Gigi Avulsi

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Karlina Lestari
Gigi avulsi umumnya terjadi karena benturan di mulut atau cedera lain akibat olahraga.
Gigi avulsi umumnya terjadi karena benturan di mulut atau cedera lain akibat olahraga.

Pengertian Gigi Avulsi

Gigi avulsi adalah gigi yang terlepas dari soketnya di rongga mulut. Kondisi umumnya terjadi karena benturan di mulut atau cedera lain akibat olahraga. Gigi yang terlepas masih bisa kembali di pasang ke soketnya, selama dilakukan segera setelah gigi tersebut lepas.

Saat gigi terlepas dan terlihat masih utuh, segera bawa ke dokter gigi dalam waktu 30 menit. Dengan ini, potensi keberhasilan perawatan masih tinggi. Jika gigi tidak kunjung ditanam kembali dalam waktu dua jam, tingkat keberhasilan perawatan akan semakin rendah.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gigi avulsi merupakan kondisi yang termasuk dalam cedera dental atau cedera gigi. Pada cedera dental, munculnya rasa nyeri di sekitar gigi hingga rahang merupakan gejala yang sering terjadi.

Rasa nyeri juga bisa muncul saat Anda mencoba mengunyah atau ketika ada perubahan suhu. Kondisi seperti perdarahan dan pembengkakan juga mungkin terjadi. Jika gigi avulsi terjadi karena benturan, gejala seperti luka di pipi dan bibir pun mungkin muncul.

Penyebab

Penyebab paling umum dari gigi avulsi adalah trauma fisik akibat benturan atau cedera saat berolahraga maupun kecelakaan.

Diagnosis

Gigi avulsi dapat dengan mudah didiagnosis oleh dokter gigi, dengan melihat kondisi rongga mulut secara langsung dan memeriksa riwayat pasien.

Pengobatan

Jika gigi yang terlepas adalah gigi susu, segera ambil kain kasa yang bersih dan gigit kasa tersebut selama kurang lebih 15 menit. Langkah ini akan membantu Anda untuk mengontrol perdarahan yang terjadi. Gigi susu yang mengalami avulsi tidak dianjurkan untuk kembali ditanam karena bisa mengganggu pertumbuhan gigi permanen di bawahnya.

Sedangkan apabila gigi yang terlepas adalah gigi permanen, tahap-tahap penanganan di bawah ini bisa Anda lakukan:

  • Setelah lepas, langsung ambil gigi tersebut dan bersihkan.
  • Saat mengambil gigi, hanya pegang mahkotanya saja dan jangan menyentuh akar giginya.
  • Setelah bersih, letakkan gigi kembali ke tempatnya semula dalam rongga mulut.
  • Kemudian gigit kain dengan gigi yang copot itu agar gigi bisa bertahan di posisi tersebut.
  • Setelah itu, temui dokter gigi secepatnya. Gigi avulsi termasuk kondisi darurat medis gigi yang harus segera ditangani.

Jika Anda tidak bisa memasukkan kembali gigi ke posisi semula, rendam gigi dalam susu dan segera kunjungi dokter gigi sambil membawa gigi tersebut. Semakin cepat pengembalian gigi dilakukan, semakin baik juga tingkat keberhasilannya.

Saat sampai di dokter gigi dan jika Anda telah berhasil mengembalikan gigi di posisi semula, dokter akan memeriksa apakah posisi sudah tepat dengan melihatnya secara langsung maupun dengan menggunakan foto rontgen.

Apabila posisi sudah benar, dokter akan melakukan prosedur splinting. Splinting adalah suatu perawatan di mana gigi yang terlepas akan diikatkan menggunakan bahan dari kawat atau serat khusus dengan gigi-gigi di sebelahnya yang masih kuat. Langkah ini bertujuan menahan posisi gigi yang sempat copot selama masa penyembuhan.

Bagi Anda yang tidak berhasil mengembalikan posisi gigi ke tempat semula, dokter akan melakukannya untuk Anda dengan terlebih dahulu memberikan bius lokal di area gigi tersebut. Setelah itu, serupa seperti di atas, doker akan melakukan pemeriksaan rontgen dan melakukan prosedur splinting.

Pencegahan

Karena gigi avulsi paling sering terjadi akibat cedera, langkah terbaik untuk mencegahnya adalah dengan sebisa mungkin menghindari cedera dan kecelakaan. Mulai sekarang, Anda lebih baik menggunakan alat pelindung kepala dan wajah saat berolahraga.

Anda juga bisa menggunakan pelindung gigi (mouth guard). Agar mouth guard yang digunakan bisa pas dengan kondisi dan susunan gigi, Anda dapat meminta dokter gigi untuk membuatkannya.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika gigi Anda terlepas, segeralah bawa gigi yang lepas ke dokter gigi atau instalasi gawat darurat. Meski Anda telah berhasil menanam kembali gigi di rumah, Anda tetap perlu memeriksakannya ke dokter.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum ke dokter gigi, Anda perlu mengambil gigi yang terlepas terlebih dahulu. Ambil secara perlahan dan jangan pegang bagian akarnya. Hanya pegang bagian mahkotanya saja.

Setelah itu, cuci dengan air bersih tanpa menggunakan sabun atau bahan kimia lainnya. Selanjutnya, jangan keringkan gigi maupun membungkusnya dengan kain. Untuk membawa gigi ke dokter gigi, Anda dapat menyimpannya dalam:

  • Susu. Rendam gigi yang lepas dalam susu di dalam plastik. Lalu, letakkan plastik tersebut dalam segelas es batu. Selain itu, gigi juga dapat direndam dalam segelas susu dingin.
  • Saliva (air liur). Opsi ini hanya bisa digunakan pada anak berusia 12 tahun ke atas. Untuk membawa gigi yang lepas ke dokter gigi, Anda bisa meletakkannya di dalam rongga mulut, disisipkan di antara pipi bagian dalam dan gigi. Namun Anda harus tetap berhati-hati agar gigi tidak tertelan. Air liur juga dapat diletakkan di botol dan rendam gigi yang copot di dalamnya.
  • Kain basah. Jika susu maupun air liur tidak tersedia, gigi dapat dibungkus dengan kain basah untuk dibawa ke dokter gigi.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat Anda tiba di klinik dokter gigi, dokter akan melihat kondisi gigi yang terlepas. Misalnya, apakah masih dapat dipasang kembali atau tidak. Jika memungkinkan, dokter akan melakukan langkah penanganan seperti yang tercantum di atas.

Referensi

American Association of Endodontists. https://www.aae.org/patients/dental-symptoms/knocked-out-teeth/
Diakses pada 31 Mei 2019

Health Link. https://www.healthlinkbc.ca/health-topics/sig240330
Diakses pada 31 Mei 2019

Healthy Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/injuries-emergencies/Pages/First-Aid-for-a-Knocked-Out-Permanent-Tooth.aspx
Diakses pada 31 Mei 2019

Patient. https://patient.info/oral-dental-care/knocked-out-tooth
Diakses pada 31 Mei 2019

Cleveland Clinic. https://health.clevelandclinic.org/must-act-fast-tooth-gets-knocked/
Diakses pada 31 Mei 2019

NHS Inform. https://www.nhsinform.scot/illnesses-and-conditions/injuries/dental-injuries/broken-or-knocked-out-tooth
Diakses pada 31 Mei 2019

WebMD. https://www.webmd.com/first-aid/broken-or-knocked-out-teeth-treatment
Diakses pada 31 Mei 2019

E-Medicine. https://www.emedicinehealth.com/broken_or_knocked-out_teeth/article_em.htm#when_to_seek_medical_care_for_broken_teeth
Diakses pada 31 Mei 2019

Back to Top