Perut

Hepatomegali

14 Jul 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Hepatomegali
Pembesaran hati secara abnormal adalah tanda penyakit hepatomegali.
Hepatomegali adalah kondisi hati membesar secara abnormal. Organ hati merupakan salah satu bagian terbesar di dalam tubuh dengan beragam fungsi di bawah ini:
  • Mencerna lemak
  • Menyimpan gula dalam bentuk glikogen
  • Mencegah infeksi
  • Memproduksi hormon dan protein
  • Mengontrol pembekuan darah
  • Metabolisme obat–obatan dan racun (toksin)
Hati juga satu-satunya organ yang dapat tumbuh kembali ke ukuran awal setelah dioperasi. Hal ini membuat donasi hati memungkinkan untuk dilakukan.Jika menjalani transplantasi sebagian hati, organ ini dapat tumbuh kembali ke ukuran asal. Bagian hati yang sudah ditransplantasi juga bisa tumbuh.Hepatomegali bukanlah penyakit, tetapi merupakan gejala dari kondisi medis lain. Beberapa penyebabnya meliputi gagal jantung kongestif, penyumbatan pembuluh darah dari hati, atau penyakit hati kronis. 
Hepatomegali
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaJaundice, mual, sakit perut
Faktor risikoGenetik, riwayat penyakit autoimun, konsumsi alkohol berlebihan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, pencitraan, tes darah
PengobatanObat-obatan, kemoterapi, operasi
ObatAntivirus
KomplikasiPenumpukan cairan di perut, penyakit kuning, hilang nafsu makan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala yang mengarah pada hepatomegali
Pembesaran hati mungkin tidak memiliki gejala apapun. Tetapi jika kondisi medis tertentu menyebabkan pembesaran hati tersebut, gejala yang akan terjadi, diantaranya adalah:
  • Penyakit kuning atau menguningnya kulit dan mata
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Gatal
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut atau terdapat massa pada perut.
  • Nafsu makan yang buruk
  • Mudah memar pada kaki dan telapak kaki
  • Penurunan berat badan
  • Pembesaran ukuran perut
 
Hepatomegali sering menjadi pertanda bahwa jaringan di dalam hati tidak berfungsi dengan baik. Mengonsumsi obat seperti amiodarone dan statin dapat menyebabkan cedera pada hati. Penyebab umum kondisi ini, diantaranya adalah:
  • Kanker metastasis, atau kanker yang dimulai dari organ lain yang menyebar ke hati
  • Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau penumpukkan lemak di hati bukan karena alkohol
  • Kelainan jantung dan pembuluh darah
  • Kanker hati, atau kanker yang tumbuh dari dalam hati
  • Sirosis atau kerusakan berat dan jaringan parut pada hati karena racun seperti alkohol
  • Hepatitis virus (paling sering A, B atau C) atau infeksi hati lainnya yang disebabkan oleh virus
  • Penyakit hati alkoholik, atau berbagai kerusakan hati yang meliputi timbunan lemak, dan jaringan parut karena konsumsi alkohol
  • Limfoma atau kanker darah didalam kelenjar limfe
  • Leukemia
  • Multiple myeloma
  • Hemokromatosis
  • Wilson’s disease
  • Gaucher’s disease
  • Toxic hepatitis
  • Sumbatan pada kandung empedu
  • Kista pada hati
 

Faktor risiko hepatomegali

Beberapa orang secara genetik memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hepatomegali. Faktor risiko akan meningkat jika Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat:
  • Penyakit autoimun, terutama yang mengenai hati
  • Inflammatory bowel disease (penyakit radang pada saluran cerna)
  • Penyakit hati kronis 
  • Kanker hati
  • Sickle cell disease (anemia sel sabit)
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
Gaya hidup juga dapat meningkatkan risiko hepatomegali
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Mempunyai tato, transfusi darah, berhubungan seksual tidak terproteksi sehingga membuat Anda berisiko terkena HIV, hepatitis B dan C
  • Bepergian ke negara asing yang endemis malaria
  • Mengonsumsi rempah–rempah seperti ma huang, tanaman comfrey dan mistletoe
 
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melakukan perabaan pada perut untuk menentukan ukuran, bentuk dan tekstur hati yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kondisi hati. Tetapi, pemeriksaan fisik tidaklah cukup. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, seperti:
  • Pemeriksaan darah dilakukan untuk menentukan kadar enzim hati dan mengidentifikasi virus yang menyebabkan pembesaran hati.
  • Tes pencitraan seperti CT Scan, MRI atau USG.
  • Magnetic Resonance Elastography menggunakan gelombang suara untuk menciptakan peta visual (elastogram) akan kekakuan dari jaringan hati. Pemeriksaan non–invasif merupakan salah satu alternatif selain biopsi.
  • Biopsi hati dengan mengambil sedikit jaringan hati sebagai sampel untuk diperiksa di laboratorium.
 
Pengobatan hepatomegali tergantung pada penyebab yang mendasari kondisi tersebut. Beberapa perawatan yang direkomendasikan dokter, diantaranya adalah:
  • Obat-obatan dan perawatan untuk gagal hati atau infeksi seperti hepatitis C
  • Kemoterapi, operasi, atau radiasi untuk kanker hati
  • Transplantasi hati untuk kerusakan hati
  • Pengobatan untuk limfoma atau leukemia, tergantung pada jenis, tingkat penyebaran dan kesehatan umum
  • Berhenti mengonsumsi alkohol dan obat-obatan
Jika hepatomegali telah ditemukan, dokter biasanya akan menyarankan perubahan gaya hidup untuk kesehatan hati, seperti:
  • Makan makanan sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Menurunkan berat badan
  • Menghindari alkohol
 

Komplikasi hepatomegali

Komplikasi hepatomegali mungkin tidak langsung dirasakan pasien. Namun, kerusakan yang terjadi pada hati bisa menyebabkan komplikasi berupa akumulasi cairan di dalam perut. Pasien mungkin akan merasakan perut lebih lengket dari biasanya.Komplikasi lain dari kondisi ini bisa berupa beberapa hal di bawah ini:
  • Penyakit kuning
  • Hilang nafsu makan
  • Sakit perut
 
Ada banyak faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan hepatomegali. Berikut merupakan beberapa hal yang dapat menurunkan risiko hepatomegali, diantaranya adalah:
  • Menjalani gaya hidup sehat dan mempertahankan berat badan ideal
  • Mengelola gula darah jika menderita diabetes
  • Batasi konsumsi alkohol atau hindari alkohol
  • Konsultasikan vitamin, suplemen, herbal dan obat-obat lain sebelum dikonsumsi dengan dokter, serta ikuti aturan pakai.
  • Batasi kontak dengan bahan kimia
  • Berhenti merokok
 
Konsultasikan dengan dokter jika Anda mengalami gejala yang mengkhawatirkan dan mengarah pada hepatomegali. 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami oleh pasien. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi oleh pasien.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan pasien?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hepatomegali?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hepatomegali agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/liver-enlarged
Diakses pada 6 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-liver/symptoms-causes/syc-20372167
Diakses pada 6 Desember 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=3715
Diakses pada 14 Juli 2021
WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/enlarged-liver-causes#1
Diakses pada 14 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email