Gusi Bengkak

Diterbitkan: 30 Dec 2019 | dr. Reisia Palmina Brahmana
Ditinjau oleh Nina Hertiwi Putri

Gusi bengkak adalah salah satu penyakit gusi di mana gusi membesar secara abnormal dan terasa menonjol.  Gusi merupakan jaringan yang tebal, melapisi tulang rahang, dan tersusun oleh banyak serat serta pembuluh darah.

Pembengkakan gusi termasuk kondisi yang umum terjadi dan dapat disebabkan oleh banyak hal. Namun sebagian besar penyebabnya adalah masalah kesehatan mulut.

Gusi bengkak umumnya dimulai dari area di mana gusi berbatasan dengan gigi. Selain itu, gejala gusi bengkak lainnya bisa berupa:

  • Gusi yang tampak dan terasa menonjol keluar.
  • Perubahan warna pada gusi, yaitu menjadi merah
  • Gusi yang terasa sensitif dan nyeri.
  • Gusi yang mudah berdarah.
  • Pada pembengkakan yang parah, gusi bahkan menutupi sebagian dari gigi penderita.

Berikut beberapa penyebab gusi bengkak:

  • Gingivitis atau radang gusi

Penyakit ini merupakan penyebab gusi bengkak yang paling sering. Gingivitis adalah peradangan pada gusi akibat kebersihan mulut yang tidak terjaga dengan baik.

Jika gigi tidak dibersihkan dengan baik, bakteri serta sisa makanan akan menumpuk lalu membentuk plak di garis batas gusi dan gigi. Plak yang dibiarkan akan mengeras dan membentuk karang gigi, yang kemudian menyebabkan terjadinya gingivitis.

  • Kekurangan gizi atau malnutrisi

Kekurangan vitamin dapat menyebabkan pembengkakan pada gusi, terutama vitamin B dan C.

Vitamin C berperan penting dalam menjaga kesehatan gusi dan gigi. Jika kadar vitamin ini terlalu rendah, Anda dapat menderita scurvy atau skorbut. Anemia dan penyakit gusi merupakan beberapa gejalanya.

  • Infeksi virus

Infeksi virus juga dapat memicu gusi bengkak, contohnya, acute herpetic gingivostomatitis.

  • Infeksi jamur

Bila tidak ditangani dengan benar, infeksi jamur bisa merajalela dalam mulut hingga memicu gusi bengkak.

  • Gigi berlubang

Gusi bengkak dapat pula terjadi karena gigi berlubang yang telah berkembang menjadi abses gigi.

  • Kehamilan

Perubahan hormon ketika hamil akan meningkatkan aliran darah, termasuk pada gusi. Akibatnya, gusi mudah mengalami iritasi dan pembengkakan.

  • Perikoronitis akibat gigi geraham bungsu tumbuh miring

Pada gigi geraham bungsu yang kekurangan ruang untuk tumbuh, gigi akan tumbuh miring. Hal ini mengakibatkan sela-sela gigi akan sulit terjangkau sikat, sehingga bakteri menumpuk dan menyebabkan infeksi.

Gigi geraham yang tumbuh miring juga akan membuat gusi terluka sehingga menimbulkan pembengkakan dan rasa nyeri.

  • Sisa makan yang tersangkut di sela gigi

Sisa makan yang tersangkut di antara gigi dapat memicu iritasi pada gusi yang kemudian membengkak. Umumnya, kondisi gusi bengkak ini tidak berlangsung lama dan akan hilang ketika sisa makanan tersebut sudah diambil.

  • Penyebab lainnya

Meski jarang, sensitivitas terhadap produk tertentu (seperti pasta gigi atau obat kumur) dan penggunaan gigi palsu yang kurang pas juga bisa menjadi penyebab gusi bengkak.

Diagnosis gusi bengkak akan ditentukan oleh dokter gigi berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Mari simak penjelasan di bawah ini:

  • Tanya jawab

Dokter gigi akan mengajukan beberapa pertanyaan seputar gejala dan faktor risiko terkait gusi bengkak. Misalnya, riwayat gigi berlubang dan penyakit gusi.

  • Pemeriksaan klinis

Dokter gigi akan memeriksa kondisi gusi dan gigi penderita. Pemeriksaan ini dilakukan dengan alat bernama periodontal probe.

  • Pemeriksaan penunjang

Dokter gigi bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis gusi bengkak dan penyebabnya. Contohnya, rontgen gigi.

Penanganan gusi bengkak yang umumnya diberikan oleh dokter gigi meliputi:

  • Obat kumur untuk mencegah gingivitis dan membersihkan plak.
  • Pasta gigi tertentu.
  • Pada gusi bengkak akibat infeksi bakteri, obat antibiotik akan diresepkan.
  • Pembersihan plak dan karang gigi dengan scalling serta root planing.

Selain penanganan medis, beberapa hal di bawah ini juga bisa Anda lakukan di rumah untuk membantu penyembuhan gusi bengkak:

  • Menggosok gigi dengan perlahan agar gusi tidak luka.
  • Membersihkan sela-sela gigi dengan benang gigi (dental floss).
  • Berkumur dengan air garam untuk membunuh kuman.
  • Minum banyak cairan. Air akan membantu dalam meningkatkan produksi air liur yang akan melemahkan bakteri penyebab gangguan medis dalam mulut.
  • Menghindari pemicu iritasi, seperti obat kumur yang terlau kuat, alkohol, dan rokok.
  • Menempelkan kompres hangat di wajah Anda pada sisi gusi bengkak untuk meredakan nyeri di gusi.
  • Menggunakan kompres dingin untuk meredakan pembengkakan.

Beberapa hal yang dapat Anda terapkan untuk mencegah gusi bengkak meliputi:

  • Senantiasa menjaga kebersihan mulut

Anda bisa melakukannya dengan menggososk sikat gigi setidaknya dua kali sehari. Benang gigi juga bisa Anda gunakan untuk membersihkan sisa-sisa makanan dari sela gigi.

  • Rutin memeriksaan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi

Anda sebaiknya memeriksan kesehatan gigi dan mulut ke dokter gigi. Lakukan setidaknya sekali dalam enam bulan atau satu tahun.

Frekuensi pemeriksaaan tersebut sebaiknya lebih sering Anda jalani apabila Anda memiliki risiko lebih tinggi untuk memiliki penyakit gusi. Misalnya karena merokok atau mengidap diabetes.

Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter gigi jika kondisi gigi bengkak berlangsung lebih dari dua minggu.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat frekuensi pemeriksaan gigi yang Anda jalani.
  • Catat kebiasaan serta pola makan Anda.
  • Catat kebiasaan Anda dalam menjaga kebersihan mulut, misalnya frekuensi menggososk gigi.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gusi bengkak?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan bisa menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis gusi bengkak dan penyebabnya. Dengan ini, pengobatan yang sesuai pun bisa diberikan.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/003066.htm
Diakses pada 27 Desember 2019

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/326030.php
Diakses pada 27 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/gums-swollen
Diakses pada 27 Desember 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/gum-disease/
Diakses pada 27 Desember 2019

Artikel Terkait