Gigi & Mulut

Gigi Kuning

Diterbitkan: 16 Mar 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh drg. Nina Hertiwi Putri
image Gigi Kuning
Selain konsumsi makanan atau minuman tertentu, faktor genetik bisa menyebabkan gigi kuning.
Gigi kuning adalah kondisi perubahan warna gigi atau diskolorasi gigi yang dapat disebabkan oleh bermacam-macam faktor, seperti kebersihan gigi yang tidak terjaga, konsumsi makanan yang dapat menyebabkan perubahan warna gigi, bertambahnya usia ataupun kondisi medis tertentu.Meskipun tampak tidak berbahaya, perubahan warna gigi dapat memengaruhi rasa percaya diri seseorang. Beberapa bentuk gigi kuning dapat diatasi dengan penyesuaian gaya hidup atau produk perawatan gigi. Akan tetapi, perubahan warna pada gigi akibat penyakit tertentu seperti penyakit celiac, dapat bersifat permanen.Mengetahui penyebab gigi kuning dan perubahan warna pada gigi secara umum dapat membantu Anda menentukan perawatan yang tepat.
Gigi Kuning
Dokter spesialis Gigi
GejalaGigi berubah warna, terkadang disertai bau mulut
Faktor risikoMerokok, sering meminum kopi, teh atau minuman bersoda
Metode diagnosisPemeriksaan gigi
PengobatanProsedur medis, produk kesehatan gigi, penyesuaian gaya hidup
KomplikasiMemengaruhi penampilan
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala gigi kuning tanpa penyebab yang jelas
Gigi yang sehat, seharusnya berwarna putih gading. Jika warna gigi terlalu putih atau terlalu kuning, maka sudah masuk ke dalam kategori diskolorasi gigi. Selain perubahan warna gigi, gigi kuning tidak menyebabkan munculnya gejala lain yang spesifik. Namun, perubahan warna gigi sering disertai dengan bau mulut.
Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan gigi menjadi kuning, di antarnya:
  • Makanan dan minuman berwarna seperti kopi, teh, minuman bersoda, dan minuman anggur (wine)
  • Merokok atau mengunyah tembakau
  • Kebersihan gigi yang buruk, misalnya karena tidak rajin menyikat gigi dan menggunakan benang gigi
  • Penggunaan suplemen tertentu
  • Mengonsumsi obat-obatan seperti tetrasiklin dan doksisiklin saat masih anak-anak
  • Gigi berlubang, hingga menyebabkan kerusakan saraf gigi
  • Proses penuaan, yang menyebabkan lapisan enamel menjadi terkikis sehingga yang terlihat di gigi adalah warna lapisan di bawah enamel, yaitu dentin yang secara alami memang berwarna kuning
  • Flourosis, yakni berubahnya warna gigi karena terlalu banyak menggunakan produk berflouride. Kondisi ini dapat menyebabkan noda pada enamel, terutama jika terjadi pada anak-anak di bawah usia 8 tahun. 
  • Faktor genetik, karena beberapa orang memiliki lapisan enamel yang lebih terang atau tebal dibandingkan lainnya
  • Mengidap porfiria, sebagai penyakit genetik yang menyebabkan penumpukan profirin dalam darah. Kadar porfirin yang tinggi dapat memicu perubahan warna pada gigi susu.
  • Mengidap penyakit genetik lainnya, seperti dentinogenesis imperfecta atau amelogenesis imperfecta
  • Mengidap penyakit celiac, yakni kondisi autoimun yang memicu kerusakan vili usus halus dan gangguan penyerapan nutrisi. Penyakit celiac dapat merusak enamel gigi yang menyebabkan perubahan warna gigi secara permanen.
  • Pernah menjalani prosedur perawatan tertentu, seperti radiasi-kemoterapi di daerah kepala leher
  • Pernah mengalami benturan yang mengakibatkan gigi menjadi rusak.
Untuk mendiagnosis gigi kuning, dokter gigi cukup melakukan pemeriksaan klinis dengan melihat kondisi gigi. Setelah itu, dokter akan menanyakan riwayat kesehatan, mulai dari obat yang pernah dikonsumsi, pola makan, hingga riwayat benturan atau trauma yang pernah Anda alami.Baca jawaban dokter: Gigi hitam, apakah bisa dicabut? 
Perawatan yang dilakukan untuk mengatasi gigi kuning, bisa berbeda-beda tergantung dari penyebabnya. Berikut ini, pilihan perawatan yang umum dilakukan:
  • Prosedur pemutihan gigi atau bleaching gigi
  • Jika gigi kuning disebabkan oleh gigi berlubang, maka gigi akan ditambal terlebih dahulu
  • Penutupan permukaan gigi menggunakan veener
  • Mengurangi konsumsi makanan dan minuman yang bisa menyebabkan gigi kuning
  • Rutin menyikat gigi dan membersihkan sela-sela gigi menggunakan benang gigi atau dental floss
Baca juga: Sayangi Gigi Anda dengan Mengurangi Konsumsi Makanan Perusak Gigi Ini
Untuk mencegah gigi berubah warna menjadi kuning, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan, yaitu:
  • Membatasi konsumsi makanan maupun minuman penyebab gigi kuning
  • Rutin menjaga kebersihan gigi dan mulut
  • Rutin menggosok gigi minimal 2 kali sehari, yaitu setelah sarapan dan sebelum tidur
  • Rutin memeriksakan kondisi gigi dan mulut ke dokter gigi setidaknya setiap 6 bulan sekali
  • Saat ingin mengonsumsi minuman penyebab gigi kuning, kurangi risiko dengan menggunakan sedotan pada saat minum
  • Hindari penggunaan obat-obatan yang bisa menyebabkan perubahan warna gigi.
  • Tidak merokok
Baca juga: Benarkah Pasta Gigi Pemutih Efektif Memutihkan Gigi?
Anda dapat berkonsultasi dengan dokter gigi apabila:
  • Gigi berubah warna menjadi kuning secara tiba-tiba dan tanpa sebab yang jelas
  • Gigi tetap kuning meski sudah rutin membersihkan gigi dengan cara yang benar
  • Merasa gigi kuning mengganggu penampilan
  • Ingin memastikan penyebab gigi kuning
  • Ingin mengetahui obat-obatan atau tindakan yang dapat Anda lakukan untuk mengatasi gigi kuning
Sebelum menjalani pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan catatan yang berisi informasi tentang:
  • Waktu yang menunjukkan dimulainya perubahan warna gigi menjadi kuning
  • Makanan dan minuman yang sering dikonsumsi
  • Obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi
  • Produk pembersih gigi atau pencuci mulut yang digunakan
  • Gejala lain yang muncul, selain perubahan warna abnormal pada gigi
  • Pertanyaan-pertanyaan yang ingin diajukan pada dokter
Dokter bisa mengajukan pertanyaan berikut ini.
  • Kapan perubahan warna gigi tersebut timbul?
  • Apa saja makanan atau minuman yang sering Anda konsumsi?
  • Apakah Anda menggunakan obat-obatan tertentu?
  • Apakah ada anggota keluarga dengan riwayat serupa?
  • Apakah Anda menggunakan pembersih gigi atau obat kumur yang mengandung fluorida?
  • Bagaimanakah cara Anda menggosok atau membersihkan gigi?
  • Apakah ada gejala lain selain perubahan warna pada gigi?
  • Apakah sudah mencari pertolongan medis sebelumnya, dan apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gigi kuning agar penanganan yang tepat bisa diberikan.
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/10958-tooth-discoloration
Diakses pada 24 Desember 2020
MedlinePlus. https://medlineplus.gov/ency/article/003065.htm
Diakses pada 24 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/guide/tooth-discoloration
Diakses pada 24 Desember 2020
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/features/foods-stain-teeth-feature#1
Diakses pada 30 Desember 2019
Healthline. https://www.healthline.com/health/tooth-discoloration#staining-by-color
Diakses pada 24 Desember 2020
Resaearchgate. https://www.researchgate.net/publication/7860064_Oral_aspects_of_porphyria
Diakses pada 24 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email