Glositis

Ditinjau dr. Indra Wijaya
Kesulitan saat menggigit, mengunyah, atau berbicara merupakan salah satu gejala glositis
Glositis adalah kondisi radang yang terjadi pada lidah dan membuat lidang terlihat lebih halus atau licin.

Pengertian Glositis

Glositis adalah keadaan dimana permukaan lidah terlihat lebih halus atau licin karena bintil-bintil lidah (papillae) nampak menghilang akibat peradangan. Selain itu, seperti halnya peradangan pada bagian tubuh lain, bengkak, lunak dan adanya perubahan warna pada lidah juga terjadi pada glositis.

Glositis dapat terjadi secara tiba-tiba, bahkan ketika seseorang belum pernah mengalami glositis sebelumnya. Peradangan yang parah pada lidah dapat menimbulkan rasa sakit yang menyebabkan kesulitan atau perubahan pada cara makan ataupun cara berbicara.

Terdapat beberapa jenis glositis, antara lain sebagai berikut:

  1. Glositis Akut

    Glositis akut dapat berkembang secara tiba-tiba disertai dengan gejala yang cukup parah. Glositis jenis ini biasanya terjadi akibat reaksi alergi terhadap sesuatu yang masuk ke dalam mulut.
  1. Glositis Kronis

    Glositis kronis terjadi karena peradangan dalam jangka waktu lama (kronis) dan dapat berkaitan dengan kondisi atau penyakit lain yang sedang terjadi dalam tubuh.
  1. Glositis Atrofi (Hunter’s glossitis)

    Glositis atrofi menyebabkan bintil-bintil pada lidah menjadi hilang sehingga mengubah tekstur atau permukaan lidah menjadi licin dan nampak berkilau.
  1. Median Rhomboid Glossitis

    Median rhomboid glossitis merupakan jenis glositis yang disebabkan oleh adanya infeksi jamur atau berkaitan dengan adanya penyakit kencing manis (diabetes mellitus). Glositis jenis ini memiliki ciri berupa daerah kemerahan pada lidah, berukuran 2-3 cm, serta biasanya ditemukan berbentuk V pada bagian tengah lidah.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Setiap gejala yang terjadi pada glositis dapat berupa gejala ringan maupun berat, serta dapat berlangsung sementara maupun permanen. Gejala-gejala tersebut terjadi dengan cepat dan dapat berkembang. Beberapa gejala yang terjadi saat mengalami glositis antara lain:

  • Bengkak pada lidah. Apabila bengkak terus terjadi dan ukuran lidah semakin lama semakin membesar, hal tersebut dapat mengakibatkan terganggunya jalan napas sehingga penderita akan kesulitan bernapas dan dapat berakibat fatal.
  • Kesulitan saat menggigit, mengunyah, atau berbicara karena ukuran lidah menjadi lebih besar dari sebelumnya.
  • Rasa sakit pada area lidah.
  • Permukaan atau tekstur lidah menjadi licin.
  • Warna lidah berubah menjadi pucat ataupun merah terang.

Penyebab

Glositis seringkali merupakan sebuah gejala pada penyakit atau keadaan lain, seperti:

  • Adanya reaksi alergi terhadap produk-produk yang digunakan dalam rongga mulut (misalnya seperti pasta gigi dan obat kumur), makanan, maupun obat-obatan yang dikonsumsi.
  • Mulut kering akibat menderita Sjorgen syndrome.
  • Adanya infeksi dari bakteri, jamur, maupun virus (termasuk herpes pada rongga mulut).
  • Cedera yang disebabkan oleh rasa terbakar dalam rongga mulut, gigi yang tajam, kawat gigi yang tajam, serta gigi tiruan yang tidak pas.
  • Kondisi kulit yang menyebabkan dampak pada area rongga mulut.
  • Terpapar oleh benda-benda yang dapat menyebabkan iritasi seperti tembakau, makanan-makanan pedas, rempah-rempah, atau hal lain.
  • Faktor hormon, stres, serta kecemasan.
  • Kekurangan nutrisi seperti vitamin B12 atau kekurangan zat besi dalam darah.
  • Kadang-kadang, apabila sebelumnya ada anggota keluarga yang pernah mengalami glositis, keadaan ini dapat juga dialami oleh anggota keluarga selanjutnya (dapat diturunkan).
  • Dapat merupakan suatu tanda suatu penyakit keganasan.

Diagnosis

Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan untuk glositis, antara lain:

  • Memeriksa apakah lidah mengalami pembengkakan yang dapat terlihat dari ukuran lidah yang lebih besar dari ukuran normal, perubahan warna lidah menjadi pucat atau merah terang, serta timbulnya rasa sakit pada lidah.
  • Perabaan lidah menggunakan jari untuk mengamati tekstur permukaan lidah, karena glositis umumnya ditandai dengan bintil-bintil pada lidah yang nampak hilang sehingga mengakibatkan perubahan tekstur pada permukaan lidah.
  • Pemeriksaan riwayat kesehatan serta gaya hidup untuk memastikan penyebab terjadinya radang pada lidah.
  • Pemeriksaan darah ataupun air liur (saliva) dapat dilakukan untuk memastikan penyebab peradangan yang terjadi pada lidah Anda karena glositis dapat menjadi sebuah gejala bahwa tubuh Anda sedang mengalami penyakit atau keadaan lain.

Pengobatan

Prinsip dalam pengobatan glositis adalah untuk meredakan rasa sakit dan pembengkakan yang terjadi pada lidah. Pengobatan glositis bermacam-macam dan disesuaikan dengan faktor penyebabnya. Beberapa cara untuk melakukan hal tersebut, antara lain:

  • Menjaga kesehatan rongga mulut dengan cara menyikat gigi dua kali sehari (setelah sarapan dan sebelum tidur) serta melakukan pembersihan sela-sela gigi menggunakan benang gigi (dental floss) setidaknya sekali dalam sehari.
  • Perubahan pola makan untuk mengatasi permasalahan nutrisi yang dapat menjadi penyebab terjadinya glositis. Suplemen juga dapat dikonsumsi apabila tubuh memerlukan tambahan nutrisi.
  • Menghindari kontak dengan faktor penyebab glositis sebagai tanda reaksi alergi yang terjadi dalam tubuh Anda misalnya seperti tembakau, makanan-makanan pedas, maupun alkohol.
  • Konsultasikan pada dokter gigi apabila terdapat gigi yang tajam, kawat gigi yang tajam, maupun gigi tiruan yang tidak pas untuk menghindari faktor-faktor tersebut semakin menyebabkan peradangan pada lidah.
  • Penggantian pasta gigi maupun obat kumur yang menyebabkan alergi dan peradangan pada lidah.
  • Penggunaan antibiotik, anti-virus, anti-jamur, ataupun obat-obatan lain yang sesuai dengan penyebab terjadinya peradangan pada lidah.

Glositis atau peradangan pada lidah dapat hilang atau sembuh apabila penyebabnya dapat tertangani dengan tepat.

Pencegahan

Hal-hal yang dapat dilakukan untuk mencegah terjadinya glositis adalah dengan menjaga kesehatan dan kebersihan rongga mulut. Biasakan untuk menyikat gigi dua kali sehari sekaligus membersihkan lidah dan langit-langit mulut, penggunaan dental floss untuk membersihkan sela-sela gigi paling tidak sekali dalam sehari, serta penggunaan obat kumur bila perlu.

Rutin memeriksakan diri ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali juga dapat membantu deteksi dini masalah rongga mulut termasuk glositis, agar segera dapat tertangani dengan baik dan tidak bertambah parah. Selain itu, menjaga pola makan dan pola hidup sehat juga dapat membantu mengingat glositis dapat berkaitan dengan penyakit lain yang terjadi dalam tubuh.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Dalam penanganan glositis, sebaiknya berkonsultasi pada dokter gigi apabila telah mengalami gejala-gejala tersebut selama lebih dari 10 hari; bengkak pada lidah semakin parah atau bahkan mengalami kesulitan mengunyah, menggigit, ataupun bernapas akibat peradangan yang terjadi pada lidah.

Referensi

Colgate. https://www.colgate.com/en-us/oral-health/life-stages/adult-oral-care/glossitis--symptoms--causes-and-treatment 
diakses pada 1 Desember 2018.

Healthline. https://www.healthline.com/health/glossitis
diakses pada 1 Desember 2018.

Medical News Today. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322135.php
diakses pada 1 Desember 2018.

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001053.htm
diakses pada 1 Desember 2018.

Pathology Outlines. http://www.pathologyoutlines.com/topic/oralcavityglossitis.html
diakses pada 1 Desember 2018.

Unbound Medicine. https://www.unboundmedicine.com/5minute/view/5-Minute-Clinical-Consult/116247/all/Glossitis
diakses pada 1 Desember 2018.

Back to Top