Gigi & Mulut

Gigi Besar

30 Sep 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Gigi Besar
Gigi besar bisa diakibatkan karena genetik atau kondisi medis tertentu
Terkadang, kita merasa bahwa bagian tubuh kita ada yang tidak normal rupanya. Salah satunya ialah gigi. Padahal, gigi yang besar jarang sekali terjadi. Justru bagian lain pada wajahlah yang biasanya berukuran lebih dari ukuran normalnya, misalnya rahang seseorang yang terlalu kecil sehingga gigi mereka terlihat besar.Kondisi gigi besar terjadi hanya ketika ukuran gigi seseorang lebih besar dari ukuran gig rata-rata. Kondisi ini disebut juga sebagai makrodontia dan merupakan kondisi yang amat langka. Hanya 0,03-1,9 persen orang di dunia yang mengalami kondisi ini. Kaum laki-laki memiliki kemungkinan lebih besar untuk mengalami kondisi ini. Serta orang-orang keturunan Asia, penduduk asli Amerika, dan orang-orang Alaska.Orang dengan kondisi makrodontia ini biasanya memiliki satu atau dua butir gigi yang ukurannya jelas terlihat besar dan tak biasa. Hal ini kadang-kadang disebabkan oleh dua gigi yang tumbuh menyatu atau oleh sebutir gigi yang membesar.Orang-orang yang memiliki kondisi makrodontia juga biasanya memiliki kelenjar pituitari (kelenjar kecil di bagian bawah otak) yang lebih besar dari ukuran normal. Selain itu, mereka juga sering kali mengalami pembesaran pada sebelah bagian wajah.Ada juga istilah lain yang digunakan untuk kondisi di mana gigi depan lebih besar dari ukuran normal, yaitu buck teeth. Pada kondisi ini, dua gigi depan bagian atas akan terlihat besar sampai mencuat keluar bibir.Penyebab dari kedua kondisi ini beragam, mulai dari faktor genetik, lingkungan, serta masalah-masalah pada hormon. Berikut penjelasan lebih rinci mengenai penyebab gigi besar.  
Menurut para ahli, tidak ada penyebab khusus akan kondisi makrodontia. Munculnya kondisi ini diyakini karena beberapa faktor berbeda yang meningkatkan risiko seseorang mengalaminya. Faktor-faktor tersebut di antaranya adalah:

Faktor genetik atau kondisi/penyakit pada genetik

Faktor genetik dipercayai sebagai faktor yang paling mungkin menyebabkan makrodontia. Para ahli berpendapat bahwa mutasi genetik pada gen yang mengatur pertumbuhan gigi dapat mengakibatkan gigi untuk menyatu. Selain itu, mutasi tadi juga dapat menyebabkan gigi terus tumbuh tanpa henti.Ukuran rahang seseorang juga tidak seragam, ada orang yang rahangnya lebih kecil dari biasanya. Terutama sejak bayi, ukuran rahang yang kecil dengan gigi besar akan menyebabkan gigi tumbuh berdesakan. Saat gigi permanen mulai muncul di kemudian hari, ruang untuk gigi akan semakin sempit. Akibatnya, gigi yang terdesak dapat tumbuh dengan sudut yang tak biasa.Terdapat pula sejumlah kondisi genetik yang dikaitkan dengan makrodontia, yaitu:
  • Diabetes insulin-resisten, di mana sel berhenti merespons insulin sehingga insulin maupun kadar gula dalam darah naik tak terkontrol dan akhirnya mengakibatkan diabetes.
  • Sindrom Rabson-Mendenhall, kondisi ini terjadi ketika tubuh amat resisten terhadap insulin sehingga pertumbuhan kepala, wajah, serta kuku menjadi tidak normal.
  • Sindrom otodental yakni kondisi amat langka yang terjadi ketika gigi taring serta gigi geraham berukuran amat besar.
  • Hiperplasia hemifasial, kondisi di mana seluruh struktur wajah secara seragam berukuran lebih besar dari normal. Struktur wajah yang dimaksud meliputi tulang, jaringan lunak, serta gigi.
  • Sindrom KBG, yaitu kondisi genetik langka di mana penderitanya memiliki postur badan yang pendek, tulang wajah abnormal serta juga makrodontia.
  • Sindrom Ekman-Westborg-Julin, pada kondisi ini, makrodontia sering ditemukan pada penderitanya.
  • Sindrom XYY, kondisi di mana seorang laki-laki memiliki 2 kromosom Y alih-alih satu.

Faktor pengalaman masa kecil

Masa kanak-kanak juga dapat berpengaruh terhadap munculnya kondisi makrodontia. Faktor seperti pola makan, paparan terhadap racun atau radiasi, mengisap jempol, atau memakai dot terlalu lama. Semua hal tersebut berpeluang meningkatkan risiko seseorang menderita makrodontia.

Masalah hormon

Beberapa kondisi genetik yang terkait dengan makrodontia juga dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon. Jika ada masalah pada kelenjar ptuitari yang berfungsi untuk menghasilkan hormon, maka berbagai pertumbuhan tubuh pun akan ikut bermasalah. Kondisi ini pun dapat mengarah pada pertumbuhan serta ukuran gigi yang tidak normal.
Gigi biasanya tak akan menjadi besar secara tiba-tiba, tapi dalam waktu yang cukup lama. Hal ini dikarenakan penyebab utama dari kondisi gigi besar (baik buck tooth maupun makrodontia) seperti faktor keturunan atau kebiasaan saat masa kanak-kanak bukan merupakan aktivitas sadar yang dilakukan seseorang.Oleh karena itu, Anda disarankan untuk memberhentikan kebiasaan seperti mengisap jempol atau memakaikan dot terlalu lama pada anak-anak. Tetapi jika sudah terlanjur, Anda dapat menghubungi dokter untuk perawatan gigi dan mulut supaya gigi yang berukuran tidak normal tersebut dapat segera ditangani dengan baik.Selain itu, jika Anda atau anak Anda memiliki kondisi genetik yang telah disebutkan sebelumnya, maka perawatan secara intensif diperlukan terhadap kondisi-kondisi tersebut.
Kids 4ever Pediatric Dentistry. https://www.kids4everpediatricdentistry.com/big-front-teeth-what-causes-them/
diakses pada 22 Juni 2021
Appolon Dental Group. https://www.drappolon.com/have-big-teeth-discover-the-causes-and-treatments/
diakses pada 22 Juni 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/big-teeth
diakses pada 22 Juni 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email