Haemarthrosis

Ditinjau dr. Reni Utari
Haemarthrosis ditandai dengan gejala seperti nyeri, kesemutan, dan pembengkakan di sekitar sendi.
Perdarahan pada sendi umumnya disebabkan karena trauma. Namun beberapa kondisi seperti penggunaan obat dan penyakit dapat menyebabkan haemarthrosis.

Pengertian Haemarthrosis

Haemarthrosis adalah perdarahan pada ruang sendi. Sendi yang paling sering mengalami haemarthrosis adalah sendi lutut, pergelangan kaki, dan siku. Perdarahan pada sendi dapat menyebabkan rasa nyeri dan pembengkakan pada sendi. Jika tidak ditangani dengan benar, dapat menyebabkan kerusakan sendi yang permanen.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Jika pendarahan yang terjadi cukup banyak, maka akan menimbulkan gejala seperti:

  • Nyeri pada sendi
  • Bengkak pada sendi
  • Kemerahan di sekitar sendi
  • Sendi terasa hangat
  • Sendi menjadi kaku
  • Memar-memar di sekitar sendi
  • Penurunan ruang gerak sendi (sendi tidak dapat ditekuk atau diluruskan secara maksimal seperti normal)
  • Sensasi kesemutan

Penyebab

Penyebab terbanyak perdarahan sendi adalah karena trauma seperti keseleo, patah tulang, dan robeknya ligamen (jaringan yang menghubungkan tulang dengan tulang).

Hal lain yang juga dapat menjadi penyebab adalah:

  • Kelainan darah seperti hemofilia dimana tidak terdapat cukup protein yang berfungsi untuk membantu proses pembekuan darah. Pada orang dengan hemofilia, pendarahan sendi dapat terjadi berulang dan dengan frekuensi yang sering yaitu dapat mencapai 1-2 kali per minggu. Pendarahan juga bisa tidak didahului dengan adanya trauma.
  • Pemakaian obat antikoagulasi / anti pembekuan darah seperti warfarin
  • Kelainan saraf
  • Artritis atau penyakit radang sendi
  • Kerusakan pembuluh darah
  • Komplikasi operasi sendi
  • Infeksi
  • Osteoarthritis (kondisi dimana terjadi peradangan pada sendi yang diakibatkan karena proses penuaan karena penggunaan sendi dalam waktu)
  • Penyakit ginjal atau hati berat
  • Kekurangan vitamin K
  • Penyakit koagulasi intravaskular diseminata atau Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)
  • Penyakit saraf yang menyebabkan kehilangan sensasi seperti sensasi nyeri
  • Kanker

Diagnosis

Penegakkan diagnosis haemarthrosis dapat dicapai dengan:

  • Pemeriksaan pada sendi yang bergejala
  • Analisis cairan sendi. Pemeriksaan ini merupakan cara terbaik untuk mengetahui adanya haemarthrosis. Prosedur pemeriksaan ini adalah dengan mengambil cairan sendi menggunakan jarum. Jika didapatkan cairan sendi berwarna pink, merah atau cokelat terdapat darah pada cairan sendi.
  • Pemeriksaan radiologi seperti rontgen, CT atau MRI sendi

Setelah dipastikan bahwa terjadi pendarahan sendi, maka perlu dicari penyebab pendarahan tersebut dengan melihat riwayat kesehatan dan riwayat keluarga seperti adanya trauma pada daerah sendi, pemakaian obat-obatan pengencer darah, kelainan darah pada keluarga, atau adanya perdarahan berulang yang mengarah pada kelainan pembekuan darah.

Jika dicurigai adanya kelainan darah, maka akan dilakukan pemeriksaan darah untuk memeriksa komponen darah dengan mengambil darah vena menggunakan jarum.

Pengobatan

Terapi haemarthrosis ditujukan untuk mengatasi penyebab pendarahan. Jika terdapat kelainan darah maka terapi yang diberikan adalah infus faktor pembekuan darah dan obat yang dapat menstimulasi produksi faktor pembekuan darah. Untuk mengatasi nyeri diberikan obat anti nyeri.

Selain terapi medis, hal-hal yang dapat dilakukan secara mandiri jika terjadi pendarahan pada sendi adalah:

  • Mengistirahatkan sendi
  • Memberi kompres dingin pada sendi
  • Mengangkat bagian sendi yang berdarah sehingga lebih tinggi dari jantung

Pendarahan yang disebabkan oleh trauma dapat ditangani dengan mengeluarkan darah yang ada dalam ruangan sendi menggunakan jarum yang disuntikkan ke dalam sendi. Selain untuk mengurangi nyeri, cairan yang dikeluarkan dapat digunakan untuk analisis cairan sendi. Namun untuk orang yang sudah diketahui menderita hemofilia atau gangguan pembekuan darah lainnya, prosedur ini tidak disarankan karena tusukan jarum dapat menyebabkan pendarahan.

Jika pendarahan sangat berat sehingga menyebabkan kerusakan sendi, operasi sinovektomi (membuang lapisan sinovial sendi yang berfungsi untuk lubrikasi sendi) dapat mengatasi rasa nyeri dan memperbaiki ruang gerak sendi. Sinovium akan tumbuh lagi setelah dioperasi.

Nyeri yang sangat berat dan menyebabkan keterbatasan aktivitas sehari-hari dapat diatasi dengan operasi penggantian sendi. Operasi ini umumnya dilakukan pada lutut dan panggul, dimana sendi dan tulang yang rusak akan dibuang dan diganti dengan sendi buatan, baik plastik maupun logam.

Setelah terapi selesai dan sendi sudah tidak mengalami pendarahan diperlukan waktu untuk perbaikan sendi sebelum sendi dapat dipakai kembali dengan normal. Selama waktu ini diperlukan fisioterapi pada otot untuk mencegah kelemasan otot akibat tidak dipakai selama sendi dalam masa pemulihan.

Jika tidak ditangani, pendarahan sendi yang signifikan dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen. Pendarahan masif maupun pendarahan kecil berulang dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen. Jaringan di sekitar sendi, tendon, dan ligamen dapat menjadi mengecil yang akan mengakibatkan pergerakan sendi menjadi terbatas.

Kerusakan sendi juga dapat menyebabkan pendarahan pada sendi tersebut. Pendarahan berulang akan mengakibatkan hal-hal seperti:

  • Kelemahan otot di sekitar sendi tersebut
  • Nyeri saat sendi digerakkan
  • Nyeri sendi meskipun tidak digerakan
  • Keterbatasan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari seperti berjalan, membawa barang berat, naik turun tangga
  • Artritis degeneratif, dimana terjadi kerusakan tulang rawan sendi. Jika artritis yang diakibatkan cukup berat, dapat dilakukan operasi untuk membersihkan atau mengganti sendi.

Pencegahan

Pada orang dengan hemofilia sedang atau berat, obat-obatan pengganti faktor pembekuan darah dapat mencegah pendarahan sendi berulang. Terapi ini dilakukan beberapa kali per minggu. Selain itu, olahraga dan fisioterapi bermanfaat untuk memperkuat otot, meningkatkan koordinasi, menjaga berat badan sehingga dapat mencegah kerusakan sendi.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika Anda mencurigai adanya pendarahan sendi dengan gejala-gejalanya, segera berkunjung ke fasilitas kesehatan terdekat karena pemulihannya akan lebih baik jika penanganan dilakukan lebih cepat.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Mencatat gejala yang dirasakan beserta waktu timbulnya
  • Mencatat informasi kesehatan lain Anda
  • Mencatat obat-obatan yang dikonsumsi
  • Mencatat pertanyaan yang ingin ditanyakan kepada dokter

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter akan menanyakan beberapa hal berkaitan dengan gejala Anda secara lebih mendetail dan melakukan serangkaian pemeriksaan.

Referensi

Radiopaedia. https://radiopaedia.org/articles/haemarthrosis?lang=gb
Diakses pada 23 Februari 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/hemarthrosis#diagnosis
Diakses pada 23 Februari 2019

Ncbi. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK525999/
Diakses pada 23 Februari 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/320443.php
Diakses pada 23 Februari 2019

Mayoclinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/hemophilia/diagnosis-treatment/drc-20373333
Diakses pada 23 Februari 2019

Back to Top