Hamil Anggur

Ditinjau dr. Fridawati
Hamil anggur ditandai dengan gejala seperti perdarahan pada vagina, tekanan darah tinggi, dan perut membesar tidak sesuai dengan usia kehamilan.
Wanita hamil berusia di bawah 20 tahun atau di atas 35 tahun lebih berisiko untuk mengalami hamil anggur.

Pengertian Hamil Anggur

Hamil anggur atau yang dikenal dengan nama mola hidatidosa adalah komplikasi pada kehamilan yang disebabkan oleh pertumbuhan tidak normal dari trofoblas, sel yang biasanya berkembang menjadi plasenta. Ada 2 tipe hamil anggur, hamil anggur lengkap dan hamil anggur sebagian. Dalam hamil anggur lengkap, jaringan plasenta tidak normal, membengkak dan muncul bentuk kista yang berisi cairan. Tidak ada bentuk dari  janin. Dalam hamil anggur sebagian, akan ada jaringan plasenta normal yang bersamaan dengan jaringan plasenta yang tidak normal. Akan ada bentuk janin, tetapi janin tidak dapat bertahan, dan biasanya terjadi keguguran pada awal kehamilan. Hamil anggur dapat menjadi komplikasi yang serius, kondisi ini termasuk bentuk kanker yang membutuhkan pengobatan.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tidak ada tanda khas untuk kehamilan anggur. Kehamilan anggur dapat diketahui dengan USG secara rutin dalam 8–14 minggu atau akan ditemukan dalam pemeriksaan setelah mengalami keguguran. Beberapa wanita dengan kehamilan anggur memiliki:

  • Perdarahan pada vagina atau flek coklat dari vagina pada kehamilan awal (biasanya pada 3 bulan pertama)
  • Mual muntah pada kehamilan (morning sickness) yang parah
  • Perut membesar tidak sesuai dengan usia kehamilan
  • Tekanan darah yang tinggi
  • Anemia
  • Kelenjar tiroid yang terlalu aktif
  • Pertumbuhan rahim yang cepat - rahim terlalu besar dari yang seharusnya

Penyebab

Hamil anggur disebabkan oleh pembuahan telur yang tidak sempurna atau tidak normal. Sel manusia biasanya mengandung 23 pasang kromosom. Satu kromosom dalam setiap pasang berasal dari ayah dan yang lainya berasal dari sang ibu. Dalam hamil anggur lengkap, telur yang kosong dibuahi dengan sperma dan semua materi genetik berasal dari ayah. Dalam situasi ini, kromosom dari telur sang ibu tidak ada atau tidak aktif dan kromosom ayah di duplikasi. Dalam kehamilan anggur yang tidak lengkap, kromosom ibu tetap ada, tetapi ayah menyediakan 2 pasang kromosom. Sebagai hasilnya, embrio memiliki 69 kromosom dari yang seharusnya 46 kromosom. Hal ini sering terjadi ketika 2 sperma membuahi 1 telur, yang menghasilkan salinan lebih dari materi genetik ayah.

Faktor risiko

Diperkirakan 1 dari setap 1000 kehamilan didiagnosis sebagai kehamilan anggur. Berbagai faktor yang terkait dengan hamil anggur termasuk:

  • Usia ibu. Hamil anggur terjadi pada wanita dengan usia lebih dari 35 tahun atau kurang dari 20 tahun.
  • Kehamilan anggur sebelumnya. Jika seseorang wanita pernah mengalami 1 kehamilan anggur, wanita tersebut memiliki resiko akan terkena kehamilan anggur lagi. Kehamilan anggur yang berulang, rata-rata 1 dari 100 wanita.

Pengobatan

Jika USG menunjukan bahwa seorang ibu memiliki kehamilan anggur, maka kehamilan akan disarankan untuk dihentikan.

Tiga penanganan utama yang dapat dilakukan:       

  • Penghisapan untuk menghilangkan hamil anggur. Sel yang tidak normal akan dihisap menggunakan pipa tipis yang dimasukan melalui vagina dan dijalankan ke daerah perut. Ibu akan diberikan obat bius agar tertidur.
  • Pengobatan. Jika pertumbuhan dari hamil anggur terlalu besar untuk dihisap, ibu akan diberikan obat agar mengeluarkan kehamilan anggur melalui vagina.
  • Operasi untuk mengangkat rahim. Ini bisa menjadi pilihan jika sang ibu tidak ingin memiliki anak lagi dimasa depan.

Konsultasikan kepada dokter mengenai manfaat dan risiko dari pilihan yang berbeda.

Pencegahan

Jika ibu pernah memiliki hamil anggur sebelumnya, konsultasikan kepada dokter kandungan sebelum merencanakan kehamilan berikutnya. Dokter akan menyarankan untuk menunggu selama 6 bulan sampai 1 tahun sebelum mencoba untuk hamil kembali. Risiko untuk memiliki hamil anggur lagi tidak besar, tetapi lebih tinggi untuk wanita yang memiliki sejarah hamil anggur. Dalam kehamilan selanjutnya, dokter kandungan akan melakukan USG diawal untuk memonitor kondisi ibu dan memantau perkembangan janin. Dokter juga akan mendiskusikan pemeriksaan genetik yang dapat digunakan untuk mendiagnosa kehamilan anggur.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/molar-pregnancy/symptoms-causes/syc-20375175
Diakses pada 5 Oktober 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/molar-pregnancy
Diakses pada 5 Oktober 2018

Back to Top