Infeksi

Hepatitis Akut

09 Jun 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Hepatitis Akut
Gejala hepatitis akut bisa menyerupai flu.
Hepatitis akut adalah kondisi atau penyakit yang ditandai dengan infiltrasi sel-sel radang di organ hati. Kondisi ini juga bisa memicu peningkatan serum aminotransferase hingga 2,5 kali lipat.Hepatitis akut umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu 4-8 minggu. Penyakit ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, kondisi autoimun, serta hepatotoksin yang berasal dari metabolit sekuder obat-obatan, toksin, atau alkohol.Penderita mungkin saja tidak merasakan gejala apa-apa saat sedang mengalami hepatitis akut. Sementara sebagian pasien lain bisa salah sangka karena keluhannya mirip dengan gejala flu. 
Hepatitis Akut
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDemam, mual dan muntah, kelelahan
Faktor risikoBelum vaksinasi, lingkungan tidak bersih, gonta-ganti pasangan seks
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanAsupan nutrisi, tirah baring, obat-obatan
ObatAzatiophrine, takrolimus, cyclosporin
KomplikasiInfeksi kronis
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala hepatitis, serumah dengan penderita hepatitis, ingin memastikan kondisi
Gejala dari hepatitis akut bervariasi, mulai dari tidak ada gejala hingga muncul gejala yang berat, berdasarkan penyebab yang mendasari timbulnya hepatitis akut. Beberapa gejala yang dapat muncul pada hepatitis akut antara lain:
  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan atau malaise
  • Kondisi menyerupai flu
  • Perubahan warna air seni menjadi lebih gelap
  • Perubahan warna tinja yang menjadi pucat dan dapat disertai diare
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot (myalgia)
  • Nyeri perut
  • Nyeri sendi
  • Sensitif terhadap sinar matahari (fotofobia)
  • Kulit dan mata menjadi kuning (jaundice)
  • Kulit menjadi gatal atau timbul bercak kemerahan
 
Penyebab hepatitis akut sering berasal dari virus dan sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan hepatitis pada umumnya. Apa sajakah itu?
  • Infeksi virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Penyebab utama dari hepatitis akut adalah hepatitis A dan hepatitis E, yang menular melalui makanan atau rute fekal-oral
  • Infeksi virus lain, seperti virus Epstein-Barr (EBV) dan Cytomegalovirus (CMV), infeksi bakteri, dan infeksi parasit
  • Alkohol, hepatotoksin, dan overdosis dari beberapa obat-obatan (drug-induced hepatitis)
  • Peradangan karena penyakit autoimun
 

Faktor risiko hepatitis akut

Faktor risiko hepatitis akut kebanyakan terkait dengan hal-hal yang bisa diantisipasi. Salah satu yang paling krusial adalah vaksinasi. Selain itu, faktor risiko dari kondisi ini antara lain:
  • Buruknya kebersihan lingkungan
  • Minimnya air bersih
  • Tinggal serumah dengan orang yang terinfeksi
  • Berhubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi
  • Mengonsumsi obat-obatan terlarang
  • Melakukan hubungan seks sesame lelaki
  • Bepergian ke daerah emdemi tanpa divaksin atau dengan imun lemah
 
Untuk dapat melakukan diagnosis hepatitis akut, dokter akan melakukan anamnesa atau menggali riwayat medis, faktor risiko, dan gejala hep yang Anda miliki. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area abdomen atau perut untuk mencari nyeri, perlunakan, atau pembesaran organ hati.Selanjutnya, dokter kemungkinan akan melakukan beberapa tindakan berikut:
  • Mengevaluasi kulit dan mata

Evaluasi kulit dan mata dilakukan untuk menentukan apakah ada perubahan warna atau tidak. Mereka yang terkena hepatitis umumnya akan mengalami perubahan warna mata dan kulit menjadi kuning atau jaundice.
  • Mengevaluasi kinerja hati

Dokter ajuga kemungkinan akan mengevaluasi kinerja organ hati dengan melakukan tes laboratorium enzim hati atau transaminase (SGOT/SGPT). Apabila terjadi peningkatan enzim hati, kondisi ini mengindikasikan gangguan fungsi atau kerusakan pada hati.
  • Tes laboratorium lain

Beberapa tes laboratorium lainnya mungkin akan dilakukan untuk mengetauhi penyebab pasti dari hepatitis akut. Tes tersebut bisa berupa tes deteksi virus hepatitis, tes antibodi untuk mendeteksi kondisi autoimun, dan tes kadar obat tertentu.
  • Pencitraan

Metode pencitraan seperti USG abdomen dapat dilakukan untuk mengevaluasi struktur organ hati dan sekitarnya. Tes ini dapat mendeteksi pembesaran organ hati, cairan di rongga perut, tumor hati, atau kelainan pada kantung empedu.
  • Biopsi hati

Meskipun jarang, biopsi hati atau pengambilan jaringan sampel hati juga dapat dilakukan. Langkahini bertujuan mencari tahu penyebab dari hepatitis akut. 
Penanganan hepatitis akut didasarkan dari penyakit yang mendasari hepatitis akut tersebut. Berikut beberapa pilihan terapi yang dapat diberikan dokter pada penderita hepatitis akut:
  • Hepatitis A, B, D, dan E umumnya tidak membutuhkan penanganan yang spesifik dan dapat sembuh dengan sendirinya dengan bantuan terapi suportif. Mencegah dehidrasi, menjaga asupan nutrisi, tirah baring, dan menghindari konsumsi alkohol, alkohol merupakan terapi yang dapat dilakukan pada hepatitis akut akibat virus hepatitis A, B, D, dan E. Namun, pada wanita hamil dengan hepatitis E, diperlukan observasi dan perawatan yang ketat untuk mencegah komplikasi pada kehamilan.
  • Pemberian kombinasi antivirus, untuk hepatitis C
  • Pemberian kortikosteroid atau obat-obatan lain yang dapat memodulasi sistem imun (azatiophrine, takrolimus, cyclosporin), untuk hepatitis akut karena autoimun
  • Penghentian penggunaan obat-obatan tertentu, yang menyebabkan hepatitis
  • Pemberian kolestiramine, apabila muncul gejala gatal pada hepatitis akut.
 

Komplikasi hepatitis akut

Komplikasi hepatitis akut terhitung jarang mengingat kondisi ini bisa sembuh dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Kondisi ini akan sembuh bahkan meski tanpa pengobatan sama sekali.Hanya saja, tetaplah waspada terutama jika terinfeksi hepatitis B atau C. Sebab, komplikasi dari keduanya bisa berupa infeksi kronis. 
Beberapa hal di bawah ini dapat dilakukan sebagai cara mencegah hepatitis akut:
  • Menjaga kebersihan dan sanitasi, yang berkaitan dengan makanan, dapat mencegah timbulnya hepatitis akut karena virus hepatitis A dan E.
  • Tidak berbagi sikat gigi maupun alat cukur dengan orang lain
  • Melindungi diri dari kontaminasi darah maupun cairan tubuh lainnya dan menggunakan kondom selama melakukan hubungan seksual, dapat mencegah terjadinya hepatitis akut karena virus hepatitis B, C, dan D.
  • Mendapatkan vaksinasi, yang dapat mencegah terjadinya hepatitis akut karena virus hepatitis A, B, dan E
  • Selalu menggunakan obat-obatan sesuai dosis dan mematuhi anjuran dokter untuk mencegah hepatitis akut karena obat-obatan.
  • Hindari bergonta-ganti pasangan seksual
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter apabila mengalami beberapa kondisi di bawah ini:
  • Gejjala hepatitis akut yang telah disebutkan di atas
  • Ingin memastikan gejala klinis yang terjadi, berkaitan dengan hepatitis akut dan bukan penyakit lainnya
  • Ingin memastikan penyebab hepatitis akut
  • Ada orang di sekitar yang memiliki gejala hepatitis akut dan Anda ingin mengetahui cara mencegah penyakit tersebut
  • Ingin mengetahui obat-obatan atau tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hepatitis akut
 
Sebelum melakukan kunjungan ke dokter, persiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buatlah daftar seputar gejala yang muncul.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberi dukungan moral maupun membantu mengingat informasi yang disampaikan dokter.
 
Dokter kemungkinan akan mengajukan pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Sejak kapan gejala muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait hepatitis akut?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hepatitis akut agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/hepatitis
Diakses pada 31 Desember 2019
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/liver-and-gallbladder-disorders/hepatitis/overview-of-acute-viral-hepatitis
Diakses pada 31 Desember 2019
University of Rochester. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/ content.aspx?contenttypeid=85&contentid=P00668
Diakses pada 31 Desember 2019
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1119417/
Diakses pada 8 Januari 2020
WHO. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/hepatitis-a
Diakses pada 9 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email