Gegar Otak

Ditulis oleh Nina Hertiwi Putri
Ditinjau dr. Anandika Pawitri
Tidak hanya hilang ingatan, gegar otak juga bisa ditandai dengan sakit kepala, kehilangan keseimbangan, hingga gangguan penglihatan.
Tidak hanya hilang ingatan, gegar otak juga bisa ditandai dengan sakit kepala, kehilangan keseimbangan, hingga gangguan penglihatan.

Pengertian Gegar Otak

Gegar otak adalah cedera otak ringan yang menyebabkan terganggunya fungsi otak untuk sementara. Umumnya, kondisi ini bisa muncul karena benturan keras saat kecelakaan, terjatuh, olahraga, maupun benturan fisik lainnya.

Orang yang mengalami gegar otak, sering tidak mengingat apa yang baru saja mereka alami atau terlihat seperti orang yang linglung. Tidak hanya daya ingat, gegar otak juga dapat memengaruhi refleks tubuh, kemampuan bicara, keseimbangan, hingga koordinasi otot.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gejala gegar otak bisa muncul beberapa menit atau beberapa jam setelah terjadinya cedera pada kepala. Namun pada beberapa kasus, gejala mungkin tidak akan terlihat jelas hingga beberapa hari kemudian.

Gejala yang umumnya dapat muncul meliputi:

  • Sakit kepala yang tidak kunjung hilang meski telah diobati dengan pereda nyeri.
  • Kepala terasa berputar-putar.
  • Merasa mual, lalu muntah-muntah.
  • Hilang ingatan.
  • Tubuh menjadi tidak seimbang, mudah jatuh.
  • Perubahan perilaku. Misalnya, menjadi mudah marah dan suasana hati menjadi mudah berubah (mood swings).
  • Merasa linglung.
  • Gangguan penglihatan.
  • Tidak sadarkan diri.

Gegar otak lebih sulit dikenali apabila terjadi pada anak-anak atau bayi. Karena itu, untuk mengenalinya, Anda dapat mulai memperhatikan tanda-tanda seperti bayi menjadi lebih sering menangis dari biasanya, perubahan pola tidur dan pola makan, serta kehilangan ketertarikan untuk berinteraksi dengan orang lain atau benda tertentu.

Penyebab

Otak dilapisi oleh bantalan yang berfungsi untuk melindunginya dari benturan, gesekan, maupun trauma yang dialami oleh kepala. Namun bantalan tersebut dapat tidak berfungsi secara baik, saat terjadi benturan yang sangat keras dan tiba-tiba.

Saat kepala mengalami benturan keras, otak dapat ikut bergeser dan bergerak sedemikian rupa hingga tergesek-gesek dengan bagian dalam tulang tengkorak. Pergerakan tiba-tiba tersebut dapat memengaruhi fungsi otak.

Umumnya, gangguan fungsi otak hanya terjadi untuk sementara, yang ditandai dengan munculnya tanda dan gejala gegar otak. Cedera otak jenis ini, bisa menyebabkan terjadinya perdarahan di sekitar otak dan menimbulkan gejala berupa penderita tampak linglung atau sering mengantuk.

Perdarahan di otak bisa berakibat fatal. Karena itu, orang yang mengalaminya harus segera dibawa ke rumah sakit terdekat agar mendapatkan perawatan sesegera mungkin.

Diagnosis

Untuk mendiagnosis gegar otak, dokter akan memulainya dengan menanyakan hal yang menyebabkan benturan dan gejala yang dirasakan. Dokter juga akan melakukan pemeriksaan fisik untuk memastikan gejala yang Anda alami.

Jika gejala yang dialami cukup serius, dokter dapat menyarankan Anda untuk menjalani pemeriksaan CT scan atau MRI. Pemeriksaan ini bertujuan melihat kondisi otak dan tanda-tanda cedera otak yang serius.

Apabila Anda juga mengalami kejang, dokter akan melakukan pemeriksaan gelombang otak dengan alat khusus. Dokter dapat pula melakukan pemeriksaan mata khusus untuk melihat gejala gegar otak.

Pengobatan

Perawatan untuk gegar otak akan tergantung dari keparahan gejala yang Anda rasakan. Perawatan berupa operasi dan prosedur medis lainnya dapat dilakukan apabila:

  • Terdapat perdarahan di otak.
  • Terjadi pembengkakan di otak.
  • Otak mengalami cedera serius.

Meski begitu, kebanyakan kasus gegar otak tidak memerlukan operasi atau tindak medis khusus lainnya, namun perlu dipantau selama beberapa hari. Jika kondisi ini menyebabkan sakit kepala, dokter akan meresepkan obat pereda nyeri untuk menghilangkannya.

Dokter juga akan menganjurkan Anda untuk melakukan hal-hal di bawah ini sebagai bagian dari proses penyembuhan:

  • Banyak istirahat.
  • Menghindari aktivitas berat, seperti olahraga.
  • Jangan mengemudi kendaraan selama 24 jam pertama, atau bahkan beberapa bulan, tergantung dari tingkat keparahan cedera.
  • Menjauhi konsumsi alkohol karena akan memperlambat proses penyembuhan.

Pencegahan

Guna mengurangi risiko terkena gegar otak, Anda disarankan untuk menggunakan pelindung kepala dan alat pengaman lainnya saat berolahraga, terutama yang membutuhkan kontak fisik yang keras.

Pastikan alat pengaman sudah terpasang dengan baik dan benar. Berdiskusilah dengan pelatih olahraga maupun ahli lainnya untuk mempelajari teknik berolahraga dengan aman.

Selain itu, mengemudilah dengan cara yang aman. Misalnya, selalu gunakan sabuk pengaman saat naik mobil, selalu mengenakan helm ketika naik motor atau sepeda, jangan berkendara terlalu kencang, dan tidak mengonsumsi alkohol dan obat-obatan saat akan berkendara.

Hindari juga bertengkar dengan orang lain, karena bisa berujung pada kekerasan yang menyebabkan trauma atau benturan pada kepala.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera periksakan ke doker apabila Anda mengalami benturan atau kecelakaan. Anda juga perlu segera mengunjungi dokter apabila mengalami gejala dan tanda yang serupa dengan penjelasan di atas.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum mengunjungi dokter, ada baiknya Anda menyiapkan beberapa hal seperti di bawah ini:

1. Perhatikan anjuran yang diberikan dokter atau perawatan saat pembuatan janji

Sebelum pemeriksaan, Anda perlu menghindari aktivitas yang dapat memperparah gejala yang dirasakan. Hindari berolahraga yang memerlukan kontak fisik untuk sementara waktu.

2. Catat gejala yang dirasakan

Jika yang mengalami kondisi ini adalah orang terdekat Anda, bantu ia untuk mencatat gejala yang dirasakan serta yang terlihat oleh Anda.

3. Catat informasi medis lain yang dirasa penting

Catat riwayat kesehatan, penyakit yang pernah diderita, serta obat, vitamin, suplemen dan pengobatan lain yang sedang dijalani.

4. Bawa serta anggota keluarga atau orang terdekat saat pemeriksaan

Terkadang, sulit untuk mengingat semua hal yang telah disarankan dan dikatakan oleh dokter. Teman atau keluarga yang menemani Anda berkonsultasi bisa membantu untuk mencatat dan mengingat saran dari dokter.

5. Catat pertanyaan yang ingin diajukan ke dokter

Untuk kondisi seperti gegar otak, beberapa pertanyaan di bawah ini bisa Anda ajukan saat pemeriksaan ke dokter:

  • Apakah yang Anda rasakan benar adalah gegar otak?
  • Pemeriksaan apa saja yang perlu dilakukan?
  • Perawatan apa saja yang direkomendasikan?
  • Berapa lama waktu yang dibutuhkan hingga gejala yang dirasakan bisa membaik?
  • Apakah ada risiko terjadi gegar otak lanjutan?
  • Apa risiko komplikasi yang mungkin terjadi?
  • Kapan Anda bisa mulai kembali berolahraga atau beraktivitas lain seperti biasa?
  • Apakah sudah bisa kembali bekerja atau masuk sekolah seperti biasa?
  • Apakah sudah aman jika ingin mengendarai mobil atau motor?
  • Jika memiliki riwayat penyakit lain, apakah perawatan tersebut bisa dilakukan bersamaan?
  • Apakah perlu periksa ke dokter spesialis tertentu?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Saat Anda berkonsultasi, dokter mungkin akan menanyakan seputar kondisi dan riwayat Anda yang meliputi:

  • Apakah baru-baru ini Anda berolahraga yang memerlukan kontak fisik yang keras?
  • Apa yang menyebabkan Anda sampai mengalami cedera otak ringan?
  • Apa gejala yang langsung Anda alami begitu kecelakaan terjadi?
  • Apakah Anda mengingat kejadian sebelum dan sesudah kecelakaan atau benturan?
  • Apakah Anda sempat hilang kesadaran setelah benturan?
  • Apakah Anda sempat kejang?
  • Apakah Anda mual dan muntah setelah benturan?
  • Apakah Anda merasa sakit kepala? Kapan sakit kepala mulai muncul?
  • Apakah Anda merasa kesulitan mengontrol pergerakan tubuh setelah terjadi benturan di kepala?
  • Apakah mulai muncul gangguan pada pendengaran dan penglihatan Anda?
  • Apakah Anda mengalami perubahan secara psikologis?
  • Apakah Anda menjadi cepat lelah, sulit tidur, dan sering pusing?
  • Apakah Anda pernah mengalami hal serupa sebelumnya?
Referensi

American Association of Neurological Surgeons. https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Concussion
Diakses pada 14 Juni 2019

WebMD. https://www.webmd.com/brain/concussion-traumatic-brain-injury-symptoms-causes-treatments#1
Diakses pada 14 Juni 2019

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/concussion/
Diakses pada 14 Juni 2019

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/concussion/diagnosis-treatment/drc-20355600
Diakses pada 14 Juni 2019

Healthline. https://www.healthline.com/health/concussion
Diakses pada 14 Juni 2019

Back to Top