Granuloma Inguinale

Ditinjau dr. Reni Utari
Granuloma inguinale adalah penyakit menular seksual akibat infeksi bakteri pada area kulit kelamin.
Bakteri penyebab Granuloma inguinale menginfeksi kulit sekitar kelamin.

Pengertian Granuloma Inguinale

Granuloma Inguinale (donovanosis) merupakan salah satu infeksi menular seksual yang menyebabkan timbulnya lesi di sekitar alat kelamin. Penyakit ini sewaktu-waktu dapat kambuh kembali setelah melakukan perawatan. Granuloma inguinale memengaruhi kulit dan selaput lendir di daerah genital, dimana penyakit ini menghasilkan lesi nodular (benjolan pada kulit) dan menjadi bisul. Ulkus berkembang secara progresif dan bersifat destruktif (merusak atau menghancurkan jaringan). 

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini biasanya akan muncul seminggu setelah terinfeksi. Gejala yang biasanya timbul adalah terdapat benjolan atau jerawat yang akan muncul di kulit namun tidak akan terasa sakit. Lesi yang disebabkan oleh penyakit ini akan berkembang melalui tiga tahap, yaitu:

  • Tahap Satu
    Terdapat jerawat kecil yang akan menyebar dan menggerogoti jaringan di sekitarnya. Jaringan akan berubah menjadi warna merah muda kemudian berubah menjadi nodul merah dengan tekstur beludru yang terdapat di sekitar alat kelamin atau anus. Benjolan tersebut tidak terasa sakit namun dapat berdarah jika terluka.
  • Tahap Dua
    Pada tahap ini bakteri mulai mengikis kulit yang akan timbul shallow ulcers yang akan menyebar dari alat kelamin ke bagian anus, paha, bagian bawah perut, atau daerah inguinal yang berbau busuk disertai bisul.
  • Tahap Tiga
    Pada tahap terakhir ini, penyakit berkembang menjadi borok yang dalam dan berubah menjadi jaringan parut.

Penyebab

Granuloma Inguinale disebabkan oleh bakteri Klebsiella granulomatis. Penyakit ini biasanya ditemukan pada daerah beriklim tropis atau subtropis. Penyakit ini juga menyebar melalui orang-orang yang suka berpergian ke daerah iklim tropis dan subtropis, serta terkena penyakit ini melalui hubungan seksual vaginal, anal, atau oral. Pria memiliki kemungkinan dua kali lebih besar penyakit ini dibandingkan wanita dalam jangkauan usia 20-40 tahun.

Diagnosis

Granuloma Inguinale biasanya sulit di deteksi pada tahap awal karena mungkin lesi tidak terlihat. Dokter Anda bisanya tidak akan mencurigai granuloma inguinale kecuali bisul sudah mulai terbentuk. Jika ulkus tidak sembuh dalam jangka waktu yang lama, dokter akan melakukan pengambilan sampel cairan atau biospi untuk menganalisis bakteri yang terdapat pada lesi dengan cara mengangkat area kecil menggunakan pisau melingkar. Dokter juga akan melakukan tes darah untuk memperkuat diagnosis dan memastikan bahwa tidak ada tanda-tanda penyakit menular seksual lain.

Pengobatan

Untuk mengobati penyakit ini, biasanya dokter akan meresepkan obat antibiotik yang digunakan untuk menyembuhkan infeksi, seperti azitromisin, doksisiklin, ciprofloxacin, dan eritromisin. Antibiotik ini digunakan paling tidak selama tiga minggu atau sampai luka benar-benar sembuh dan dilanjutkan sampai repitelisasi usus (penyembuhan luka) terjadi dan semua tanda-tanda penyakit telah sembuh. Jika ulkus tidak merespons, maka dapat diberikan aminoglikosida (gentamisin 1mg/kg secara intavena).

 

Pencegahan

Penyakit ini dapat dicegah dengan menghindari aktivitas seksual atau melakukan aktivitas seksual yang aman, seperti memakai kondom, untuk mengurangi risiko penyakit menular seksual.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Berkonsultasilah dengan dokter jika mengalami gejala-gejala yang disebutkan sebelumnya. Penanganan yang cepat akan membantu mempercepat kesembuhan.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/granuloma-inguinale
Diakses pada 29 November 2018

MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/000636.htm
Diakses pada 29 November 2018

Medscape. https://emedicine.medscape.com/article/1052617-treatment
Diakses pada 1 April 2019

Back to Top