Perut

Gastroschisis

Diterbitkan: 02 Dec 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Gastroschisis
Gastroschisis menyebabkan usus bayi berada di luar tubuhnya
Gastroschisis adalah kelainan pada dinding perut bayi baru lahir, yang ditandai oleh usus bayi yang berada di luar tubuh. Kondisi ini terjadi karena adanya lubang pada dinding perut bayi, tepatnya di dekat tali pusar. Tak hanya usus, organ lain bayi juga ikut keluar melalui lubang tersebut.Gastroschisis mulai terjadi sejak janin. Pada bayi dengan kondisi ini, otot-otot perutnya tidak terbentuk dengan sempurna sehingga akan terbentuk celah.Organ-organ di dalam perut kemudian terdorong keluar dari perut dan mengambang dalam air ketuban.Seberapa banyak bagian usus bayi yang keluar akan bervariasi pada tiap kasus. Ada sebagian pasien yang hanya mengalami sedikit usus yang keluar. Ada juga pasien dengan kondisi hampir seluruh ususnya keluar dari perut.Segera setelah bayi lahir, operasi diperlukan untuk kembali memasukkan organ perut ke dalam tubuh bayi sekaligus memperbaiki lubang pada dinding perut. Namun meski sudah menjalani operasi, bayi dengan gastroschisis masih bisa mengalami gangguan makan, pencernaan, serta penyerapan nutrisi dari makanan. 
Gastroschisis
Dokter spesialis Kandungan, Bedah Anak
GejalaBenjolan pada perut bayi, usus yang keluar lewat tali pusar, gangguan pergerakan dan pencernaan makanan
Faktor risikoIbu hamil di bawah 20 tahun, kurang nutrisi selama hamil, merokok atau memakai obat-obatan terlarang
Metode diagnosisUSG, tes darah
PengobatanOperasi, pemberian nutrisi, antibiotik
ObatAntibiotik
KomplikasiGangguan fungsi usus, atresia usus, gangguan pernapasan
Kapan harus ke dokter?Penurunan frekuensi BAB, bayi sulit menyusu, demam pascapengobatan
Gejala gastroschisis dapat langsung dilihat pada perut bayi saat lahir. Gejalanya bisa berupa:
  • Benjolan di perut bayi
  • Usus yang keluar dari dinding perut lewat lubang dekat tali pusar
  • Gangguan dalam pergerakan dan pencernaan makanan karena ada usus yang terpapar air ketuban
 

Perbedaan gastroschisis dan omphalocele

Kondisi medis yang serupa dengan gastroschisis adalah omphalocele. Pada omphalocele, usus juga keluar melalui lubang pada perut bayi. Pada sebagian kasus, organ lain seperti hati dan lambung juga dapat keluar melalui lubang tersebut.Namun ada beberapa perbedaan utama di antara gastroschisis dan omphalocele. Simak penjelasan di bawah ini:
  • Lokasi lubang

Pada omphalocele, lubang terdapat tepat di pusar. Sedangkan pada gastroschisis, lubang terdapat di samping pusar.
  • Membran pelindung usus

Pada omphalocele, usus dilindungi oleh membran pelindung. Semenrtara pada gastroschisis, tidak ada membran yang melindungi usus sehingga air ketuban bisa memicu iritasi pada usus. Kondisi ini menyebabkan usus membengkak atau terpuntir. 
Hingga sekarang, penyebab gastroschisis belum diketahui secara pasti. Pada kondisi normal, usus dan organ dalam lain berkembang di bagian luar tubuh janin, kemudian masuk ke dalam perut.Namun pada bayi dengan gastroschisis, usus tetap berada di luar dinding perut tanpa membran yang melindunginya. Kondisi ini terus berlanjut sampai Si Kecil lahir, sehingga usus yang keluar bisa mengalami iritasi karena cairan ketuban. 

Faktor risiko gastroschisis

Terdapat beberapa kondisi tertentu pada ibu hamil yang dapat meningkatkan risiko gastroschisis pada calon bayinya. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:
  • Usia saat hamil

Hamil di usia muda, yakni di bawah 20 tahun
  • Nutrisi selama kehamilan

Kurangnya nutrisi selama kehamilan juga bisa menjadi salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko gastroschisis.
  • Rokok atau obat-obatan terlarang

Merokok atau menggunakan obat-obatan terlarang (seperti kokain serta amfetamin) selama hamil akan mempertinggi kemungkinan caon bayi untuk terkena gastroschisis.
  • Paparan nitrosamine

Nitrosamine adalah senyawa kimia yang bisa ditemukan pada beberapa jenis makanan, kosmetik, dan rokok. Paparan tinggi dari senyawa ini juga bisa meningkatkan risiko gastroschisis.
  • Obat-obatan tertentu

Mengonsumsi aspirin, ibuprofen, paracetamol, serta obat dekongestan yang mengandung senyawa pseudoefedrin atau fenilpropanolamin selama kehamilan turut andil dalam memicu gastroschisis. Karena itu, selalu konsultasikan ke dokter kandungan sebelum menggunakannya. 
Diagnosis gastroschisis dapat dipastikan pada saat kehamilan atau setelah bayi lahir. Selama masa hamil, dokter bisa mendeteksinya melalui beberapa pemeriksaan pada ibu hamil di bawah ini:
  • Ultrasonografi (USG)

Pada pemeriksaan USG, akan dihasilkan gambar kondisi bayi dalam kandungan. Adanya  gastroschisis akan tampak pada gambar tersebut. Biasanya kondisi ini terdeteksi pada usia 20 minggu kehamilan.
  • Tes darah

Dokter dapat melakukan pemeriksaan kadar protein bernama alpha-fetoprotein. Pada bayi dengan gastroschisis, kadar protein ini akan lebih tinggi dari nilai normalnya.Bila ibu tidak menjalani pemeriksaan saat kehamilan, gastroschisis akan langsung diketahui ketika dokter melihat ada bagian usus bayi yang berada di luar tubuhnya saat lahir. 
Jika gastroschisis ditemukan sebelum persalinan, dokter akan melakukan pemantauan khusus hingga bayi lahir. Langkah ini bertujuan memastikan agar janin tetap sehat.Setelah bayi lahir, cara mengobati gastroschisis akan dilaksanakan dengan operasi untuk memperbaiki kelainan yang terjadi.Dokter bedah akan kembali memasukkan usus ke dalam rongga perut dan menutupi bagian yang cacat jika memungkinkan. Berikut beberapa jenis operasi gastroschisis yang dapat menjadi pilihan:
  • Operasi gastroschisis primer

Metode operasi ini dilakukan segera setelah bayi lahir jika kondisi gastroschisis tidak terlalu parah. Dokter bedah akan kembali memasukkan usus ke dalam perut bayi dan memperbaiki lubang pada dinding perut.
  • Operasi gastroschisis bertahap

Metode operasi ini ditujukan pada gastroschisis yang lebih serius. Setelah bayi lahir, organ-organ yang menjulur keluar akan ditutup terlebih dulu.Selama beberapa hari, organ tersebut akan perlahan-lahan didorong ke dalam perut. Setelah organ kembali ke lokasi semestinya, dokter bedah akan memperbaiki lubang di dinding perut bayi.Bayi akan membutuhkan alat bantu pernapasan sesudah menjalani operasi. Alat ini diperlukan karena adanya tekanan tambahan dari organ-organ yang kembali dimasukkan ke dalam tubuhnya.Suhu tubuh bayi juga harus dijaga dengan sangat cermat agar tetap normal. Pasalnya, bagian usus yang terbuka memungkinkan banyak panas tubuh yang keluar dari tubuh bayi.Di samping operasi, pengobatan gastroschisis lainnya adalah pemberian nutrisi dan antibiotik. Pemberian antibiotik berfungsi mencegah infeksi. 

Komplikasi gastroschisis

Jika yidak ditangani dengan tepat, gastroschisis yang dapat menyebabkan komplikasi yang meliputi:
  • Gangguan fungsi usus

Karena terpapar air ketuban yang bersifat iritatif, usus bayi mungkin tidak berfungsi dengan normal bahkan setelah usus dimasukkan kembali ke dalam perut.Bayi dengan gastroschisis membutuhkan beberapa waktu hingga ususnya pulih dan dapat mencerna secara normal.
  • Atresia usus

Sekitar 10-20 persen dari bayi dengan gastroschisis dapat mengalami atresia usus.Atresia usus adalah bagian usus tidak berkembang saat di dalam janin. Jika mengalami kondisi ini, bayi memerlukan operasi tambahan untuk mengatasi sumbatan pada usus.
  • Aliran darah ke usus dan ginjal yang berkurang

Kondisi ini disebabkan adanya peningkatan tekanan yang terjadi karena organ perut yang tidak pada tempatnya.
  • Gangguan pernapasan

Gangguan pernapasan juga terjadi karena peningkatan tekanan akibat organ perut yang tidak pada tempatnya. Paru-paru menjadi sulit mengembang sehingga bayi sulit bernapas.
  • Nekrosis usus

Nekrosis usus adalah kematian jaringan usus karena infeksi atau aliran darah yang kurang. 
Karena penyebabnya belum diketahui, cara mencegah gastroschisis juga belum tersedia. Yang bisa Anda lakukan adalah menjalani pemeriksaan kehamilan seara rutin dan mencukupi nutrisi selama mengandung. 
Gastroschisis dapat didiagnosis dan ditangani di rumah sakit pada saat bayi lahir. Namun Anda tetap harus waspada dan mencermati kondisi buah hati meski sudah boleh pulang.Beberapa tanda yang perlu diperhatikan meliputi:
  • Berkurangnya frekuensi buang air besar
  • Bayi sulit menyusu
  • Demam
  • Muntah berwarna kuning atau hijau
  • Bengkak pada daerah perut
  • Perubahan perilaku yang mengkhawatirkan
 
Gastroschisis termasuk kondisi yang umumnya ditemukan secara tidak sengaja. Karena itu, kemungkinan tidak ada persiapan yang bisa Anda lakukan.Namun Anda dapat menyiapkan informasi yang diperlukan ketika dokter menjadwalkan pemeriksaan lanjutan. Beberapa di antaranya meliputi:
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami, terutama selama kehamilan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Adakah gangguan kehamilan yang Anda alami?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gastroschisis?
  • Apakah ada anggota keluarga kandung Anda yang pernah mengalami kondisi sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan untuk memastikan diagnosis gastroschisis. agar penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000992.htm
Diakses pada 27 Desember 2018
WebMD. https://www.webmd.com/children/what-is-gastroschisis#1
Diakses pada 27 Desember 2018
Medline Plus. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=10857
Diakses pada 27 Desember 2018
Healthline. https://www.healthline.com/health/gastroschisis-vs-omphalocele#symptoms
Diakses pada 27 Desember 2018
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/gastroschisis.html
Diakses pada 2 Desember 2020
CDC. https://www.cdc.gov/ncbddd/birthdefects/gastroschisis.html
Diakses pada 2 Desember 2020
Johns Hopkins Medicine. https://www.hopkinsmedicine.org/health/conditions-and-diseases/gastroschisis
Diakses pada 2 Desember 2020
University of California San Fransisco. https://www.ucsfbenioffchildrens.org/conditions/gastroschisis/
Diakses pada 2 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email