Glaukoma sudut terbuka primer adalah jenis glaukoma yang menjadi salah satu penyebab kebutaan utama di dunia. Padahal, kondisi ini seharusnya dapat dicegah dengan deteksi dan penanganan dini. 

Terdapat beberapa tipe glaukoma, yaitu glaukoma sudut tertutup akut, glaukoma kongenital primer, glaukoma sekunder, glaukoma dengan tekanan bola mata yang normal (normal tension glaucoma), dan glaukoma sudut terbuka primer.

Di antara semua jenis glaukoma tersebut, tipe glaukoma yang tersering adalah glaukoma sudut terbuka primer. Karakteristiknya berupa bertambahnya tekanan bola mata akibat peningkatan produksi cairan mata atau jalan keluar yang terhambat, bilik mata depan yang terbuka, dan kerusakan saraf mata yang progresif.

Walaupun terdapat banyak tipe, kesamaan pada semua jenis glaukoma adalah kerusakan saraf mata yang progresif (semakin lama, semakin berat) yang akhirnya berujung pada gangguan penglihatan yang permanen. 

Karena itulah, penting sekali melakukan deteksi dini glaukoma, terutama bagi orang-orang yang berisiko tinggi untuk mengalaminya. 

Pada tahap awal, glaukoma sudut terbuka primer tidak memperlihatkan gejala apapun. Seseorang biasanya baru menyadari ada yang salah pada penglihatannya bila sudah terjadi atrofi (pengecilan ukuran) saraf mata yang berat.

Gejala awal

Beberapa petunjuk yang mungkin menjadi gejala awal glaukoma sudut terbuka primer meliputi:

  • Sering terjatuh ketika menuruni tangga.
  • Kerap melewatkan suatu kalimat saat membaca.
  • Kesulitan berkendara akibat lapangan pandang mata yang menyempit.

Gejala lanjutan

Pada tahap lanjut, lapang pandang penglihatan penderita akan semakin menyempit dan hanya melihat seperti dari dalam terowongan (tunnel vision). Akibatnya, penderita bisa saja sering menabrak pintu atau mengalami kecelakaan karena tidak melihat mobil yang sedang melintas di sampingnya. 

Penyebab glaukoma sudut terbuka primer belum diketahui secara pasti. Namun para ahli medis memperkirakan bahwa faktor-faktor di bawah ini bisa berpengaruh:

  • Faktor keturunan. Apabila Anda memiliki keluarga kandung yang mengidap glaukoma sudut terbuka primer, risiko Anda untuk mengalami kondisi yang sama akan meningkat.
  • Tingginya tekanan dalam bola mata.
  • Usia tua.
  • Ras tertentu, seperti keturunan Afrika. 
  • Kornea (selaput bening mata) yang tipis.
  • Rabun jauh.
  • Diabetes mellitus.
  • Tekanan darah tinggi.

 

 

Orang-orang yang memiliki faktor-faktor risiko tersebut sebaiknya melakukan pemeriksaan rutin ke dokter mata untuk mendeteksi ada tidaknya glaukoma sudut terbuka primer sejak dini.

Diagnosis glaukoma sudut terbuka primer akan dipastikan oleh dokter berdasarkan proses tanya jawab, pemeriksaan fisik serta pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Tanya jawab

Sebelum melakukan pemeriksaan mata, dokter akan menanyakan seputar gejala dan keluhan yang Anda alami, riwayat glaukoma pada keluarga, riwayat penyakit mata yang lain, serta riwayat operasi pada mata. 

Dokter juga akan menanyakan tentang riwayat penyakit yang Anda alami, seperti hipertensi, diabetes, penyakit jantung, sakit kepala migrain, dan riwayat merokok. 

Pemeriksaan medis dan penunjang

Setelahnya dokter akan melakukan pemeriksaan mata yang meliputi:

  • Evaluasi ketajaman penglihatan dengan meminta Anda untuk membaca huruf atau angka yang tertera di depan Anda. 
  • Pemeriksaan tekanan bola mata menggunakan alat tonometri.
  • Pemeriksaan bagian depan bola mata dengan slit lamp untuk menilai keadaan kornea, bilik depan mata, iris (selaput pelangi mata), dan lensa mata. 
  • Pemeriksaan saraf mata memakai alat funduskopi. Dokter akan menilai ada tidaknya atrofi saraf mata atau tanda neuropati optik. Pada prosedur ini, dokter biasanya memberikan tetesan mata untuk memperbesar ukuran pupil supaya saraf mata bisa dievaluasi dengan lebih jelas.
  • Fundus photography, yaitu pengambilan foto saraf mata awal sebagai dokumentasi dan perbandingan dengan kondisi saraf mata di kemudian hari.
  • Gonioskopi untuk mengevaluasi apakah sudut bilik depan mata terbuka atau tertutup. Struktur sudut mata dapat divisualisasikan dengan USG atau optical coherence tomography (OCT).
  • Pencitraan saraf (neuroimaging) untuk mengevaluasi ketebalan saraf mata dan bagian saraf yang paling tipis.
  • Pemeriksaan lapang pandang mata.

Tujuan utama pengobatan glaukoma adalah mencegah kerusakan pada saraf mata. Ketika glaukoma sudut terbuka primer sudah terdiagnosis positif, dokter akan memberikan penanganan untuk mengurangi tekanan dalam bola mata. 

Awalnya, target penurunan tekanan dalam bola mata adalah 25 persen. Selanjutnya, dokter akan meminta Anda untuk menjalani kontrol rutin guna menilai keadaan saraf mata dan lapang pandang mata Anda. 

Bila penurunan tekanan dalam bola mata memberikan hasil yang baik, terapi tersebut dianggap adekuat dan dokter akan mempertahankannya sembari melakukan pemantauan rutin.  

Namun jika penurunan tekanan dalam bola mata tidak menunjukkan perbaikan, dan penipisan saraf mata dan penyempitan lapang pandang malah bertambah parah, target penurunan tekanan dalam mata akan ditingkatkan. 

Terdapat beberapa macam metode untuk menurunkan tekanan dalam bola mata. Beberapa di antaranya meliputi:

  • Obat tetes mata

Obat tetes mata yang diberikan bisa berfungsi memperlancar cairan mata keluar atau mengurangi produksi cairan dalam mata. Pada beberapa kasus, dokter mungkin memberikan kombinasi dari kedua obat tetes.

Penting diingat bila Anda ingin mengaplikasikan obat tetes tersebut, berikanlah jeda waktu sekitar 5 menit di antara kedua tetes mata. Jangan langsung meneteskannya bersamaan atau dalam jarak berdekatan. 

 

  • Prosedur laser

 

Prosedur laser menjadi pilihan ketika obat tetes tidak efektif. Laser diaplikasikan pada jaringan trabekula yang terdapat di sekitar sudut mata (sudut antara iris dan kornea mata) untuk memperlancar keluarnya cairan mata. 

 

  • Operasi mata

 

Tindakan operasi dilakukan bila obat dan laser tidak berhasil mengendalikan tekanan dalam bola mata penderita. Prosedur ini umumnya berupa:

  • Trabekulektomi

Operasi ini akan menciptakan aliran alternatif untuk jalan keluar cairan mata. 

  • Drainage implant surgery

Dokter akan menanamkan sejenis katup di bilik depan mata guna membantu keluarnya cairan mata.

 

  • Micro-invasive glaucoma surgery

 

Micro-invasive glaucoma surgery bertujuan mengontrol tekanan dalam bola mata pada penderita glaukoma sudut terbuka primer. Pada prosedur ini, dokter akan menanamkan alat pada sudut bilik depan mata untuk membantu keluarnya cairan mata dengan lebih baik. Namun karena masih tergolong baru, teknik ini belum banyak dilakukan. 

 

  • Ablasi badan siliaris mata

 

Ablasi badan siliaris mata merupakan pilihan terakhir untuk penderita glaukoma yang telah menjalani pengobatan dan operasi, namun kondisinya tidak kunjung membaik.

Pada prosedur ablasi badan siliaris, dokter mata akan menggunakan laser diode untuk menghancurkan beberapa bagian badan silirias. Dengan ini, produksi cairan mata dapat dikurangi. 

Karena penyebabnya tidak diketahui, pencegahan glaukoma sudut terbuka primer juga belum tersedia. Yang bisa Anda lakukan adalah rutin memeriksakan kondisi mata ke dokter mata, terutama bagi Anda yang memiliki risiko tinggi untuk mengalami glaukoma sudut terbuka primer. 

Sementara pada penderita glaukoma sudut terbuka primer, dapat dilakukan tindakan pencegahan untuk memperlambat atau menghentikan kerusakan saraf mata dan penyempitan lapang pandang. Beberapa caranya meliputi:

  • Menjalani pemeriksaan medis yang rutin ke dokter mata guna mengevaluasi tingkat keparahan pada kerusakan saraf mata, sehingga dapat diberikan terapi adekuat.
  • Mempertahankan berat badan agar tetap pada batas ideal.
  • Bagi Anda yang menderita diabetes, kendalikan kadar gula darah dengan baik. Rutin evaluasi keadaan Anda ke dokter.
  • Untuk penderita hipertensi, kendalikan tekanan darah dengan saksama.
  • Berhenti merokok

Segera berkonsultasi ke dokter mata bila Anda mengalami gejala awal glaukoma sudut terbuka primer. Anda yang belum mengalami gejala, namun berisiko tinggi juga dianjurkan untuk memeriksakan diri secara rutin.

Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:

  • Buat daftar seputar gejala yang  Anda alami
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.

Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Sejak kapan gejala tersebut muncul?
  • Apa saja riwayat penyakit yang sedang atau pernah Anda derita?
  • Apakah Anda menderita gangguan mata lainnya?
  • Apakah Anda pernah menjalani operasi mata?
  • Apakah ada keluarga kandung Anda yang menderita glaukoma atau gangguan mata lain?
  • Apa Anda pernah berobat ke dokter? Bila iya, apa saja penanganan yang telah Anda peroleh dan bagaimana efektivitasnya?

Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik maupun pemeriksaan penunjang pada mata Anda guna menentukan diagnosis glaukoma sudut terbuka primer. Dengan ini, penanganan yang sesuai pun bisa diberikan.

eMedicine Health. https://www.emedicinehealth.com/primary_open-angle_glaucoma/article_em.htm#what_causes_primary_open-angle_glaucoma
Diakses pada 6 Januari 2020

MSD Manuals. https://www.msdmanuals.com/professional/eye-disorders/glaucoma/primary-open-angle-glaucoma
Diakses pada 6 Januari 2020

All About Vision. https://www.allaboutvision.com/conditions/primary-open-angle-glaucoma.htm
Diakses pada 6 Januari 2020

Artikel Terkait