Gigantisme

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Gigantisme disebabkan oleh adanya hormon pertumbuhan (growth hormone) yang berlebih

Pengertian Gigantisme

Gigantisme adalah sebuah keadaan di mana seseorang mengalami pertumbuhan yang tidak normal. Kelainan ini disebabkan oleh adanya hormon pertumbuhan (growth hormone) yang berlebih.

Kondisi yang langka tersebut dapat menyebabkan penderita mengalami pertumbuhan yang sangat pesat. Keadaan yang paling sering terlihat pada penderita adalah pertumbuhan berlebihan pada tinggi badan, otot, maupun organ-organ tubuh. Sebagai akibatnya, penderita akan tampak lebih besar daripada orang seusianya.

Kelebihan hormon pertumbuhan pada gigantisme terjadi akibat kelenjar pituitari yang memproduksi terlalu banyak hormon pertumbuhan yang dikenal dengan istilah somatotropin.

Kelenjar pituitari sendiri merupakan sebuah kelenjar yang berukuran sebesar kacang dan terletak pada bagian dasar otak. Kelenjar ini berperan dalam produksi sejumlah hormon yang memengaruhi fungsi tubuh yang meliputi pengaturan suhu, perkembangan seksual, pertumbuhan, metabolisme, serta produksi urine.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala yang terjadi pada penderita gigantisme beraneka ragam, bergantung pada seberapa besar ukuran tumor pada kelenjar pituitari mereka. Apabila ukurannya terus bertambah besar, tumor dapat menekan saraf-saraf yang terdapat di otak.

Oleh karena itu, penderita akan sering mengalami sakit kepala, gangguan penglihatan, maupun mual. Di samping itu, penderita juga akan mengalami indikasi-indikasi di bawah ini:

  • Berkeringat secara berlebihan (hyperhidrosis).
  • Rasa lemah.
  • Sakit kepala yang parah dan berulang.
  • Insomnia maupun gangguan tidur lainnya.
  • Siklus menstruasi yang tidak normal pada penderita wanita.
  • Kehilangan indra pendengaran atau tuli.
  • Penglihatan ganda.
  • Masa pubertas yang terhambat.
  • Nyeri pada sendi.
  • Nafsu makan yang sangat besar.
  • Perubahan suara.

Pada penderita gigantisme, dapat terlihat bahwa tubuh mereka memiliki ukuran yang lebih besar dari teman sebayanya. Proporsi beberapa bagian tubuh penderita juga terkadang lebih besar dibandingkan dengan bagian tubuh lain. Berikut contohnya:

  • Tangan dan kaki yang berukuran sangat besar.
  • Jari-jari tangan maupun kaki yang lebih tebal.
  • Fitur atau profil wajah yang kasar.
  • Dahi dan dagu yang lebih menonjol atau lebar.
  • Hidung yang pesek.
  • Kepala, bibir, maupun lidah yang berukuran lebih besar.
  • Susunan gigi jarang-jarang.

Penyebab

Penyebab dari gigantisme umumnya adalah tumor pada kelenjar pituitari. Dalam dunia medis, tumor ini dikenal dengan sebutan pituitary adenoma. Keberadaan tumor akan memengaruhi kelenjar pituitari untuk memproduksi hormon pertumbuhan lebih banyak dari yang diperlukan oleh tubuh.

Di samping tumor, sejumlah faktor di bawah ini juga bisa menjadi penyebab gigantisme:

  • Sindrom McCune-Albright (MAS) yang dapat menyebabkan pertumbuhan tidak normal pada jaringan tulang maupaun kelainan pada kelenjar-kelenjar tubuh. Gejalanya berupa munculnya bercak-bercak berwarna cokelat muda pada kulit.
  • Neurofibromatosis, yaitu kelainan bawaan yang dapat memicu tumbuhnya tumor pada sistem saraf tubuh.
  • Multiple endocrine neoplasia tipe 1 dan tipe 4. Kelainan bawaan ini dapat menyebabkan munculnya tumor pada kelenjar pituitari, kelenjar paratiroid, serta pankreas.
  • Carney complex, yaitu kelainan bawaan yang bisa memicu tumbuhnya tumor (yang bersifat nonkanker) pada jaringan ikat tubuh, tumor (kanker maupun nonkanker) pada kelenjar endokrin, serta munculnya bintik-bintik berwarna gelap pada kulit.

Diagnosis

Dalam memastikan diagnosis gigantisme, dokter dapat melakukan serangkaian pemeriksaan di bawah ini:

  • Tes darah untuk melihat kadar hormon pertumbuhan, kortisol, estradiol (pada wanita), prolactin, testosteron (pada pria), tiroid, serta insulin-like growth factor 1 (IGF-1).
  • Pemeriksaan toleransi glukosa (oral glucose tolerance test) untuk mengevaluasi hormon pertumbuhan yang terdapat di dalam tubuh.
  • Pemeriksaan CT scan maupun MRI guna melihat ada atau tidaknya tumor maupun posisi serta lokasinya pada kelenjar pituitari.
  • Pemeriksaan X-Ray pada area tulang tengkorak dan rahang untuk melihat ketebalan tulang.

Pengobatan

Pada kasus gigantisme, pengobatan yang dilakukan bertujuan untuk menghentikan ataupun memperlambat produksi hormon pertumbuhan pada tubuh penderita. Beberapa metode pengobatan yang dapat dilakukan antara lain:

  1. Pembedahan
    Prosedur pembedahan dilakukan untuk mengangkat tumor yang terdapat pada kelenjar pituitari. Pada prosedur ini, dokter bedah akan membuat sayatan kecil pada area hidung. Lalu dokter mengangkat tumor dengan bantuan mikroskop atau kamera kecil guna melihat lokasi tumor pada kelenjar pituitari. Menurut beberapa penelitian, prosedur pembedahan merupakan langkah penanganan terbaik untuk gigantisme dan memiliki angka kesuksesan 80% dari total keseluruhan kasus.
  2. Penggunaan obat-obatan
    Obat-obatan diberikan bila penderita tidak bisa menjalani prosedur pembedahan. Misalnya, penderita memiliki risiko tinggi mengalami cedera pada pembuluh darah maupun saraf. Obat-obatan yang umumnya akan diberikan meliputi octreotide dan lanreotide, yang diberikan melalui suntikan (injeksi) dalam kurun waktu satu bulan sekali. Kedua obat ini berfungsi mencegah pelepasan hormon pertumbuhan dengan cara meniru hormon lain yang menghentikan produksi hormon pertumbuhan.
    Selain itu, obat bromocriptine dan cabergoline juga dapat digunakan dalam menurunkan kadar hormon pertumbuhan dalam tubuh penderita. Obat-obatan ini biasanya diberikan dalam bentuk tablet dan dipakai bersamaan dengan octreotide.
  3. Gamma knife radiosurgery
    Gamma knife radiosurgery hanya dianjurkan ketika pembedahan biasa tidak mungkin dilakukan. Prosedur ini menggunakan gamma knife atau kumpulan sinar radiasi yang difokuskan ke suatu titik dengan dosis tertentu, sehingga cukup untuk menghancurkan tumor. Saat menjalaninya, penderita akan berada di bawah pengaruh bius umum (general anesthesia).

Apabila pengobatan pada kasus gigantisme dapat dilakukan dengan baik, penderita bisa kembali hidup normal kembali tanpa komplikasi. Tapi gejala-gejala, seperti kelemahan otot dan sulit bergerak, terkadang masih dapat dialami.

Oleh karena itu, pemeriksaan dan konsultasi dengan dokter tetap perlu dilakukan secara rutin. Tujuannya adalah untuk memantau keadaan penderita gigantisme.

Pencegahan

Tidak terdapat metode pencegahan yang khusus atau spesifik pada kasus gigantisme. Karena itu, hal yang dapat dilakukan adalah melakukan pengobatan sedini mungkin untuk menghindari kondisi bertambah parah maupun komplikasi yang dapat terjadi di kemudian hari.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera lakukan konsultasi pada dokter apabila anak Anda mengalami gejala-gejala pertumbuhan abnormal yang mengarah pada kondisi gigantisme.

Referensi

Healthline. https://www.healthline.com/health/gigantism
Diakses pada 21 April 2019

Barrow Neurological Institute. https://www.barrowneuro.org/specialty/gigantism/
Diakses pada 21 April 2019

Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/001174.htm
Diakses pada 21 April 2019

The Genetic and Rare Diseases Information Center. https://rarediseases.info.nih.gov/diseases/6506/gigantism
Diakses pada 21 April 2019

Health Direct. https://www.healthdirect.gov.au/gigantism
Diakses pada 21 April 2019

Back to Top