Gawat Janin

Ditulis oleh Giasinta Angguni Pranandhita
Ditinjau dr. Fridawati
Gawat janin adalah kondisi janin tidak mendapat cukup oksigen
Berkurangnya pergerakan janin dan detak jantung yang abnormal menjadi gejala umum gawat janin.

Pengertian Gawat Janin

Gawat janin umumnya sering dibingungkan sebagai asfiksia lahir. Asfiksia lahir terjadi ketika bayi tidak memiliki jumlah oksigen yang cukup sebelum, selama, dan setelah persalinan. Penyebabnya ada bermacam-macam, beberapa karena kadar oksigen yang rendah dalam darah ibu atau aliran darah yang berkurang karena kompresi tali pusar.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Beberapa gejala dari gawat jain, di antaranya adalah:

  • Berkurangnya pergerakan janin dalam kandungan
  • Detak jantung janin yang abnormal
  • Tingkat cairan amniotik yang abnormal
  • Hasil biophysical profile (BPP) yang abnormal
  • Pendarahan vagina
  • Kram
  • Penambahan berat badan yang kurang/berlebihan saat hamil

Penyebab

Pencetus potensial dari gawat janin meliputi:

  • Anemia (pencetus paling sering)
  • Oligohidroamnion (kondisi rendahnya cairan amnion di sekitar janin)
  • Hipertensi saat kehamilan
  • Kehamilan lewat bulan (42 minggu atau lebih)
  • Pertumbuhan janin terhambat (IUGR : Intrauterine Growth Restriction)
  • Cairan amnion tercemar mekonium (feses pertama bayi yang dapat menghambat saluran pernapasan janin)

Diagnosis

Dokter akan melakukan pemantauan janin selama kehamilan untuk mendeteksi komplikasi potensial yang terjadi. Salah satu metode pemantauan yang digunakan adalah pemantauan denyut jantung janin atau yang lebih dikenal sebagai Fetal Hearth Rate (FHR) monitoring.

FHR monitoring dapat membantu dokter mengidentifikasi:

  • Perkembangan hipoksia (kondisi ketika janin tidak menerima jumlah oksigen yang cukup) dengan menganalisis pola denyut jantung janin
  • Kontraksi ibu
  • Respon janin terhadap hipoksia
  • Risiko-risiko lain

Pengobatan

Pengobatan utama yang digunakan untuk gawat janin adalah resusitasi intrauterus, yang meliputi:

  • Mengubah posisi ibu
  • Memastikan ibu terhidrasi dengan baik
  • Memastikan ibu hamil memiliki oksigen yang cukup
  • Amnionfusion (penyaluran cairan ke dalam rongga ketuban untuk mengurangi kompresi tali pusar)
  • Tokolitik (terapi yang digunakan untuk menunda persalinan prematur)
  • Dekstrosa hipertonik intravena

Beberapa kasus gawat janin juga memerlukan operasi caesar darurat. Oleh karena itu, penting untuk melakukan perawatan pranatal dan pemantauan yang tepat dari ibu selama kehamilan.

Referensi

American Pregnancy Association. http://americanpregnancy.org/labor-and-birth/fetal-distress/
diakses pada 4 November 2018.

Back to Top