Penyakit Lainnya

Hepatitis Autoimun

Diterbitkan: 10 Jan 2020 | dr. M. Helmi A.Ditinjau oleh dr. Reni Utari
image Hepatitis Autoimun
Wanita lebih berisiko terhadap penyakit hepatitis autoimun.
Sistem imun atau sistem kekebalan tubuh melindungi tubuh manusia dari ancaman benda asing, sel-sel asing (termasuk kuman), dan jaringan asing dengan menghasilkan respons imun. Sistem imun manusia dibentuk oleh berbagai macam sel, jaringan, dan organ yang saling berkoordinasi.Ketika sistem imun ini mulai menyerang sel-sel yang sehat, maka terjadi suatu kondisi yang disebut penyakit autoimun. Apabila yang terserang adalah sel-sel hati sehingga menimbulkan peradangan atau inflamasi maka kondisi ini disebut sebagai hepatitis autoimun. Penyakit ini bisa menjadi semakin parah jika tidak diobati dan dapat menyebabkan sirosis hati atau gagal hati. Pada kasus yang parah, transplantasi hati mungkin diperlukan.
Hepatitis Autoimun
Dokter spesialis Penyakit Dalam
Gejala klinis dari hepatitis autoimun bervariasi antarpenderitanya, baik dalam hal gejala klinis maupun waktu kemunculan gejala. Namun secara umum, berikut ini gejala klinis yang dapat dirasakan atau muncul pada penderita hepatitis autoimun:
  • Kelelahan
  • Perut terasa tidak nyaman, atau nyeri
  • Kulit dan mata menjadi kuning (jaundice)
  • Pembesaran organ hati
  • Mual dan muntah
  • Dilatasi atau pelebaran pembuluh darah kulit yang berbentuk seperti sarang laba-laba pada kulit (spider angioma)
  • Ruam kulit
  • Nyeri sendi
  • Gangguan menstruasi
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan
  • Diare
  • Feses berwarna pucat
  • Urine berwarna gelap atau kecokelatan
Pada hepatitis autoimun yang telah memicu pembentukan jaringan parut dan sirosis, dapat muncul gejala lain seperti gatal, lebam, perdarahan yang sulit dihentikan, perut berisi cairan, pergelangan kaki membengkak, dan kebingungan.
Hepatitis autoimun timbul akibat sistem imun, yang umumnya bekerja menyerang virus, bakteri, dan parasit, menjadi menyerang sel-sel dan organ hati. Serangan sistem imun ini menimbulkan peradangan kronis dan kerusakan yang serius pada sel-sel liver.

Penyebab pasti dari sistem imun yang menyerang sel-sel dan organ hati hingga kini tidak diketahui. Namun, hal tersebut diduga terjadi karena banyaknya interaksi gen yang mengontrol sistem imun dan paparan virus atau obat-obatan tertentu. Selain hal tersebut, ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko terjadinya hepatitis autoimun, antara lain:
  • Jenis kelamin wanita
  • Paparan infeksi tertentu seperti infeksi virus campak, virus herpes simplex, dan virus Epstein-Barr
  • Riwayat infeksi hepatitis A, B, atau C
  • Penyakit autoimun lain seperti penyakit celiac, rheumatoid arthritis, dan hipertiroid
  • Penggunaan obat-obatan seperti statin, hidralazine, dan beberapa jenis antibiotik
  • Stres
Untuk dapat membantu menegakkan diagnosis hepatitis autoimun, dokter akan menggali riwayat medis dan kebiasaan Anda, termasuk gejala yang dirasakan, penggunaan obat-obatan, atau riwayat konsumsi alkohol. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik terhadap pasien. Untuk dapat menegakkan diagnosis hepatitis autoimun, dokter akan melakukan pemeriksaan tambahan seperti:
  • Tes darah untuk mendeteksi adanya autoantibodi, yang membedakan hepatitis autoimun dari hepatitis lainnya, atau penyakit dengan gejala klinis serupa
  • Pengambilan jaringan atau biopsi hati, untuk mengonfirmasi diagnosis dan menentukan tingkat keparahan dari kerusakan hati yang telah dialami
Tujuan utama pengobatan dari hepatitis autoimun adalah untuk memperlambat atau menghentikan sistem imun menyerang hati. Obat-obatan seperti prednisone, budesonide, dan azathioprine dapat digunakan untuk mencapai tujuan tersebut. Namun perlu diingat, penggunaan prednisone dalam jangka lama dapat menyebabkan efek samping seperti diabetes, osteoporosis, osteonecrosis, hipertensi, katarak, glaukoma, dan meningkatnya berat badan.Oleh karena itu, dokter akan melakukan proses tapering-off atau menurunkan dosis prednison secara perlahan-lahan, untuk mencapai target terapi dan menghindari efek samping obat. Apabila obat-obatan tidak dapat mencegah perburukan hepatitis autoimun dan munculnya jaringan parut penyebab sirosis, maka pilihan satu-satunya adalah dengan melakukan transplantasi organ hati.
Hepatitis autoimun tidak dapat dicegah. Namun, Anda dapat mengurangi risiko terjadinya hepatitis autoimun dengan tidak mengonsumsi alkohol, mengonsumsi lebih banyak buah dan sayuran, mendapatkan imunisasi untuk penyakit yang dapat memicu hepatitis autoimun, dan menghindari stres berkepanjangan.
Berkonsultasilah dengan dokter apabila:
  • Mengalami gejala hepatitis autoimun
  • Ingin memastikan gejala klinis yang Anda alami adalah hepatitis autoimun dan bukan penyakit lainnya
  • Ingin mengetahui obat-obatan atau tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hepatitis autoimun
 
Sebelum pemeriksaan, siapkan catatan yang berisi informasi tentang:
  • Gejala yang Anda rasakan, baik yang berhubungan maupun tidak berhubungan
  • Waktu kemunculan gejala
  • Seluruh riwayat medis yang Anda miliki
  • Semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi
Pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti makanan atau tindakan yang harus dihindari bila terdiagnosis hepatitis autoimun, termasuk kemungkinan penyakit selain hepatitis autoimun, dengan gejala serupaMintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis dengan baik.
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala tersebut timbul, apakah gejala tersebut terus menerus timbul atau hilang timbul?
  • Apakah terdapat pembesaran organ di daerah perut atau perut terasa membesar?
  • Apakah Anda memiliki keluarga dengan riwayat gangguan hati?
  • Apakah Anda sedang menjalani pengobatan atau mengonsumsi obat-obatan tanpa resep dari dokter?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah dicoba?
Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis hepatitis autoimun.
Mayo Clinic. mayoclinic.org/diseases-conditions/autoimmune-hepatitis/symptoms-causes/syc-20352153
Diakses pada 8 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/hepatitis/autoimmune-hepatitis#1
Diakses pada 8 Januari 2020
Rare Diseases. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/5871/autoimmune-hepatitis
Diakses pada 10 Januari 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

HBsAg Positif atau Reaktif saat Tes Lab, Ini Artinya

HBsAg positif menandakan infeksi hepatitis B. Pengidap penyakit ini bisa sembuh total jika diobati sejak dini. Vaksin hepatitis B pun sangat efektif untuk mencegah penularan.
01 Oct 2020|Nina Hertiwi Putri
Baca selengkapnya
HBsAg positif menandakan ada infeksi hepatitis B

Ini Cara Mengobati Penyakit Liver yang Efektif Baik Alami maupun Medis

Dari ramuan herbal, perubahan diet, hingga resep dokter, obat liver bisa membantu meredakan gejala yang muncul akibat penyakit hati mulai dari hepatitis hingga perlemakan hati. Namun tentu saja, langkah ini harus disertai dengan pola hidup sehat lainnya.
06 Feb 2020|Aditya Prasanda
Baca selengkapnya
Cara mengobati penyakit liver antara lain bisa dilakukan dengan mengonsumsi temulawak.

Inilah Penyebab Hepatitis C dan Cara Penularannya

Kurang lebih 400 ribu orang meninggal setiap tahun akibat hepatitis C. Penyebab hepatitis C adalah infeksi virus hepatitis C yang ditularkan melalui kontaminasi darah.Baca selengkapnya
Salah satu penyebab hepatitis C adalah darah yang terkontaminasi virus hepatitis C