Herniasi Otak

Herniasi otak adalah bergesernya sebagian jaringan otak dari posisi normalnya melewati celah di tulang tengkorak, baik celah terbentuk secara alami maupun akibat operasi di kepala.

Kondisi ini sangat berbahaya dan mengancam jiwa. Oleh karena itu harus segera mendapatkan penanganan medis. 

Herniasi otak dapat dibagi menjadi beberapa tipe berikut:

 

  • Subfalcine

 

Pada tipe herniasi otak yang paling umum ini, jaringan otak bergeser ke bawah falx cerebri, yakni membran yang ada di tengah otak. Jaring tersebut kemudian terdorong ke sisi sebelahnya.

 

  • Transtentorial herniation

 

Tipe ini dibagi menjadi dua jenis lagi yang meliputi:

 

  • Descending transtentorial atau uncal herniation

 

Pada descending transtentorial, uncus atau bagian dari lobus temporal otak bergeser ke bawah, yakni ke area posterior fossa. Tipe ini merupakan jenis herniasi otak kedua yang paling umum terjadi setelah subfalcine.

 

  • Ascending transtentorial herniation

 

Pada jenis ini, cerebellum atau otak kecil dan batang otak bergeser ke atas melewati membran tentorium cerebelli.

 

  • Cerebellar tonsillar herniation

 

Suatu bagian otak bernama cerebella tonsil bergeser ke bawah melalui foramen magnum, yakni celah di tengkorak di mana sumsum tulang belakang terhubung dengan otak.

Secara umum, gejala hernasi otak bisa berupa:

  • Tekanan darah tinggi
  • Denyut nadi yang tidak teratur dan lambat
  • Sakit kepala yang parah
  • Tubuh yang lemah
  • Penurunan kesadaran hingga koma
  • Kehilangan refleks batang otak, seperti gerakan berkedip dan reaksi pupil terhadap cahaya
  • Pupil membesar dan tidak dapat bergerak pada salah satu atau kedua mata
  • Napas berhenti
  • Jantung berhenti bedetak

Khusus untuk uncal herniation, sering terjadi sindrom klasik uncal herniation dengan gejalanya berupa:

  • Salah satu pupil mata yang membesar
  • Penurunan kesadaran
  • Kelemahan otot pada salah satu sisi tubuh (hemiparese)

Pada cerebellar tonsillar herniation, kerap terjadi penekanan pada batang otak yang merupakan pusat hemostasis seperti bernapas dan kesadaran. Penekanan pada bagian otak ini menyebabkan cushing reflex dengan gajala di bawah ini:

  • Napas yang tidak teratur
  • Denyut jantung lemah
  • Tekanan darah tinggi

Cushing reflex menandakan adanya peningkatan tekanan di kepala (internal cranial pressure/ICP). Herniasi otak juga dapat menyebabkan komplikasi seperti kematian otak dan gangguan saraf yang permanen serta signifikan.

Penyebab herniasi otak adalah tekanan di dalam tengkorak yang meningkat. Peningkatan tekanan ini akan mendorong otak hingga bergeser dari posisi normalnya.

Pergeseran otak kerap dipicu oleh pembengkakan atau perdarahan di otak. Penyebab kondisi ini meliputi:

  • Cedera kepala
  • Stroke
  • Tumor otak. Tumor ini bisa berupa tumor primer yang berasal dari otak ataupun tumor yang berasal dari organ lain, namun menyebar ke otak
  • Penumpukan nanah atau zat lain yang terbentuk karena infeksi bakteri atau jamur
  • Penumpukan cairan dalam tengkorak, yang dapat menyebabkan pembengkakan otak
  • Terapi radiasi
  • Kerusakan pada struktur otak, contohnya Chiari malformation

Diagnosis herniasi otak ditentukan oleh dokter berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Mari simak penjelasan di bawah ini:

  • Tanya jawab

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar gejala maupun riwayat medis pasien pada orang yang mendampingi pasien. Pasalnya, herniasi otak membuat pasien tidak sadarkan diri.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa tubuh penderita untuk mengidentifikasi gejala herniasi otak. Contohnya, evaluasi gerakan refleks yang berhubungan dengan otak serta evaluasi fungsi saraf.

  • Pemeriksaan penunjang

Pemeriksaan penunjang penting untuk memastikan diagnosis herniasi otak dan biasanya meliputi:

  • X-ray kepala dan leher
  • CT scan pada kepala
  • MRI pada kepala
  • Tes darah. Pemeriksaan ini dilakukan jika dicurigai adanya gangguan perdarahan atau terbentuknya abses.

Herniasi otak termasuk kondisi gawat darurat yang memerlukan penanganan medis secepat mungkin. Karena itu, penderita harus dibawa ke fasilitas kesehatan terdekat.

Secara medis, penanganan herniasi otak umumnya meliputi:

  • Pemasangan selang penyedot (drain) untuk mengeluarkan cairan serebrospinal yang berlebih di otak.
  • Pemberian obat untuk mengurangi pembengkakan pada otak, seperti manitol, cairan saline, maupun diuretik.
  • Pemasangan alat bantu napas. Tujuannya adalah meningkatkan laju napas penderita, sehingga menurunkan jumlah karbondioksida dalam darahnya.
  • Pengambilan sampel darah atau bekuan darah yang menyebabkan peningkatan tekanan di kepala dan memicu herniasi otak.
  • Pengangkatan sebagian komponen tulang tengkorak guna memberikan ruang yang lebih besar untuk otak yang membengkak.

Herniasi otak dapat dicegah dengan segera menangani kondisi peningkatan tekanan di dalam kepala. Untuk mengetahui kondisi ini, Anda perlu menjalani pemeriksaan medis.

Oleh karena itu, Anda sebaiknya melakukan medical check-up secara berkala, terutama bila merasakan gejala yang mencurigakan.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala herniasi otak sebagaimana telah dijelaskan di atas, atau keluhan yang tidak kunjung mereda dan terasa janggal.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh penderita.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh penderita.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.

Penderita herniasi otak umumnya kehilangan kesadaran. Ini berarti, bantuan keluarga atau teman dibutuhkan untuk mengantarkan pasien ke dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang dialami oleh penderita?
  • Apakah penderita memiliki faktor risiko terkait herniasi otak?
  • Apakah penderita rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah penderita sudah mencari pertolongan medis? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis herniasi otak.

Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-herniation
Diakses pada 7 Januari 2020

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001421.htm
Diakses pada 7 Januari 2020

Canadiem. https://canadiem.org/tiny-tips-ich-for-ich-brain-herniation/
Diakses pada 7 Januari 2020

Artikel Terkait