Penyakit Lainnya

Giant Cell Arteritis

Diterbitkan: 18 Dec 2019 | dr. Reisia Palmina BrahmanaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Giant Cell Arteritis
Giant cell arteritis adalah inflamasi pada lapisan pembuluh darah arteri, terutama arteri di pelipis. Oleh karena itu, penyakit ini juga dikenal dengan sebutan temporal arteritis.Peradangan arteri menyebabkan penyempitan atau penyumbatan pembuluh darah, sehingga menghambat aliran darah. Gejala giant cell arteritis yang paling umum ialah sakit kepala dan kulit kepala terasa nyeri jika disentuh.
Giant Cell Arteritis
Dokter spesialis Lainnya
Pada tahap awal, gejala giant cell arteritis menyerupai keluhan yang dirasakan ketika Anda flu. Mulai dari lemas, tidak selera makan, hingga demam.Seiring perkembangan penyakit, penderita bisa mengalami gejala-gejala lain yang meliputi:
  • Sakit kepala yang parah dan paling sering terjadi di daerah pelipis.
  • Kulit kepala dan pelipis terasa nyeri jika disentuh.
  • Penurunan kualitas penglihatan sementara atau permanen. Gejala ini sering digambarkan seperti ada tirai yang menutup sebagian lapang pandang.
  • Gangguan penglihatan, misalnya pandangan yang kabur atau ganda.
  • Rasa nyeri di rahang bawah ketika makan dan berbicara.
  • Sakit tenggorokan yang tidak kunjung hilang.
  • Kesulitan menelan.
  • Gangguan keseimbangan dan koordinasi gerakan.
  • Rasa nyeri di dada yang hilang dan timbul.
  • Penurunan berat badan tanpa penyebab yang jelas.
  • Polymyalgia rheumatica, yaitu rasa nyeri dan kaku pada leher, bahu, serta pinggang.
Penyebab giant cell arteritis tidak diketahui secara pasti hingga sekarang. Kondisi autoimun diduga menjadi pemicunya, di mana sistem kekebalan tubuh yang keliru dan malah menyerang sel-sel yang sehat.Terdapat sejumlah faktor yang diperkirakan dapat meningkatkan risiko kemunculan giant cell arteritis. Beberapa faktor risiko tersebut meliputi:
  • Jenis kelamin

Wanita memiliki risiko sebanyak dua kali lipat untuk mengalami penyakit ini dibandingkan pria.
  • Usia

Penyakit ini hanya menyerang orang dewasa dan sangat jarang terjadi pada orang berusia di bawah 50 tahun. Umumnya, penderita berusia 70 hingga 80 tahun.
  • Polymyalgia rheumatica

Penyakit ini meningkatkan risiko terjadinya giant cell arteritis.
  • Faktor keturunan

Apabila Anda memiliki anggota keluarga kandung yang mengidap giant cell arteritis, risiko Anda untuk mengalami penyakit yang sama juga bisa meningkat.
  • Ras dan tempat tinggal

Giant cell arteritis lebih banyak menyerang orang berkulit putih di Eropa Utara atau memiliki ras Scandinavian.
Giant cell arteritis termasuk penyakit yang sulit didiagnosis karena gejala awalnya menyerupai keluhan penyakit-penyakit lain. Untuk menentukan diagnosis, dokter akan melakukan tanya jawab, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang. Berikut penjelasannya:

Tanya jawab

Dokter akan menanyakan seputar gejala yang dialami oleh penderita dan apakah ada anggota keluarga kandung yang juga mengalami gejala yang serupa.

Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa tubuh penderita dengan tujuan mendeteksi gejala giant cell arteritis, seperti kulit pelipis yang terasa nyeri bila ditekan.

Pemeriksaan penunjang

Dokter bisa meminta Anda untuk menjalani serangkaian pemeriksaan penunjang di bawah ini guna memastikan diagnosis giant cell arteritis:
  • Tes darah

Dokter akan mengambil sampel darah pasien untuk mengecek laju endap darah dan C-reactive protein (CRP). Kadar CRP bisa menandakan ada tidaknya peradangan.
  • Pemindaian

Contoh pemeriksaan memindaian bisa berupa Doppler ultrasound, magnetic resonance angiography (MRA), dan PET scan. Selain mendiagnosis penyakit, pemeriksaan ini juga akan membantu dokter dalam memantau respons pasien terhadap pengobatan.
  • Biopsi

Biopsi adalal prosedur pengambilan sampel jaringan. Dalam hal ini, dokter akan mengambil sampel dari arteri temporal.Sampel tersebut kemudian diperiksa di bawah mikroskop. Pada giant cell arteritis, akan ditemukan sel-sel besar yang menandakan adanya peradangan.
Giant cell arteritis harus segera diobati untuk mencegah komplikasi kebutaan. Oleh karena itu, dokter terkadang memberikan obat bahkan sebelum diagnosis dipastikan. Rangkaian pengobatan yang mungkin dianjurkan oleh dokter bisa meliputi:
  • Obat kortikosteroid dan imunosupresan

Penanganan giant cell arteritis yang utama adalah pemberian kortikosteroid. Contohnya, prednisone dalam dosis tinggi.Obat kortikosteroid umumnya diberikan selama satu hingga dua tahun. Setelah sebulan pertama, dokter akan menurunkan dosis secara bertahap hingga dosis minimal.Apabila pengurangan dosis kortikosteroid menyebabkan kambuhnya gejala, dosis obat akan kembali ditingkatkan. Dokter juga mungkin meresepkan methotrexate, yakni obat penekan sistem kekebalan tubuh.Efek samping kortikosteroid yang digunakan jangka panjang meliputi osteporosis, hipertensi, dan kelemahan otot. Karena itu, dokter akan rutin memantau kepadatan tulang serta meresepkan suplemen vitamin D, kalsium, atau obat lainnya yang dapat mencegah penurunan densitas tulang.
  • Perubahan gaya hidup

Untuk mengendalikan gejala serta membantu dalam mengurangi efek samping obat, Anda bisa melakukan beberapa perubahan gaya hidup. Misalnya, menerapkan pola makan yang sehat dan berolahraga secara teratur.Kosumsi vitamin D dan kalsium yang cukup juga harus dilakukan. Pasien wanita di atas 50 tahun atau pria di atas 70 tahun sebaiknya mengonsumsi sekitar 1.200 miligram kalsium dan 800 IU vitamin D setiap hari.Olahraga kardio, seperti jalan santai, yang dilakukan secara rutin dapat mencegah penurunan kepadatan tulang, peningkatan tekanan darah, dan diabetes. Jangan lupa pula untuk menjalani pemeriksaan medis secara berkala dan sesuai anjuran dokter.
  • Aspirin

Aspirin dosis rendah (75 mg hingga 150 mg) yang dikonsumsi tiap hari juga dapat menurunkan risiko kebutaan dan stroke.Apabila tidak ditangani dengan saksama, penyakit ini bisa memicu berbagai komplikasi yang meliputi:
  • Kebutaan

Berkurangnya aliran darah ke mata dapat menyebabkan kebutaan pada salah satu atau kedua mata. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba, tanpa rasa sakit, dan kerap bersifat permanen.
  • Aneurisma aorta

Giant cell arteritis sering menyebabkan aneurisma, yaitu penggembungan pembuluh darah karena dindingnya yang melemah atau menipis. Kondisi ini umumnya terjadi pada aorta.Pembuluh darah yang menggembung tersebut bisa pecah dan menyebabkan perdarahan dalam yang mengancam jiwa penderita.
  • Stroke

Meski jarang, kompliasi stroke juga bisa terjadi pada penderita giant cell arteritis.
Karena penyebabnya belum diketahui secara pasti, pencegahan giant cell arteritis juga tidak tersedia.
Anda sebaiknya berkonsultasi dengan dokter jika mengalami gejala giant cell arteritis maupun keluhan yang terasa mencurigakan.
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Cari tahu apakah ada anggota keluraga Anda yang mengalami gejala serupa.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait giant cell arteritis?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis giant cell arteritis.
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/giant-cell-arteritis/symptoms-causes/syc-20372758
Diakses pada 18 Desember 2019
Arthritis Foundation. https://www.arthritis.org/about-arthritis/types/giant-cell-arteritis/
Diakses pada 18 Desember 2019
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Bukan Digigit Hantu, Kenali Penyebab dan Jenis-jenis Hematoma

Hematoma adalah penumpukan darah abnormal di luar pembuluh darah. Kondisi ini umumnya terjadi akibat kerusakan pada salah satu pembuluh darah yang lebih besar.
06 Jul 2020|Dina Rahmawati
Baca selengkapnya
Hematoma adalah penumpukan darah abnormal di luar pembuluh darah

Memahami Istilah Peradangan Kulit dan Penyebabnya yang Beragam

Peradangan kulit dapat disebabkan oleh beragam hal, termasuk infeksi, penyakit autoimun, hingga reaksi alergi. Penanganan peradangan kulit akan didasarkan pada penyebab yang dialami oleh pasien.
07 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Peradangan kulit adalah kondisi ketika sistem imun merespons benda-benda atau kondisi yang dianggap berbahaya bagi kulit dan tubuh

Apa itu Sulforaphane? Ketahui Ragam Potensi Manfaatnya untuk Tubuh Sehat

Sulforafana atau sulforaphane adalah senyawa kaya sulfur yang terkandung dalam sayur-sayuran cruciferous seperti brokoli, pakcoy, dan kubis. Sulforaphane menawarkan beragam manfaat kesehatan.
26 Nov 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Sulforaphane adalah senyawa yang terkandung dalam sayuran cruciferous seperti kubis Brussel