Kondisi autoimun dapat memicu hepatitis akut.
Gejala hepatitis akut bisa menyerupai flu.

Hepatitis akut didefinisikan sebagai suatu kondisi atau penyakit yang ditandai dengan adanya infiltrasi sel-sel radang di organ hati dan peningkatan serum aminotransferase hingga 2,5 kali lipat. Kondisi ini umunya dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu 4-8 minggu. Hepatitis akut dapat disebabkan oleh infeksi virus, kondisi autoimun, dan hepatotoksin yang berasal dari metabolit sekuder obat-obatan, toksin, atau alkohol.

Gejala dari hepatitis akut bervariasi, mulai dari tidak ada gejala hingga muncul gejala yang berat, berdasarkan penyebab yang mendasari timbulnya hepatitis akut. Beberapa gejala yang dapat muncul pada hepatitis akut antara lain:

  • Demam
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan atau malaise
  • Kondisi menyerupai flu
  • Perubahan warna air seni menjadi lebih gelap
  • Perubahan warna tinja yang menjadi pucat dan dapat disertai diare
  • Penurunan nafsu makan dan berat badan tanpa sebab yang jelas
  • Sakit kepala
  • Nyeri otot (myalgia)
  • Nyeri perut
  • Nyeri sendi
  • Sensitif terhadap sinar matahari (fotofobia)
  • Kulit dan mata menjadi kuning (jaundice)
  • Kulit menjadi gatal atau timbul bercak kemerahan

Berikut ini beberapa penyebab yang dapat menimbulkan gejala hepatitis akut:

  • Virus hepatitis A, B, C, D, dan E. Penyebab utama dari hepatitis akut adalah hepatitis A dan hepatitis E, yang menular melalui makanan atau rute fekal-oral
  • Virus selain hepatitis A-E seperti virus Epstein-Barr (EBV) dan Cytomegalovirus (CMV), infeksi bakteri, dan infeksi parasit
  • Alkohol, hepatotoksin, dan overdosis dari beberapa obat-obatan (drug-induced hepatitis).
  • Peradangan karena penyakit autoimun

Untuk dapat mendiagnosis hepatitis, dokter akan melakukan anamnesa atau menggali riwayat medis, faktor risiko, dan gejala hepatitis akut yang Anda miliki. Kemudian, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik pada area abdomen atau perut untuk mencari nyeri, perlunakan, atau pembesaran organ hati. Dokter juga akan mengevaluasi kulit dan mata Anda apakah terdapat perubahan warna menjadi kuning atau jaundice.

Setelah itu, dokter akan mengevaluasi kinerja organ hati dengan melakukan tes laboratorium enzim hati atau Transaminase (SGOT/SGPT). Apabila terjadi peningkatan dari enzim hati, maka kondisi ini mengindikasikan gangguan fungsi atau kerusakan pada hati. Beberapa tes laboratorium lainnya dapat dilakukan untuk mengetauhi penyebab pasti dari hepatitis akut. Misalnya tes untuk mendeteksi virus hepatitis, tes antibodi untuk mendeteksi kondisi autoimun, dan tes kadar obat tertentu.

Pemeriksaan pencitraan seperti ultrasonografi (USG) abdomen dapat dilakukan untuk mengevaluasi struktur organ hati dan sekitarnya. Tes ini dapat mendeteksi pembesaran organ hati, cairan di rongga perut, tumor hati, atau kelainan pada kantung empedu. Meskipun jarang, biopsi atau pengambilan jaringan hati juga dapat dilakukan untuk mencari tahu penyebab dari hepatitis akut.

Penanganan hepatitis akut didasarkan dari penyakit yang mendasari hepatitis akut tersebut. Berikut beberapa pilihan terapi yang dapat diberikan dokter pada penderita hepatitis akut:

  • Hepatitis A, B, D, dan E umumnya tidak membutuhkan penanganan yang spesifik dan dapat sembuh dengan sendirinya dengan bantuan terapi suportif. Mencegah dehidrasi, menjaga asupan nutrisi, tirah baring, dan menghindari konsumsi alkohol, alkohol merupakan terapi yang dapat dilakukan pada hepatitis akut akibat virus hepatitis A, B, D, dan E. Namun, pada wanita hamil dengan hepatitis E, diperlukan observasi dan perawatan yang ketat untuk mencegah komplikasi pada kehamilan.
  • Pemberian kombinasi antivirus, untuk hepatitis C
  • Pemberian kortikosteroid atau obat-obatan lain yang dapat memodulasi sistem imun (azatiophrine, takrolimus, cyclosporin), untuk hepatitis akut karena autoimun
  • Penghentian penggunaan obat-obatan tertentu, yang menyebabkan hepatitis
  • Pemberian kolestiramine, apabila muncul gejala gatal pada hepatitis akut.

Beberapa tindakan di bawah ini dapat mencegah timbulnya hepatitis akut.

  • Menjaga kebersihan dan sanitasi, yang berkaitan dengan makanan, dapat mencegah timbulnya hepatitis akut karena virus hepatitis A dan E.
  • Tidak berbagi sikat gigi maupun alat cukur dengan orang lain
  • Melindungi diri dari kontaminasi darah maupun cairan tubuh lainnya dan menggunakan kondom selama melakukan hubungan seksual, dapat mencegah terjadinya hepatitis akut karena virus hepatitis B, C, dan D.
  • Mendapatkan vaksinasi, yang dapat mencegah terjadinya hepatitis akut karena virus hepatitis A, B, dan E
  • Selalu menggunakan obat-obatan sesuai dosis dan mematuhi anjuran dokter untuk mencegah hepatitis akut karena obat-obatan.
  • Hindari bergonta-ganti pasangan seksual

Anda dapat berkonsultasi dengan dokter apabila:

  • Mengalami gejala hepatitis akut yang telah disebutkan di atas
  • Ingin memastikan gejala klinis yang terjadi, berkaitan dengan hepatitis akut dan bukan penyakit lainnya
  • Ingin memastikan penyebab hepatitis akut
  • Ada orang di sekitar yang memiliki gejala hepatitis akut dan Anda ingin mengetahui cara mencegah penyakit tersebut
  • Ingin mengetahui obat-obatan atau tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi hepatitis akut

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan catatan yang berisi informasi tentang:

  • Gejala yang dirasakan
  • Waktu kemunculan gejala
  • Orang di sekitar dengan gejala serupa
  • Semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi
  • Pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter, termasuk mengenai kemungkinan penyakit selain hepatitis akut dengan gejala serupa

Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Dokter akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. Sebaiknya Anda memberikan jawaban jelas, agar dokter bisa mendiagnosis dengan baik.

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala tersebut timbul?
  • Apakah Anda memiliki beberapa faktor risiko terkait hepatitis akut?
  • Apakah Anda mengalami pembesaran organ di perut?
  • Apakah Anda mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda bertukar alat makan dengan orang yang memiliki gejala serupa?
  • Apakah ada orang di sekitar Anda yang memiliki gejala serupa akhir-akhir ini?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah dicoba?

Setelah itu, dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis hepatitis akut.

Ryder S D, Beckingham I J. Acute hepatitis BMJ 2001; 322 :151 Diakses pada 31 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/hepatitis
Diakses pada 31 Desember 2019

MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/liver-and-gallbladder-disorders/hepatitis/overview-of-acute-viral-hepatitis
Diakses pada 31 Desember 2019

University of Rochester. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/ content.aspx?contenttypeid=85&contentid=P00668
Diakses pada 31 Desember 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1119417/
Diakses pada 8 Januari 2020

Artikel Terkait