Herpangina

Ditinjau dr. Anandika Pawitri
Herpangina adalah penyakit anak-anak yang disebabkan infeksi virus dengan gejala berupa bisul dalam mulut.
Gejala umum herpangina adalah munculnya bisul pada langit-langit mulut maupun tenggorokan.

Pengertian Herpangina

Herpangina adalah sebuah penyakit yang sering ditemukan pada anak-anak dan disebabkan oleh infeksi virus. Penyakit ini memiliki gejala khas yaitu munculnya benjolan seperti gelembung-gelembung kecil atau bisul pada langit-langit mulut dan bagian belakang tenggorokan yang disertai rasa sakit, serta munculnya demam pada penderita. Herpangina juga serupa dengan hand-foot-mouth disease (HFMD atau penyakit yang menyerang tangan, kaki, serta mulut) baik dari segi gejala-gejala yang terjadi maupun penampakan atau manifestasi klinis pada tubuh penderita.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Herpangina merupakan penyakit yang dapat mengenai segala kalangan usia, akan tetapi penyakit ini lebih sering ditemukan pada anak-anak usia tiga hingga sepuluh tahun. Pada anak-anak, penyakit herpangina merupakan penyakit yang umum terjadi. Meskipun begitu, orang dewasa dan bayi yang belum lahir pun juga dapat terkena penyakit ini. Oleh karena itu, para wanita hamil juga sebaiknya memperhatikan gejala-gejala penyakit herpangina.

Gejala herpangina yang muncul dapat berbeda antara satu penderita dengan penderita yang lain. Akan tetapi ada beberapa gejala yang sering ditemukan pada penderita herpangina antara lain adalah:

  • Munculnya benjolan seperti gelembung-gelembung kecil atau bisul berukuran satu hingga dua milimeter yang biasanya terdapat pada langit-langit mulut dan bagian belakang tenggorokan yang biasanya disertai rasa sakit. Keadaan serupa juga dapat muncul pada area tangan, kaki, maupun pantat.
  • Sakit kepala.
  • Munculnya demam yang cepat dan tinggi, terkadang dapat mencapai 41°C atau 106°F.
  • Air liur yang terus menerus menetes atau drooling (jarang ditemukan pada penderita dewasa).
  • Penurunan nafsu makan.
  • Sakit tenggorokan.
  • Rasa nyeri pada leher.
  • Kesulitan saat menelan.
  • Muntah (jarang ditemukan pada penderita dewasa).
  • Pembengkakan kelenjar getah bening.

Secara umum, herpangina dikategorikan sebagai penyakit yang tidak berbahaya. Akan tetapi, beberapa komplikasi juga dapat terjadi. Salah satu komplikasi yang dapat terjadi akibat herpangina adalah penderita akan mengalami dehidrasi dengan gejala seperti pusing, berkurangnya volume urine, dan keadaan mulut yang kering. Hal tersebut terjadi karena kesulitan untuk makan ataupun minum akibat adanya benjolan seperti gelembung-gelembung kecil atau bisul pada langit-langit mulut dan bagian pangkal tenggorokan.

Penyebab

Herpangina merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus. Beberapa virus yang dikenal dapat menyebabkan penyakit ini antara lain adalah coxsackie viruses A dan B (penyebab yang lebih umum adalah coxsackie virus A), enterovirus 71, echovirus, parechovirus 1, adenovirus, dan herpes simplex virus atau HSV (penyebab yang jarang terjadi). Virus-virus tersebut sangat menular dan dapat dengan mudah menyebar dari satu orang ke orang yang lain. Selain itu, virus-virus tersebut dapat menular melalui kontak antara satu orang dengan yang lain (human to human contact), air yang terkontaminasi virus tersebut, maupun partikel kecil dari cairan tubuh (droplets) penderita herpangina. Penularan tersebut sangat mudah terjadi di minggu-minggu pertama sejak terinfeksi virus-virus ini. Penyakit ini dapat mengenai siapa saja, akan tetapi lebih sering ditemukan pada anak-anak yang sering berkontak dengan fasilitas-fasilitas umum dan jarang ditemukan pada orang dewasa maupun dewasa muda (adolescents).

Diagnosis

Dalam membantu memastikan diagnosis herpangina, biasanya dokter akan memeriksa seluruh riwayat kesehatan anak tersebut. Benjolan seperti gelembung-gelembung kecil atau bisul yang menjadi ciri khas penyakit ini juga dapat membantu menegakkan diagnosis herpangina dan biasanya terdeteksi pada saat pemeriksaan fisik. Oleh karena itu, biasanya pemeriksaan khusus, misalnya pemeriksaan darah, tidak diperlukan.

Pengobatan

Herpangina merupakan jenis penyakit yang tidak begitu berbahaya (mild) dan dapat sembuh atau hilang dengan sendirinya (self-limited disease) sehingga tidak membutuhkan pengobatan. Walaupun demikian, penderita penyakit ini dapat menerima pengobatan untuk meredakan gejala-gejala yang terjadi. Pengobatan penyakit herpangina didasarkan kepada:

  • Usia, kesehatan secara umum, maupun riwayat kesehatan penderita.
  • Jangka waktu terjadinya penyakit dalam tubuh penderita.
  • Ada atau tidaknya alergi obat-obatan tertentu pada tubuh penderita.
  • Harapan atau ekspektasi penderita.

Beberapa pengobatan yang dapat diberikan untuk meredakan atau menghilangkan gejala-gejala penyakit herpangina antara lain adalah sebagai berikut:

  • Ibuprofen yang digunakan untuk mengurangi demam dan rasa nyeri yang timbul.
  • Paracetamol atau acetaminophen yang juga digunakan untuk mengurangi demam dan rasa nyeri yang timbul.
  • Anesthetics dalam bentuk tablet hisap, obat kumur, atau gel yang dapat digunakan untuk mengurangi rasa nyeri atau sakit pada langit-langit mulut dan pangkal tenggorokan akibat herpangina.

Penderita herpangina juga harus mengonsumsi banyak cairan untuk mengantisipasi terjadinya dehidrasi, karena penderita herpangina umumnya mengalami kesulitan saat menelan. Oleh karena itu, cairan berupa air maupun susu yang dingin dapat menjadi rekomendasi cairan yang dapat dikonsumsi karena juga memiliki efek menyejukkan (soothing) pada tenggorokan. Sebaliknya, minuman asam maupun panas sebaiknya dihindari karena dapat memperparah rasa nyeri atau kesulitan saat menelan.

Pencegahan

Terdapat beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah penyakit herpangina. Cara yang paling tepat adalah membiasakan untuk menjaga kebersihan diri (good hygiene). Beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencapai hal tersebut antara lain:

  • Selalu mencuci tangan, terutama sebelum makan maupun setelah menggunakan toilet.
  • Menutup mulut dan hidung saat bersin maupun batuk untuk mencegah penyebaran
  • Apabila Anda merawat penderita herpangina, jangan lupa mencuci tangan setelahnya, terutama setelah berkontak dengan lendir atau cairan tubuh penderita. Hal tersebut dilakukan karena virus penyebab herpangina dapat menular pada orang lain.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Gejala-gejala penyakit herpangina umumnya akan menghilang setelah tujuh hingga sepuluh hari. Apabila gejala-gejala tersebut tidak kunjung mereda atau hilang dalam jangka waktu lima hari setelahnya, sebaiknya segera lakukan konsultasi medis dengan dokter, terlebih apabila penderita herpangina mulai mengalami dehidrasi.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Di bawah ini merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan saat Anda atau anak Anda berkonsultasi dengan dokter:

  • Sebelum berkonsultasi dengan dokter, sebaiknya tulis segala pertanyaan yang ingin Anda tanyakan pada dokter.
  • Pada saat berkonsultasi, perhatikan baik-baik segala penjelasan yang diberikan oleh dokter. Hal ini termasuk mengenai diagnosis, pemeriksaan yang harus dilakukan, pengobatan, obat-obatan yang harus dikonsumsi, serta instruksi-instruksi dari dokter mengenai apa yang harus Anda atau anak Anda lakukan.
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/herpangina#causes
Diakses pada 16 Februari 2019

Stanfordchildrens. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=herpangina-90-P01855
Diakses pada 16 Februari 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/000969.htm
Diakses pada 16 Februari 2019

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/218502-overview
Diakses pada 16 Februari 2019

ada.com. https://ada.com/conditions/herpangina/
Diakses pada 16 Februari 2019

dermnetnz. https://www.dermnetnz.org/topics/herpangina/
Diakses pada 16 Februari 2019

apollohospitals. https://www.apollohospitals.com/patient-care/health-and-lifestyle/diseases-and-conditions/herpangina
Diakses pada 16 Februari 2019

msdmanuals. https://www.msdmanuals.com/professional/infectious-diseases/enteroviruses/herpangina
Diakses pada 16 Februari 2019

urmc.rochester. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=p01855
Diakses pada 16 Februari 2019

chw.org. https://www.chw.org/medical-care/dental-care/dental-and-oral-health/herpangina
Diakses pada 16 Februari 2019

Back to Top