Infeksi

Giardiasis

11 Aug 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Giardiasis
Giardiasis biasanya ditandai gangguan pencernaan, seperti diare, mual, dan nyeri perut
Giardiasis adalah infeksi usus halus yang disebabkan oleh parasit Giarda duodenalis. Parasit ini juga punya nama lain, yakni Giardia lamblia dan Giardia intestinalis.Giardia lamblia memiliki dua bentuk, yaitu bentuk aktif yang disebut trofozoit dan bentuk tidak aktif yang disebut kista.Kista giardia biasanya ada dalam kotoran orang yang terinfeksi. Kondsi ini menyebabkan infeksi menyebar di antara manusia melalui makanan yang terkontaminasi feses, atau kontaminasi langsung dari fekal-oral.Kista juga bertahan hidup di air, misalnya di danau dan sungai air tawar. Penyakit ini merupakan gangguan sistem pencernaan akibat parasit yang paling sering terjadi.Giardiasis dapat menyebabkan gejala saluran pencernaan ringan hingga berat, seperti tinja yang encer, dan kram perut.Diperkirakan ada sekitar 20-40 persen angka kejadian giardiasis tiap tahunnya di seluruh dunia. Giardiasis lebih sering muncul di negara-negara berkembang, khususnya yang padat penduduk dan memiliki sanitasi yang tidak terjaga dengan baik. 
Giardiasis
Dokter spesialis Penyakit Dalam
GejalaDiare dengan tinja cair dan berbau busuk, kelelahan
Faktor risikoAnak-anak, keterbatasan akses dengan air bersih, seks anal
Metode diagnosisPemeriksaan antigen parasit, pemeriksaan sampel tinja, pemeriksaan cairan
PengobatanObat-obatan
ObatMetronidazole, nitazoxanide, paromomycin
KomplikasiDehidrasi, intoleransi laktosa, gagal tumbuh pada anak
Kapan harus ke dokter?Mengalami diare, perut kembung, dan mual lebih dari seminggu
Beberapa orang yang terkena giardiasis bisa saja tidak mengalami gejala apapun. Namun ia tetap membawa parasit dan dapat menularkannya pada orang lain melalui tinjanya. Bila bergejala, keluhan giardiasis biasanya muncul pada 1-3 minggu setelah paparan parasit terjadi. Gejala gardiasis ini bisa berupa:
  • Diare dengan tinja cair dan berbau busuk. Tekstur feses bisa bergantian, antara cair, lembek, dan berminyak.
  • Kelelahan atau merasa tidak enak badan (malaise).
  • Kram perut.
  • Perut kembung.
  • Sakit perut.
  • Mual-mual.
  • Penurunan berat badan.
  • Sering bersendawa.
 
Penyebab giardiasis yang utama adalah parasit Giardia lamblia.

Proses penularan giardiasis

Giardia lamblia dapat tumbuh subur dalam makanan, air, dan tanah yang telah terkontaminasi. Parasit ini terdiri dari 2 bentuk, yaitu bentuk aktif yang disebut trofozoit dan bentuk tidak aktif yang disebut kista.Bentuk aktif trofozoit inilah yang akan menempel di dinding usus halus dan memicu gejala giardiasis. Bentuk aktif trofozoit tersebut tidak dapat hidup lama ketika berada di luar tubuh manusia maupun hewan.Karena itu, trofozoit tidak dapat menginfeksi orang lain. Sebaliknya, bentuk inaktif dari Giardia lamblia atau kista dapat bertahan hidup di luar tubuh manusia dalam waktu lama. Kista ini kemudian bisa menginfeksi manusia bila tertelan.Ketika tertelan, kista akan berubah menjadi trofozoit dalam tubuh manusia, yang seterusnya akan menyebabkan gejala giardiasis. Penularan pada manusia akan terjadi ketika ia mengonsumsi apapun yang telah tercemar oleh parasit tersebut.Meminum air yang sudah terkontaminasi dapat meningkatkan Anda terkena parasit Giardia lamblia. Air yang terkontaminasi biasanya terdapat di kolam renang, tempat spa, maupun danau. 

Faktor risiko giardiasis

Beberapa faktor risiko giardiasis meliputi:
  • Usia

Anak-anak lebih rentan mengalami giardiasis dibandingkan orang dewasa. Karena anak-anak lebih sering terpapar oleh tinja, terutama bila anak masih memakai popok, sedang menjalani toilet training, atau sering dititipkan di tempat penitipan anak.Orang dewasa yang tinggal atau bekerja dengan anak-anak kecil juga berisiko lebih tinggi untuk mengalami giardiasis. Misalnya, karena tidak mencuci tangan setelah mengganti popok anak.
  • Keterbatasan sumber air bersih

Orang-orang yang tidak mempunyai akses ke sumber air minum yang bersih memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena giardiasis, terutama mereka yang tinggal di daerah padat penduduk dan kumuh.
  • Seks anal

Apabila mempraktikkan seks anal, risiko Anda untuk terkena giardiasis akan turut meningkat, apalagi jika Anda tidak memakai kondom. 
Diagnosis giardiasis dilakukan oleh dokter dengan beberapa metode pemeriksaan di bawah ini:

Pemeriksaan antigen parasit

Jenis tes yang paling sering dan paling praktis untuk memastikan diagnosis giardiasis adalah pemeriksaan antigen parasit pada sampel tinja penderita. Pada pemeriksaan ini, sampel feses akan diambil untuk diperiksa di laboratorium.Dengan begitu, dokter bisa mengetahui ada tidaknya protein parasit Giardia. Bila ada, diagnosis giardiasis pun dapat dipastikan. Sayangnya, tidak semua negara atau rumah sakit memiliki reagen untuk pemeriksaan ini.

Pemeriksaan penunjang

Bila tidak tersedia, dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan penunjang lain yang berupa:
  • Pemeriksaan sampel tinja di bawah mikroskop

Pemeriksaan sampel tinja bertujuan mendeteksi kista atau trofozoid dari parasit Giardia lamblia. Selain itu, pemeriksaan feses juga dapat mendeteksi ada tidaknya parasit lain yang mungkin menyebabkan diare.
  • Pengambilan dan pemeriksaan cairan

Dokter juga bisa mengambil sampel cairan dari usus dua belas jari (duodenum). Sampel ini kemudian diperiksa di laboratorium.
  • Biopsi

Biopsi adalah pengambilan jaringan. Dalam hal ini, jaringan dari dalam usus haluslah yang akan diambil oleh dokter.Harap diingat bahwa biopsi bisa menimbulkan rasa tidak nyaman dan tergolong mahal. Prosedur ini hanya dilakukan pada kasus-kasus tertentu. 
Kebanyakan kasus giardiasis dapat sembuh dengan sendirinya. Penyembuhan ini umumnya berlangsung selama beberapa minggu.Namun ketika penderita mengalami gejala yang tergolong parah dan berlangsung lama, dokter akan meresepkan obat-obatan antiparasit sebagai cara mengobati giardiasis. Beberapa jenis obat ini meliputi:
  • Metronidazole

Metronidazole umumnya menjadi pilihan pertama yang diresepkan oleh dokter untuk mengatasi giardiasis. Obat ini diminum selama lima hingga tujuh hari.Efek samping metronidazole bisa berupa mual dan munculnya rasa seperti logam dalam mulut. Namun keluhan ini biasa berlangsung untuk sementara.Meski manjur untuk mengobati giardiasis, wanita hamil sebaiknya menghindari mengonsumsi metronidazole. Kenapa?Metronidazole bisa memengaruhi perkembangan janin dan meningkatkan risiko cacat lahir. Karena itu, ibu hamil dianjurkan untuk meminta obat lain sebagai alternatif.
  • Tinidazole

Tinidazole dapat mengobati giardiasis dalam dosis tunggal alias sekali minum. Efek sampingnya juga serupa dengan metronidazole, yaitu mual dan sensasi logam dalam mulut.
  • Nitazoxanide

Nitazoxanide adalah pilihan obat yang paling sering digunakan untuk menangani giardiasis pada anak. Pasalnya, obat ini tersedia dalam bentuk cair dan hanya perlu diminum selama 3 hari.
  • Paromomycin

Paromomycin umumnya diberikan dalam 3 kali per hari, dan mesti dikonsumsi selama 5 sampai 10 hari. Obat ini bisa menjadi alternatif bagi ibu hamil karena memiliki risiko paling rendah dalam memicu kelainan bawaan.Meski begitu, ibu hamil tetap disarankan untuk menunggu bayinya lahir dulu sebelum mengonsumsi paramomycin. Karena meski lebih kecil, kemungkinan cacat lair tetap ada. 

Komplikasi giardiasis

Giardiasis jarang menimbulkan komplikasi yang fatal, namun tetap dapat mengganggu penderita apabila gejalanya terus berlangsung. Bila tidak ditangani dengan baik, infeksi parasit ini dapat menyebabkan komplikasi serius berupa:
  • Dehidrasi

Diare parah akan menyebabkan cairan tubuh banyak keluar, sehingga tubuh bisa kekurangan cairan. Kondisi ini dapat berujung pada terganggunya fungsi tubuh.
  • Intoleransi laktosa

Intoleransi laktosa adalah kondisi di mana sistem pencernaan tidak mampu mencerna laktosa, yakni jenis gula yang terdapat dalam susu maupun produk turunannya.
  • Gagal tumbuh pada anak

Gagal tumbuh dapat muncul akibat diare kronis (jangka panjang). Diare ini bisa menyebabkan malnutrisi atau kurang gizi, kemudian memicu terhambatnya pertumbuhan fisik dan mental anak. 
Cara mencegah giardiasis yang bisa dilakukan meliputi:
  • Biasakan mencuci tangan

Terapkan kebiasaan cuci tangan setelah ke toilet atau mengganti popok, sebelum makan atau menyiapkan makan, serta sehabis bepergian. Cara mencuci tangan yang efektif adalah menggunakan sabun dan air bersih yang mengalir, selama 20-30 detik.Namun bila sabun dan air tidak tersedia, Anda dapat memakai hand sanitizer berbahan dasar alkohol. Tapi produk ini tetap tidak bisa sepenuhnya menggantikan efektivitas cuci tangan dalam mengusir kuman.
  • Perhatikan sumber air minum Anda

Anda tidak dianjurkan untuk minum air mentah, apalagi air dari sumber yang belum tentu terjamin. Anda sebaiknya merebus air hingga mendidih sebelum diminum.Sebagai alternatif, Anda dapat memilih untuk mengonsumsi air dalam kemasan. Tapi pastikan bahwa segel kemasan tersebut masih utuh.Kebersihan air yang digunakan untuk menggosok gigi juga perlu diperhatikan. Sebisa mungkin, gunakan air yang terjamin kebersihannya terutama bila Anda sedang melancong.
  • Lebih waspada saat berenang

Ketika Anda berenang, usahakan agar mulut Anda tetap tertutup rapat. Dengan ini, Anda tidak akan menelan air di sekitar Anda.
  • Hindari seks anal

Tak hanya menjadi faktor risiko giardiasis, seks anal juga bisa menambah kemungkinan Anda untuk terkena berbagai gangguan kesehatan lain. Terutama bila Anda tidak memakai kondom. 
Periksakan diri ke dokter jika Anda atau anak Anda mengalami diare, perut kembung, dan mual yang berlangsung lebih dari seminggu. Jangan lupa pula untuk segera ke dokter ketika Anda mengalami tanda-tanda dehidrasi.Pastikan Anda memberi tahu dokter mengenai risiko terinfeksi parasit penyebab giardiasis. Misalnya, bila Anda pernah menelan air danau atau sungai belum lama ini. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat pemeriksaan, dokter mungkin akan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:
  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah Anda memiliki risiko giardiasis, seperti sering mengganti popok bayi dan tidak mencuci tangan setelahnya, minum air yang belum dimasak, melakukan hubungan seks anal tanpa kondom, dan lain-lain?
  • Bagaimana hieginitas Anda?
  • Apa ada orang yang menderita gejala serupa di lingkungan sekitar Anda?
  • Apa Anda sudah berobat ke dokter? Apa penanganan yang telah diberikan dan bagaimana efektivitasnya?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan beberapa pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis giardiasis. Bila diagnosis belum dapat dipastikan saat pemeriksaan pertama, dokter bisa tetap memberikan obat antibiotik dan penanganan lain sembari menunggu hasil pemeriksaan Anda. 
Family Doctor.  https://familydoctor.org/condition/giardiasis/?adfree=true
Diakses pada 17 Januari 2020
WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/giardiasis-directory
Diakses pada 17 Januari  2020
Healthline. https://www.healthline.com/health/giardiasis
Diakses pada 17 Januari  2020
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/giardiasis/
Diakses pada 17 Januari  2020
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/giardia-infection/symptoms-causes/syc-20372786
Diakses pada 17 Januari  2020
Medicinet. https://www.medicinenet.com/giardia_lamblia/article.htm
Diakses pada 17 Januari  2020
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15238-giardiasis
Diakses pada 11 Agustus 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email