Perut

Hepatomegali

Diterbitkan: 30 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Widiastuti
image Hepatomegali
Pembesaran hati secara abnormal adalah tanda penyakit hepatomegali.
Hepatomegali adalah kondisi dimana hati membesar secara abnormal. Hati merupakan organ terbesar di dalam tubuh, yang membantu tubuh untuk:
  • Mencerna lemak
  • Menyimpan gula dalam bentuk glikogen
  • Mencegah infeksi
  • Memproduksi hormon dan protein
  • Mengontrol pembekuan darah
  • Metabolisme obat–obatan dan racun (toksin)
Hati juga merupakan satu-satunya organ yang dapat tumbuh kembali ke ukuran awal setelah pembedahan, sehingga membuat donasi hati memungkinkan. Jika transplantasi sebagian dari hati, maka hati tersebut dapat tumbuh kembali ke ukuran asal. Bagian hati yang ditransplantasikan ke orang lain juga dapat tumbuh.Hepatomegali bukanlah merupakan suatu penyakit, tetapi merupakan suatu tanda akan terdapatnya penyakit lain seperti gagal jantung kongestif, penyumbatan pembuluh darah dari hati atau gejala penyakit hati kronis, atau penyakit lainnya, seperti:
  • Kanker, seperti leukemia
  • Penyakit genetik
  • Kelainan jantung dan pembuluh darah
  • Infeksi
  • Keracunan
Hepatomegali
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Pembesaran hati mungkin tidak memiliki gejala apapun. Tetapi jika kondisi medis tertentu menyebabkan pembesaran hati tersebut, gejala yang akan terjadi, diantaranya adalah:
  • Penyakit kuning atau menguningnya kulit dan mata
  • Nyeri otot
  • Kelelahan
  • Gatal
  • Mual
  • Muntah
  • Sakit perut atau terdapat massa pada perut.
  • Nafsu makan yang buruk
  • Mudah memar pada kaki dan telapak kaki
  • Penurunan berat badan
  • Pembesaran ukuran perut
Hepatomegali sering menjadi pertanda bahwa jaringan di dalam hati tidak berfungsi dengan baik. Mengonsumsi obat seperti amiodarone dan statin dapat menyebabkan cedera pada hati. Penyebab umum kondisi ini, diantaranya adalah:
  • Kanker metastasis, atau kanker yang dimulai dari organ lain yang menyebar ke hati
  • Non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau penumpukkan lemak di hati bukan karena alkohol
  • Kelainan jantung dan pembuluh darah
  • Kanker hati, atau kanker yang tumbuh dari dalam hati
  • Sirosis atau kerusakan berat dan jaringan parut pada hati karena racun seperti alkohol
  • Hepatitis virus (paling sering A, B atau C) atau infeksi hati lainnya yang disebabkan oleh virus
  • Penyakit hati alkoholik, atau berbagai kerusakan hati yang meliputi timbunan lemak, dan jaringan parut karena konsumsi alkohol
Penyebab lain meliputi :
  • Limfoma atau kanker darah didalam kelenjar limfe
  • Leukemia
  • Multiple myeloma
  • Hemokromatosis
  • Wilson’s disease
  • Gaucher’s disease
  • Toxic hepatitis
  • Sumbatan pada kandung empedu
  • Kista pada hati
Faktor RisikoBeberapa orang secara genetik memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami hepatomegali. Faktor risiko akan meningkat jika Anda atau keluarga Anda memiliki riwayat:
  • Penyakit autoimun, terutama yang mengenai hati
  • Inflammatory bowel disease (penyakit radang pada saluran cerna)
  • Penyakit hati kronis 
  • Kanker hati
  • Sickle cell disease (anemia sel sabit)
  • Obesitas atau kelebihan berat badan
Gaya hidup juga dapat meningkatkan risiko, seperti :
  • Konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Mempunyai tato, transfusi darah, berhubungan seksual tidak terproteksi sehingga membuat Anda berisiko terkena HIV, hepatitis B dan C
  • Bepergian ke negara asing yang endemis malaria
  • Mengonsumsi rempah–rempah seperti ma huang, tanaman comfrey dan mistletoe
Dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dengan melakukan perabaan pada perut untuk menentukan ukuran, bentuk dan tekstur hati yang dapat digunakan untuk mengidentifikasi kondisi hati. Tetapi, pemeriksaan fisik tidaklah cukup. Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, seperti:
  • Pemeriksaan darah dilakukan untuk menentukan kadar enzim hati dan mengidentifikasi virus yang menyebabkan pembesaran hati.
  • Tes pencitraan seperti CT Scan, MRI atau USG.
  • Magnetic Resonance Elastography menggunakan gelombang suara untuk menciptakan peta visual (elastogram) akan kekakuan dari jaringan hati. Pemeriksaan non–invasif merupakan salah satu alternatif selain biopsi.
  • Biopsi hati dengan mengambil sedikit jaringan hati sebagai sampel untuk diperiksa di laboratorium.
Pengobatan hepatomegali tergantung pada penyebab yang mendasari kondisi tersebut. Beberapa perawatan yang direkomendasikan dokter, diantaranya adalah:
  • Obat-obatan dan perawatan untuk gagal hati atau infeksi seperti hepatitis C
  • Kemoterapi, operasi, atau radiasi untuk kanker hati
  • Transplantasi hati untuk kerusakan hati
  • Pengobatan untuk limfoma atau leukemia, tergantung pada jenis, tingkat penyebaran dan kesehatan umum
  • Berhenti mengonsumsi alkohol dan obat-obatan
Jika hepatomegali telah ditemukan, dokter biasanya akan menyarankan perubahan gaya hidup untuk kesehatan hati, seperti :
  • Makan makanan sehat
  • Berolahraga secara teratur
  • Menurunkan berat badan
  • Menghindari alkohol
Ada banyak faktor gaya hidup yang dapat menyebabkan hepatomegali. Berikut merupakan beberapa hal yang dapat menurunkan risiko hepatomegali, diantaranya adalah:
  • Menjalani gaya hidup sehat dan mempertahankan berat badan ideal
  • Mengelola gula darah jika menderita diabetes
  • Batasi konsumsi alkohol atau hindari alkohol
  • Konsultasikan vitamin, suplemen, herbal dan obat-obat lain sebelum dikonsumsi dengan dokter, serta ikuti aturan pakai.
  • Batasi kontak dengan bahan kimia
  • Berhenti merokok
Buat janji dengan dokter jika Anda memiliki gejala yang mengkhawatirkan.
Sebelum berkonsultasi dengan dokter, ada baiknya jika Anda membuat daftar:
  • Gejala yang Anda alami
  • Daftar semua obat, vitamin atau suplemen yang Anda konsumsi beserta dosisnya
  • Pertanyaan yang ingin Anda ajukan kepada dokter 
Healthline. https://www.healthline.com/symptom/liver-enlarged
Diakses pada 6 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/enlarged-liver/symptoms-causes/syc-20372167
Diakses pada 6 Desember 2018
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=3715
Diakses pada 6 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/enlarged-liver-causes#1
Diakses pada 6 Desember 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Kenali Gejala Penyakit Liver yang Timbul Karena Kelainan Genetik

Penyakit Wilson pada lansia sulit dikenali, karena gejala penyakit liver ini mirip dengan gejala penyakit lain. Gejala penyakit liver yang dapat dilihat adalah kulit menjadi kuning atau jaundice.
14 Aug 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Salah satu gejala penyakit liver akibat kelainan genetik yang perlu diwaspadai adalah kulit menjadi kuning

Bayi Tampak Kuning saat Lahir, Apakah Keadaan Ini Normal?

Bayi kuning atau jaundice saat baru lahir disebabkan kadar bilirubin bayi yang terlalu tinggi. Pada batas tertentu, jaundice (kuning) pada bayi merupakan hal normal. Namun di sisi lain, hal ini dapat menjadi pertanda bahaya. Bagaimana cara membedakannya?
30 May 2019|Giovanni Jessica
Baca selengkapnya
Bayi kuning atau jaundice saat baru lahir disebabkan kadar bilirubin bayi yang terlalu tinggi

Varises Esofagus, Membesarnya Pembuluh Darah Akibat Masalah di Liver

Varises esofagus adalah kondisi ketika pembuluh darah di dalam esofagus mengalami pembesaran yang abnormal. Pembuluh ini terletak di pembuluh yang menghubungkan tenggorokan dan perut. Umumnya, varises esofagus dialami oleh penderita penyakit liver serius.
03 Jul 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Varises esofagus adalah kondisi ketika pembuluh darah di dalam esofagus mengalami pembesaran yang abnormal