Penyakit Lainnya

Henoch-Schonlein Purpura

Diterbitkan: 29 Jan 2019 | Lenny TanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Henoch-Schonlein Purpura
Henoch-Schonlein purpura ditandai dengan ruam keunguan, sakit perut, dan nyeri sendi
Henoch-Schonlein purpura adalah kondisi peradangan dan perdarahan pada pembuluh darah kecil di kulit, usus, sendi, serta ginjal. Penyakit ini tidak menular dan termasuk jarang terjadi.Sesuai namanya, ciri khas Henoch-Schonlein purpura (HSP) berupa munculnya ruam merah atau keunguan (purpura), terutama pada kaki dan bokong penderita. Penyakit ini dapat pula menyebabkan sakit perut dan nyeri sendi.Henoch-Schonlein purpura paling umum dialami oleh anak-anak berusia 2-6 tahun, dan biasanya membaik dengan sendirinya setelah beberapa minggu. Namun perawatan medis diperlukan jika kondisi ini telah memengaruhi ginjal penderita. 
Henoch-Schonlein Purpura
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Anak
GejalaRuam merah dan ungu, nyeri sendi, sakit perut
Faktor risikoUsia, jenis kelamin, ras
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah, tes urine
PengobatanCukup istirahat, cukup minum, obat pereda nyeri
ObatParacetamol, ibuprofen, kortikosteroid
KomplikasiKerusakan ginjal, perdarahan usus, intususepsi
Kapan harus ke dokter?Ruam keunguan seperti memar, nyeri sendi, sakit perut
Secara umum, gejala Henoch-Schonlein purpura meliputi:
  • Demam
  • Sakit kepala
  • Ruam atau bintik kemerahan dan keunguan seperti memar, terutama pada kaki dan bokong, yang menjadi gejala utama Henoch-Schonlein purpura
  • Bengkak dan nyeri pada sendi, khususnya di lutut dan pegrgelangan kaki
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Tinja berdarah
  • Penumpukan cairan di bawah kulit
Baca Juga: Mengenal Penyebab Memar pada Kulit yang Perlu Diketahui 
Hingga sekarang, penyebab Henoch-Schonlein purpura belum diketahui secara pasti. Namun para pakar menduga bahwa penyakit ini berhubungan dengan sistem kekebalan tubuh seseorang.Ketika sistem kekebalan tubuh mengeluarkan respons abnormal terhadap pemicu tertentu, HSP bisa terjadi. Contohnya saja infeksi yang memicu pilek.Beberapa faktor risiko Henoch-Schonlein purpura meliputi:
  • Usia

HSP paling sering dialami oleh anak usia 2-6 tahun dan kalangan dewasa muda. Penyakit ini juga biasanya lebih ringan ketika menyerang anak-anak daripada orang dewasa.Saat terkena Henoch-Schonlein purpura, orang dewasa umumnya mengalami luka bernanah pada ruam kulitnya. Mereka juga lebih sering mengidap kerusakan ginjal jika dibandingkan dengan anak-anak.
  • Jenis kelamin

Henoch-Schonlein purpura lebih kerap terjadi pada anak laki-laki daripada perempuan.
  • Ras

Anak-anak keturunan Kaukasia dan Asia lebih rentan terkena HSP. 
Diagnosis Henoch-Schonlein purpura dapat dilakukan cara:
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengecek ruam kulit, nyeri sendi, dan sakit perut yang dialami oleh pasien.
  • Tes darah

Tes darah ini dapat meliputi pemeriksaan sel darah merah, sel darah putih, dan fungsi ginjal.
  • Tes urine

Tes urine dilakukan untuk mendeteksi ada tidaknya protein dan darah dalam air seni pasien. Dengan ini, dokter bisa memastikan apakah ginjal bekerja dengan baik atau tidak.
  • Biopsi

Biopsi dilakukan untuk mengambil sampel jaringan pada kulit yang mengalami ruam. Jika diperlukan, biopsi ginjal juga dilakukan.
  • Tes pencitraan

Contoh tes pencitraan ini meliputi USG, CT scan, dan MRI. Langkah ini bertujuan melihat kondisi organ dalam perut dan ginjal, serta mendeteksi ada tidaknya komplikasi.Baca Juga: Makna di Balik Warna Urine Anda Secara Medis 
Pengobatan Henoch-Schonlein purpura umumnya tidak diperlukan karena penyakit ini dapat hilang dengan sendirinya dalam waktu 4-6 minggu. Penderita juga jarang mengalami efek samping yang berarti.Dokter akan menyarankan langkah-langkah di bawah ini untuk meringankan gejala HSP yang dialami oleh pasien agar proses pemulihan berjalan lancar:
  • Istirahat yang cukup
  • Memenuhi kebutuhan cairan
  • Mengonsumsi obat-obatan untuk meringankan rasa sakit, misalnya paracetamol dan ibuprofen. Namun penggunaan ibuprofen sebaiknya hanya dilakukan atas anjuran dokter.
HSP tidak menular, jadi penderita bisa kembali beraktivitas seperti biasa jika sudah merasa kondisinya sudah membaik. Misalnya, bersekolah dan bekerja.Meski begitu, durasi Henoch-Schonlein purpura bisa saja berlangsung selama berbulan-bulan, khususnya pada orang dewasa.Bagi penderita yang mengalami kerusakan ginjal yang berat, dokter akan menyarankan rawat inap di rumah sakit. Dokter bisa memberikan kortikosteroid untuk mengurangi gejala HSP yang parah.Ruam kulit akibat Henoch-Schonlein purpura juga berpotensi untuk kambuh. Tapi gejala ini biasa tidak separah saat penderita pertama kali mengalaminya. Misalnya, tanpa gangguan pencernaan dan nyeri sendi. 

Komplikasi Henoch-Schonlein purpura

Bila tidak ditangani sejak dini, Henoch-Schonlein purpura bisa memicu komplikasi sebagai berikut:
  • Kerusakan ginjal
  • Perdarahan pada usus
  • Intususepsi (sangat jarang)
 
Cara mencegah Henoch-Schonlein purpura belum tersedia hingga saat ini. Pasalnya, penyebab pastinya juga belum diketahui.Cara terbaik untuk menghindari penyakit HSP adalah dengan menjauhi pemicunya, seperti infeksi, baik virus maupun bakteri. Anda bisa melakukan langkah ini dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat.
Segera berkonsultasi ke dokter jika Anda mengalami gejala yang terasa mencurigakan dan mengarah pada Henoch Schonlein purpura. Misalnya, ruam dan bintik kemerahan atau keunguan pada kulit, serta masalah serius pada pencernaan. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah ruam terasa gatal dan sakit?
  • Apakah ada hal-hal yang memperberat atau meringankan gejala Anda?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait Henoch Schonlein purpura?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis Henoch Schonlein purpura agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/henoch-schonlein-purpura
Diakses pada 19 November 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/henoch-schonlein-purpura/symptoms-causes/syc-20354040
Diakses pada 19 November 2018
WebMD. https://www.webmd.com/skin-problems-and-treatments/henoch-schonlein-purpura-causes-symptoms-treatment#1
Diakses pada 19 November 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/984105-overview
Diakses pada 23 September 2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/henoch-schonlein-purpura-hsp/
Diakses pada 23 September 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Hidung Bayi Tersumbat Tapi Tidak Ada Ingus? Ini Penyebabnya

Saat mengatasi hidung bayi tersumbat tapi tidak ada ingus, orangtua sebisa mungkin harus tetap tenang. Ketahui apa saja yang menyebabkan hal ini terjadi.
22 Nov 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Hidung bayi tersumbat akan membuat bayi menjadi rewel

7 Cara Mengasuh Anak Tiri, Tak Bisa Langsung Klik

Kesabaran menjadi kunci saat harus mulai berkenalan hingga mengasuh anak tiri. Tentu akan ada trial and error, tapi upaya yang tepat pada akhirnya dapat membangun ikatan antara orangtua dan anak tiri.
19 Oct 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Kesabaran menjadi kunci saat harus mulai berkenalan hingga mengasuh anak tiri

Mulai Telur Hingga Cokelat, Ini 7 Makanan untuk Vitamin Otak Anak

Otak anak berkembang dengan begitu cepat setiap saat. Itulah sebabnya penting memastikan asupan nutrisi mereka benar-benar tepat dan mendukung perkembangan otak. Ada beberapa makanan yang manfaatnya bagaikan vitamin otak anak dan sayang untuk dilewatkan, seperti telur, yogurt, hingga sayuran hijau.
15 Jun 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Telur merupakan salah satu makanan yang mengandung vitamin otak untuk anak