Granuloma Inguinal

Granuloma inguinale adalah penyakit menular seksual yang disebabkan oleh bakteri Klebsiella granulomatis. Karakteristik khasnya ialah borok pada kelamin atau selangkangan yang tidak nyeri serta lambat berkembang.

Penyakit ini juga disebut donovanosis. Pasalnya, jaringan yang terinfeksi memiliki komponen sel tertentu bernama donovan bodies.

Granuloma inguinale kerap ditemukan di area tropis (seperti Indonesia) atau subtropis (seperti Papua Nugini, India Selatan, Afrika Selatan, Karibia, dan Amerika Selatan. Penderita umumnya pria berusia diantara 20 hingga 40 tahun dan risiko infeksi kelamin ini lebih tinggi pada kalangan pria homoseksual.

Pada umumnya, butuh waktu satu minggu hingga 50 hari sejak Anda terinfeksi bakteri Klebsiella granulomatis sampai muncul gejala. Terkadang, gejala bahkan baru muncul setelah satu tahun Anda mengalami infeksi bakteri. Jeda waktu ini disebut masa inkubasi.

Secara umum, gejala granuloma inguinale menyerang alat kelamin penderita serta anus. Pada pria, gejala bisa terjadi pada penis, terutama di bagian korona, glans, dan kulup. Sedangkan pada wanita, indikasi muncul di vulva, khususnya labia minora dan fourchette.

Granuloma inguinale terbagi dalam beberapa stadium. Berikut penjelasannya:

  • Stadium satu

Awalnya, muncul bintil kecil di permukaan kulit seperti jerawat. Namun bintil ini tidak nyeri.

Seiring waktu, bintil akan menyebar ke jaringan kulit di sekitarnya. Jaringan-jaringan kulit yang mati akan berubah menjadi merah muda.

Setelah itu, bintik akan membentuk benjolan dengan tekstur permukaan yang terasa halus saat diraba. Benjolan memang tidak terasa sakit, namun mudah berdarah bila tergores. Benjolan-benjolan ini umumnya muncul di alat kelamin dan anus penderita.

  • Stadium dua

Pada tahap ini, bakteri mulai menyerang kulit sehingga terbentuk luka-luka borok pada anus dan alat kelamin. Borok ini lambat laun menyebar ke paha, perut bagian bawah, atau selangkangan.

Tepi-tepi norok tersebut akan membentuk jaringan granulasi, dan terkadang mengeluarkan bau tidak sedap.

  • Stadium tiga

Pada stadium tiga, borok semakin dalam dan membentuk jaringan parut.

Penyebab granula inguinale adalah bakteri Klebsiella granulomatis. Bakteri ini menyebar melalui hubungan seks, baik seks lewat vagina dan seks anal. Meski jarang, penularannya juga bisa terjadi lewat seks oral.

Oleh sebab itu, orang yang sering berganti-ganti pasangan lebih mungkin untuk tertular penyakit ini. Demikian pula dengan orang yang tidak menggunakan kondom ketika berhubungan intim.

Diagnosis granuloma inguinale ditentukan oleh dokter berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Mari simak penjelasannya di bawah ini:

  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar gejala dan faktor risiko yang dimiliki oleh pasien.

  • Pemeriksaan fisik

Dokter kemudian memeriksa bagian tubuh yang mengalami gejala, khususnya area kelamin, guna mendeteksi gejala granuloma inguinale.

  • Pemeriksaan penunjang

Dokter juga bisa menganjurkan Anda untuk menjalani pemeriksaan penunjang guna memastikan diagnosis dengan sampel cairan yang diambil dari luka dan memeriksanya di bawah mikroskop. Serangkaian pemeriksaan ini meliputi:

  • Pemeriksaan mikroskopis giemsa stain guna mendeteksi Donovan bodies
  • Biopsi (pengambilan sampel jaringan) pada luka
  • Nucleic acid amplification test
  • Tes penyakit menular seksual lain karena granuloma inguinale berpotensi meningkatkan risiko penyakit kelamin lainnya.

Karena disebabkan oleh bakteri, pengobatan granuloma inguinale yang utama adalah dengan obat antibiotik selama tiga minggu atau hingga borok sembuh. Contoh antibiotik ini meliputi tetracycline, macrolide erythromycin, streptomycin, dan ampicillin.

Karena granuloma inguinale menular melalui hubungan seksual, pasangan pasien atau orang yang berhubungan seksual dengan pasien dalam waktu 60 hari sebelum gejala muncul juga harus menjalani pemeriksaan dan pengobatan.

Penderita pun harus melakukan pemeriksaan medis secara teratur ke dokter selama pengobatan, dan tidak boleh berhubungan intim hingga dinyatakan benar-benar sembuh.

Pencegahan granuloma inguinale bisa dilakukan dengan langkah-langkah di bawah ini:

  • Setialah pada pasangan Anda dan jangan berganti-ganti pasangan.
  • Gunakan kondom ketika berhubungan intim.

Anda sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter jika mengalami gejala granuloma inguinale.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:

  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait granuloma inguinale?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjangLangkah ini penting untuk memastikan diagnosis granuloma inguinale agar pengobatan bisa diberikan dengan tepat.

Dermanetnz. https://dermnetnz.org/topics/granuloma-inguinale/
Diakses pada 30 Desember 2019

CDC. https://www.cdc.gov/std/tg2015/donovanosis.htm
Diakses pada 30 Desember 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/granuloma-inguinale
Diakses pada 30 Desember 2019

Artikel Terkait