Penyakit Lainnya

Gendang Telinga Pecah

Diterbitkan: 08 Feb 2021 | dr. Joni Indah SariDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Gendang Telinga Pecah
Gendang telinga pecah biasanya akan sembuh dalam beberapa minggu.
Gendang telinga pecah adalah kondisi munculnya lubang pada gendang telinga. Penyebabnya bisa berupa infeksi telinga dan trauma pada telinga, baik akibat cedera atau suara yang terlalu nyaring.Gendang telinga atau membran timpani berfungsi merasakan getaran suara, dan mengubahnya menjadi sinyal-sinyal yang akan diantarkan ke otak. Membran ini juga akan melindungi telinga bagian tengah dari bakteri, air, dan benda asing.Ketika gendang telinga pecah, bakteri dapat masuk ke telinga bagian tengah dan menyebabkan komplikasi berupa infeksi. Misalnya infeksi telinga bagian tengah (otitis media), infeksi telinga bagian dalam, tuli, dan terbentuknya kolesteatoma. 
Gendang Telinga Pecah
Dokter spesialis THT
GejalaKehilangan pendengaran secara mendadak, nyeri telinga, gatal telinga
Faktor risikoMengalami infeksi telinga tengah, pernah menjalani operasi telinga
Metode diagnosisWawancara, pemeriksaan fisik, pemeriksaan lab
PengobatanObat-obatan, pemasangan patch, operasi
ObatAntibiotik, asetaminofen atau ibuprofen
KomplikasiKetulian sementara, infeksi kronis, kolesteatoma
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala
Gejala gendang telinga pecah umumnya meliputi:
  • Kehilangan pendengaran secara mendadak, baik sebagian maupun sepenuhnya 
  • Sakit pada telinga
  • Gatal di telinga
  • Telinga mengeluarkan cairan abnormal
  • Demam dengan suhu 38°C atau lebih
  • Telinga seperti mendengar suara berdesing atau berdengung (tinnitus)
 
Penyebab gendang telinga pecah bisa berupa:
  • Infeksi telinga, misalnya otitis media atau infeksi telinga tengah. Infeksi ini sering menyebabkan penumpukan cairan di telinga bagian tengah. Akibatnya, terjadi peningkatan tekanan yang kemudian memicu gendang telinga pecah.
  • Cedera pada gendang telinga, misalnya karena pukulan ke telinga atau tertekan objek (seperti cotton bud) yang masuk terlalu jauh ke dalam telinga.
  • Perubahan tekanan udara, seperti naik pesawat atau menyelam.
  • Suara keras yang tiba-tiba, contohnya ledakan.
 

Faktor risiko gendang telinga pecah

Ada sejumlah faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya gendang telinga pecah. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:
  • Mengalami infeksi telinga tengah yang akut atau kronis
  • Pernah menjalani operasi telinga
  • Mengidap infeksi telinga luar yang berat
 
Diagnosis gendang telinga pecah dapat ditentukan dengan cara di bawah ini:
  • Tanya jawab

Dokter akan menanyakan gejala dan faktor risiko yang dialami oleh pasien.
  • Pemeriksaan fisik

Dokter akan memeriksa telinga dengan otoskop. Alat ini memiliki lampu pada ujungnya, untuk mengevaluasi kondisi bagian dalam liang telinga, termasuk gendang telinga.
  • Tes laboratorium

Bila ada cairan yang keluar dari telinga pasien, dokter mungkin akan menganjurkan pemeriksaan laboratorium untuk mengevaluasi ada tidaknya tanda infeksi virus atau bakteri.
  • Tes garpu tala

Tes garpu tala dapat membantu dokter dalam mendeteksi jenis gangguan pendengaran. Misalnya, apakah kondisi ini terjadi akibat kerusakan gendang telinga, saraf di telinga bagian dalam, atau keduanya.
  • Timpanometri

Timpanometri menggunakan alat yang dimasukkan ke dalam saluran telinga dan mengukur perubahan tekanan dalam membran timpani.
  • Pemeriksaan audiologi

Pemeriksaan ini bertujuan mengukur tingkat kemampuan pendengaran pasien pada volume atau nada yang berbeda-beda. 
Cara mengobati gendang telinga pecah umumnya tergantung pada tingkat keparahan dan seberapa lama pasien sudah mengalaminya. Beberapa metode penanganan penyakit ini meliputi:

1. Obat-obatan

  • Antibiotik untuk mengatasi gendang telinga pecah akibat infeksi bakteri. Antibiotik yang diberikan dapat berupa obat antibiotik tetes atau antibiotik yang diminum.
  • Obat penghilang nyeri seperti asetaminofen atau ibuprofen

2. Prosedur

Jika gendang telinga pecah tidak dapat diatasi dengan obat-obatan, dokter mungkin akan menganjurkan tindakan medis berupa:
  • Pemasangan patch

Dokter bisa memasang patch untuk menutup gendang telinga yang berlubang.
  • Operasi

Pada beberapa kasus langka, dokter akan merekomendasikan timpanoplasti. Operasi ini bertujuan menutup lubang pada gendang telinga.Pada timpanoplasti, dokter bedah akan mengambil jaringan dari bagian tubuh lain dan mencangkoknya untuk menutupi lubang di gendang telinga.

3. Perawatan di rumah

Untuk mengurangi nyeri dan mempercepat penyembuhan gendang telinga pecah, pasien bisa melakukan beberapa hal berikut:
  • Menempelkan kompres hangat pada tellinga beberapa kali sehari.
  • Jangan membuang ingus secara berlebihan. Kebiasaan ini dapat menimbulkan tekanan dalam telinga karena rongga telinga berhubungan dengan rongga hidung.
  • Tidak menggunakan obat tetes telinga yang dapat dibeli secara bebas, kecuali jika dianjurkan oleh dokter. Pasalnya, ada beberapa jenis obat tetes telinga yang dapat memicu komplikasi tertentu.
 

Komplikasi gendang telinga pecah

Bila tidak ditangani dengan benar, gendang telinga pecah dapat menyebabkan sederet komplikasi berikut:
  • Ketulian sementara.
  • Infeksi telinga tengah yang kronis. Kondisi ini bisa memicu ketulian permanen
  • Kolesteatoma, yakni kista pada telinga bagian tengah. Ketika gendang telinga pecah, kotoran telinga bisa masuk ke telinga bagian tengah dan membentuk kista, yang kemudian memicu penumpukan bakteri dan menghancurkan tulang di telinga tengah.
 
Cara mencegah gendang telinga pecah yang dapat Anda lakukan meliputi:
  • Pastikan telinga tetap kering untuk mencegah infeksi.
  • Gunakan penutup telinga saat Anda mandi atau berenang agar air tidak masuk ke lubang telinga.
  • Jangan berenang hingga infeksi telinga Anda benar-benar pulih.
  • Segera atasi infeksi telinga dengan saksama.
  • Hindari naik pesawat ketika Anda sedang pilek atau mengalami sinusitis.
  • Pakai penutup telinga, kunyah permen karet, atau menguap untuk menjaga tekanan dalam telinga saat pesawat lepas landas maupun mendarat.
  • Jangan mengorek lubang telinga dengan alat pengorek telinga maupun cotton bud. Rutin mandi setiap hari sejatinya sudah cukup untuk menjaga agar kadar kotoran telinga tidak menumpuk.
  • Siapkan penutup telinga saat Anda tahu akan mendengar suara yang nyaring dalam waktu cukup lama. Misalnya, suara mesin di pabrik, lokasi konstruksi, atau konser musik.
 
Hubungi dokter jika Anda mengalami gejala gendang telinga pecah atau telinga sakit. Jangan sampai kondisi Anda bertambah parah. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gendang telinga pecah?
  • Apakah Anda rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gendang telinga pecah agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/ruptured-eardrum/symptoms-causes/syc-20351879
diakses pada 17 Oktober 2018.
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/perforated-eardrum/
diakses pada 17 Oktober 2018.
Web MD. https://www.webmd.com/pain-management/ruptured-eardrum-symptoms-and-treatments#1
diakses pada 17 Oktober 2018.
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email