Penyakit Lainnya

Gigi Berlubang

Diterbitkan: 17 Mar 2021 | Lucia PriandariniDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Gigi Berlubang
Plak merusak enamel pada gigi sehingga menyebabkan gigi berlubang
Gigi berlubang adalah kondisi ketika gigi membusuk karena makanan sisa tertinggal pada gigi. Bakteri di mulut menghasilkan asam yang kemudian berubah menjadi plak.Jika dibiarkan, plak akan menyebabkan masalah lain, seperti gigi berlubang, penyakit gigi atau abses gigi. Tidak hanya anak-anak yang bisa menderita gigi berlubang, namun seiring perubahan kondisi mulut menjelang dewasa, gusi akan semakin tertarik ke atas dan akar gigi semakin terpapar dengan makanan dan bakteri.Gigi berlubang umumnya awalnya tidak menimbulkan rasa sakit. Oleh sebab itu, penting untuk memeriksakan kesehatan gigi secara teratur. 
Gigi Berlubang
Dokter spesialis Gigi
GejalaSakit gigi, gigi ngilu, gigi sensitif
Faktor risikoKonsumi makanan atau minuman yang manis atau asam, jarang gosok gigi, kekurangan fluoride
Metode diagnosisPemeriksaan rongga mulut, rontgen gigi
PengobatanGel fluoride, tambal gigi, perawatan saluran akar
ObatFluoride
KomplikasiPulpitis, pencabutan gigi
Kapan harus ke dokter?Mengalami sakit gigi atau keluhan lain di rongga mulut
Gejala gigi berlubang di antaranya adalah:
  • Sakit gigi
  • Gigi sensitif
  • Tampak gigi yang berlubang
  • Bintik abu-abu, cokelat, atau hitam yang muncul pada gigi
  • Bau mulut
  • Rasa tidak enak pada mulut
 
Lubang gigi disebabkan oleh plak yang terbentuk akibat kombinasi sisa makanan, bakteri, air liur, dan zat asam.Berikut ini proses terjadinya lubang pada gigi.
  • Terbentuknya plak

Semua orang memiliki bakteri di dalam mulutnya. Ketika mengonsumsi makanan atau minuman manis, bakteri akan mengubah gula menjadi asam. Plak terbentuk segera setelahnya.Plak adalah lapisan lengket yang melapisi gigi. Ketika sisa makanan tidak dibersihkan, bakteri dengan cepat mulai bereaksi dan membentuk plak.Setelah menempel di gigi, plak akan mengeras di bawah atau di atas garis gusi dan menjadi karang gigi.
  • Plak yang bereaksi

Asam dalam plak dapat menghilangkan mineral pada lapisan terluar gigi (enamel) dan menyebabkan lubang kecil atau lubang pada enamel.
  • Berkembangnya kerusakan

Kerusakan gigi akan berlanjut ke bagian tengah gigi (dentin) dan berlanjut ke lapisan gigi yang paling dalam (pulpa) yang berisi saraf dan pembuluh darah. Pulpa akan menjadi bengkak dan teriritasi oleh bakteri. 

Faktor risiko gigi berlubang

Semua orang berisiko mengalami gigi berlubang. Tetapi kondisi di bawah ini dapat eningkatkan risikonya:
  • Letak gigi

Gigi berlubang lebih berisiko terjadi pada gigi bagian belakang. 
  • Konsumsi makanan dan minuman tertentu

Terlalu banyak mengonsumsi minuman dan makanan yang menempel lama pada gigi seperti es krim, susu, madu, gula, soda, kue.
  • Kurang fluoride

Flouride adalah mineral alami yang membantu mencegah gigi berlubang.
  • Tidak menjaga kebersihan mulut

Kurang teratur menyikat gigi segera setelah makan dan minum dapat membuat penumpukan plak.
  • Mulut kering

Mulut kering adalah kondisi saat mulut kekurangan air liur yang membantu mencegah gigi berlubang.
  • Usia muda dan lansia

Anak-anak dan lansia lebih berisiko mengalami gigi berlubang.
  • Gangguan pola makan

Gangguan pola makan seperti anoreksia dan bulimia dapat menyebabkan erosi dan gigi berlubang.
  • Nyeri ulu hati

Gangguan asam refluks yang dapat menyebabkan asam lambung yang merusak enamel gigi. 
Dokter gigi biasanya menentukan diagnosis gigi berlubang dengan cara:
  • Bertanya tentang gejala yang dirasakan oleh pasien
  • Memeriksa kondisi rongga mulut
  • Memeriksa jaringan lunak pada gigi
  • Memeriksa lubang dan pembusukan gigi dengan rontgen
 
Pengobatan gigi berlubang bervariasi dan tergantung pada tingkat keparahannya. Sederet cara mengobati gigi berlubang ini meliputi:
  • Perawatan tahap awal

Untuk kerusakan gigi tahap awal, dokter mungkin hanya menggunakan gel fluoride, varnish atau pasta gigi ke area tersebut. Fluoride melindungi gigi dengan memperkuat enamel, dan membuat gigi lebih tahan terhadap asam plak, yang dapat menyebabkan kerusakan gigi.
  • Pengisian gigi

Apabila gigi sudah berlubang hingga lapisan enamel dan dentin, maka akan dilakukan penambalan.
  • Penggantian mahkota gigi

Jika gigi rusak parah dan tidak dapat dipulihkan, dokter mungkin akan mencabut gigi tersebut dan menggantinya dengan gigi tiruan sebagian, atau implan gigi.
  • Perawatan akar gigi

Jika kerusakan gigi telah menyebar ke pulpa, dokter akan menggunakan prosedur yang dikenal sebagai perawatan saluran akar. 

Komplikasi gigi berlubang

Jika dibiarkan tidak ditangani, gigi berlubang dapat mendatangkan komplikasi seperti berikut:
  • Rasa sakit
  • Abses gigi
  • Gigi bengkak atau muncul nanah di sekitar gigi
  • Gangguan mengunyah makanan
  • Perubahan posisi gigi setelah gigi yang berlubang parah dicabut
  • Sakit gigi yang memengaruhi aktivitas sehari-hari
  • Gangguan nutrisi atau penurunan berat badan akibat tidak bisa mengunyah
  • Kehilangan gigi
  • Infeksi bakteri pada gigi
 
Cara mencegah gigi berlubang:
  • Memeriksakan gigi ke dokter gigi secara teratur

Dokter akan menyarankan seberapa sering Anda perlu ke dokter gigi, tergantung pada kondisi kesehatan gigi.
  • Membatasi konsumsi makanan dan minuman tertentu

Kurangi konsumsi makanan manis dan yang mengandung zat tepung, serta konsumsi minuman alkohol dan rokok.
  • Membersihkan gigi secara teratur

Menyikat gigi dengan pasta gigi dengan kandungan fluoride dua kali sehari, dan menggunakan benang gigi setidaknya sehari sekali.
  • Periksakan mulut kering

Mulut kering bisa diakibatkan konsumsi obat-obatan tertentu.
  • Perawatan fluoride

Perawatan fluoride yang dikonsumsi dalam bentuk cairan atau sumber lain mungkin diperlukan jika tubuh kekurangan bahan ini.
  • Perawatan antibakteri

Perawatan ini biasanya diperlukan dalam kondisi medis tertentu yang membuat pasien lebih berisiko mengalami gigi berlubang. 
Lubang gigi bisa saja tidak terdeteksi saat berukuran kecil, sehingga tidak memicu gejala. Karena itu, sangat penting untuk membersihkan dan memeriksakan gigi secara teratur.Selain itu, segera periksakan ke dokter jika Anda mengalami sakit gigi atau terdapat keluhan pada rongga mulut. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gigi berlubang?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gigi berlubang agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/cavities/symptoms-causes/syc-20352892
Diakses pada 17 Oktober 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/tooth-decay/
Diakses pada 17 Oktober 2018
WebMD. https://www.webmd.com/oral-health/cavities-directory
Diakses pada 17 Oktober 2018
Healthline. https://www.healthline.com/find-care/articles/dentists/tooth-cavities
Diakses pada 17 Maret 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email