Kepala

Herniasi Otak

11 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Herniasi Otak
Herniasi otak bisa terjadi secara alami maupun akibat operasi
Herniasi otak adalah bergesernya sebagian jaringan otak dari posisi normalnya melewati celah di tulang tengkorak, baik celah terbentuk secara alami maupun akibat operasi di kepala.Kondisi ini sangat berbahaya dan mengancam jiwa. Oleh karena itu harus segera mendapatkan penanganan medis.  

Jenis-jenis herniasi otak

Herniasi otak dapat dibagi menjadi beberapa tipe berikut:
  • Subfalcine

Pada tipe herniasi otak yang paling umum ini, jaringan otak bergeser ke bawah falx cerebri, yakni membran yang ada di tengah otak. Jaring tersebut kemudian terdorong ke sisi sebelahnya.
  • Transtentorial herniation

Tipe ini dibagi menjadi dua jenis lagi yang meliputi:
  • Descending transtentorial atau uncal herniation

Pada descending transtentorial, uncus atau bagian dari lobus temporal otak bergeser ke bawah, yakni ke area posterior fossa. Tipe ini merupakan jenis herniasi otak kedua yang paling umum terjadi setelah subfalcine.
  • Ascending transtentorial herniation

Pada jenis ini, cerebellum atau otak kecil dan batang otak bergeser ke atas melewati membran tentorium cerebelli.
  • Cerebellar tonsillar herniation

Suatu bagian otak bernama cerebella tonsil bergeser ke bawah melalui foramen magnum, yakni celah di tengkorak di mana sumsum tulang belakang terhubung dengan otak. 
Herniasi Otak
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaTekanan darah tinggi, tubuh lemah, sakit kepala yang parah
Faktor risikoCedera kepala, penumpukan nanah, penumpukan cairan dalam otak
Metode diagnosisX-ray, CT scan, MRI
PengobatanObat-obatan, pemasangan selang penyedot
ObatManitol, cairan saline, diuretik
KomplikasiKematian otak, henti jantung, kerusakan otak permanen
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala herniasi otak
Secara umum, gejala hernasi otak bisa berupa:
  • Tekanan darah tinggi
  • Denyut nadi yang tidak teratur dan lambat
  • Sakit kepala yang parah
  • Tubuh yang lemah
  • Penurunan kesadaran hingga koma
  • Kehilangan refleks batang otak, seperti gerakan berkedip dan reaksi pupil terhadap cahaya
  • Pupil membesar dan tidak dapat bergerak pada salah satu atau kedua mata
  • Napas berhenti
  • Jantung berhenti bedetak
Khusus untuk uncal herniation, sering terjadi sindrom klasik uncal herniation dengan gejalanya berupa:
  • Salah satu pupil mata yang membesar
  • Penurunan kesadaran
  • Kelemahan otot pada salah satu sisi tubuh (hemiparese)
Pada cerebellar tonsillar herniation, kerap terjadi penekanan pada batang otak yang merupakan pusat hemostasis seperti bernapas dan kesadaran. Penekanan pada bagian otak ini menyebabkan cushing reflex dengan gajala di bawah ini:
  • Napas yang tidak teratur
  • Denyut jantung lemah
  • Tekanan darah tinggi
Cushing reflex menandakan adanya peningkatan tekanan di kepala (internal cranial pressure/ICP). Herniasi otak juga dapat menyebabkan komplikasi seperti kematian otak dan gangguan saraf yang permanen serta signifikan. 
Penyebab herniasi otak adalah tekanan di dalam tengkorak yang meningkat. Peningkatan tekanan ini akan mendorong otak hingga bergeser dari posisi normalnya.Pergeseran otak kerap dipicu oleh pembengkakan atau perdarahan di otak. Penyebab kondisi ini meliputi:
  • Cedera kepala
  • Stroke
  • Tumor otak, baik tumor primer yang berasal dari otak ataupun tumor dari organ lain yang menyebar ke otak
  • Penumpukan nanah atau zat lain yang terbentuk karena infeksi bakteri atau jamur
  • Penumpukan cairan dalam tengkorak, yang dapat menyebabkan pembengkakan otak
  • Terapi radiasi
  • Kerusakan pada struktur otak, contohnya Chiari malformation
  • Masalah pembuluh darah, seperti aneurisma
 
Diagnosis herniasi otak ditentukan oleh dokter melalui beberapa metore pemeriksaan di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar gejala maupun riwayat medis pasien pada orang yang mendampingi pasien. Pasalnya, herniasi otak membuat pasien tidak sadarkan diri.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa tubuh penderita untuk mengidentifikasi gejala herniasi otak. Contohnya, evaluasi gerakan refleks yang berhubungan dengan otak serta evaluasi fungsi saraf.
  • Pencitraan

Pemeriksaan pencitraan penting untuk memastikan diagnosis herniasi otak dan biasanya meliputi X-ray kepala dan leher, cT scan kepala, serta MRI kepala.
  • Tes darah

Tes darah dilakukan jika dicurigai adanya gangguan perdarahan atau terbentuknya abses. 
Cara mengobati herniasi otak umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Beberapa pilihan penanganan yang biasanya disarankan dokter meliputi:
  • Pemasangan selang penyedot (drain) untuk mengeluarkan cairan serebrospinal yang berlebih di otak.
  • Pemberian obat untuk mengurangi pembengkakan pada otak, seperti manitol, cairan saline, maupun diuretik.
  • Pemasangan alat bantu napas. Tujuannya adalah meningkatkan laju napas penderita, sehingga menurunkan jumlah karbondioksida dalam darahnya.
  • Pengambilan sampel darah atau bekuan darah yang menyebabkan peningkatan tekanan di kepala dan memicu herniasi otak.
  • Pengangkatan sebagian komponen tulang tengkorak guna memberikan ruang yang lebih besar untuk otak yang membengkak.
 

Komplikasi herniasi otak

Jika tidak ditangani dengan benar, herniasi otak bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
 
Cara mencegah herniasi otak yang bisa dilakukan adalah sering memeriksakan diri ke dokter jika Anda memiliki kondisi parah, seperti tumor atau pernah mengalami trauma kepala yang signifikan. 
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala herniasi otak sebagaimana telah dijelaskan di atas, atau keluhan yang tidak kunjung mereda dan terasa janggal. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait herniasi otak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis herniasi otak agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/brain-herniation
Diakses pada 11 Agustus 2021
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001421.htm
Diakses pada 11 Agustus 2021
Canadiem. https://canadiem.org/tiny-tips-ich-for-ich-brain-herniation/
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email