Penyakit Lainnya

Gigit Kuku

21 Jul 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Gigit Kuku
Jika seseorang melakukan gigit kuku, bisa jadi hal itu bukan sesuatu hal yang perlu dikhawatirkan. Dianggap demikian jika perilaku ini sementara dan tidak merusak. Kondisi ini hanya dikategorikan masalah kosmetik.Hanya saja, jika hal ini menjadi kebiasaan yang berlangsung lama maka harus dianggap serius. Menggigit kuku yang sudah menjadi kebiasaan memiliki nama medis onikofagia atau anikofagi.Akan disebut kondisi demikian jika pola menggigit kuku sudah dianggap sebagai kebiasaan patologis mulut dan gangguan. Selain itu, onikofagia juga sudah menimbulkan kerusakan pada kuku dan jaringan di sekitarnya.Pada kondisi yang parah, penderita mungkin akan melakukan tindakan mengigit kuku yang membahayakan. Salah satu perilaku membahayakan tersebut bisa berupa kegiatan memutilasi diri.Sebenarnya, banyak orang melakukan hal ini pada saat kecil. Ketika dewasa, ada yang bisa lepas dari perilaku tersebut. Namun, ada juga yang seumur hidupnya melakukan kebiasaan gigit kuku ini. 
Hingga kini, penyebab gigit kuku masih belum jelas. Hanya saja berbagai faktor dianggap bisa membuat seseorang melakukan hal ini. Beberapa faktor tersebut antara lain:
  • Genetik
  • Kecemasan
  • Kebosanan
  • Efek pengobatan
  • Attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
  • Gangguan membangkang
  • Gangguan kecemasan akibat perpisahan
  • Sindrom Tourette
  • Perilaku berulang yang berfokus pada tubuh
  • Linglung atau kehilangan konsentrasi
  • Stres
  • Gangguan depresi mayor
  • Gangguan obsesif kompulsif
  • Lapar
  • Gugup
  • Kesepian
  • Peralihan dari kebiasaan menghisap jari tangan
  • Enuresis
  • Masalah kesehatan mental lainnya
 
Jika seseorang memiliki kebiasaan gigit kuku ringan, maka ia tidak perlu dibawa ke dokter. Namun, sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika kebiasaan ini menimbulkan beberapa kondisi di bawah ini:
  • Kuku tumbuh ke dalam
  • Infeksi pada kulit atau kuku
  • Terjadi perubahan warna kuku
  • Kuku jadi melengkung
  • Terjadi pendarahan di sekitar kuku
  • Mengalami bengkak atau nyeri di sekitar kuku
  • Terhentinya pertumbuhan kuku
  • Tejadi penipisan atau penebalan kuku
  • Kuku terpisah dari kulit di sekitarnya
Jika kebiasaan ini tidak bisa dihilangkan meski sudah berusaha dengan keras, maka sebaiknya menghubungi dokter guna mendapatkan bantuan. Jika pasien mengalami stres atau kecemasan, maka mintalah bantuan guna memperbaiki kesehatan mental ini. 
Cedars Sinai. https://www.cedars-sinai.org/blog/stop-nail-biting.html
Diakses pada 21 Juli 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/nail-biting-when-does-it-go-too-far/
Diakses pada 21 Juli 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/why-do-people-bite-their-nails
Diakses pada 21 Juli 2021
Psychology Today. https://www.psychologytoday.com/intl/conditions/onychophagia-nail-biting
Diakses pada 21 Juli 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email