Salah satu penyebab hepatitis alkoholik adalah kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan.
Konsumsi alkohol berlebihan bisa mengakibatkan penyakit hepatitis alkoholik.

Hepatitis alkoholik adalah penyakit yang ditandai dengan inflamasi atau peradangan hati yang akibat kebiasaan mengonsumsi alkohol secara berlebihan, dalam waktu yang cukup lama. Hubungan antara konsumsi alkohol dengan hepatitis alkoholik sangat kompleks. Sebab, tidak semua orang yang mengonsumsi alkohol secara berlebihan, pasti mengalami hepatitis alkoholik. Di sisi lain, individu yang hanya mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedang malah bisa mengalami hepatitis alkoholik.

Gejala yang paling sering ditemukan pada penderita hepatitis alkoholik adalah kulit dan mata yang menjadi kuning (jaundice). Selain itu, ada beberapa gejala yang juga dapat muncul, bergantung kerusakan dari organ hati yang dialami seperti:

  • Kehilangan nafsu makan dan penurunan berat badan
  • Mulut terasa kering
  • Mual dan muntah
  • Nyeri perut
  • Demam subfebris (suhu tidak terlalu tinggi)
  • Letih dan mudah lelah
  • Malnutrisi
  • Mudah mengalami perdarahan atau pembengkakan

Pada kasus yang berat, tanda dan gejala yang dapat terjadi seperti:

  • Perut membesar akibat penumpukan cairan di dalam rongga perut (ascites)
  • Kebingungan dan perubahan perilaku akibat penumpukan toksin yang harusnya dieliminasi di hati
  • Gagal hati dan gagal ginjal

Konsumsi alkohol berlebihan (misalnya 7 gelas wine atau 7 botol bir dalam sehari) selama kurang lebih 20 tahun) adalah penyebab utama dari hepatitis alkoholik. Ketika alkohol diminum dan dimetabolisme di dalam hati, produk metabolisme alkohol ini bersifat toksik dan dapat merusak sel-sel hati.

Kerusakan sel-sel hati ini dapat memicu terjadinya peradangan, menimbulkan jaringan parut yang mengganggu fungsi hati, mengakibatkan hepatitis alkoholik, dan menyebabkan timbulnya sirosis hati.

Namun pada beberapa kasus, ditemukan bahwa konsumsi alkohol yang tidak berat juga bisa memicu terjadinya hepatitis alkoholik. Beberapa faktor risiko yang berpotensi menimbulkan kondisi tersebut, antara lain:

  • Faktor genetik yang berkaitan dengan cara tubuh dalam memetabolisme alkohol
  • Infeksi hati atau gangguan hati lain seperti hepatitis B, hepatitis C, dan hemokromatosis
  • Malnutrisi
  • Kegemukan atau obesitas
  • Waktu konsumsi alkohol. Mengonsumsi alkohol tanpa dibarengi makan, diduga dapat meningkatkan risiko terjadinya hepatitis alkoholik.
  • Jenis kelamin. Dibanding pria, wanita lebih berisiko terhadap hepatitis alkoholik.

Dokter akan menggali riwayat kesehatan Anda dan menggali riwayat mengenai konsumsi alkohol, untuk dapat mendiagnosis hepatitis alkoholik. Selain itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik untuk mencari pembesaran organ hati dan limpa. Beberapa pemeriksaan tambahan seperti pemeriksaan darah lengkap, pemeriksaan fungsi hati, pemeriksaan waktu pembekuan darah, CT-scan abdomen, dan USG hati dapat dilakukan untuk mengevaluasi fungsi hati dan komplikasi yang mungkin sudah terjadi. Meskipun jarang, pengambilan jaringan atau biopsi hati dapat dilakukan untuk menegakkan dan memastikan diagnosis hepatitis alkoholik.

Langkah utama yang diperlukan untuk mengatasi hepatitis alkoholik dalah dengan menghentikan konsumsi alkohol. Selain itu, sejumlah terapi untuk meringankan gejala klinis kerusakan hati, juga dibutuhkan.

Menghentikan konsumsi alkohol memungkinkan sel-sel hati yang telah rusak, untuk pulih (pada stadium awal). Atau setidaknya, kerusakan sel-sel hati lebih lanjut, tidak terjadi.

Bagi para pecandu alkohol, dokter biasanya menyarankan beberapa pilihan terapi untuk membantu mengurangi kecanduan alkohol, dengan:

  • Penggunaan obat-obatan
  • Konseling dan mengikuti support group
  • Rawat jalan untuk kecanduan alkohol

Pemberian obat-obatan kortikosteroid dapat dilakukan untuk mengurangi peradangan yang terjadi pada hati. Apabila obat-obatan kortikosteroid tidak dapat diberikan, maka pentoxifylline dapat menjadi alternatif untuk meredakan peradangan di hati.

Malnutrisi, yang umum terjadi pada penderita hepatitis alkoholik, juga dapat ditangani dengan diet khusus, vitamin, dan suplemen yang direkomendasikan ahli nutrisi. Pada beberapa kasus, hepatitis alkoholik sudah terjadi sangat parah dan satu-satunya cara untuk mengatasinya adalah melalui transplantasi organ hati.

Pencegahan terbaik untuk menghindari hepatitis alkoholik adalah dengan tidak mengonsumsi alkohol. Bila Anda tidak dapat menghentikan kebiasaan mengonsumsi alkohol, cobalah untuk menguranginya hingga batas ringan-sedang (dua kali porsi minum pada pria, dan kurang dari satu kali porsi minum pada wanita dalam sehari). Selain menghentikan konsumsi alkohol, menjaga berat badan ideal, mencegah terjadinya infeksi pada hati, dan mendapatkan vaksinasi hepatitis dapat membantu mencegah terjadinya hepatitis alkoholik.

Berkonsultasilah dengan dokter jika:

  • Mengalami gejala hepatitis alkoholik yang telah disebutkan di atas ,dan Anda memiliki riwayat mengkonsumsi alkohol sebelumnya
  • Ingin memastikan gejala klinis yang Anda alami adalah hepatitis alkoholik dan bukan penyakit lainnya
  • Ingin mengetahui obat-obatan atau tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hepatitis alkoholik

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan catatan yang berisi informasi tentang:

  • Gejala yang dirasakan dan riwayat kesehatan pribadi
  • Waktu kemunculan gejala hepatitis alkoholik
  • Frekuensi konsumsi alkohol harian
  • Semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi (tanyakan pada dokter mengenai keamanan produk-produk tersebut untuk Anda konsumsi di kemudian hari)
  • Pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, termasuk mengenai kemungkinan penyakit selain hepatitis alkoholik yang memiliki gejala serupa, serta prosedur yang dapat dijalani untuk menegakkan diagnosis hepatitis alkoholik.

Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis dengan baik.

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala tersebut timbul?
  • Apakah gejala tersebut timbul terus-menerus?
  • Apakah Anda mengonsumsi alkohol?
  • Apakah Anda memiliki riwayat hepatitis sebelumnya?
  • Apakah perut Anda semakin membesar?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah dicoba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan mungkin menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis hepatitis alkoholik.

Healthline. https://www.healthline.com/health/alcoholic-hepatitis
Diakses pada 8 Januari 2020

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/alcoholic-hepatitis/symptoms-causes/syc-20351388
Diakses pada 8 Januari 2020

Artikel Terkait