya, air liur, cairan mani, atau cairan vagina.

Walaupun tidak mengalami gejala herpes, seseorang tetap dapat menularkan virus herpes ke orang lain lewat cairan tubuh pada fase ini.

  • Fase rekuren

Seseorang yang telah terjangkit herpes bisa kembali mengalaminya. Kondisi ini disebut rekuren (kambuh).

Virus herpes yang tidak aktif dan tinggal di serabut saraf di fase laten, akan kembali aktif dan menimbulkan gejala pada fase rekuren ini.

Fase rekuren herpes biasanya dipicu oleh kondisi yang meliputi stres, sedang tidak enak badan, atau kelelahan. Sementara tanda awalnya bisa berupa rasa gatal, nyeri, atau kesemutan pada area tubuh yang dulu menjadi lokasi munculnya lesi herpes. 

 

Penyebab herpes

Penyebab utama herpes adalah infeksi virus herpes simplex, terutama HSV1 dan HSV2. Virus ini mudah menular di antara manusia lewat kontak langsung dengan lesi kulit pada penderita.

Selain herpes simplex 1 dan 2, ada pula sederet virus herpes lain yang bisa menyebabkan infeksi pada manusia. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Virus Epstein-Barr (HSV4)

Virus Epstein-Barr dapat menyebabkan mononukleosis dan meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, seperti kanker nasofaring, limfoma Burkitt, dan limfoma Hodgkin.

  • Cytomegalovirus (HSV5)

Cytomegalovirus bisa memicu infeksi serius pada bayi baru lahir dan orang dengan sistem kekebalan tubuh lemah.

  • HSV6 dan HSV7

Kedua virus herpes simplex ini dapat menyebabkan infeksi pada anak-anak yang disebut roseola infantum.

  • HSV8

HSV8 bisa menyebabkan sarkoma Kaposi dan beberapa tipe limfoma pada orang yang memiliki sistem imun lemah.

 

Penularan virus herpes simpleks

Virus herpes simplex tipe 1 dapat ditularkan melalui:

  • Saling meminjamkan alat makan dengan penderita
  • Menggunakan alat make-up yang sama dengan penderita, khususnya lipstik
  • Berciuman dengan penderita

Sedangkan virus herpes simplex tipe 2 umumnya menyebar lewat hubungan seksu tanpa kondom.

Herpes dapat menyebar dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh lainnya. Contohnya jika Anda memegang luka herpes kelamin, virus akan menempel di jari Anda dan dapat menyebar ke bagian tubuh lain yang Anda sentuh dengan jari tersebut, termasuk mulut atau mata.

Selain itu, wanita hamil yang mengidap herpes kelamin juga bisa menularkannya pada bayi lewat proses persalinan normal.

 

Faktor risiko herpes

Beberapa faktor risiko terjadinya herpes adalah:

  • Penurunan sistem imun, seperti mengidap HIV, penyakit IgA, kanker sumsum tulang, menjalani kemoterapi, atau menggunakan obat imunosupresan setelah menjalani transplantasi organ
  • Berganti-ganti pasangan seksual dan melakukan hubungan seks tanpa kondom
  • Saling meminjamkan alat pribadi dengan penderita
  • Memiliki profesi yang menuntut kontak kulit yang sering, misalnya altlet gulat

 

Diagnosis herpes

Diagnosis herpes dapat dutentukan dengan cara:

  • Tanya jawab. Dokter akan menanyakan mengenai gejala dan faktor risiko herpes yang dimiliki oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik dengan mengamati lesi kulit akibat herpes.
  • Mengambil sampel cairan dari luka. Sampel ini akan diperiksa di bawah mikroskop.
  • Tes darah untuk mengetahui ada tidaknya infeksi bakteri sekunder pada luka herpes.

 

Advertisement

Cara mengobati herpes

Cara mengobati herpes umumnya akan tergantung pada tingkat keparahannya dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa metode penanganannya meliputi:

1. Obat-obatan

Dokter bisa meresepkan beberapa pilihan obat berikut:

  • Antivirus

Antivirus bertujuan mencegah virus herpes bertambah banyak. Contohnya, acyclovir atau valacyclovir.

Obat antivirus paling efektif jika diberikan dalam 24 jam sejak gejala mulai muncul. Misalnya gejala berupa rasa panas pada kulit. Obat ini juga akan mempercepat penyembuhan herpes, bahkan rata-rata 1-2 hari lebih cepat daripada penderita yang tidak menggunakannya.

Antivirus juga dianjurkan bagi penderita yang mengalami kekambuhan herpes genital sebanyak enam kali per tahun.

  • Obat lainnya

Dokter juga bsia memberikan obat penurun demam seperti paracetamol dan krim untuk mengurangi rasa gatal.

2. Perawatan di rumah

Untuk mempercepat penyembuhan dan meredakan gejala herpes, pasien bisa menerapkan langkah-langkah di bawah ini:

  • Mengoleskan gel aloe vera atau petroleum jelly pada area lepuhan
  • Berendam dalam air yang diberi sedikit garam untuk meredakan nyeri dan gatal
  • Mengenakan pakaian longgar guna mencegah gesekan pada area luka herpes
  • Tidak berhubungan seks sampai gejala herpes hilang
  • Menempelkan kompres dingin pada area luka

 

Komplikasi herpes

Bila tidak ditangani dengan benar, herpes bisa menyebabkan sederet komplikasi di bawah ini:

  • Penyakit menular seksual lainnya
  • Infeksi pada bayi baru lahir, yang kemudian bisa memicu kerusakan otak, kebutaan, atau kematian bayi baru lahir
  • Gangguan berkemih akibat peradangan saluran kemih
  • Meningitis atau radang selaput otak
  • Radang pada rektum (bagian paling ujung usus besar dekat lubang anus), terutama pada pria yang melakukan hubungan seks sesama jenis

 

Cara mencegah herpes

Cara mencegah herpes yang dapat Anda lakukan meliputi:

  • Jangan saling meminjamkan benda apapun yang sering dipakai dengan penderita, seperti handuk, pakaian, rias wajah, lip balm, alat makan, dan lainnya
  • Setialah pada pasangan dan tidak berganti-ganti pasangan seks
  • Sebisa mungkin, hindari kontak fisik langsung dengan kulit orang lain
  • Cuci tangan secara rutin dengan sabun dan air bersih
  • Bila harus mengobati luka tertentu, gunakan kapas dan jangan langsung menyentuhnya dengan jari

 

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter

Hubungi dokter bila apabila Anda mengalami gejala-gejala sebagai berikut:

  • Rasa panas atau kesemutan pada kulit
  • Terbentuk lenting atau luka lepuhan pada kulit

 

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter

Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

 

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi

Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait herpes?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis herpes agar penanganan yang tepat bisa diberikan.

 

Advertisement

herpespenyakit menular seksualpenyakit kulit

Bagikan

Dokter Terkait

Penyakit Terkait

Artikel Terkait

no image

Advertisement

logo-sehatq

Langganan Newsletter

Jadi orang yang pertama tahu info & promosi kesehatan terbaru dari SehatQ. Gratis.

Metode Pembayaran

Bank BCABank MandiriBank BNIBank Permata
Credit Card VisaCredit Card Master CardCredit Card American ExpressCredit Card JCBGopay

Fitur

  • Toko
  • Produk Toko
  • Kategori Toko
  • Toko Merchant
  • Booking
  • Promo
  • Artikel
  • Chat Dokter
  • Penyakit
  • Forum
  • Review
  • Tes Kesehatan

Perusahaan

Follow us on

  • FacebookFacebook
  • TwitterTwitter
  • InstagramInstagram
  • YoutubeYoutube
  • LinkedinLinkedin

Download SehatQ App

Temukan di APP StoreTemukan di Play Store

Butuh Bantuan?

Jam operasional: 07.00 - 20.00

Hubungi Kami+6221-27899827

© SehatQ, 2023. All Rights Reserved