Penyakit Lainnya

Hernia Nukleus Pulposus

Diterbitkan: 21 Oct 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Hernia Nukleus Pulposus
Hernia nukleus pulposus atau saraf kejepit disebabkan oleh robeknya selaput piringan di tulang punggung
Hernia nukleus pulposus atau saraf kejepit adalah kondisi selaput piringan (nukleus pulposus) mengalami robekan. Padahal, piringan ini berfungsi sebagai bantalan pelindung dan pertahanan posisi tulang belakang.Punggung terdiri atas 12 ruas tulang belakang yang saling bertumpuk. Dari atas ke bawah, ruas tulang belakang meliputi:
  • Tujuh tulang servikal di bagian leher
  • Tujuh tulang toraks di bagian dada
  • Lima tulang lumbar di bagian pinggang
  • Tulang sakrum dan coccyx di bagian bokong
Di antara ruas tulang belakang, terdapat selaput piringan atau nukleus pulposus. Selaput ini berfungsi sebagai bantalan tulang rawan dan peredam kejut (shock absorber) antarruas tulang.Nukleus pulposus melindungi tulang dari aktivitas sehari-hari seperti berjalan, mengangkat barang, dan memutar.Hernia nukleus pulposus (HNP) menyebabkan bagian kenyal seperti jeli di tengah piringan bergerak ke arah luar, dan mengiritasi saraf-saraf di dekatnya. Akibatnya, muncul skiatika (nyeri pada saraf skiatik atau saraf panggul) atau sakit punggung.Dokter dapat mendiagnosis HNP dengan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan pencitraan. Misalnya, CT scan, MRI, dan X-ray.Dengan pengobatan yang tepat, sebagian besar penderita HNP bisa pulih. Penanganan ini biasa meliputi istirahat, konsumsi obat antisakit dan antiradang, melakukan terapi fisik, hingga menjalani operasi. 
Hernia Nukleus Pulposus
Dokter spesialis Saraf
GejalaNyeri lengan atau kaki, sensasi mati rasa atau geli, kelemahan otot
Faktor risikoBerat badan berlebih, pekerjaan, faktor genetik
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, saraf, pencitraan
PengobatanObat-obatan, fisioterapi, operasi
ObatObat antinyeri, injeksi steroid, obat pelemas otot
KomplikasiTerjepitnya serabut saraf, terjepitnya saraf tulang belakang, sindrom cauda equina
Kapan harus ke dokter?Sakit leher atau punggung yang menjalar ke lengan atau kaki, mati rasa, kesemutan
Secara umum, gejala hernia nukleus pulposus meliputi:
  • Nyeri lengan atau kaki

Jika hernia nukleus pulposus terdapat di punggung bagian bawah, penderita akan merasakan nyeri pada pinggang, bokong, paha dan betis.Bila terjadi di leher, rasa sakit akan lebih terasa pada bahu dan lengan. Nyeri akan lebih menusuk ketika penderita batuk, bersin, atau bergerak ke posisi tertentu.
  • Sensasi mati rasa atau rasa geli

Gejala ini biasanya terjadi pada saraf-saraf yang terpengaruh.
  • Kelemahan otot pada saraf yang mengalami iritasi

Kondisi ini dapat menyebabkan gangguan berjalan, seperti sering tersandung serta sulit mengangkat atau menahan beban.

Gejala spesifik HNP

HNP biasanya terjadi pada tulang belakang bagian bawah (lumbar), terutama di antara tulang lumbar keempat dan kelima, atau tulang lumbar kelima dan sakrum.Pasalnya, lumbar merupakan tulang yang paling banyak menopang berat badan. Meski begitu, penyakit ini juga dapat muncul di bagian leher.Karena itu, gejala hernia nukleus pulposus yang khas akan tergantung pada lokasi terjadinya saraf terjepit. Berikut penjelasannya:
  • Gejala HNP pada lumbar

Sensasi panas seperti terbakar, kesemutan, baal yang menjalar dari pantat hingga kaki, bahkan telapak kaki. Seringkali hanya satu sisi kaki saja yang terkena.Nyeri biasanya dideskripsikan seperti tersetrum dan tajam. Keluhan nyeri dapat memberat ketika pasien berdiri, berjalan, atau duduk.Meluruskan kaki di bagian yang terkena juga dapat membuat nyeri makin parah. Nyeri kaki juga dapat disertai dengan nyeri punggung bawah.
  • Gejala HNP pada servikal di bagian leher

Keluhan dapat berupa nyeri pada leher atau bahu. Nyeri akan memberat saat leher digerakkan. Rasa sakit bisa menjalar hingga ke lengan dan jari-jari tangan.Keluhan lain juga bisa muncul dan meliputi kesemutan atau baal di lengan maupun bahu. 
Penyebab hernia nukleus pulposus belum diketahui dengan pasti. Kondisi ini sering terjadi secara perlahan-lahan dan tanpa penyebab.Meski begitu, para pakar menduga bahwa faktor-faktor risiko hernia nukleus pulposus di bawah ini berkaitan dengan kemunculannya:
  • Penuaan

Penuaan adalah faktor risiko umum dari hernia nukleus pulposus. Saat usia bertambah, cairan dalam nukleus pulposus di tulang belakang akan semakin berkurang.Sebagai kibatnya, piringan mengalami penurunan fleksibilitas dan lebih rentan robek, bahkan hanya dengan peregangan atau gerakan memutar yang ringan.
  • Faktor genetik

HNP juga dipengaruhi oleh faktor keturunan.
  • Gerakan tubuh

Sulit untuk mengetahui gerakan seperti apa yang dapat memicu HNP. Cara mengangkat barang yang kurang tepat dapat memicu hernia. Contohnya, menumpukan berat pada otot punggung dibandingkan pada otot kaki dan paha.Walau jarang, peristiwa traumatis juga dapat menyebabkan HNP. Misalnya, jatuh dan pukulan keras pada tulang belakang.
  • Otot yang menegang secara tiba-tiba

Mengangkat beban berat atau memutar tubuh bagian atas secara tiba-tiba juga dapat mencederai nukleus pulposus.
  • Berat badan berlebih

Berat badan berlebih dapat meningkatkan beban ekstra pada nukleus pulposus di punggung bawah.
  • Pekerjaan

Orang dengan profesi yang menuntut aktivitas fisik berat, memiliki risiko lebih tinggi mengalami HNP. Gerakan mengangkat, mendorong, memutar, dan membungkuk secara berulang dapat meningkatkan risiko hernia nukleus pulposus.
  • Merokok

Merokok dapat menurunkan kadar oksigen ke nukleus pulposus, menyebabkan cakram lebih cepat rusak. 
Diagnosis hernia nukleus pulposus dilakukan dengan cara-cara berikut:
  • Pemeriksaan fisik

Tahap awal diagnosis adalah dengan pemeriksaan fisik. Dokter akan mengecek kondisi punggung pasien untuk mengetahui ada tidaknya nyeri saat ada tekanan atau gerakan.
  • Pemeriksaan saraf

Dokter juga akan melakukan pemeriksaan saraf untuk mengecek refleks dam kekuatan otot, kemampuan berjalan, serta kemampuan merasakan sentuhan atau getaran.Pada banyak kasus, pemeriksaan fisik dan riwayat medis dibutuhkan untuk membuat diagnosis yang tepat. Namun jika mencurigai adanya penyakit atau kondisi lain, dokter dapat menganjurkan sederet pemeriksaan penunjang.
  • X-ray

Pemeriksaan ini biasanya tidak mendeteksi hernia, tetapi dapat dilakukan untuk menunjukkan penyebab sakit punggung. Misalnya, infeksi, tumor, atau tulang patah.
  • CT scan

CT scan dapat mengambil sejumlah gambar dari arah yang berbeda agar struktur tulang belakang tampak lebih jelas.
  • MRI

Prosedur MRI menggunakan gelombang radio dan medan magnet untuk menciptakan gambaran dari struktur dalam tubuh, salah satunya tulang belakang. Tes ini bertujuan mengonfirmasi lokasi hernia dan melihat lokasi saraf yang teriritasi.
  • Myelogram

Zat kontras akan disuntikkan oleh dokter ke tulang belakang pasien sebelum pemeriksaan X-ray. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan tekanan pada tulang belakang atau saraf karena hernia atau kondisi lainnya. 
Cara mengatasi hernia nukleus pulposus atau saraf kejepit dapat dilakukan melalui sederet langkah di bawah ini:

Obat-obatan

  • Obat antinyeri, seperti ibuprofen, naproxen, dan obat golongan narkotika.
  • Obat antikejang untuk membantu dalam pengobatan nyeri saraf yang berhubungan dengan hernia nukleus pulposus.
  • Obat elemas otot (relaksan otot). Obat ini dapat dianjurkan bila pasien mengalami kekakuan otot.
  • Injeksi steroid untuk menekan peradangan di sekitar saraf tulang belakang.

Fisioterapi

Jika sakit yang dirasakan tidak membaik dalam beberapa minggu, dokter dapat menyarankan terapi fisik (fisioterapi). Pasien akan belajar mengenai posisi dan latihan yang dirancang untuk meminimalisir sakit karena HNP.

Operasi

Dokter akan menyarankan operasi jika perawatan konservatif dengan obat-obatan dan fisioterapi tidak efektif untuk meringankan gejala setelah enam minggu, terutama jika penderita selalu mengalami:
  • Mati rasa atau kelemahan otot.
  • Kesulitan berdiri atau berjalan.
  • Kehilangan kontrol pada kandung kemih (seperti sering mengompol) atau tidak dapat menahan buang air besar.
 

Komplikasi hernia nukleus pulposus

Bila terus dibiarkan tanpa penanganan, hernia nukleus pulposus bisa memicu komplikasi berupa:
  • Terjepitnya serabut saraf

Pada kondisi berat, terjepitnya serabut saraf bisa menyebabkan gangguan motorik yang ditandai dengan kelemahan fungsi gerak.
  • Terjepitnya saraf tulang belakang (spinal cord)

Meski jarang terjadi, komplikasi ini perlu diperhatikan dan ditangani dengan baik untuk mencegah gangguan motorik permanen.
  • Sindrom cauda equina

Walau jarang, sindrom cauda equina juga bisa menjadi komplikasi saraf kejepit. Kondisi disebabkan oleh terjepitnya saraf tulang belakang di bagian lumbar dan sakral.Gejala sindrom cauda equina meliputi gangguan fungsi berkemih dan buang air besar. Operasi diperlukan untuk mengatasinya. 
Terdapat berbagai cara dapat dilakukan untuk mencegah hernia nukleus pulposus. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Olahraga

Menguatkan otot akan membantu dalam menstabilkan dan menyokong tulang belakang.
  • Menjaga postur tubuh baik

Postur tubuh yang benar dapat mengurangi tekanan pada tulang belakang dan piringan nukleus pulposus.
  • Menjaga berat badan ideal

Kelebihan berat badan menyebabkan terlalu banyak tekanan pada tulang belakang dan nukleus pulposus. Akibatnya, bagian-bagian tersebut lebih rentan untuk mengalami hernia. 
Konsultasikan ke dokter jika Anda merasakan:
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut:
  • Apakah Anda merasakan sakit, mati rasa, dan kelemahan pada lengan atau kaki?
  • Apakah ada perubahan tertentu pada saat Anda buang air besar atau kecil?
  • Apakah batuk atau bersin memperburuk rasa sakit Anda?
  • Apakah rasa sakit mengganggu siklus tidur atau profesi Anda?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis hernia nukleus pulposus. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/herniated-disk/diagnosis-treatment/drc-20354101
Diakses pada 28 Oktober 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/herniateddisk.html
Diakses pada 28 Oktober 2019
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1263961-overview
Diakses pada 28 Oktober 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/herniated-disk
Diakses pada 21 Oktober 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK542307/
Diakses pada 21 Oktober 2020
American Association of Neurological Surgeons. https://www.aans.org/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Herniated-Disc
Diakses pada 21 Oktober 2020
WebMD. https://www.webmd.com/pain-management/what-is-a-herniated-cervical-disk#1
Diakses pada 21 Oktober 2020
Spine Universe. https://www.spineuniverse.com/conditions/herniated-disc/herniated-discs-definition-progression-diagnosis
Diakses pada 21 Oktober 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email