Penyakit Lainnya

Haemarthrosis

04 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Haemarthrosis
Haemarthrosis merupakan perdarahan pada sendi
Haemarthrosis adalah perdarahan pada ruang sendi. Sendi yang paling sering mengalami haemarthrosis adalah sendi lutut, pergelangan kaki, dan siku. Meskipun bisa juga terjadi di pinggul, bahu, dan pergelangan tangan.Pendarahan ini bisa terjadi saat Anda cedera atau bisa juga merupakan salah bentuk komplikasi dari kelainan pendarahan genetik yang dikenal sebagai hemofilia. Hemofilia adalah kelainan langka di mana darah Anda tidak membeku secara normal karena kekurangan protein pembekuan darah (faktor pembekuan). Jika Anda menderita hemofilia, Anda mungkin mengalami pendarahan lebih lama setelah cedera daripada jika darah Anda menggumpal secara normal.Perdarahan pada sendi dapat menyebabkan rasa nyeri dan pembengkakan pada sendi. Jika tidak ditangani dengan benar, dapat menyebabkan kerusakan organ dan jaringan, serta mengancam jiwa. 
Haemarthrosis
Dokter spesialis Ortopedi
GejalaSendi nyeri, bengkak, dan tampak kemerahan
Faktor risikoKelainan darah, infeksi, pemakaian obat antikoagulasi
Metode diagnosisTanya jawab, pemeriksaan fisk, analisis cairan sendi
PengobatanKompres dingin sendi, operasi sinovektomi, operasi penggantian sendi
KomplikasiArtritis degeneratif, tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala haemarthrosis
Jika pendarahan yang terjadi cukup banyak, maka akan menimbulkan gejala seperti:
  • Nyeri pada sendi
  • Bengkak pada sendi
  • Kemerahan di sekitar sendi
  • Sendi terasa hangat
  • Sendi menjadi kaku
  • Memar-memar di sekitar sendi
  • Penurunan ruang gerak sendi (sendi tidak dapat ditekuk atau diluruskan secara maksimal seperti normal)
  • Sensasi kesemutan
 
Penyebab haemarthrosis yang utama adalah keseleo, patah tulang, dan robeknya ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang). 

Faktor risiko haemarthrosis

Beberapa faktor risiko haemarthrosis meliputi:
  • Kelainan darah seperti hemofilia. Pada pengidap hemofilia, perdarahan sendi bisa kambuh dengan frekuensi yang sering, yaitu hingga 1-2 kali per minggu. Bahkan tanpa didahului trauma.
  • Pemakaian obat antikoagulasi, yakni obat anti-pembekuan darah seperti warfarin
  • Infeksi
  • Osteoarthritis
  • Kanker
  • Komplikasi operasi sendi
  • Artritis atau radang sendi
  • Kerusakan pembuluh darah
  • Penyakit ginjal atau hati berat
  • Kekurangan vitamin K
  • Penyakit koagulasi intravaskular diseminata (disseminated intravascular coagulation/DIC)
  • Penyakit saraf yang menyebabkan kehilangan sensasi seperti sensasi nyeri
 
Diagnosis haemarthrosis dilakukan dengan beberapa metode pemeriksaan berikut:
  • Tanya jawab

Dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan pasien serta riwayat keluarga. Contohnya, trauma pada sendi, pemakaian obat pengencer darah, kelainan darah, atau perdarahan berulang yang mengarah pada gangguan pembekuan darah.Dokter juga akan menanyakan semua gejala yang dialami oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter Anda mungkin menggerakkan atau menekuk sendi Anda untuk menguji rentang geraknya. Bicaralah jika apa pun yang dilakukan dokter Anda menyakitkan.
  • Analisis cairan sendi

Pemeriksaan ini merupakan cara terbaik untuk mengetahui adanya haemarthrosis. Prosedur pemeriksaan ini adalah dengan mengambil cairan sendi menggunakan jarum. Jika didapatkan cairan sendi berwarna kemerahan terdapat darah pada cairan sendi.
  • Pemeriksaan radiologi

Tes pencitraan yang disarankan bisa berupa rontgen, CT scan, atau MRI.Setelah perdarahan sendi dipastikan, penyebabnya perlu dicari. Jika dicurigai adanya kelainan darah, tes darah untuk memeriksa komponen darah dilakukan. 
Cara mengobati haemarthrosis umumnya akan tergantung dari tingkat keparahan penyakit dan seberapa lama pasien sudah mengalami kondisi tersebut. Penanganan ditujukan untuk mengatasi penyebab perdarahan dan umumnya meliputi:

Perawatan di rumah

Haemarthrosis juga bisa diobati dengan melakukan perawatan di rumah, seperti:
  • Mengistirahatkan sendi
  • Memberi kompres dingin pada sendi
  • Mengangkat bagian sendi yang berdarah sehingga lebih tinggi dari jantung

Infus

Jika terdapat kelainan darah, terapi yang diberikan adalah infus faktor pembekuan darah dan obat yang dapat menstimulasi produksi faktor pembekuan darah. Untuk mengatasi nyeri diberikan obat anti nyeri.

Mengeluarkan darah

Perdarahan yang disebabkan oleh trauma dapat ditangani dengan mengeluarkan darah yang ada dalam ruangan sendi menggunakan jarum yang disuntikkan ke dalam sendi.

Operasi sinovektomi

Jika perdarahan sangat berat sehingga menyebabkan kerusakan sendi, operasi sinovektomi (membuang lapisan sinovial sendi yang berfungsi untuk lubrikasi sendi) dapat mengatasi rasa nyeri dan memperbaiki ruang gerak sendi. Sinovium akan tumbuh lagi setelah dioperasi.

Operasi penggantian sendi

Nyeri yang sangat berat dan menyebabkan keterbatasan aktivitas sehari-hari dapat diatasi dengan operasi penggantian sendi. Operasi ini umumnya dilakukan pada lutut dan panggul, dimana sendi dan tulang yang rusak akan dibuang dan diganti dengan sendi buatan, baik plastik maupun logam.Setelah terapi selesai dan sendi sudah tidak mengalami perdarahan diperlukan waktu untuk perbaikan sendi sebelum sendi dapat dipakai kembali dengan normal. Selama waktu ini diperlukan fisioterapi pada otot untuk mencegah kelemasan otot akibat tidak dipakai selama sendi dalam masa pemulihan. 

Komplikasi haemarthrosis

Jika tidak ditangani dengan benar, haemarthrosis bisa menyebabkan komplikasi berupa: 
  • Hilangnya kekuatan pada otot-otot di sekitar sendi
  • Nyeri saat menggunakan sendi
  • Nyeri saat sendi dalam keadaan istirahat
  • Tidak dapat melakukan aktivitas sehari-hari, seperti berjalan, membawa beban berat, atau naik turun tangga
  • Artritis degeneratif atau tulang rawan hancur
 
Cara mencegah haemarthrosis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Lakukan olahraga untuk menguatkan otot
  • Turunkan berat badan jika kelebihan berat badan
  • Hindari melakukan olahraga yang bisa menyebabkan perdarahan
 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada haemarthrosis. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait haemarthrosis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis haemarthrosis agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525999/
Diakses pada 4 Agustus 2021
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemophilia/diagnosis-treatment/drc-20373333
Diakses pada 4 Agustus 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/hemarthrosis
Diakses pada 4 Agustus 2021
Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320443.php
Diakses pada 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email