Glomerulonefritis adalah penyakit radang di glomerulus yang ada pada ginjal.
Glomerulonefritis adalah penyakit radang di glomerulus yang ada pada ginjal.

Glomerulonefritis adalah peradangan glomerulus, yang merupakan struktur pada ginjal yang terdiri dari pembuluh darah kecil. Struktur ini membantu menyaring darah dan membuang cairan berlebih. Jika glomerulus rusak, ginjal akan berhenti berfungsi dengan baik dan terjadi gagal ginjal. Hal ini dapat terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang justru menyerang jaringan tubuh yang sehat. Jika tidak ditangani dengan segera, glomerulonefritis merupakan penyakit serius yang dapat mengancam jiwa. Glomerulonefritis dapat bersifat akut atau mendadak dan dan kronis atau jangka waktu yang lama. Kondisi ini dahulu disebut dengan Bright’s disease

Darah dalam urine merupakan gejala glomerulonefritis yang berat. Urine dapat berbusa jika mengandung sejumlah besar protein. Hal ini dapat didiagnosa melalui tes uji sampel urine.

Gejala glomerulonefritis tergantung pada jangka waktu terjadinya serta penyebabnya.

Pada Glomerulonefritis akut, gejala awal yang terjadi adalah:

  • Bengkak pada wajah dipagi hari
  • Darah di dalam urine (urine berwarna kecoklatan)
  • Buang air kecil lebih jarang dari biasanya
  • Sesak dan batuk karena adanya cairan didalam paru–paru
  • Tekanan darah tinggi

Glomerulonefritis sering tidak bergejala dalam perkembangannya, dan seringkali menyebabkan gagal ginjal.

 Gejala awal dari glomerulonefritis kronis, diantaranya adalah:

  • Urine yang berwarna merah muda, karena terdapat darah dalam urine
  • Urine yang berbusa karena terdapat banyaknya protein
  • Tekanan darah tinggi
  • Retensi cairan atau edema dengan pembengkakan yang jelas di wajah, tangan, kaki, atau perut
  • Sering buang air kecil terutama pada malam hari

Gejala dari gagal ginjal, meliputi:

  • Hilangnya nafsu makan
  • Mual dan muntah
  • Kelelahan
  • Kesulitan untuk tidur
  • Kulit kering dan gatal
  • Kram otot pada malam hari

Penyebab glomerulonefritis bergantung pada apakah itu akut atau kronis. Glomerulonefritis seringkali disebabkan karena terdapat gangguan pada sistem kekebalan tubuh.

Glomerulonefritis akut

Glomerulonefritis akut dapat terjadi akibat respons terhadap infeksi seperti radang tenggorokan atau abses gigi. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh bereaksi secara berlebihan terhadap infeksi. Glomerulonefritis jenis ini dapat hilang dengan sendirinya tanpa pengobatan. Namun, jika tidak berangsur membaik, diperlukan pengobatan segera untuk mencegah kerusakan jangka panjang pada ginjal.

Penyakit tertentu yang dapat memicu glomerulonefritis, diantaranya adalah:

  • Radang tenggorokan yang disebabkan oleh streptococcus
  • Systemic Lupus Erythematosus atau lupus
  • Sindrom Goodpasture atau penyakit autoimun langka di mana antibodi menyerang ginjal dan paru-paru
  • Amyloidosis atau kondisi yang terjadi ketika protein abnormal dan dapat menyebabkan penumpukkan kerusakan pada organ dan jaringan
  • Granulomatosis dengan polyangiitis (Wegener’s Granulomatosis) yang merupakan penyakit langka yang menyebabkan peradangan pembuluh darah
  • Polyarteritis nodosa atau penyakit dimana sel-sel menyerang pembuluh darah arteri

Penggunaan obat anti-inflamasi non steroid yang berat, seperti ibuprofen dan naproxen juga dapat meningkatkan risiko terkena glomerulonefritis.

Glomerulonefritis Kronis

Bentuk kronis glomerulonefritis dapat berkembang selama beberapa tahun tanpa gejala apapun atau hanya terdapat sedikit gejala. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan permanen pada ginjal dan akhirnya menyebabkan gagal ginjal. Glomerulonefritis kronis tidak selalu memiliki penyebab yang jelas. Penyakit genetik dapat menyebabkan glomerulonefritis. Hereditary Nephritis terjadi pada laki–laki muda dengan pendengaran serta penglihatan yang buruk. Penyebab lain yang mungkin termasuk, diantaranya adalah:

  • Penyakit autoimun tertentu
  • Riwayat kanker
  • Paparan terhadap beberapa pelarut hidrokarbon

Selain itu, dengan memiliki bentuk akut glomerulonefritis dapat menyebabkan penyakit berkembang menjadi glomerulonefritis kronis di kemudian hari.

Langkah pertama dari dalam diagnosa adalah tes urinalisis. Darah dan protein dalam urin adalah penanda penting untuk penyakit glomerulonefritis. Pemeriksaan fisik rutin untuk kondisi lain juga dapat mengarah pada penemuan glomerulonefritis.

Tes urine lebih lanjut mungkin diperlukan untuk memeriksa tanda-tanda penting kesehatan ginjal, seperti:

  • Total protein dalam urine
  • Konsentrasi urine
  • Berat jenis urine
  • Sel darah merah urine
  • Osmolalitas urine
  • Bersihan kreatinin

Tes darah akan mengidentifikasi:

  • Anemia yang menandakan rendahnya kadar sel darah merah
  • Kadar albumin abnormal
  • Nitrogen urea darah abnormal
  • Tingginya kadar kreatinin

Tes imunologi juga dapat membantu dokter memeriksa:

  • Antibodi membran basal anti-glomerular
  • Antibodi sitoplasma anti neutrofil
  • Antibodi anti-nuklear
  • Kadar complement

Hasil dari pemeriksaan ini dapat menunjukkan sistem kekebalan tubuh yang merusak ginjal.

Biopsi ginjal mungkin perlu untuk menegakkan diagnosis. Pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sedikit sampel dari jaringan ginjal untuk diperiksa di laboratorium.

Tes lain yang dapat dilakukan dokter, diantaranya adalah:

  • CT scan
  • USG ginjal
  • Rontgen dada
  • Pyelogram intravena

Pengobatan glomerulonefritis tergantung pada jenis glomerulonefritis yang dialami dan penyebabnya.

Glomerulonefritis akut dan ringan biasanya tidak selalu memerlukan pengobatan dan dapat sembuh dengan sendirinya.

  • Perubahan pola makan. Dalam kasus ringan, dokter akan memberikan saran diet, seperti mengurangi makanan yang banyak mengandung garam, mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang mengandung jumlah potasium yang tinggi, serta mengurangi asupan cairan.  Dengan melakukan perubahan ini, dapat membantu mengontrol tekanan darah dan memastikan jumlah cairan didalam tubuh dapat diregulasi dengan baik.
  • Berhenti merokok. Merokok dapat menyebabkan penyakit ginjal yang disebabkan oleh glomerulonefritis memburuk dengan cepat.
  • Mengobati tekanan darah tinggi. Glomerulonefritis berat yang disebabkan oleh masalah dengan sistem kekebalan tubuh, terkadang diobati dengan imunosupresan yang berfungsi untuk menekan sistem kekebalan tubuh. Imunosupresan diantaranya adalah kortikosteroid, siklofosfamid, serta imunosupresan lainnya.
  • Obat-obatan lainnya. Jika kondisi disebabkan oleh infeksi virus, dokter akan merekomendasikan obat antiviral.
  • Mengobati tekanan darah tinggi. Glomerulonefritis sering menyebabkan tekanan darah tinggi yang dapat menyebabkan kerusakan ginjal lebih lanjut dan masalah kesehatan lainnya. Penderita darah tinggi perlu minum obat yang menurunkan tekanan darah yang membantu mengurangi jumlah protein yang bocor ke dalam urin, seperti angiotensin-converting enzyme (ACE) inhibitor atau angiotensin receptor blockers (ARB).
  • Mengobati kolesterol tinggi. Kadar kolesterol tinggi merupakan kondisi yang umum ditemui pada penderita glomerulonefritis. Dokter akan merekomendasikan obat untuk mengurangi kolesterol dan membantu melindungi komplikasi penyakit lain seperti penyakit jantung dan penyakit pembuluh darah. Obat golongan statin adalah obat yang paling sering digunakan.
  • Plasma exchange (pertukaran plasma). Plasma merupakan cairan yang merupakan bagian dari darah, dan mengandung protein, seperti antibodi yang menyebabkan ginjal meradang. Pertukaran plasma melibatkan menyingkirkan sebagian plasma dari dalam darah. Plasma tersebut dipisahkan dan dikeluarkan dari darah. Lalu substitusi plasma ditambahkan kedalam darah sebelum dikembalikan kedalam tubuh. Pengobatan ini menggunakan mesin khusus, dan biasanya dilakukan pada kondisi glomerulonefritis berat.
  • Mengobati penyakit ginjal kronis atau gagal ginjal. Pengobatan ini dikhususkan untuk kasus-kasus berat yang tidak dapat diperbaiki dengan perawatan lain, Seperti dialisis ginjal dan transplantasi ginjal.
  • Vaksinasi. Seseorang dengan glomerulonefritis dapat lebih rentan terhadap infeksi, terutama jika memiliki sindrom nefrotik atau penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, sebaiknya melindungi diri terhadap infeksi dengan vaksin flu dan pneumonia.

Tidak ada cara yang efektif untuk mencegah sebagian besar bentuk glomerulonefritis. Namun, beberapa langkah di bawah dapat dilakukan:

  • Carilah pengobatan yang tepat dan segera untuk infeksi yang disebabkan oleh streptokokus yang disertai dengan sakit tenggorokan atau impetigo.
  • Untuk mencegah infeksi yang dapat menyebabkan beberapa bentuk glomerulonefritis, seperti HIV dan hepatitis, lakukanlah hubungan seks dengan aman dan hindari penggunaan obat intravena (suntikan).
  • Kontrol tekanan darah tinggi untuk mengurangi kemungkinan kerusakan pada ginjal dari hipertensi.
  • Kontrol gula darah untuk mencegah nefropati diabetik.

Temui dokter jika Anda melihat darah dalam urin Anda. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan jika mencurigai adanya glomerulonefritis, seperti:

  • Tes darah untuk mengukur kadar kreatinin. Jika ginjal tidak bekerja dengan baik, kadar kreatinin pada darah akan meningkat dan glomerular filtration rate (laju filtrasi glomerulus) akan menurun.
  • Tes urine untuk memeriksa darah atau protein dalam urin

Jika Anda memiliki masalah ginjal yang perlu dievaluasi lebih lanjut, maka dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan, seperti:

  • Pemeriksaan ultrasound untuk memeriksa ukuran ginjal, memastikan tidak terdapat sumbatan, dan mencari apakah ada masalah atau gangguan lainnya.
  • Biopsi dengan mengambil sedikit jaringan ginjal sebagai sampel untuk diperiksa lebih lanjut di laboratorium.

Sebelum berkonsultasi dengan dokter, ada baiknya jika Anda membuat daftar:

  • Gejala-gejala yang Anda alami
  • Semua obat dan suplemen serta dosis pemakaian
  • Riwayat medis utama Anda, termasuk riwayat penyakit keluarga
  • Pertanyaan untuk ditanyakan kepada dokter

Dokter akan mengajukan beberapa pertanyaan untuk mendiagnosa keadaan Anda, seperti:

  • Apakah gejala Anda alami secara terus menerus atau hanya sesekali saja?
  • Adakah yang tampaknya memperbaiki gejala Anda?
  • Apakah Anda memiliki riwayat tekanan darah tinggi atau diabetes melitus?
  • Apakah ada anggota keluarga Anda yang memiliki riwayat menderita glomerulonefritis atau penyakit ginjal lainnya?

Healthline. https://www.healthline.com/health/glomerulonephritis
diakses pada 6 Desember 2018.

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/glomerulonephritis/
diakses pada 6 Desember 2018.

Artikel Terkait