Henti jantung mendadak biasanya terjadi karena hilangnya fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran secara tiba-tiba
Gaya hidup yang tidak sehat seperti merokok dan mengonsumsi alkohol dapat meningkatkan risiko henti jantung mendadak.

Serangan jantung mendadak terjadi karena hilangnya fungsi jantung, pernapasan, dan kesadaran secara tiba-tiba. Serangan jantung mendadak biasanya terjadi akibat gangguan arus listrik dalam jantung yang mengganggu denyut jantung. Henti jantung mendadak (sudden cardiac arrest) berbeda dari serangan jantung akibat penyumbatan pembuluh darah, tetapi serangan jantung dapat memicu henti jantung mendadak.

Beberapa gejala henti jantung mendadak, yaitu:

  • Pingsan mendadak
  • Tidak ada denyut nadi
  • Tidak bernapas
  • Hilangnya kesadaran

Penyebab serangan jantung mendadak diakibatkan kelainan denyut jantung (aritmia) dan sistem listrik (irama) jantung. Apabila terjadi masalah dengan nodus sinus atau aliran impuls listrik yang melalui jantung, hal ini dapat mengakibatkan aritmia yang dapat berakibat fatal. Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko terkena henti jantung mendadak, yaitu:

  • Penyakit arteri koroner
  • Serangan jantung
  • Pembesaran jantung
  • Merokok
  • Tekanan darah tinggi
  • Kelebihan berat badan
  • Gaya hidup yang tidak sehat
  • Terlalu banyak mengonsumsi alkohol
  • Diabetes
  • Kolesterol tinggi

Untuk mendeteksi apa yang menyebabkan henti jantung secara mendadak, dokter akan menyarankan beberapa tes, yaitu:

  • Ekokardiografi
    Tes ini menggunakan gelombang suara untuk menilai ukuran, struktur, dan gerakan serta fungsi jantung. 
  • Elektrokardiogram (EKG)
    EKG merupakan alat yang mempunyai sensor untuk mendeteksi sinyal listrik di jantung dengan cara ditempelkan di dada. Tes ini adalah alat utama untuk mendiagnosis henti jantung mendadak. 
  • Tes Pencitraan
    Umumnya digunakan untuk membantu mendiagnosis gejala henti jantung mendadak dan menggambarkan kondisi jantung. Beberapa tes pencitraan yang mungkin disarankan dokter yaitu X-ray, computerized tomography (CT), magnetic resonance imaging (MRI), dan positron emission tomography (PET).
  • Tes Darah
    Dokter juga dapat melakukan tes darah untuk memeriksa kalium, magnesium, hormon, dan bahan kimia lainnya dalam darah yang dapat mempengaruhi kinerja jantung.

Apabila serangan jantung terjadi secara tiba-tiba, harus segera dilakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR).

  • CPR (cardiopulmonary resuscitation)
    Sangat penting untuk mengobati serangan jantung secara mendadak. Hal ini dilakukan untuk mempertahankan aliran darah yang mengandung oksigen ke organ tubuh yang lain. CPR dilakukan sampai pertolongan dokter atau tersedia pengobatan lebih lanjut. Pertolongan pertama yang cepat, khusunya penggunaan teknik resusitasi jantung paru adalah faktor penting untuk meningkatkan peluang bertahan hidup.
  • Obat
    Pasien diberikan obat untuk mengurangi dan mengendalikan detak jantung agar tetap stabil. Beberapa obat berguna untuk mengurangi beban kerja pada jantung, mengobati henti jantung mendadak, dan membantu mengendalikan detak jantung. Agar obat itu lebih efektif pasien harus mengikuti petunjuk dokter.

Ada beberapa cara untuk mengurangi risiko untuk terkena penyakit ini, yaitu:

  • Mengonsumsi makanan yang bergizi
  • Tidak merokok dan tidak mengonsumsi alkohol
  • Berolahraga secara teratur

Apabila Anda merasa nyeri di dada secara terus menerus, segera berkonsultasi dengan dokter. Apabila Anda melihat seseorang atau keluarga Anda pingsan secara mendadak yang mengarah pada henti jantung mendadak, segera bawa ke unit gawat darurat serta melakukan cardiopulmonary resuscitation (CPR) sampai mendapatkan pertolongan.

Pada saat membuat janji, pastikan untuk menanyakan apakah ada yang perlu dilakukan terlebih dahulu, termasuk apa saja yang berhubungan dengan gejala yang dialami. Menyiapkan daftar pertanyaan dapat membuat kunjungan ke dokter lebih efektif. Berikut pertanyaan dasar untuk ditanyakan kepada dokter:

  • Tes apa saja yang saya butuhkan?
  • Obat apa yang saya perlukan?
  • Adakah makanan yang harus saya hindari?
  • Olahraga apa yang cocok untuk penyakit saya?
  • Haruskah saya menemui dokter spesialis?

Dokter mungkin akan memberikan beberapa pertanyaan agar dapat mendiagnosis lebih baik. Berikut pertanyaan yang mungkin diajukan:

  • Kapan mengalami gejala pertama kali?
  • Hal apa yang memperbaiki kondisi?
  • Hal apa yang memperburuk kondisi?

Healthline. https://www.healthline.com/health/cardiac-arrest#diagnosis
diakses pada 21 November 2018.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sudden-cardiac-arrest/symptoms-causes/syc-20350634
diakses pada 21 November 2018.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/cardiacarrest.html
diakses pada 21 November 2018.

Artikel Terkait