Hernia Hiatus

Ditinjau dr. Widiastuti
Hernia hiatus terjadi ketika sebagian lambung terdorong ke daerah rongga dada dan umumnya terjadi pada lansia.
Hernia hiatus terjadi ketika sebagian lambung terdorong ke daerah rongga dada dan umumnya terjadi pada lansia.

Pengertian Hernia Hiatus

Hernia Hiatus terjadi ketika bagian atas dari lambung mendorong masuk ke dalam rongga dada melalui diafragma, yaitu otot yang memisahkan (sekat) antara rongga dada dan rongga perut. Otot ini membantu pernapasan. Normalnya, lambung terdapat di bawah diafragma. Akan tetapi pada penderita hernia hiatus, sebagian dari lambung terdorong ke atas melalui bukaan atau lubang pada otot diafragma. Bukaan atau lubang diafragma ini disebut hiatus. Kondisi ini umum terjadi pada orang tua di atas 50 tahun. Penyakit hernia ini tidak membutuhkan pengobatan jika tidak menimbulkan masalah.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Kondisi ini jarang sekali menyebabkan gejala, bahkan untuk hernia hiatus yang tetap. Jika muncul gejala, maka gejala tersebut biasanya disebabkan oleh asam lambung, cairan empedu atau udara yang masuk ke dalam esofagus. Gejala yang umum terjadi pada hernia hiatus meliputi:

  • Heartburn, yaitu adanya sensasi terbakar di belakang dada karena naiknya asam lambung ke esofagus
  • Regurgitasi atau naiknya makanan atau cairan ke mulut
  • Aliran balik asam lambung ke esofagus (acid reflux)
  • Kesulitan menelan
  • Nyeri dada atau sakit pada perut
  • Sesak napas
  • Muntah darah atau mengeluarkan kotoran hitam yang mengindikasikan pendarahan pada saluran cerna

Penyebab

Penyebab pasti dari hernia hiatus tidak diketahui. Pada beberapa orang, cedera atau kerusakan dapat menyebabkan jaringan otot melemah. Kondisi ini memungkinkan lambung untuk mendesak dan dapat mendorong masuk melalui diafragma.

Penyebab lain adalah adanya terlalu banyak tekanan pada otot di sekitar lambung. Kondisi ini dapat terjadi ketika:

  • Batuk
  • Muntah
  • Mengejan pada saat buang air besar
  • Mengangkat benda yang terlalu berat

Beberapa orang terlahir dengan hiatus yang besar. Kondisi ini membuat lambung menjadi lebih mudah bergerak melaluinya.

Faktor risiko

  • Berumur 50 tahun atau lebih, dan proses penuaan
  • Obesitas
  • Merokok

Hernia hiatus terdiri dari 2 tipe yaitu sliding dan fixed hernia hiatus, atau hernia paraesofageal.

Sliding hernia hiatus:

Merupakan jenis hernia hiatus yang lebih umum ditemui. Hernia ini terjadi ketika lambung dan esofagus dapat bergerak keluar masuk dari rongga dada melalui hiatus. Hernia jenis ini cenderung berukuran kecil dan biasanya tidak menyebabkan gejala. Hernia ini mungkin tidak memerlukan perawatan

Fixed hernia hiatus (hernia paraesofageal):

Pada hernia ini, sebagian dari lambung masuk ke dalam rongga dada melalui hiatus dan menetap di dalam rongga dada. Sebagian besar kasus hernia paraesofageal tidaklah serius. Namun, terdapat risiko ketika peredaran darah pada lambung terhambat. Kondisi ini berpotensi menyebabkan kerusakan yang serius dan merupakan kondisi darurat medis.

Diagnosis

Hernia hiatus seringkali teridentifikasi dalam pemeriksaan atau prosedur saat akan menentukan penyebab dari heartburn maupun nyeri pada dada atau sakit di perut bagian atas. Pemeriksaan atau prosedur ini termasuk:

  • Foto rontgen dari sistem pencernaan atas. Foto rontgen diambil setelah pasien mengonsumsi cairan khusus yang melapisi dan mengisi bagian dalam saluran pencernaan. Pelapisan ini membantu dokter melihat siluet dari esofagus, lambung dan usus di bagian atas.
  • Endoskopi bagian atas. Dokter akan memasukkan pipa yang tipis dan fleksibel, dilengkapi dengan cahaya serta kamera ke dalam tenggorokan untuk memeriksa bagian dalam esofagus dan lambung dan untuk mencari kemungkinan adanya peradangan.
  • Manometri Esofagus. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengukur ritme dari kontraksi otot di dalam esofagus ketika menelan. Manometri esophageal juga mengukur koordinasi dan kekuatan otot esofagus.

Pengobatan

Kebanyakan orang tidak mengalami gejala ketika mengidap hernia hiatus, sehingga tidak membutuhkan pengobatan. Namun hernia paraesophageal (yang terjadi ketika bagian dari lambung memaksa masuk melalui hiatus) terkadang dapat menyebabkan bagian lambung terjepit sehingga peredaran darah ke lambung terhambat. kondisi ini membutuhkan operasi. Gejala lain yang dapat terjadi bersamaan dengan hernia berupa sakit dada, harus dievaluasi secara tepat. Gejala gastroesophageal reflux disease (GERD), seperti heartburn pun harus mendapat pengobatan.

Obat-obatan

Obat-obatan yang dapat diberikan untuk pasien hernia hiatus adalah:

  • Antasida untuk menetralkan asam lambung
  • H2-receptor bloker, yang menurunkan produksi asam lambung
  • Proton Pump Inhibitors, untuk mencegah produksi asam lambung, sehingga memberikan waktu untuk penyembuhan pada esofagus.

Pembedahan

Terkadang, hernia hiatus membutuhkan operasi, yang biasanya dilakukan ketika obat tidak membantu meredakan heartburn dan relflux asam (acid reflux), maupun adanya komplikasi seperti peradangan berat atau penyempitan dari esofagus.

Operasi untuk memperbaiki hernia hiatus dilakukan dengan mengembalikan lambung ke dalam rongga perut, mengecilkan celah pada diafragma (hiatus), operasi rekonstruksi pada sfingter esofagus, maupun mengangkat kantung hernia.

Operasi dapat dilakukan secara laparoskopi (dengan alat operasi khusus dan kamera kecil yang dimasukkan melalui sayatan kecil pada perut) ataupun dengan torakotomi (insisi, sayatan besar maupun standar pada dada atau perut)

Hernia dapat kambuh setelah pasien operasi. Risiko ini dapat dikurangi dengan cara:

  • Menjaga berat badan yang ideal
  • Meminta bantuan ketika harus mengangkat benda berat
  • Hindari mengejan atau memberi tekanan pada dinding perut

Perubahan gaya hidup

Gejala yang paling sering dialami pada hernia hiatus adalah acid reflux. Perubahan pola makan dapat membantu mengurangi gejala tersebut. Makanlah dalam porsi kecil tetapi sering. Langkah ini bisa membantu, dibandingkan dengan makan dengan porsi besar 3 kali sehari. Hindari mengonsumsi makanan berat atau makanan ringan beberapa jam sebelum tidur. Hindari membungkuk atau berbaring setelah makan. Pertahankanlah berat badan yang ideal, berhenti merokok dan tinggikan posisi kepala ketika tidur sekitar 15 cm.

Sebaiknya Anda juga menghindari makanan-makanan jenis ini, yang meningkatkan risiko terhadap heartburn, seperti:

  • Makanan pedas
  • Cokelat
  • Makanan yang mengandung tomat
  • Kafein
  • Bawang bombay
  • Buah-buahan sitrus
  • Alkohol

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mengalami kondisi berikut ini, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

  • Gejala tidak membaik setelah 3 minggu
  • Mengalami gejala yang berat atau bertambah buruk
  • Obat-obatan tidak membantu

Kondisi Darurat Medis

Jika terjadi obstruksi (sumbatan) atau hernia strangulasi yang dapat menghambat peredaran darah ke lambung, kondisi ini merupakan kondisi darurat medis. Segera hubungi dokter bila:

  • Merasa mual dan muntah
  • Tidak dapat buang gas atau buang air besar

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Lakukan langkah-langkah berikut ini sebelum berkonsultasi dengan dokter, agar kunjungan Anda efektif.

  • Waspadai larangan sebelum melakukan pemeriksaan
  • Tuliskan gejala yang terjadi, meskipun gejala tersebut tidak berhubungan dengan alasan untuk mengunjungi dokter
  • Tuliskan obat, vitamin dan suplemen yang dikonsumsi
  • Tuliskan informasi medis yang penting serta kondisi medis lainnya
  • Tuliskan informasi pribadi, termasuk perubahan yang dialami belakangan ini maupun tekanan di dalam hidup Anda.
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter
  • Bawalah serta teman atau sanak saudara untuk membantu mengingat informasi yang diberikan oleh dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter mungkin akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban yang jelas dan lengkap, agar dokter bisa mendiagnosis lebih baik.

  • Kapan Anda merasakan gejala tersebut? Seberapa berat gejalanya?
  • Apakah gejalanya berlanjut terus-menerus atau hanya timbul pada saat tertentu?
  • Apakah ada yang meringankan atau memperburuk gejala?
Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/hiatal-hernia#causes

Diakses pada 5 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiatal-hernia/diagnosis-treatment/drc-20373385

Diakses pada 5 Desember 2018

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hiatal-hernia/symptoms-causes/syc-20373379

Diakses pada 5 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hiatus-hernia/

Diakses pada 5 Desember 2018

Back to Top