Psikologi

Gelisah

19 Feb 2021 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Gelisah
Orang gelisah dapat kesulitan untuk fokus atau berkomunikasi
Gelisah adalah suatu kondisi yang menggambarkan ketidakmampuan tubuh dan pikiran untuk beristirahat, rileks, atau berkonsentrasi. Rasa gelisah dapat muncul dengan atau tanpa sebab. Kegelisahan yang bersifat ekstrem disebut dengan agitasi.Bergantung pada penyebabnya, kegelisahaan sering dikaitkan dengan gejala lain seperti:
  • Merasa khawatir
  • Perasaan tidak tenang
  • Depresi
  • Marah
  • Tegang
  • Sedih
  • Lekas marah
  • Gugup
  • Mudah tersinggung
  • Terlalu bersemangat
  • Kebingungan
Orang yang mengalami kegelisahan dapat bermasalah dengan fokus atau sulit untuk berkomunikasi. Secara fisik, orang gelisah sering kali bergerak tanpa sengaja dan tanpa tujuan.Gerakan ini termasuk mondar-mandir di sekitar ruangan, meremas tangan, menggerakan kaki berulang kali, merasakan gerakan lidah yang tidak terkendali, menutup dan membuka bolpoin, atau tindakan serupa lainnya.Merasa gelisah adalah hal yang umum terjadi. Setiap orang mungkin pernah sesekali merasakannya. Meski begitu, apabila sering merasa cemas dan gelisah, keadaan tersebut dapat menjadi pertanda kondisi kesehatan yang lebih serius. Kelompok usia lanjut dan pasien gangguan mental lebih sering untuk mengalami rasa gelisah,Dalam kasus yang lebih parah, gerakan-gerakan yang dilakukan saat gelisah dapat menjadi berbahaya bagi individu tersebut, seperti merobek, mengoyak, atau menggigiti kulit di sekitar kuku, bibir, maupun bagian tubuh lainnya hingga berdarah.Pada kondisi tertentu, rasa gelisah dapat datang secara tiba-tiba atau berpola. Hal ini bisa berlangsung selama beberapa menit, berminggu-minggu, atau bahkan berbulan-bulan. Nyeri, stres, dan demam dapat meningkatkan rasa gelisah.Rasa gelisah dan cemas selalu memberikan efek negatif pada tubuh. Oleh karena itu, mengetahui penyebabnya adalah langkah utama untuk mengatasinya.
Penyebab gelisah dapat berasal dari lingkungan mau pun penyakit yang mendasarinya.

Penyebab gelisah dari lingkungan:

  • Stres akibat kegiatan sekolah
  • Burnout (stres kerja)
  • Tekanan dari lingkungan (teman sebaya, keluarga dan lainnya)
  • Merasa sedih
  • Ketergantungan alkohol atau obat-obatan terlarang
  • Keracunan alkohol atau obat
  • Keracunan kafein
  • Keracunan karbon monoksida
  • Rawat inap (manula sering mengalami gelisah saat harus dirawat di rumah sakit)
  • Mencoba berhenti dari konsumsi nikotin, alkohol, atau narkoba
  • Konsumsi obat-obatan seperti teofilin, amfetamin, dan steroid
  • Kekurangan vitamin B6
 

Penyebab gelisah akibat penyakit

 
Hubungi dokter apabila Anda merasakan gelisah dengan kondisi berikut ini:
  • Berlangsung untuk waktu yang lama
  • Terasa sangat parah
  • Dalam waktu lama lama
  • Disertai pikiran atau tindakan menyakiti diri sendiri atau orang lain
  • Disertai gejala lain yang tidak dapat dijelaskan
  • Sering muncul tanpa tahu penyebabnya
Perasaan gelisah dapat mengurangi kualitas hidup Anda mau pun orang-orang terdekat. Penting untuk menghubungi tenaga professional kesehatan untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Medlineplus. https://medlineplus.gov/ency/article/003212.htm
Diakses pada 1 Januari 2021
Medicinenet. https://www.medicinenet.com/agitation/symptoms.htm
Diakses pada 1 Januari 2021
WebMD. https://www.webmd.com/schizophrenia/agitation-causes#1
Diakses pada 1 Januari 2021
Calmclinic. https://www.calmclinic.com/anxiety/symptoms/agitation-restlessness
Diakses pada 1 Januari 2021
Pikespeakhospice. https://www.pikespeakhospice.org/library/Teaching_Sheets/Training_Sheets_August_2016/Managing_Restlessness_and_Agitation_2016_Blue.pdf
Diakses pada 1 Januari 2021
Medicalnewstoday. https://www.medicalnewstoday.com/articles/322510#what-is-an-anxiety-disorder
Diakses pada 1 Januari 2021
Healthline. https://www.healthline.com/health/agitation#outlook
Diakses pada 1 Januari 2021
Healthdirect. https://www.healthdirect.gov.au/feeling-restless
Diakses pada 1 Januari 2021
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email