Kanker

Hepatoblastoma

Diterbitkan: 05 Jan 2020 | dr. Reisia Palmina BrahmanaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Hepatoblastoma
Gejala hepatoblastoma meliputi perut bengkak akibat benjolan, penurunan berat badan, serta penyakit kuning (jaundice)
Hepatoblastoma adalah kanker ganas yang tumbuh dari sel hati (liver). Jenis kanker ini dan termasuk jenis kanker hati yang paling umum.Hepatoblastomba bisanya menyerang anak-anak berusia dibawah tiga tahun.Sebagain besar hepatoblastoma berasal dari hati bagian lobus kanan. Kanker ini juga dapat menyebar ke bagian tubuh lain, umumnya ke paru-paru.
Hepatoblastoma
Dokter spesialis Onkologi
Gejala kanker hati ini tergantung dari besar ukuran tumor dan apakah tumor telah menyebar atau tidak.Beberapa ciri dan gejala hepatoblastoma yang umum adalah:
  • Benjolan di perut, sehingga perut tampak membesar
  • Sakit perut
  • Tidak nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Terus-menerus lelah
  • Kulit dan bagian mata yang menguning (jaundice)
  • Demam
  • Mual
  • Muntah-muntah
  • Kulit terasa gatal
  • Pembesaran pembuluh darah di perut
Penyebab hepatoblastoma belum diketahui hingga saat ini. Para pakar menduga bahwa mutasi gen berperan besar sebagai pemicunya.Ada pula sederet faktor yang dianggap bisa meningkatkan risiko terjadinya hepatoblastoma. Beberapa faktor risiko ini meliputi:
  • Kelahiran prematur dengan berat badan lahir yang sangat rendah
  • Terinfeksi hepatitis B pada usia dini
  • Atresia bilier, yaitu gangguan saluran empedu pada bayi baru lahir
  • Penyakit genetik, misalnya familial adenomatous polyposis, sindrom Aicardi, sindrom Beckwith-Wiedemann, kelainan penyimpanan glikogen (glycogen storage disease), dan sindrom Simpson-Golabi-Behmel.
Diagnosis hepatoblastoma ditentukan oleh dokter berdasarkan tanya jawab dengan orangtua, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:Tanya jawabDokter akan mengajukan pertanyaan seputar gejala dan faktor risiko yang dialami oleh penderita. Proses ini dilakukan pada orangtua karena penderita umumnya adalah anak-anak.Pemeriksaan fisikDokter akan memeriksa tubuh penderita untuk mendeteksi gejala hepatoblastoma, misalnya benjolan pada perut atau perut yang membesar.Pemeriksaan penunjangDokter juga akan menganjurkan serangkaian pemeriksaan penunjang yang berupa:
  • Tes darah
Tes ini dilakukan untuk mengevaluasi fungsi ginjal, fungsi hati, fungsi pembekuan darah, alfa fetoprotein (AFP), dan mendeteksi penanda tumor (tumor marker).
  • USG
Pemeriksaan ini menggunakan gelombang suara untuk memberikan gambaran struktur hati.
  • CT scan
CT scan menggunakan X-ray untuk memberikan gambar struktur hati yang lebih jelas dari USG.
  • MRI
MRI menggunakan gelombang radio dan bisa memberikan gambar organ yang rinci bersama dengan jaringan lunaknya.
  • Biopsi
Biopsi adalah prosedur pengambilan sampel jaringan. Dalam hal ini, sampel jaringan dari kanker hati akan diambil kemudian diperiksa di bawah mikroskop.
  • Bone scan
Pemeriksaan ini menggunakan cairan radioaktif khusus yang terbilang aman, untuk mendapatkan gambar organ. Cairan ini akan disuntikkan ke dalam pembuluh vena.Bila terdapat bagian tulang yang bermasalah, cairan radioaktif akan mengumpul di bagian tersebut.Stadium hepatoblastomaPemeriksaan penunjang di atas akan membantu dokter dalam menentukan stadium hepatoblastoma. Stadium dan tahap perkembangan kanker ini meliputi:Stadium 1Kanker hanya ditemukan pada satu bagian hati, tepatnya di bagian terluar. Sementara ketika bagian lainnya tidak terkena.Stadium 2Hepatoblastoma stadium 2 bisa dikategorikan oleh salah satu dari kondisi berikut:
  • Kanker ditemukan pada dua bagian hati yang bersebelahan.
  • Kanker ditemukan di dua bagian hati yang bersebelahan dengan bagian hati yang sehat.
Stadium 3Hepatoblastoma stadium 3 bisa dikategorikan oleh salah satu dari kondisi berikut:
  • Kanker ditemukan pada tiga bagian hati, dan satu bagian sisanya tidak terkena.
  • Kanker ditemukan pada dua bagian hati yang bersebelahan dengan bagian hati yang tidak terkena.
Stadium 4Kanker telah menyebar ke bagian lain tubuh
Pengobatan hepatoblastoma tergantung pada stadium kanker serta kondisi kesehatan pasien secara menyeluruh. Beberapa pilihan penanganannya meliputi:

1. Operasi

Operasi dilakukan untuk mengangkat seluruh jaringan tumor. Pembedahan juga dapat dilakukan untuk mengangkat tumor di bagian tubuh lain, seperti paru-paru.

2. Kemoterapi

Beberapa obat untuk membunuh sel-sel kanker bisa diberikan.Pengobatan kanker dengan kemoterapi dapat berupa pemberian obat suntik atau obat minum, dan dilakukan sebelum atau setelah operasi.Obat kemoterapi juga bisa langsung diarahkan ke hati melalui kateter yang dimasukkan ke arteri utama organ hati.

3. Terapi radiasi (radioterapi)

Radioterapi menggunakan X-ray atau sinar radiasi lain untuk membunuh sel-sel kanker atau menghentikan pertumbuhannya.

4. Transplantasi hati

Jika kanker tidak dapat diangkat, penderita bisa menjalani transplantasi hati dari pendonor.

5. Terapi suportif

Penanganan hepatoblastoma dapat memicu beragam efek samping, seperti nyeri, demam, infeksi, mual, dan muntah.Oleh karena itu, dokter bisa meresepkan obat-obatan maupun terapi untuk mengatasi efek samping ini.
Penyebab hepatoblastoma belum diketahui secara pasti. Maka itu, langkah pencegahan hepatoblastoma atau jenis kanker hati lainnya pada anak juga belum dapat dipastikan.
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika anak Anda mengalami gejala hepatoblastoma seperti yang telah dijelaskan di atas.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda mengantar penderita berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Apakah penderita memiliki faktor risiko terkait hepatoblastoma?
  • Apakah penderita rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini penting untuk memastikan diagnosis hepatoblastoma serta stadiumnya agar penanganan yang sesuai bisa dilakukan.
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=childhood-liver-cancer-treatment-pdq-37-CDR0000258119
Diakses pada 03 Januari 2020
Children's Hospital of Philadelphia. https://www.chop.edu/conditions-diseases/hepatoblastoma-liver-cancer
Diakses pada 03 Januari 2020
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/986802-overview
Diakses pada 03 Januari 2020
The Genetic and Rare Diseases Information Center. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/2657/hepatoblastoma
Diakses pada 03 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Terapi Mata Minus, Solusi Efektif untuk Mengatasi Mata Minus pada Anak

Terapi mata minus dapat dipilih sebagai cara untuk memperbaiki kemampuan penglihatan pada anak. Pada anak dengan rabun jauh, terapi mata minus yang efektif untuk anak adalah menggunakan kacamata. Mata minus pada anak harus segera ditangani karena dapat berisiko menimbulkan berbagai gangguan mata.
16 May 2019|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
Terapi minus dapat menjadi pilihan untuk memperbaiki kemampuan penglihatan pada anak.

Obat Liver Alami, Apa yang Harus Dikonsumsi?

Mengingat masih sedikit penelitian tentang obat liver alami, mengubah gaya hidup dan pola makan jadi cara paling efektif. Namun perlu diingat, penggunaan obat liver alami tetap harus di bawah konsultasi dengan dokter untuk mencegah efek sampingnya.
22 Mar 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Kandungan omega-3 dalam salmon dapat menjadi obat liver alami

Apa Saja Pilihan Pengobatan Hepatitis yang Efektif?

Hepatitis adalah infeksi virus yang menyebabkan peradangan pada hati. Berganti pasangan seksual, tato dan tindik dapat meningkatkan risiko terkena hepatitis.
07 Jun 2019|dr. M. Helmi A.
Baca selengkapnya
Berganti pasangan seksual, tato dan tindik berisiko menularkan hepatitis