Hepatitis B

Ditulis oleh Maria Yuniar
Ditinjau dr. Miranda Rachellina
Hepatitis B adalah infeksi hati yang dapat menjadi penyakit yang kronis ketika menginfeksi bayi
Infeksi hepatitis B bisa menyebabkan komplikasi dan juga kanker hati.

Pengertian Hepatitis B

Hepatitis B merupakan infeksi hati yang disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Virus jenis ini biasa ditularkan melalui darah, air mani, atau cairan tubuh lain dari seseorang yang terinfeksi yang memasuki tubuh orang sehat. Selain itu dapat ditularkan juga melalui hubungan seksual, berbagi jarum suntik, atau penularan dari ibu pada bayi saat lahir. Hepatitis B dapat menjadi penyakit yang kronis ketika bayi yang terinfeksi oleh virus ini. Infeksi HBV dapat menyebabkan komplikasi seperti sirosis atau kanker hati.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Terdapat beberapa hal yang menjadi gejala bahwa seseorang terkena hepatitis B, meliputi:

  • Diare
  • Nyeri pada perut
  • Kehilangan selera makan
  • Gejala flu seperti kelelahan, demam, dan nyeri
  • Kulit dan bagian putih mata (sklera) yang berubah warna menjadi kuning
  • Nyeri sendi
  • Urin yang berwarna gelap
  • Mual dan muntah

Gejala-gejala tersebut dapat hilang dalam waktu 1 sampai 3 bulan pada hepatitis B akut, atau berlangsung selama 6 bulan atau lebih pada hepatitis B kronis.

Penyebab

Hepatitis B disebabkan oleh infeksi virus hepatitis B. Hepatitis jenis ini dapat ditularkan melalui hubungan seksual langsung tanpa pelindung (kondom), berbagi jarum suntik, dan ibu yang menularkan hepatitis pada bayi yang baru lahir. Namun, Hepatitis B tidak dapat ditularkan hanya dengan kontak biasa saja seperti berpelukan atau berjabat tangan dengan seseorang yang terinfeksi. Karena HBV juga dapat ditemukan dalam saliva (air liur) maka risiko penularannya dapat meningkat jika terjadi kontak dengan saliva yang terinfeksi dengan kulit yang luka, misalnya sariawan.

Diagnosis

Skrining hepatitis B direkomendasikan untuk seseorang yang telah:

  • Terinfeksi HIV
  • Sedang hamil
  • Menggunakan obat intravena (obat yang diberikan melalui infus atau pembuluh darah)
  • Bepergian ke tempat dengan angka kejadian hepatitis B yang tinggi
  • Menjalani cuci darah (dialisis) rutin
  • Pria yang berhubungan intim dengan pria (homoseksual)
  • Telah berhubungan intim dengan seseorang yang terinfeksi hepatitis B

Untuk mendiagnosa hepatitis B, dokter biasanya akan menyarankan untuk melakukan serangkaian tes, seperti:

  • Pemeriksaan darah yang meliputi tes untuk menilai adanya infeksi HBV dan mengevaluasi apakah infeksi tersebut akut atau kronik
  • Tes fungsi hati
  • Ultrasonografi (USG) untuk menilai ada tidaknya kerusakan hati

Pengobatan

Perawatan untuk hepatitis B dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti:

  • Infeksi hepatitis B akut umumnya dapat sembuh sendiri dan tidak memerlukan pengobatan. Dokter akan menyarankan istirahat, makan nutrisi yang tepat dan banyak cairan untuk membantu melawan infeksi. Jika diperlukan, misalnya pada kasus infeksi yang berat, dapat diberikan obat antivirus dan dilakukan perawatan di rumah sakit untuk mencegah komplikasi.
  • Perawatan infeksi hepatitis B kronis memerlukan pengobatan seumur hidup. Perawatan hepatitis B kronis dapat meliputi: obat antiviral yang melawan virus dan memperlambat kerusakan hati, transplantasi (cangkok) hati dilakukan jika hati telah rusak, atau suntikan interferon alfa-2b untuk melawan infeksi. Terapi dengan interferon tidak bisa diberikan pada ibu hamil, tapi dapat direkomendasikan untuk wanita yang ingin mempunyai anak dalam beberapa tahun mendatang

Pencegahan

Hepatitis B dapat dicegah dengan melakukan melakukan vaksinasi hepatitis B. Vaksinasi direkomendasikan bagi yang berisiko tinggi, seperti:

  • Pasangan seksual dari seseorang yang menderita hepatitis B
  • Pria yang berhubungan seksual dengan pria
  • Seseorang yang memiliki pasangan seksual yang banyak
  • Anak-anak atau remaja yang belum divaksinasi saat lahir
  • Bayi baru lahir
  • Petugas kesehatan yang berisiko kontak dengan darah atau cairan tubuh yang lain
  • Pemakai jarum suntik dan berbagi jarum suntik
  • Penderita gagal ginjal stadium akhir
  • Seseorang yang hendak pergi ke suatu negara yang memiliki tingkat kejadian hepatitis B tinggi

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Konsultasikan dengan dokter jika:

  • Berisiko tinggi terkena hepatitis B seperti orang yang terlahir di negara yang memiliki infeksi hepatitis yang tinggi, pernah menjadi pengguna narkoba suntik atau tenaga medis,
  • Anda memiliki gejala yang terkait dengan hepatitis B
  • Jika Anda terpikir terpapar dengan virus hepatitis B untuk memberi perawatan darurat dan membantu mencegah infeksi

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum konsultasi dengan dokter, sebaiknya Anda terlebih dahulu mendaftarkan gejala yang dialami, informasi pribadi, informasi medis, obat-obatan yang dikonsumsi, dan beberapa pertanyaan, meliputi:

  • Apa penyebab dari gejala yang saya alami?
  • Apakah saya dapat sembuh dari hepatitis B?
  • Pengobatan atau perawatan apa yang tepat untuk hepatitis B?
  • Apakah saya harus mendapatkan vaksin hepatitis B?
  • Apakah kondisi hati saya akan kembali normal?
  • Berapa lama perawatan yang akan saya lakukan?
  • Apakah hepatitis saya dapat sembuh?
  • Apa yang dapat saya lakukan agar saya tidak menularkan hepatitis B?
  • Apa efek samping dari obat antiviral?
  • Apakah hepatitis B dapat kambuh kembali?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat berkonsultasi, dokter biasanya akan menanyakan beberapa pertanyaan, meliputi:

  • Apa gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan Anda merasa mengalami gejala tersebut?
  • Apakah Anda pernah menggunakan narkoba dengan jarum suntik?
  • Seberapa parah gejala Anda?
  • Apakah gejala yang Anda alami terjadi secara terus menerus atau hanya sesekali?
  • Apakah Anda pernah transfusi darah?
  • Apakah yang dapat memperbaiki dan memperburuk gejala Anda?
  • Apakah Anda pernah berhubungan seksual tanda pengaman?
  • Berapa banyak pasangan seksual Anda?
  • Apakah Anda pernah didiagnosa menderita hepatitis?
Referensi

CDC. https://www.cdc.gov/hepatitis/hbv
Diakses pada 4 Desember 2018

Familydoctor. https://familydoctor.org/condition/hepatitis-b
Diakses pada 4 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/hepatitis-b
Diakses pada 4 Desember 2018

MayoClinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hepatitis-b/symptoms-causes/syc-20366802
Diakses pada 4 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/hepatitis-b
Diakses pada 4 Desember 2018

Back to Top