Herpangina adalah penyakit anak-anak yang disebabkan infeksi virus dengan gejala berupa bisul dalam mulut.
Gejala umum herpangina adalah munculnya bisul pada langit-langit mulut maupun tenggorokan.

Herpangina adalah salah satu infeksi virus yang sering ditemukan pada anak-anak. Penyakit ini memiliki gejala khas, yaitu munculnya bentol-bentol seperti gelembung kecil berisi air atau bisul pada langit-langit mulut dan bagian belakang tenggorokan.

Bentol-bentol tersebut akan disertai rasa sakit. Penderita herpangina juga bisa mengalami demam

Herpangina serupa dengan hand-foot-mouth disease (HFMD) atau penyakit tangan, kaki, mulut, baik dari segi gejala maupun manifestasi klinisnya pada tubuh penderita. Karena itu, butuh bantuan dokter untuk membedakannya.

Gejala herpangina yang muncul dapat berbeda-beda antara satu penderita dengan penderita lainnya. Tetapi secara umum, keluhan yang dirasakan pengidap meliputi:

Bentol atau lepuhan

Munculnya bentol-bentol seperti gelembung kecil atau bisul berukuran 1-2 mm. Lepuhan ini biasanya terdapat pada langit-langit mulut serta bagian belakang tenggorokan, dan biasanya disertai rasa sakit.

Meski jarang, bentol herpangina juga bisa terjadi pada area tangan, kaki, maupun bokong penderita.

Gejala lainnya

  • Sakit kepala.
  • Demam tinggi yang muncul dengan cepat, dan terkadang dapat mencapai 41°C.
  • Air liur yang terus menetes atau drooling. Namun gejala ini jarang ditemukan pada penderita dewasa.
  • Penurunan nafsu makan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Kesulitan menelan.
  • Muntah, tapi gejala ini jarang ditemukan pada penderita dewasa.
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Herpangina lebih sering ditemukan pada anak-anak, khususnya usia 3 hingga 10 tahun. Pada anak-anak, penyakit herpangina termasuk umum terjadi. Meski begitu, orang dewasa dan bayi yang belum lahir pun dapat terkena penyakit ini.

Oleh karena itu, wanita hamil juga sebaiknya memperhatikan gejala-gejala penyakit herpangina dengan saksama.

Herpangina dipicu oleh infeksi virus. Beberapa jenis virus yang dikenal dapat menyebabkan herpangina meliputi:

  • Virus Coxsackie A dan B, namun tipe A lebih sering memicu herpangina.
  • Enterovirus 71
  • Echovirus
  • Parechovirus 1
  • Adenovirus
  • Herpes simplex virus atau HSV, tapi termasuk jarang.

 

 

Virus-virus tersebut sangat menular, sehingga mudah menyebar dari satu orang ke orang yang lain. Khususnya pada minggu-minggu pertama sejak Anda terinfeksi oleh virus. 

Penularan virus dapat terjadi melalui kontak antarmanusia, air yang telah terkontaminasi, maupun cairan tubuh dari penderita herpangina. 

Herpangina lebih rentan terjadi pada anak-anak yang sering menghabiskan waktunya di fasilitas-fasilitas umum, misalnya tempat penitipan anak, playground atau sekolah. Sementara penyakit ini jarang ditemukan pada kalangan dewasa muda hingga orang dewasa.

Dalam memastikan diagnosis, dokter umumnya cukup memeriksa bentol-bentol yang ada pada tubuh penderita. Pasalnya, gejala ini sangat khas pada herpangina. Oleh karena itu, pemeriksaan penunjang (seperti tes darah) jarang dianjurkan oleh dokter.

Dokter juga bisa menanyakan gejala-gejala lain yang dialami oleh anak Anda. Demikian pula dengan riwayat kesehatan anak seerta faktor risikonya. 

Cara membedakan herpangina dan HFMD

Gejala herpangina hampir mirip dengan hand foot mouth disease (HFMD), bentol kecil dan luka pada rongga mulut. Penularannya juga sama-sama bisa lewat percikan cairan tubuh penderita.

Untuk membedakannya, Anda bisa melihat lokasi bentol yang muncul. Pada herpangina, lesi terjadi pada bagian belakang rongga mulut, sementara HMFD menyebabkan lepuhan pada bagian depan rongga mulut.

Walaupun tampak agak parah, herpangina termasuk jenis penyakit yang tidak terlalu berbahaya dan dapat sembuh atau hilang dengan sendirinya. Karena itu, penyakit ini umumnya tidak membutuhkan pengobatan medis yang khusus. 

Walau demikian, penderita dapat menerima pengobatan herpangina guna meredakan gejala-gejalanya. Jenis penanganan yang diberikan oleh dokter akan ditentukan berdasarkan:

  • Usia, riwayat medis, maupun kondisi kesehatan penderita.
  • Jangka waktu berlangsungnya penyakit.
  • Ada tidaknya kondisi alergi pada penderita.
  • Harapan atau ekspektasi penderita.

Apabila diperlukan, dokter bisa meresepkan obat-obatan untuk meredakan nyeri. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Obat pereda nyeri, misalnya ibuprofen dan paracetamol. Kedua obat ini juga bisa menurunkan demam.
  • Obat anastetis dalam bentuk tablet hisap, obat kumur, atau gel yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri pada langit-langit mulut dan pangkal tenggorokan akibat gejala herpangina.

Penderita herpangina juga dihimbau untuk mengonsumsi banyak cairan guna mencegah dehidrasi. Pasalnya, penderita umumnya mengalami kesulitan menelan, sehingga enggan makan dan minum. 

Oleh sebab itu, cairan (baik berupa air maupun susu) yang dingin lebih direkomendasikan berkat efeknya bisa menyejukkan tenggorokan. Sebaliknya, minuman asam maupun panas harus dihindari oleh pengidap karena dapat memperparah rasa nyeri atau keluhan sukar menelan.

Komplikasi herpangina

Secara umum, herpangina dikategorikan sebagai penyakit yang tidak berbahaya dan dapat sembuh sendiri. Akan tetapi, pada beberapa kasus, komplikasi juga dapat terjadi. 

Salah satu komplikasi herpangina yang mungkin muncul adalah dehidrasi. Kondisi ini ditandai dengan gejala pusing, berkurangnya volume urine, dan mulut yang kering. 

Dehidrasi bisa terjadi karena penderita kesulitan untuk makan maupun minum karena adanya bentol pada langit-langit mulut serta pangkal tenggorokannya.

Infeksi enterovirus yang menyebabkan herpangina juga dapat berujung peradangan selaput otak (meningitis) bila dibiarkan. Namun kejadian ini sangat jarang.

Terdapat beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mencegah herpangina. Cara yang paling tepat adalah membiasakan untuk menjaga kebersihan diri dengan langkah-langkah berikut:

  • Selalu mencuci tangan, terutama sebelum makan dan menyiapkan makanan, setelah menggunakan toilet, serta sehabis bepergian.
  • Menutup mulut dan hidung saat bersin maupun batuk untuk mencegah penyebaran virus.
  • Apabila Anda merawat penderita herpangina, jangan lupa pula untuk mencuci tangan setelahnya, terutama sehabis terjadi kontak dengan lendir atau cairan tubuh penderita.

Gejala-gejala herpangina umumnya akan membaik dan menghilang dengan sendirinya setelah 7-10 hari.

Namun apabila gejala tersebut tidak kunjung reda meski sudah lewat dari 5 hari setelah durasi penyembuhan di atas, Anda sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter.

Sementara pengidap herpangina yang menunjukkan tanda-tanda dehidrasi sebaiknya dibawa ke dokter secepatnya.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa membantu dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Kapan gejala mulai muncul?
  • Bagian tubuh mana saja yang mengalami bentol-bentol?
  • Apa saja riwayat penyakit yang pernah atau sedang diderita?
  • Apakah ada orang di sekitar penderita yang juga mengalami gejala serupa?
  • Apakah penderita sudah mencari pengobatan sebelumnya? Jika iya, apa saja penanganan yang telah diperoleh dan bagaimana efektivitasnya?

Setelahnya, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Dokter biasanya sudah dapat memastikan diagnosis dari hasil tanya jawab dan pemeriksaan fisik. 

Dengan diagnosis herpangina yang pasti, dokter dapat memberikan penanganan yang sesuai. Misalnya, obat untuk meredakan gejala dan anjuran istirahat yang cukup guna mempercepat pemulihan.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000969.htm
Diakses pada 19 Januari 2020

Stanford Childrens. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=herpangina-90-P01855
Diakses pada 19 Januari 2020

Healthline. https://www.healthline.com/health/herpangina
Diakses pada 19 Januari 2020

Medicinet. https://www.medicinenet.com/viral_infections_pictures_slideshow/article.htm
Diakses pada 19 Januari 2020

Children's Wisconsin. https://www.chw.org/medical-care/dental-care/dental-and-oral-health/herpangina
Diakses pada 19 Januari 2020

University of Rochester Medical Center. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=p01855
Diakses pada 19 Januari 2020

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/218502-overview
Diakses pada 19 Januari 2020

Dermnetnz. https://www.dermnetnz.org/topics/herpangina/
Diakses pada 19 Januari 2020

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/enteroviruses/herpangina
Diakses pada 19 Januari 2020

Artikel Terkait