Hematohidrosis adalah kondisi kesehatan di mana seseorang mengeluarkan keringat yang mengandung darah. Kondisi ini sangat langka dan banyak dikaitkan dengan kejadian-kejadian supernatural maupun hal-hal gaib.

Meski banyak yang mempertanyakan kebenarannya, keringat darah termasuk kondisi medis yang nyata. Penyakit yang juga dikenal dengan istilah hemidrosis atau hematidrosis ini bisa muncul pada bagian tubuh manapun, namun paling sering di wajah dan dahi.

Gejala hematohidrosis yang utama adalah keringat darah. Wajah dan dahi merupakan bagian kulit yang paling sering mengalami kondisi ini.

Namun tak hanya berbentuk keringat, hematidrosis juga bisa berupa perdarahan dari mata (air mata darah) serta darah dari telinga. Penderita bisa mengeluarkan keringat dengan bercak-bercak darah maupun cairan keringat yang benar-benar semerah darah padahal tidak ada luka pada area tersebut.

Hingga sekarang, belum ada penelitian yang bisa menyimpulkan dan membuktikan penyebab hematohidrosis secara akurat. Pada dasarnya, penyakit ini merupakan reaksi alami ketika tubuh merasa terancam.

Perdarahan tersebut dapat terjadi akibat pecahnya pembuluh darah yang berukuran sangat kecil di kulit. Penelitian lain menyebutkan bahwa kemerahan pada keringat disebabkan oleh kelenjar keringat mendapatkan aliran darah dari pembuluh darah kapiler. Para pakar menduga bahwa kondisi ini berhubungan dengan:

  • Peradangan pada pembuluh darah kulit.
  • Adanya tekanan berlebih dalam pembuluh darah kulit, hingga cairan darah merembes keluar dari kelenjar keringat.
  • Gangguan perdarahan.
  • Menstruasi.
  • Tekanan fisik yang berlebihan.
  • Tekanan darah tinggi.
  • Stres dan rasa takut yang ekstrem.

Belum ada pemeriksaan khusus dalam proses diagnosis hematohidrosis. Namun dokter umumnya akan melakukan serangkaian langkah di bawah ini:

  • Tanya jawab

Pada tahap awal, dokter akan menanyakan seputar gejala yang Anda alami. Mulai dari durasi dan volume darah yang keluar.

Riwayat medis Anda dan keluarga juga akan ditanyakan. Demikian pula dengan kejadian-kejadian dalam kehidupan Anda.

  • Tes darah

Pemeriksaan darah ini dilakukan untuk mengetahui kandungan yang terdapat dalam darah penderita. Kadar trombosit, prothrombin time, dan tromboplastin time penderita juga akan diperiksa.

Ada atau tidaknya kelainan pada proses perdarahan pun akan diketahui melalui jenis pengecekan ini.

  • USG

Ultrasonografi (USG) dianjurkan guna mengetahui kondisi saluran pencernaan, ginjal, dan hati, yang mungkin saja memengaruhi kemunculan darah pada kelenjar keringat.

  • Tes urine dan pemeriksaan sampel tinja

Kedua jenis prosedur ini juga akan disarankan bila dinilai perlu oleh dokter. Tujuannya adalah untuk mendeteksi apakah terdapat gangguan medis lain pada tubuh penderita.

  • Pemeriksaan lainnya

Tes fungsi hati, fungsi ginjal, endoskopi, dan CT scan juga bisa dianjurkan untuk menentukan diagnsis.

Pengobatan hematohidrosis bertujuan menghentikan perdarahan yang muncul bersama keringat. Dokter akan menyesuaikan penanganan dengan hasil diagnosis Anda. Berikut contohnya:

  • Bila dokter menemukan bahwa penyebab keringat darah adalah gangguan mental (seperti stres, ketakutan, atau masalah pada emosi), dokter akan menerapkan penanganan berupa obat antidepresan, obat antikecemasan, serta psikoterapi.
  • Pada keringat darah yang terjadi karena hipertensi, dokter mungkin meresepkan vitamin C atau beta blockers guna menurunkan tekanan darah penderita.
  • Untuk penderita dengan gangguan perdarahan, obat-obatan untuk membantu proses pembekuan darah mungkin diresepkan.

Tidak diketahui secara pasti bagaimana cara mencegah hematohidrosis. Pasalnya, penyebabnya pun masih misterius.

Meski demikian, risiko kemunculan keringat darah mungkin bisa dikurangi dengan menjauhkan diri dari faktor risikonya. Salah satunya stres yang ekstrem.

Kurangi risiko stres dengan berolahraga secara rutin, tidur cukup, makan dengan teratur, berinteraksi dengan teman atau keluarga, serta melakukan pemeriksaan secara rutin jika memiliki riwayat penyakit depresi.

Hematohidrosis belum diketahui penyebabnya. Oleh karena itu, pencegahannya pun termasuk sulit. Yang bisa Anda lakukan adalah selalu menjaga kesehatan fisik maupun mental agar tetap prima.

Memeriksakan diri ke dokter secara berkala juga bisa berguna. Langkah ini bertujuan memantau kondisi kesehatan secara keseluruhan, mengendalikan penyakit yang sudah ada, serta menjauhi berbagai gangguan medis lainnya.

Konsultasikan ke dokter apabila Anda mengalami gejala hematohidrosis agar penyebabnya bisa terdeteksi. Dengan ini, pengobatan pun bisa diberikan dengan tepat.

Saat keringat darah pertama kali terjadi, Anda panik dan langsung ke rumah sakit. Selama dalam perjalanan dan sebelum pemeriksaan, ada baiknya Anda mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala penyerta yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat medis keluarga Anda.
  • Catat obat, obat herbal, suplemen, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko yang berhubungan dengan keringat darah?
  • Apakah ada gejala penyerta lain yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya dan apa saja pengobatan yang sudah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis hematohidrosis dan memberikan penanganan tepat bagi penderita.

Healthline. https://www.healthline.com/health/hematidrosis
Diakses pada 13 November 2019

NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2810702/
Diakses pada 13 November 2019

WebMD. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/hematidrosis-hematohidrosis#1
Diakses pada 13 November 2019

Genetic and Rare Diseases Information Center. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/13131/hematohidrosis
Diakses pada 13 November 2019

Artikel Terkait