Penyakit Lainnya

Nyeri Ulu Hati (Heartburn)

04 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Nyeri Ulu Hati (Heartburn)
Nyeri ulu hati atau heartburn bisa makin parah setelah makan atau saat berbaring
Heartburn adalah sensasi seperti terbakar yang terasa di belakang tulang dada. Gejala penyakit yang juga sering disebut nyeri ulu hati ini bisa semakin parah setelah Anda makan, berbaring, atau membungkuk.Keluhan heartburn termasuk umum dan tidak berbahaya. Namun kondisi ini juga dapat disebabkan oleh penyakit serius, terutama jika nyeri ulu hati terjadi berulang kali atau hingga mengganggu aktivitas. Umumnya kondisi ini bisa diatasi dengan mengonsumsi obat atau mengubah gaya hidup.Apabila Anda mengalami heartburn lebih dari dua kali seminggu, Anda mungkin saja mengidap gastroesophageal reflux disease atau sering disingkat GERD. GERD membutuhkan penanganan serius dari dokter. 
Nyeri Ulu Hati (Heartburn)
Dokter spesialis Umum, Penyakit Dalam
GejalaNyeri ulu hati, muncul rasa pahit atau asam pada mulut
Faktor risikoKonsumsi makanan pedas dan berlemak, merokok, hamil
Metode diagnosisX-ray, endoskopi, ambulatory acid probe test 
PengobatanObat-obatan, hindari merokok dan mengonsumsi alkohol
ObatLansoprazoleomeprazole, dan antacid
KomplikasiGERD, batuk berkepanjangan, radang tenggorokan
Kapan harus ke dokter?Mengalami sulit menelan atau nyeri ulu hati lebih dari dua kali seminggu
Beberapa gejala nyeri ulu hati yang umum terjadi meliputi:

Sensasi panas seperti terbakar di dada

Ini adalah gejala utama nyeri ulu hati. Keluhan ini bisa bertambah parah setelah Anda selesai makan, berbaring, atau membungkuk.

Muncul rasa aneh dalam mulut

Sensasi ini terjadi karena adanya jumlah asam lambung yang meningkat. Misalnya, Rasa pahit atau asam dalam mulut.

Gejala lainnya

 
Penyebab nyeri ulu hati yang utama adalah asam lambung yang kembali naik dari lambung ke esofagus (kerongkongan). Hal ini terjadi akibat melemahnya otot sfingter di esofagus. Otot berbentuk cincin tersebut mengelilingi ujung esofagus dan bertugas menahan makanan yang sudah masuk ke lambung agar tidak kembali naik ke kerongkongan.Jika otot sfingter melemah secara abnormal, asam lambung pun dapat naik ke esofagus. Inilah yang disebut acid reflux. 

Faktor risiko nyeri ulu hati

Beberapa faktor risiko nyeri ulu hati meliputi:
  • Sederet makanan dan minuman tertentu, seperti kopi, alkohol, cokelat, makanan berlemak, serta makanan pedas
  • Kelebihan berat badan
  • Merokok
  • Sedang hamil
  • Stres dan gangguan kecemasan
  • Beberapa jenis obat, misalnya obat pereda nyeri seperti ibuprofen
  • Menderita hernia hiatus, kondisi di mana sebagian dari lambung masuk ke dalam rongga dada
 
Diagnosis nyeri ulu hati dan penyebabnya akan ditetapkan oleh dokter berdasarkan tanya jawab, pemeriksaan fisik, serta pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan keluhan yang Anda rasakan serta faktor risiko terkait nyeri ulu hati yang mungkin Anda miliki.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien, misalnya pengecekan pada perut dan dada.
  • X-ray

X-ray dilakukan untuk melihat kondisi esofagus dan lambung penderita.
  • Endoskopi

Endoskopi bertujuan mengecek kondisi esofagus. Melalui pemeriksaan ini, dokter terkadang sekaligus mengambil sampel jaringan dari esofagus.
  • Ambulatory acid probe test

Ambulatory acid probe test akan memantau jumlah asam lambung.
  • Esophageal motility test

Pemeriksaan ini berfungsi mengukur pergerakan dan tekanan di dalam esofagus. 
Untuk mengatasi heartburn, dokter harus mengetahui penyakit yang mendasarinya terlebih dulu. Secara umum, obat-obatan dan perubahan gaya hidup sudah cukup untuk mengurangi gejala ini.

Obat-obatan

Dokter bisa memberikan obat-obatan untuk mengatasi gejala nyeri ulu hati. Beberapa jenis obat ini meliputi lansoprazole, omeprazole, dan ranitidine. Anda mungkin harus terus menggunakannya selama satu atau dua bulan.

Perubahan gaya hidup

Perubahan gaya hidup juga dapat membantu dalam meredakan gejala heartburn yang Anda alami. Berikut beberapa contohnya:
  • Makan dalam porsi kecil, namun lebih sering.
  • Jaga agar berat badan berada pada batas ideal. Bila berlebih, turunkan berat badan Anda.
  • Ketika berbaring, pastikan posisi kepala dan dada Anda lebih tinggi dari perut. Dengan ini, asam lambung takkan kembali naik ke kerongkongan.
  • Hindari makanan atau minuman yang dapat memicu nyeri ulu hati, seperti alkohol, kopi, teh, minuman bersoda, cokelat, makan pedas, dan lain-lain.
  • Jangan makan mendekati waktu tidur. Berikan jarak setidaknya empat jam sebelum Anda tidur.
  • Jangan merokok. Tak hanya meningkatkan risiko heartburn, merokok juga bisa memicu berbagai penyakit lain.
  • Jangan mengenakan pakaian yang terlalu ketat, terutama di bagian pinggang.
  • Mengonsumsi obat-obatan dari dokter sesuai anjuran. Jangan menghentikan konsumsi tanpa konsultasi dengan dokter.
 

Komplikasi nyeri ulu hati

Jika tidak ditangani dengan saksama, heartburn bisa menyebabkan komplikasi berupa
  • GERD
  • Batuk berkepanjangan
  • Radang tenggorokan
  • Peradangan atau borok kerongkongan
  • Masalah menelan karena kerongkongan yang sempit
  • Barrett's esophagus yang bisa meningkatkan risiko kanker kerongkongan
 
Cara mencegah nyeri ulu hati dapat dilakukan dengan menjauhi faktor-faktor risiko yang bisa dihindari. Contohnya, tidak merokok, tidak mengonsumsi alkohol, menjaga berat badan agar tetap pada batas ideal, dan banyak lagi. 
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami heartburn yang tidak membaik meski sudah diobati atau nyeri ulu hati yang disertai dengan gejala berikut:
  • Sesak napas
  • Sulit dan nyeri jika menelan
  • Nyeri ulu hati yang dirasakan lebih dari dua kali dalam seminggu
  • Mual dan muntah yang persisten
  • Penurunan berat badan
  • Sakit punggung yang menyebar hingga ke bahu
  • Pusing
  • Sensasi seperti mau pingsan
  • Tinja bewarna hitam
  • Nyeri dada dan berkeringat berlebihan
 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait heartburn?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini penting untuk membantu dokter dalam memastikan diagnosis heartburn dan mendeteksi pemicunya. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/heartburn/symptoms-causes/syc-20373223
Diakses pada 4 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/9151.php
Diakses pada 4 Agustus 2021
WebMD.https://www.webmd.com/heartburn-gerd/guide/understanding-heartburn-basics
Diakses pada 4 Agustus 2021
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/heartburn-and-acid-reflux/
Diakses pada 4 Agustus 2021
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/9617-heartburn-overview
Diakses pada 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email