GERD

Ditinjau dr. Miranda Rachellina
GERD atau gastroesophageal reflux disease adalah gangguan di mana isi lambung, yaitu asam dan enzim mengalir kembali (refluks) secara berulang ke dalam kerongkongan (esofagus).
Gejala GERD dapat dikelola salah satunya dengan cara melakukan pola hidup sehat.

Pengertian GERD

GERD atau gastroesophageal reflux disease merupakan suatu gangguan di mana isi lambung, yaitu asam dan enzim mengalir kembali (refluks) secara berulang ke dalam kerongkongan (esofagus), yang menyebabkan iritasi dari kerongkongan dan dapat menimbulkan gejala-gejala yang mengganggu. Ketika seseorang berdiri atau duduk, gravitasi membantu untuk mencegah isi perut mengalir kembali menuju esofagus, hal ini menjelaskan kenapa refluks bisa memburuk ketika seseorang sedang berbaring. Refluks dapat terjadi segera setelah makan, ketika jumlah dan keasaman isi di dalam lambung lebih tinggi dan otot katup (sfingter) lambung tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Menurut American College of Gastroenterology (ACG), lebih dari 60 juta orang Amerika mengalami refluks asam setidaknya sebulan sekali. Lebih dari 15 juta orang Amerika mengalaminya setiap hari. Kebanyakan orang dapat mengelola ketidaknyamanan gejala dari GERD dengan perubahan gaya hidup dan obat-obatan yang dijual bebas. Tetapi beberapa orang dengan GERD mungkin memerlukan obat-obatan atau operasi yang lebih kuat untuk meredakan gejala.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Tanda dan gejala umum GERD, meliputi:

  • Sensasi terbakar di dada (heartburn), biasanya setelah makan, yang mungkin memburuk di malam hari
  • Sakit dada
  • Kesulitan menelan
  • Kembalinya makanan atau cairan asam ke kerongkongan (regurgitasi)
  • Sensasi seperti ada benjolan atau yang mengganjal di tenggorokan Anda

Jika Anda memiliki refluks asam malam hari, Anda mungkin juga mengalami:

  • Batuk kronis
  • Radang tenggorokan
  • Sesak napas seperti asma atau bahkan bisa memburuk
  • Tidur terganggu

Penyebab

Otot di ujung esofagus (kerongkongan) disebut sfingter esofagus bagian bawah. Di bagian bawah ini terdapat otot yang bekerja seperti katup satu arah yang biasanya terbuka untuk waktu yang terbatas ketika Anda menelan. Refluks asam terjadi ketika katup tidak menutup dengan benar atau cukup erat. GERD disebabkan oleh katup yang rusak atau melemah, sehingga cairan pencernaan dan isi perut naik kembali ke esofagus.

Faktor-faktor penyebabnya:

  • Makanan
    • Kopi: menyebabkan sfingter menjadi rileks
    • Cokelat: mengandung methylxantine yang mirip seperti kafein dan dapat membuat sfingter rileks sehingga tidak cukup erat menutup dan terjadi refluks
    • Makanan berlemak: menyebabkan sfingter menjadi rileks dan memperpanjang waktu pengosongan isi perut sehingga makanan atau asam lambung dapat kembali ke esofagus
    • Buah atau jus yang asam: jeruk, anggur, nanas memiliki kandungan asam yang tinggi
    • Minuman berkarbonasi atau bersoda: menyebabkan perut kembung yang dapat meningkatkan tekanan pada sfingter esofagus bagian bawah yang menyebabkan refluks asam
    • Rokok: mengandung nikotin yang dapat memicu produksi asam lambung
    • Alkohol
  • Obat-obatan Golongan Tertentu
    Antikolinergik, beta adrenergik, nitrat, calcium-channel blocker.
  • Hormon
    Peningkatan hormon progesteron selama kehamilan atau pemberian terapi pengganti hormon estrogen pada wanita menopause.
  • Struktural
    Adanya kondisi hiatus hernia (kondisi di mana ada bagian lambung yang menonjol masuk ke esofagus), selain itu kondisi sfingter esofagus bagian bawah yang pendek (panjangnya kurang dari 3 cm).

Faktor risiko penyakit GERD, antara lain:

Jika Anda melihat bahwa refluks Anda hanya terjadi pada makanan tertentu, cobalah menghilangkannya dari makanan Anda. Beberapa orang juga menemukan bahwa duduk tegak selama dan setelah makan memperbaiki gejala mereka.

Diagnosis

  • Endoskopi
    Dokter Anda akan memasukkan tabung tipis dan lentur yang dilengkapi dengan kamera (endoskopi) ke tenggorokan Anda, untuk memeriksa bagian dalam tenggorokan (esofagus) dan perut Anda. Endoskopi dapat mendeteksi peradangan esofagus (esophagitis) atau komplikasi lainnya. Endoskopi juga dapat digunakan untuk mengumpulkan sampel jaringan (biopsi) diuji untuk komplikasi seperti Barrett esofagus.
  • Esophageal Manometry
    Digunakan sebagai Pengukur kekuatan otot esofagus serta sfingter esofagus bagian bawah.
  • Esofagografi dengan Barium enema
    Untuk melihat bayangan dari tenggorokan, lambung, dan usus halus.
  • Pemantauan pH (Tingkat Keasaman) di Esofagus Selama 24 jam
    Untuk memastikan adanya refluks atau untuk memantau sejauh mana terapi penghambat asam telah berhasil dilakukan.

Pengobatan

  • Modifikasi Gaya Hidup
    Merupakan salah satu bagian dari perawatan GERD, namun bukan merupakan pengobatan primer (utama). Usaha ini bertujuan untuk mengurangi frekuensi refluks serta mencegah kekambuhan. Hal-hal yang perlu dilakukan dalam modifikasi gaya hidup, yaitu:
    • Hindari makanan yang meningkatkan keasaman lambung
    • Hindari makanan yang menurunkan tekanan sfingter esofagus bawah. Hindari makanan yang memengaruhi peristaltik (gerakan otot saluran pencernaan), seperti kol dan brokoli
    • Hindari makanan yang memperlambat pengosongan lambung, seperti makanan yang berlemak
    • Hindari makanan besar, kunyahlah makanan dengan baik dan lembut
    • Hindari merokok
    • Hindari berbaring setelah makan
    • Tinggikan bagian kepala tempat tidur
    • Menurunkan berat badan jika kelebihan berat badan
  • Terapi Obat
    Dimulai dengan penghambat pompa proton (PPI), yaitu obat golongan penekan sekresi (produksi) asam yang kuat dengan masa terapi lama. Setelah berhasil, dapat dilanjutkan dengan terapi pemeliharaan dengan menggunakan dosis yang lebih rendah seperti antagonis reseptor H2, prokinetik, atau bahkan antacid.
    • Penghambat Pompa Proton (PPI)
      Umumnya pengobatan diberikan selama 6-8 minggu (terapi awal) yang dapat dilanjutkan dengan dosis pemeliharaan (maintenance therapy) selama 4 bulan atau jika hanya diperlukan (on-demand therapy), tergantung dari derajat esofagitis (radang esofagus).
    • Antasida
      Sebagai penetral (buffer) terhadap asam klorida (HCl), obat ini dapat memperkuat tekanan sfingter esofagus bagian bawah.
    • Antagonis Reseptor H2
      Hanya efektif pada pengobatan esofagitis (radang esofagus) derajat ringan sampai sedang.
    • Obat-obatan Prokinetik
  • Operasi
    Cara ini dapat dilakukan jika tidak ada perbaikan setelah menerima terapi obat. 

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Carilah perawatan medis segera jika Anda mengalami nyeri dada, terutama jika Anda juga mengalami sesak napas, nyeri rahang, atau lengan. Ini mungkin tanda dan gejala serangan jantung. Buat janji dengan dokter Anda jika Anda:

  • Alami gejala GERD yang parah atau sering
  • Minum obat bebas untuk sakit maag lebih dari dua kali seminggu

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

  • Tuliskan gejala Anda, termasuk apa saja yang mungkin tampak tidak terkait dengan alasan mengapa Anda ingin berkonsultasi ke dokter.
  • Tuliskan pemicu apa pun yang dapat menimbulkan gejala Anda, seperti makanan tertentu.
  • Buat daftar semua obat, vitamin, dan suplemen Anda.
  • Tuliskan informasi medis utama Anda, termasuk kondisi lain.
  • Tuliskan informasi pribadi utama, termasuk perubahan atau tekanan baru-baru ini dalam hidup Anda.
  • Tuliskan pertanyaan untuk bertanya kepada dokter Anda.
  • Mintalah seorang kerabat atau teman untuk menemani Anda, untuk membantu Anda mengingat apa yang dikatakan dokter.

Selain itu, ada beberapa pertanyaan lain untuk ditanyakan kepada dokter Anda, seperti:

  • Apa penyebab yang paling mungkin dari gejala saya?
  • Tes apakah yang saya butuhkan? Apakah ada persiapan khusus untuk mereka?
  • Apakah kondisi saya kemungkinan hanya sementara atau berlanjut serius (kronis)?
  • Perawatan apa yang tersedia?
  • Apakah ada larangan tertentu yang harus saya ikuti?
  • Saya punya masalah kesehatan lainnya. Bagaimana cara terbaik untuk mengelola kondisi ini bersama-sama?

Selain pertanyaan-pertanyaan yang sudah Anda siap tanyakan kepada dokter Anda, jangan ragu untuk mengajukan pertanyaan kapan pun Anda tidak memahami sesuatu.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter Anda mungkin akan mengajukan sejumlah pertanyaan kepada Anda. Bersiap untuk menjawabnya. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang mungkin akan ditanyakan:

  • Kapan Anda mulai mengalami gejala? Seberapa parah mereka?
  • Apakah gejala Anda terus menerus atau sesekali?
  • Apa, jika ada, yang tampaknya memperbaiki atau memperburuk gejala Anda?
  • Apakah gejala Anda membangunkan Anda di malam hari?
  • Apakah gejala Anda memburuk setelah makan atau berbaring?
  • Apakah makanan atau rasa asam pernah muncul di belakang tenggorokan Anda?
  • Apakah Anda mengalami kesulitan menelan makanan, atau apakah Anda harus mengubah diet Anda untuk menghindari kesulitan menelan?
  • Apakah terjadi perubahan kenaikan atau penurunan berat badan?
Referensi

Diet and Gastroesophageal Reflux Disease (ASGE). https://www.asge.org/docs/default-source/about-asge/newsroom/doc-gerd_infographic_final.pdf
diakses pada 16 November 2018.

Healthline. https://www.healthline.com/health/gerd
diakses pada 16 November 2018.

Kapita Selekta Kedokteran, M. Arif (2008), Media Aesculapius FKUI: Jakarta.

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gerd/diagnosis-treatment/drc-20361959
diakses pada 16 November 2018.

Back to Top