Kulit & Kelamin

Granuloma Inguinale

29 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Granuloma Inguinale
Bakteri penyebab granuloma inguinale menginfeksi kulit di sekitar kelamin
Granuloma inguinale adalah infeksi bakteri kronis yang menyebabkan timbulnya lesi di sekitar alat kelamin. Kondisi ini merupakan salah satu infeksi menular seksual. Penyakit ini sewaktu-waktu dapat kambuh kembali setelah melakukan perawatan.Granuloma inguinale memengaruhi kulit dan selaput lendir di daerah genital. Penyakit dengan nama lain donovanosis ini menghasilkan lesi nodular (benjolan pada kulit) dan menjadi bisul. Ulkus berkembang secara progresif dan bersifat destruktif (merusak atau menghancurkan jaringan). Penyakit ini menular melalui hubungan seks. Namun bisa pula ditularkan melalui anus atau jalan lahir.Pada beberapa kasus yang jarang terjadi, penyakit menular seksual ini juga bisa menyebar melalui seks oral. 
Granuloma Inguinale
Dokter spesialis Kulit
GejalaBenjolan atau jerawat di selangkangan
Faktor risikoLaki-laki, usia 20-40 tahun
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, biopsi cairan
PengobatanObat-obatan
ObatAzitromisin, doksisiklin, ciprofloxacin, dan eritromisin.
KomplikasiKerusakan alat kelamin, pembengkakan alat kelamin
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala granuloma inguinale
Gejala granuloma inguinale muncul secara perlahan setelah 1 minggu dan biasanya perlu waktu 12 minggu hingga mencapai puncak gejalanya.Gejala yang biasanya timbul adalah terdapat benjolan atau jerawat yang akan muncul di kulit area genital, namun tidak akan terasa sakit. Lesi yang disebabkan oleh penyakit ini muncul secara perlahan melalui tiga tahap berikut:
  • Tahap pertama

Terdapat jerawat kecil yang akan menyebar dan menggerogoti jaringan di sekitarnya. Jaringan akan berubah warna menjadi merah muda.Jaringan tersebut kemudian membentuk nodul merah dengan tekstur beludru, dan muncul di sekitar alat kelamin atau anus. Benjolan ini tidak terasa sakit, namun dapat berdarah jika terluka.
  • Tahap kedua

Pada tahap ini bakteri mulai mengikis kulit yang akan timbul shallow ulcers yang akan menyebar dari alat kelamin ke bagian anus, lipat paha, bagian bawah perut, atau daerah inguinal yang berbau busuk disertai bisul.
  • Tahap ketiga

Pada tahap terakhir ini, penyakit berkembang menjadi borok yang dalam dan berubah menjadi jaringan parut. 
Penyebab granuloma inguinale yang utama adalah bakteri Klebsiella granulomatis. Penyakit ini biasanya ditemukan pada daerah beriklim tropis atau subtropis. 

Faktor risiko granuloma inguinale

Beberapa faktor yang bisa menigkatkan risiko granuloma inguinale meliputi:
  • Laki-laki
  • Usia 20-40 tahun
  • Tinggal di daerah beriklim tropis dan subtropis. Seperti Papua Nugini, Guyana. India Tenggara, dan Australia
  • Perilaku seks bebas dan tanpa pengaman
 
Diagnosis granuloma inguinale dilakukan melalui beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:
  • Pemeriksaan cairan

Dokter akan mengambil sedikit sampel cairan dari dari bagian yang sakit. Sampel ini lalu diperiksa di bawah mikroskop.
  • Biopsi atau pengambilan sampel jaringan

Dokter akan mengangkat sebagian kecil dari ulkus. Sampel ini lalu diuji di laboratorium untuk mengetahui ada tidaknya bakteri Klebsiella granulomatis.Bakteri juga dapat dideteksi dengan mengikis beberapa lesi dan melakukan tes lebih lanjut pada sampel.
  • Tes darah

Tes darah dapat membantu dokter untuk mendeteksi ada tidaknya infeksi dalam tubuh pasien. 
Cara mengobati granuloma inguinale biasa dilakukan oleh dokter dengan pemberian obat antibiotik. Pasalnya, penyakit ini disebabkan oleh bakteri.Contoh obat antibiotik yang bisa diresepkan oleh dokter meliputi azitromisindoksisiklin, ciprofloxacin, dan eritromisin. Obat ini harus digunakan setidaknya selama tiga minggu, atau sampai luka benar-benar sembuh.Pengobatan tersebut akan dilanjutkan sampai luka benar-benar sembuh, dan semua tanda-tanda penyakit telah sembuh. Jika ulkus tidak merespons, dokter akan memberikan aminoglikosida (berupa gentamisin 1 mg/kg berat badan melalui infus). 

Komplikasi granuloma inguinale

Jika tidak ditangani dengan tepat, granuloma inguinale dapat menyebabkan komplikasi berupa:
  • Penyebaran infeksi ke kelenjar getah bening di area selangkangan
  • Kerusakan alat kelamin dan jaringan parut
  • Hilangnya warna kulit di area genital
  • Pembengkakan alat kelamin permanen karena jaringan parut
 
Cara mencegah granuloma inguinale yang bisa dilakukan meliputi:
  • Setia pada pasangan
  • Menggunakan kondom saat berhubungan intim
  • Menghindari praktik seks yang tidak aman, seperti sering gonta-ganti pasangan seks atau berhubungan intim dengan pasangan yang memiliki pasangan seks lain
 
Jika Anda memiliki tanda atau gejala-gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya, konsultasikan dengan dokter.Selain itu, Anda perlu berkonsultasi dengan dokter jika pernah melakukan kontak seksual dengan orang yang diketahui mengidap donovanosis, atau anda memiliki bisul di area genital. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait granuloma inguinale?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis granuloma inguinale agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Healthline. https://www.healthline.com/health/granuloma-inguinale
Diakses pada 29 November 2018
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000636.htm
Diakses pada 29 November 2018
Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1052617-treatment
Diakses pada 1 April 2019
MSD Manual. https://www.msdmanuals.com/home/infections/sexually-transmitted-diseases-stds/granuloma-inguinale#v790303
Diakses pada 25 Mei 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email