Penyakit Lainnya

Gigi Avulsi

04 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh Nina Hertiwi Putri
image Gigi Avulsi
Gigi avulsi umumnya terjadi karena benturan di mulut atau cedera lain akibat olahraga
Gigi avulsi adalah gigi yang terlepas dari soketnya di rongga mulut. Kondisi ini umumnya terjadi karena benturan di mulut atau cedera lain akibat olahraga.Tindakan darurat yang tepat dapat menyelamatkan gigi sehingga dapat berhasil ditanam kembali dan bertahan selama bertahun-tahun yang akan datang.Avulsi gigi umumnya diderita oleh anak-anak. Namun, tidak menutup kemungkinan avulsi gigi juga diderita oleh orang dewasa.Gigi yang terlepas masih bisa kembali di pasang ke soketnya, selama dilakukan segera setelah gigi tersebut lepas.Saat gigi terlepas dan terlihat masih utuh, segera bawa ke dokter gigi dalam waktu 30 menit. Dengan ini, potensi keberhasilan perawatan masih tinggi. Jika gigi tidak kunjung ditanam kembali dalam waktu dua jam, tingkat keberhasilan perawatan akan semakin rendah. 
Gigi Avulsi
Dokter spesialis Gigi
GejalaNyeri gigi, bengkak, luka di bibir atau pipi
Faktor risikoAnak-anak
Metode diagnosisPemeriksaan fisik
PengobatanSpliting, memasukkan gigi ke posisi semula
KomplikasiGigi tanggal
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala gigi avulsi
Secara umum, gejala gigi avulsi meliputi:
  • Rasa nyeri di sekitar gigi hingga rahang. Nyeri juga bisa muncul saat mencoba mengunyah atau ketika ada perubahan suhu
  • Perdarahan dan pembengkakan
  • Jika gigi avulsi terjadi karena benturan, gejala seperti luka di pipi dan bibir pun mungkin muncul
 
Penyebab utama gigi avulsi adalah trauma fisik akibat penyakit atau cedera saat berolahraga maupun kecelakaan. Sementara faktor risiko gigi avulsi berupa anak-anak. 
Diagnosis gigi avulsi dilakukan dengan cara tanya jawab dan pemeriksaan fisik.  Berikut penjelasannya.
  • Tanya jawab

Dokter akan bertanya mengenai riwayat kesehatan dan gejala yang Anda rasakan.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan melihat kondisi rongga mulut secara langsung. 
Jika gigi yang terlepas adalah gigi susu, segera ambil kain kasa yang bersih dan gigit kasa tersebut selama kurang lebih 15 menit. Langkah ini akan membantu Anda untuk mengontrol perdarahan yang terjadi.Gigi susu yang mengalami avulsi tidak dianjurkan untuk kembali ditanam karena bisa mengganggu pertumbuhan gigi permanen di bawahnya.Sedangkan apabila gigi yang terlepas adalah gigi permanen, tahap-tahap penanganan di bawah ini bisa Anda lakukan:
  • Setelah lepas, langsung ambil gigi tersebut dan bersihkan.
  • Saat mengambil gigi, hanya pegang mahkotanya saja dan jangan menyentuh akar giginya.
  • Setelah bersih, letakkan gigi kembali ke tempatnya semula dalam rongga mulut.
  • Kemudian gigit kain dengan gigi yang copot itu agar gigi bisa bertahan di posisi tersebut.
  • Setelah itu, temui dokter gigi secepatnya. Gigi avulsi termasuk kondisi darurat medis gigi yang harus segera ditangani.
Jika Anda tidak bisa memasukkan kembali gigi ke posisi semula, rendam gigi dalam susu dan segera kunjungi dokter gigi sambil membawa gigi tersebut. Semakin cepat pengembalian gigi dilakukan, semakin baik juga tingkat keberhasilannya.Saat sampai di dokter gigi dan jika Anda telah berhasil mengembalikan gigi di posisi semula, dokter akan memeriksa apakah posisi sudah tepat dengan melihatnya secara langsung maupun dengan menggunakan foto rontgen.Apabila posisi sudah benar, dokter akan melakukan prosedur splinting selama kurang lebih dua minggu. Splinting adalah suatu perawatan di mana gigi yang terlepas akan diikatkan menggunakan bahan dari Blu-tac atau aluminium foil dengan gigi-gigi di sebelahnya yang masih kuat. Langkah ini bertujuan menahan posisi gigi yang sempat copot selama masa penyembuhan.Jika tidak ditangani dengan optimal, gigi avulsi bisa menyebabkan komplikasi berupa gigi yang tanggal. 
Karena gigi avulsi paling sering terjadi akibat cedera, langkah terbaik untuk mencegahnya adalah dengan sebisa mungkin menghindari cedera dan kecelakaan. Mulai sekarang, Anda lebih baik menggunakan alat pelindung kepala dan wajah saat berolahraga.Anda juga bisa menggunakan pelindung gigi (mouth guard). Agar mouth guard yang digunakan bisa pas dengan kondisi dan susunan gigi, Anda dapat meminta dokter gigi untuk membuatkannya. 
Hubungi dokter bila Anda mengalami gejala yang mengarah pada gigi avulsi. Demikian pula jika Anda memiliki tanda atau gejala lain yang tidak disebutkan maupun kekhawatiran serta pertanyaan lainnya.
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
   
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gigi avulsi?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gigi avulsi agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
American Association of Endodontists. https://www.aae.org/patients/dental-symptoms/knocked-out-teeth/
Diakses pada 4 Agustus 2021
Health Link. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/sig240330
Diakses pada 4 Agustus 2021
Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/First-Aid-for-a-Knocked-Out-Permanent-Tooth.aspx
Diakses pada 4 Agustus 2021
Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/must-act-fast-tooth-gets-knocked/
Diakses pada 4 Agustus 2021
E-Medicine. https://www.emedicinehealth.com/broken_or_knocked-out_teeth/article_em.htm#when_to_seek_medical_care_for_broken_teeth
Diakses pada 4 Agustus 2021
NHS Inform. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/injuries/dental-injuries/broken-or-knocked-out-tooth
Diakses pada 4 Agustus 2021
Life in the Fastlane. https://litfl.com/tooth-avulsion/
Diakses pada 4 Agustus 2021
Patient Info. https://patient.info/oral-dental-care/knocked-out-tooth
Diakses pada 4 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email