Penyakit Lainnya

Gigi Sensitif

06 Oct 2021 | Dedi IrawanDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Gigi Sensitif
Gigi sensitif muncul karena lapisan gigi bagian dalam terbuka dan terpapar rangsangan
Gigi sensitif adalah suatu kondisi dimana gigi Anda terlalu peka terhadap suatu rangsangan. Apabila pada saat terpapar makanan dan minuman panas, manis, asam, maupun dingin kemudian gigi terasa tidak nyaman atau ngilu, kemungkinan Anda menderita gigi sensitif.Gigi sensitif dapat terjadi sementara ataupun permanen serta dapat dialami oleh satu gigi ataupun lebih. Meski dapat terjadi pada semua rentang usia, kondisi ini lebih sering dialami oleh orang-orang yang berusia antara 20-40 tahun. Selain itu, wanita lebih sering menderita gigi hipersensitif apabila dibandingkan dengan pria.Mengobati kondisi ini harus dilakukan dengan mengetahui penyebab utamanya. Jika pemicunya sudah terdeteksi, solusi tepatnya akan lebih mudah ditemukan.
Gigi Sensitif
Dokter spesialis Gigi
GejalaRasa tidak nyaman atau ngilu pada gigi
Faktor risikoWanita, usia 20-40 tahun
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, rontgen
PengobatanMenjaga kebersihan gigi dan mulut, obat kumur, melapisi gigi
Kapan harus ke dokter?Mengalami gigi sensitif yang tidak kunjung membaik meski sudah menyikat gigi dengan benar
Para penderita gigi sensitif umumnya mengalami rasa tidak nyaman atau ngilu pada giginya apabila terpapar oleh beberapa rangsang pemicu, seperti:
  • Makanan dan minuman panas
  • Makanan dan minuman dingin
  • Makanan dan minuman manis
  • Makanan dan minuman asam
  • Udara dingin
  • Menyikat gigi atau membersihkan sela-sela gigi (flossing)
  • Menggunakan obat kumur yang mengandung alkohol
Rasa tidak nyaman atau ngilu pada gigi sensitif dapat datang dan pergi. Intensitas rasa ngilu yang dirasakan juga beragam, mulai dari ringan hingga berat. 
Gigi sensitif terjadi ketika lapisan gigi bagian dalam (dentin) menjadi terbuka dan menimbulkan ngilu saat terpapar rangsangan dari makanan serta minuman dingin, panas, manis, maupun asam. Terbukanya dentin dapat disebabkan akibat terkikisnya lapisan terluar mahkota gigi atau enamel.Terkikisnya enamel dapat terjadi karena:
  • Menggosok gigi yang terlalu kencang
  • Pasta gigi dengan kandungan kimia
  • Bulu sikat gigi yang terlalu kasar
  • Kebiasaan menggeretakkan gigi
  • Gigi yang patah
  • Kadar asam berlebih dalam mulut, misalnya akibat sering mengonsumsi makanan asam (seperti soda atau jus buah yang asam
  • Beberapa penyakit, seperti bulimia dan GERD
Perawatan gigi berupa bleaching guna memutihkan warna gigi juga dapat menyebabkan gigi Anda menjadi sensitif untuk sementara waktu. Selain itu, tampilan gusi yang mengerut atau turun dan mengekspos akar gigi juga dapat menjadi penyebab gigi sensitif.Gusi yang turun mengakibatkan akar gigi terekspos dan tidak lagi memiliki pelindung yang menutupinya. Sedangkan, akar gigi tidak memiliki lapisan enamel, sehingga bagian akar gigi yang terekspos adalah langsung bagian dentin dan akan turut menyebabkan rasa ngilu atau tidak nyaman.Gusi yang mengkerut atau turun merupakan hal yang wajar terjadi pada orang yang berusia di atas 40 tahun. Akan tetapi, adanya penyakit pada jaringan penyangga gigi juga dapat berdampak menyebabkan gusi terlihat turun dan mengekspos bagian akar gigi. 
Apabila merasa ngilu atau tidak nyaman saat gigi terpapar makanan atau minuman panas, dingin, manis, maupun asam, sebaiknya segera konsultasi pada dokter gigi.Dokter gigi akan melakukan pemeriksaan pada gigi-geligi untuk melihat ada tidaknya:
Pemeriksaan tersebut dapat dilakukan dengan langsung melihat keadaan gigi (visual), meraba permukaan gigi, memeriksa sensitivitas gigi dengan alat khusus, maupun dengan bantuan rontgen gigi. 
Gigi sensitif dapat disebabkan oleh berbagai hal, namun pada umumnya kasus gigi sensitif dapat ditangani dengan mudah melalui perubahan cara menjaga kebersihan dan kesehatan mulut sehari-hari, misalnya mengenai cara serta waktu menggosok gigi yang baik dan benar. Beberapa cara yang dapat dilakukan antara lain:
  • Penggunaan pasta gigi khusus untuk gigi sensitif. Pasta gigi khusus gigi sensitif mengandung bahan-bahan yang tidak menyebabkan iritasi atau mengikis permukaan gigi, serta mengandung bahan yang dapat mengurangi rasa ngilu karena gigi sensitif.
  • Gunakan sikat yang memiliki bulu halus dan lembut serta metode menyikat gigi yang benar dan tidak terlalu kencang.
  • Apabila menggunakan obat kumur, pilihlah obat kumur yang bebas alkohol sehingga tidak menyebabkan iritasi pada gigi sensitif.
  • Perawatan oleh dokter gigi dengan memberikan bahan pelapis pada permukaan gigi (desensitisasi) untuk meredakan rasa ngilu atau tidak nyaman.
  • Untuk mengatasi gusi yang terlihat turun dan mengekspos akar gigi, perawatan bedah dapat dilakukan untuk mengembalikan keadaan gusi seperti semula.
Komplikasi gigi sensitif kemungkinan besar hanya berupa rasa tidak nyaman saat makan atau minum. Ketidaknyamanan tersebut bisa saja membuat Anda mengalami kesulitan untuk makan. 
Gigi sensitif merupakan sebuah masalah umum yang pernah dialami oleh banyak orang. Keadaan gigi sensitif dapat terjadi pada satu dari antara tujuh orang dan dapat menjadi pemicu penyakit gigi-geligi lain.Oleh karena itu, ada beberapa cara yang dapat dilakukan guna mencegah gigi sensitif, seperti:
  • Menjaga kesehatan dan kebersihan rongga mulut dengan baik dan benar.
  • Merubah pola hidup dengan mengurangi konsumsi makanan-makanan asam yang dapat mengikis lapisan pada gigi. Sebaliknya, pola hidup sehat dapat diterapkan seperti mengonsumsi makanan-makanan berserat, yogurt, susu, maupun keju yang dapat membantu produksi air liur yang dapat memerangi asam dan bakteri dalam mulut serta mengandung kalsium untuk memperkuat gigi.
  • Mengobati penyakit yang dapat memicu terjadinya gigi hipersensitif seperti bulimia dan GERD.
  • Menggunakan mouthguard atau night guard apabila memiliki kebiasaan menggesek-gesekkan antar gigi secara tidak sadar yang dapat membuat lapisan gigi menjadi terkikis.
 
Mengubah cara dalam menjaga kebersihan dan kesehatan mulut membutuhkan beberapa waktu untuk membantu mengurangi gigi hipersensitif. Umumnya, perubahan tersebut akan terlihat pada jangka waktu sekitar beberapa minggu.Apabila hal-hal tersebut tidak membantu dan Anda masih mengalami gigi hipersensitif, sebaiknya segera berkonsultasi pada dokter gigi untuk penanganan yang lebih lanjut. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gigi sensitif ?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gigi sensitif agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3927677/
Diakses pada 6 Oktober 2021
Dental Health. https://www.dentalhealth.org/sensitive-teeth
Diakses pada 6 Oktober 2021
Mouth Healthy. https://www.mouthhealthy.org/en/az-topics/s/sensitive-teeth
Diakses pada 6 Oktober 2021
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/tooth-sensitivity#1
Diakses pada 6 Oktober 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email