Penyakit Lainnya

Hepatitis Autoimun

22 Mar 2021 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Hepatitis Autoimun
Hepatitis autoimun muncul karena sel imun menyerang sel hati yang sehat
Hepatitis autoimun adalah kondisi peradangan pada hati yang disebabkan oleh sistem imun tubuh yang menyerang sel-sel hati.Sistem imun atau kekebalan tubuh bertugas melindungi manusia dari masuknya benda asing, sel-sel (termasuk kuman, bakteri, virus), dan jaringan asing dengan menghasilkan respons imun. Sistem ini dibentuk oleh berbagai macam sel, jaringan, dan organ yang saling berkoordinasi.Ketika sistem imun mulai menyerang sel-sel yang sehat, akan terjadi kondisi yang disebut penyakit autoimun. Apabila yang diserang adalah sel-sel hati sehingga menimbulkan peradangan atau inflamasi, kondisi ini dinamakan hepatitis autoimun.Penyakit hepatitis autoimun bisa bertambah parah jika tidak diobati dengan tepat. Kondisi ini bahkan bisa menyebabkan sirosis atau gagal hati. Pada kasus yang parah, transplantasi hati mungkin diperlukan untuk mengatasinya. 
Hepatitis Autoimun
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaJaundice, kelelahan, sakit perut, 
Faktor risikoWanita, infeksi, riwayat hepatitis
Metode diagnosisTes darah, biopsi
PengobatanObat-obatan, transplantasi hati
ObatPrednisone, budesonide, azathioprine
KomplikasiSirosis, gagal hati
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala hepatitis autoimun
Gejala hepatitis autoimun bisa bervariasi pada tiap penderita, baik dalam jenis gejala maupun waktu kemunculannya. Namun secara umum, keluhannya bisa berupa:
  • Kelelahan
  • Perut terasa tidak nyaman atau nyeri
  • Kulit dan bagian putih mata tampak kuning (jaundice)
  • Perut membesar
  • Pembesaran hati
  • Mual dan muntah
  • Ruam kulit
  • Dilatasi atau pelebaran pembuluh darah kulit yang berbentuk seperti sarang laba-laba pada kulit (spider angioma)
  • Nyeri sendi
  • Penurunan nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Diare
  • Feses berwarna pucat seperti dempul
  • Urine berwarna gelap atau kecokelatan
  • Khusus penderita wanita, gangguan siklus menstruasi
Pada hepatitis autoimun yang telah memicu pembentukan jaringan parut dan sirosis, dapat muncul gejala lain berupa gatal, memar, perdarahan yang sulit dihentikan, perut bengkak karena penumpukan cairan, pergelangan kaki membengkak, dan kebingungan. 
Sesuai namanya, penyebab hepatitis autoimun adalah gangguan pada sistem imun. Masalah ini memicu sistem imun yang menyerang sel-sel dan organ hati yang sebenarnya sehat.Serangan sistem imun ini kemudian menimbulkan peradangan kronis dan kerusakan yang serius pada sel-sel hati.

Faktor risiko hepatitis autoimun

Penyebab pasti dari hepatitis autoimun belum diketahui hingga kini. Namun ada sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risikonya. Faktor-faktor risiko ini antara lain:
  • Memiliki jenis kelamin wanita
  • Mengalami paparan infeksi tertentu, seperti infeksi virus campak, virus herpes simplex, dan virus Epstein-Barr
  • Memiliki riwayat infeksi hepatitis A, B, atau C
  • Mengidap penyakit autoimun lain, misalnya penyakit celiac, rheumatoid arthritis, dan hipertiroidisme
  • Menggunakan obat-obatan tertentu, seperti statin, hydralazine, dan beberapa jenis antibiotik
  • Mengalami stres
 
Untuk membantu dalam memastikan diagnosis hepatitis autoimun, dokter akan melakukan langkah-langkah di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala, kebiasaan (gaya hidup), serta riwayat medis pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik pada pasien untuk mencari tanda-tanda hepatitis autoimun.
  • Tes darah

Tes darah bertujuan mendeteksi ada tidaknya autoantibodi, yang membedakan hepatitis autoimun dari jenis hepatitis lain atau penyakit dengan gejala serupa.
  • Biopsi hati

Pengambilan sampel jaringan dari hati (biopsi hati) dilakukan untuk memastikan diagnosis hepatitis autoimun sekaligus menentukan tingkat keparahan kerusakan hati yang terjadi. 
Cara mengobati hepatitis autoimun akan tergantung pada usia pasien dan tingkat keparahan penyakit ini. Tujuan utama penanganan ini adalah memperlambat atau menghentikan sistem imun menyerang hati.Dokter bisa menganjurkan beberapa langkah penanganan hepatitis autoimun berikut:
  • Obat-obatan

Dokter dapat meresepkan obat-obatan tertentu agar sistem kekebalan tubuh tidak lagi menyerang hati pasien. Contohnya, prednisone, budesonide, dan azathioprine.Namun perlu diingat bahwa penggunaan prednisone jangka panjang dapat menyebabkan sejumlah efek samping. Misalnya, diabetes, osteoporosis, osteonecrosis, hipertensi, katarak, glaukoma, dan kenaikan berat badan.Oleh karena itu, dokter akan melakukan proses tapering-off. Tapering-off adalah proses menurunkan dosis prednisone secara perlahan-lahan untuk mencapai tujuan pengobatan dan menghindari efek samping.
  • Transplantasi hati

Ada kalanya pemakaian obat-obatan tidak berhasil untuk menghambat perkembangan hepatitis autoimun. Akibatnya, pasien akan mengalami pemburukan kondisi hingga sirosis hati.Sirosis hati hanya bisa ditangani dengan menjalani operasi, yakni transplantasi hati. 

Komplikasi hepatitis autoimun

Bila terus dibiarkan dan tidak ditangani dengan benar, hepatitis autoimun bisa menyebabkan komplikasi berupa:
  • Sirosis hati, yakni terbentuknya jaringan parut pada organ hati
  • Gagal hati
 
Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, cara mencegah hepatitis autoimun juga tidak tersedia. Namun, Anda dapat mengurangi risiko penyakit ini dengan cara:
  • Tidak minum alkohol
  • Mengonsumsi lebih banyak buah dan sayur
  • Menjalani imunisasi untuk penyakit yang dapat memicu hepatitis autoimun
  • Menghindari stres berkepanjangan
 
Berkonsultasilah dengan dokter apabila mengalami gejala hepatitis autoimun, seringan apapun keluhan yang Anda rasakan.  
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • kapan gejala mulai muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hepatitis autoimun?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hepatitis autoimun agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. mayoclinic.org/diseases-conditions/autoimmune-hepatitis/symptoms-causes/syc-20352153
Diakses pada 8 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/autoimmune-hepatitis#1
Diakses pada 8 Januari 2020
Rare Diseases. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/5871/autoimmune-hepatitis
Diakses pada 10 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email