Penyakit Lainnya

Hashimoto Tiroid

02 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Hashimoto Tiroid
Kerusakan jaringan tiroid disebabkan kondisi autoimun, antibodi menyerang sel tiroid.
Hashimoto tiroid adalah sebuah kondisi autoimun saat sel-sel tubuh menyerang kelenjar tiroid yang sehat. Hashimoto tiroid merupakan penyebab umum dari penyakit hipotiroid. Pada penyakit Hashimoto tiroid, tubuh membentuk antibodi yang merusak jaringan tiroid sehingga menyebabkan peradangan, yang juga diketahui sebagai tiroiditis limfositik kronik.Kelenjar tiroid berfungsi untuk memproduksi hormon yang mengatur berbagai fungsi tubuh seperti metabolisme, reproduksi sel dan pengaturan suhu tubuh. Jadi, apabila ada antibodi yang merusak jaringan tiroid, maka penderitanya akan mengalami penurunan kadar hormon tiroid.Penyakit Hashimoto sering kali terjadi pada wanita berusia 30 tahun ke atas, namun, dapat terjadi juga pada anak-anak. Hashimoto tiroid dapat diobati dengan pemberian terapi hormon tiroid dan terapi pendukung berupa obat-obatan dan suplemen.Baca juga : Mengenal Pentingnya Fungsi Kelenjar Tiroid dalam Tubuh
Hashimoto Tiroid
Dokter spesialis Penyakit Dalam, Endokrin
GejalaKonstipasi, berat badan meningkat, wajah pucat
Faktor risikoPerempuan, lansia, faktor keturunan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanObat-obatan
ObatLevothyroxine
KomplikasiGondok, gangguan jantung, gangguan mental
Kapan harus ke dokter?Jika mengalami kelelahan tanpa alesan yang jelas, kulit kering, wajah pucat
Berikut beberapa gejala yang ditimbulkan penyakit Hashimoto tiroid:
  • Kontisipasi
  • Kulit kering dan pucat
  • Berat badan meningkat
  • Suara serak
  • Kolesterol tinggi
  • Depresi
  • Otot tubuh bagian bawah melemah
  • Kelelahan
  • Merasa lamban
  • Tidak tahan dingin
  • Rambut menipis
  • Menstruasi yang tidak normal
  • Sulit mempunyai anak
Penyakit Hashimoto adalah suatu kondisi autoimun yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menciptakan antibodi yang menyerang kelenjar tiroid. Beberapa peneliti memperkirakan bahwa virus atau bakteri dapat memicu terjadinya kondisi ini, selain itu kelainan genetik juga dapat menjadi faktor risiko terjadinya penyakit Hashimoto. 

Faktor Risiko

Faktor risiko Hashimoto tiroid meliputi :
  • Jenis kelamin. Perempuan lebih berisiko mengidap Hashimoto tiroid dibandingkan laki-laki.
  • Usia. Hashimoto tiroid lebih sering terjadi di usia dewasa muda, namun tetap bisa terjadi di segala usia.
  • Keturunan. Anda lebih berisiko mengidap Hashimoto tiroid jika di keluarga Anda ada yang mengidap Hashimoto tiroid ataupun penyakit autoimun lainnya.
  • Mengidap penyakit autoimun lainnya, seperti diabetes tipe 1, artritis reumatoid atau lupus.
  • Terpapar radiasi. Orang yang sering terpapar radiasi tinggi lebih rentan terhadap Hashimoto tiroid.
Pertama, dokter akan melakukan wawancara terkait gejala yang Anda alami serta melakukan pemeriksaan fisik. Jika terdapat gejala Hashimoto tiroid, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan berupa:

Memeriksa kadar hormon dalam darah

Tes darah dapat menunjukkan jumlah hormon yang diproduksi oleh kelenjar tiroid dan paratiroid.
  • Thyroid Stimulating Hormone (TSH) test

Secara umum, kadar hormon TSH yang tinggi menggambarkan bahwa kelenjar tiroid tidak memproduksi hormon T4 dalam jumlah yang cukup. Pemeriksaan lab ini merupakan alat ukur paling konsisten untuk menunjukkan adanya hipotiroid atau hipotiroid sub klinis pada pasien.
  • Free T4 (FT4) test

Jika kadar hormon T4 rendah, maka Anda dicurigai mengalami hipotiroid.

Memeriksa kadar antibodi dalam darah

Antithyroid antibodi test dilakukan untuk mengetahui keberadaan antibody dalam darah. Jika terdapat antibodi anti tiroid dalam tubuh, maka risiko untuk mengidap Hashimoto tiroid menjadi lebih tinggi.Baca juga : Fungsi FT4 Adalah Mengetahui Fungsi Hormon Tiroid, Ini Cara Kerjanya
Cara mengobati Hashimoto tiroid bergantung pada fungsi kelenjar tiroid. Jika tiroid masih Berfungsi normal dan tidak ada penurunan hormon TSH ataupun T4, maka dokter akan memantau perkembangan gejala Anda.Namun, jika tiroid tidak mampu memproduksi hormon dalam jumlah cukup, Anda perlu mengonsumsi obat. Obat yang biasa diberikan adalah levothyroxine. Levothyroxine merupakan hormon sintesis dari hormon T4. Konsumsi obat ini akan membuat kadar hormon tiroid kembali normal, sehingga meringankan gejala yang dialami.Namun, ada beberapa obat atau vitamin yang akan mengganggu kerja levothyroxine. Penting bagi Anda memberitahu dokter apabila Anda mengonsumsi obat di bawah ini:
  • Suplemen besi
  • Suplemen kalsium
  • Obat golongan proton pump inhibitor, yang diberikan pada pasien gastritis
  • Obat untuk kolesterol tinggi seperti cholestyramine
  • Estrogen
Konsultasikan dengan dokter mengenai waktu konsumsi levothyroxine jika Anda perlu meminum obat lain. Saat pengobatan diberikan, dokter akan menjadwalkan Anda untuk memeriksa hormon TSH secara teratur untuk memonitor fungsi tiroid dan memastikan Anda telah mendapatkan dosis yang tepat. Pengangkatan kelenjar terkadang diperlukan untuk kondisi kelenjar yang tidak membaik semakin membesar dan menimbulkan komplikasi. 

Komplikasi

Jika tidak diobati dengan baik, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa :
  • Gondok. Jika terdapat stimulasi terus-menerus pada kelenjar tiroid untuk memproduksi hormon, maka kelenjar tiroid bisa membesar. Kondisi ini disebut gondok. Hipotiroid merupakan salah satu penyebab tersering dari gondok. Gondok dengan ukuran besar dapat mengganggu penampilan hingga membuat Anda mengalami kesulitan menelan dan bernafas.
  • Gangguan jantung. Hashimoto tiroid dapat meningkatkan risiko Anda terkena penyakit jantung. Hal ini disebabkan karena pada pengidap hipotiroid, terjadi peningkatan “kolesterol jahat” yaitu LDL (low density lipoprotein). LDL yang meningkat dalam jangka panjang akan menyebabkan gangguan jantung.
  • Gangguan psikis dan libido. Depresi bisa terjadi segera setelah mengidap Hashimoto tiroid dan bisa semakin parah dari waktu ke waktu. Hashimoto tiroid juga dapat menyebabkan menurunnya gairah seksual (libido) baik pada pria maupun wanita.
  • Cacat janin. Jika ibu hamil dengan Hashimoto tiroid yang tidak ditangani melahirkan bayi, maka bayi memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami cacat janin, salah satunya adalah bibir sumbing.
  • Myxedema. Meski jarang, ini merupakan kondisi gawat darurat yang ditandai dengan gejala pusing hingga kelelahan terus menerus dan pingsan.
Hingga saat ini, belum ada metode pencegahan untuk penyakit Hashimoto tiroid. Namun ada beberapa cara yang dapat membantu pemulihan lebih cepat dari penyakit ini.Pada sebagian pasien, gejala Hashimoto tiroid masih ada setelah pemberian obat. Sehingga penting untuk memperhatikan gaya hidup dan makanan yang dikonsumsi, meliputi :
  • Hindari makanan dengan bahan dasar tepung dan produk olahan susu dan kedelai
  • Kurangi konsumsi karbohidrat. Dianjurkan mengganti nasi putih dengan nasi merah.
  • Konsumsi suplemen seperti zinc, vitamin D dan vitamin B kompleks
  • Istirahat yang cukup
  • Meminimalisir stres
Temui dokter jika mengembangkan tanda dan gejala:
  • Kelelahan tanpa ada alasan yang jelas
  • Kulit kering
  • Wajah yang bengkak dan pucat
  • Konstipasi
Penderita juga harus menemui dokter untuk melakukan tes tiroid jika:
  • Pernah melakukan operasi tiroid
  • Pernah melakukan pengobatan dengan radioactive iodine atau obat antitiroid
  • Pernah melakukan terapi radiasi pada kepala, leher atau dada bagian atas
Beberapa hal yang dapat dipersiapkan sebelum bertemu dengan dokter antara lain:
  • Waspada terhadap larangan yang harus dilakukan sebelum melakukan pemeriksaan
  • Tuliskan gejala yang dialami
  • Tuliskan informasi pribadi yang penting
  • Tuliskan semua obat, vitamin dan suplemen yang dikonsumsi
  • Ajaklah teman atau anggota keluarga untuk menemani untuk membantu mengingat informasi
  • Tuliskan pertanyaan yang ingin diajukan kepada dokter
Dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan seperti:
  • Apa gejala yang dialami? Dan kapan Anda menyadari gejala pertama?
  • Apakah gejalanya berubah seiring berjalanya waktu?
  • Apakah Anda merasakan perubahan pada level energi atau mood?
  • Apakah suara Anda berubah?
  • Apakah terdapat masalah pencernaan?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis Hashimoto Tiroid agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/17665-hashimotos-disease
Diakses pada 22 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/chronic-thyroiditis-hashimotos-disease#diagnosis
Diakses pada 17 Desember 2018
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hashimotos-disease/diagnosis-treatment/drc-20351860
Diakses pada 22 Februari 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/hashimotos_thyroiditis/article.htm#
Diakses pada 17 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/women/hashimotos-thyroiditis-symptoms-causes-treatments#2-4
Diakses pada 17 Desember 2018
Endocrine web. https://www.endocrineweb.com/conditions/hashimotos-thyroiditis/preventing-hashimotos-thyroiditis#
Diakses pada 22 Februari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/nutrition/hashimoto-diet#diet-
Diakses pada 22 Februari 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email