Penyakit Lainnya

Herpangina

05 May 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Herpangina
Gejala umum herpangina adalah munculnya bisul pada langit-langit mulut maupun tenggorokan.
Herpangina adalah salah satu infeksi virus yang paling sering ditemukan pada anak-anak berusia 3-10 tahun. Herpangina biasanya sering dialami anak-anak pada musim panas.Penyakit ini memiliki gejala khas, yaitu munculnya bentol-bentol seperti gelembung kecil berisi air atau bisul pada langit-langit mulut dan bagian belakang tenggorokan. Bentol-bentol di dinding tenggorokan tersebut akan disertai rasa sakit.  Herpangina serupa dengan hand-foot-mouth disease(HFMD) atau penyakit tangan, kaki, mulut, baik dari segi gejala maupun manifestasi klinisnya pada tubuh penderita. Karena itu, butuh bantuan dokter untuk membedakannya. 
Herpangina
Dokter spesialis Anak
GejalaBentol-bentol seperti gelembung kecil berisi air di langit-langit mulut dan belakang tenggorokan
Faktor risikoAnak-anak di fasilitas umum, seperti tempat penitipan anak atau sekolah
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik
PengobatanIstirahat, obat-obatan
ObatIbuprofen, paracetamol
KomplikasiDehidrasi, meningitis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala herpangina
Gejala herpangina yang muncul dapat berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Tetapi secara umum, keluhan yang dirasakan pengidap meliputi:

Bentol atau lepuhan

Munculnya bentol-bentol seperti gelembung kecil atau bisul berukuran 1-2 mm. Lepuhan ini biasanya terdapat pada langit-langit mulut serta bagian belakang tenggorokan, dan biasanya disertai rasa sakit.Meski jarang, bentol herpangina juga bisa terjadi pada area tangan, kaki, maupun bokong penderita.

Gejala lainnya

  • Sakit kepala.
  • Demam tinggi yang muncul dengan cepat, dan terkadang dapat mencapai 41°C.
  • Air liur yang terus menetes atau drooling. Namun gejala ini jarang ditemukan pada penderita dewasa.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan menelan.
  • Muntah, tapi gejala ini jarang ditemukan pada penderita dewasa.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.
Herpangina lebih sering ditemukan pada anak-anak. Meski begitu, orang dewasa dan ibu hamil. Oleh karena itu, wanita hamil juga sebaiknya memperhatikan gejala-gejala penyakit herpangina dengan saksama. 
Penyebab utama herpangina adalah infeksi virus. Beberapa jenis virus yang dikenal dapat menyebabkan herpangina meliputi:
  • Virus Coxsackie A dan B, namun tipe A lebih sering memicu herpangina.
  • Enterovirus 71
  • Echovirus
Virus dapat menyebar dengan mudah antara satu anak dan anak lainnya. Virus dapat menyebar melalui tetesan dari bersin atau batuk atau kontak dengan kotoran.Beberapa faktor risiko herpangina meliputi:
  • Anak-anak yang berusia 3-10 tahun
  • Anak yang sedang berada di sekolah, perkemahan musim panas, dan pusat penitipan anak
  • Tidak mencuci tangan secara teratur dan menyeluruh
Herpangina lebih rentan terjadi pada anak-anak yang sering menghabiskan waktunya di fasilitas-fasilitas umum, misalnya tempat penitipan anak, playground, atau sekolah. Sementara penyakit ini jarang ditemukan pada kalangan dewasa muda hingga orang dewasa. 
Diagnosis herpangina dilakukan dengan cara melakukan beberapa hal di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala dan riwayat kesehatan pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Untuk mendiagnosis herpangina secara tepat, perlu dilakukan pemeriksaan fisik. Hal ini berguna untuk memeriksa bentolan pada mulut dan tenggorokan. Dokter biasanya akan dengan mudah membedakan benjolan yang disebabkan herpangina.Dua tes ini biasanya sudah cukup untuk mendiagnosis herpangina, tanpa diperlukan adanya tes lain. 

Cara membedakan herpangina dan HFMD

Gejala herpangina hampir mirip dengan hand foot mouth disease (HFMD), bentol kecil dan luka pada rongga mulut. Penularannya juga sama-sama bisa lewat percikan cairan tubuh penderita.Untuk membedakannya, Anda bisa melihat lokasi bentol yang muncul. Pada herpangina, lesi terjadi pada bagian belakang rongga mulut, sementara HMFD menyebabkan lepuhan pada bagian depan rongga mulut. 
Cara mengobati herpangina biasanya dilakukan untuk meredakan gejala dan membunuh virus. Namun, sebelum menentukan penanganan yang tepat, dokter akan menentukan jenis penanganan berdasarkan usia, riwayat medis, maupun kondisi kesehatan penderita.Apabila diperlukan, dokter bisa meresepkan obat-obatan untuk meredakan nyeri dan menghilangkan virus. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Obat pereda nyeri
Obat ini bisa berupa ibuprofen atau paracetamol. Keduanya juga bisa sekaligus menurunkan demam.
  • Obat anastetik
Obat yang bersifat anestetik juga dianjurkan untuk mengurangi nyeri di langit-langit mulut dan pangkal tenggorokan akibat herpangina. Obat ini bisa berupa tablet isap, obat kumur, atau gel.Pasien herpangina juga dihimbau untuk mengonsumsi banyak cairan guna mencegah dehidrasi. Pasalnya, penderita umumnya mengalami kesulitan menelan, sehingga enggan makan dan minum. Oleh sebab itu, cairan (baik berupa air maupun susu) yang dingin lebih direkomendasikan berkat efeknya bisa menyejukkan tenggorokan. Sebaliknya, minuman asam maupun panas harus dihindari oleh pengidap karena dapat memperparah rasa nyeri atau keluhan sukar menelan.Selain itu, pasien juga disarankan untuk mengonsumsi makanan yang lembut. Mengonsumsi minuman dingin dan milkshake adalah pilihan terbaik saat mengalami herpangina. 

Komplikasi herpangina

Beberapa komplikasi yang bisa dipicu oleh herpangina, yaitu:
  • Dehidrasi
  • Meningitis
  • Sariawan atau sakit tenggorokan
  • Tukak atau luka terbuka di tenggorokan
  • Penurunan berat badan
  • Naiknya asam lambung
 
Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah herpangina. Cara yang paling tepat adalah membiasakan untuk menjaga kebersihan diri dengan langkah-langkah berikut:
  • Selalu mencuci tangan, terutama sebelum makan dan menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, serta sehabis bepergian.
  • Menutup mulut dan hidung saat bersin maupun batuk untuk mencegah penyebaran virus.
  • Apabila Anda merawat penderita herpangina, jangan lupa pula untuk mencuci tangan setelahnya, terutama sehabis terjadi kontak dengan lendir atau cairan tubuh penderita.
 
Gejala-gejala herpangina umumnya akan membaik dan menghilang dengan sendirinya setelah 7-10 hari.Namun apabila gejala tersebut tidak kunjung reda meski sudah lewat dari 5 hari setelah durasi penyembuhan di atas, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.Sementara pengidap herpangina yang menunjukkan tanda-tanda dehidrasi sebaiknya dibawa ke dokter secepatnya. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Kapan gejala mulai muncul?
  • Bagian tubuh mana saja yang mengalami bentol-bentol?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita?
  • Apakah ada orang di sekitar penderita yang juga mengalami gejala serupa?
  • Apakah penderita sudah mencari pengobatan sebelumnya? Jika iya, apa saja penanganan yang telah diperoleh dan bagaimana efektivitasnya?
Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter biasanya sudah dapat memastikan diagnosis dari hasil tanya jawab dan pemeriksaan fisik. Dengan diagnosis herpangina yang pasti, dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai. Misalnya, obat untuk meredakan gejala dan anjuran istirahat yang cukup guna mempercepat pemulihan. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000969.htm
Diakses pada 19 Januari 2020
Stanford Childrens. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=herpangina-90-P01855
Diakses pada 19 Januari 2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/herpangina
Diakses pada 19 Januari 2020
Medicinet. https://www.medicinenet.com/viral_infections_pictures_slideshow/article.htm
Diakses pada 19 Januari 2020
Children's Wisconsin. https://www.chw.org/medical-care/dental-care/dental-and-oral-health/herpangina
Diakses pada 19 Januari 2020
University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=p01855
Diakses pada 19 Januari 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/218502-overview
Diakses pada 19 Januari 2020
Dermnetnz. https://www.dermnetnz.org/topics/herpangina/
Diakses pada 19 Januari 2020
MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/enteroviruses/herpangina
Diakses pada 19 Januari 2020
MSD Manual Professional version. https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/enteroviruses/hand-foot-and-mouth-disease-hfmd
Diakses pada 5 Mei 2021
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK507792/
Diakses pada 5 Mei 2021
NSW Government. https://www.health.nsw.gov.au/Infectious/factsheets/Pages/handfootmouth.aspx
Diakses pada 5 Mei 2021
Verywell Health. https://www.verywellhealth.com/herpangina-viral-infection-of-the-mouth-and-throat-4126788
Diakses pada 5 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email