Gastroschisis

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Gastroschisis merupakan cacat lahir langka ditandai usus bayi berada di luar tubuh
Gastroschisis salah satu cacat lahir yang termasuk langka.

Pengertian Gastroschisis

Gastroschisis adalah cacat lahir langka dan ditandai oleh usus bayi yang berada di luar tubuh akibat adanya lubang pada dinding perut bayi. Kondisi ini mulai terjadi sejak saat bayi tumbuh dalam rahim. Jika otot-otot pada perut bayi tidak terbentuk dengan benar, celah akan terbentuk dan organ-organ didalamnya akan terdorong keluar.

Cacat lahir ini disebabkan oleh herniasi pada dasar tali pusar yang memungkinkan sejumlah usus untuk keluar dari perut dan berada dicairan ketuban. Bayi dengan gastroschisis akan membutuhkan operasi segera setelah lahir.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gastroschisis dapat dilihat pada perut bayi saat lahir. Usus kecil sering berada di luar perut dan di dekat tali pusar. Organ tubuh lain yang dapat terlihat adalah usus besar, lambung, atau kantong empedu.

Di samping itu, gejala lain dari gastroschisis juga bisa berupa adanya lubang di dekat pusar dan usus yang tidak tertutupi oleh kantung pelindung.

Penyebab

Hingga saat ini, para pakar belum bisa menemukan penyebab pasti di balik gastroschisis. Namun ada beberapa faktor yang dianggap dapat menyebabkan meningkatnya risiko cacat lahir ini. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi sang ibu hamil yang:

  • Berusia muda.
  • Mengalami kekurangan nutrisi.
  • Menggunakan obat-obatan terlarang.

Gastroschisis mirip dengan omphalocele. Namun omphalocele adalah cacat lahir di mana usus bayi atau organ perut lainnya menjulur melalui lubang di daerah pusar dan ditutupi oleh selaput. Sedangkan pada gastroschisis tidak ada selaput yang menutupinya.

Cacat lahir gastroschisis berkembang saat bayi tumbuh dalam rahim ibu. Selama masa perkembangan janin, usus dan organ-organ dalam lain (seperti, hati, kandung kemih, perut, ovarium, atau testis) berkembang di luar tubuh janin.

Namun, seiring waktu organ-organ tersebut akan kembali ke dalam tubuh janin. Pada bayi dengan gastroschisis, usus (dan kadang-kadang lambung) akan berada di luar dinding perut tanpa selaput yang menutupinya.

Diagnosis

Ultrasonografi (USG) prenatal sering mengidentifikasi gastroschisis pada janin. Sang ibu dapat menunjukkan gejala-gejala, seperti terlalu banyak cairan ketuban (polyhydramnios).

Pengobatan

Jika gastroschisis didiagnosis sebelum kelahiran, ibu memerlukan pemantauan khusus hingga bayi lahir. Langkah ini untuk memastikan janin tetap sehat.

Langkah penanganan untuk gastroschisis adalah pembedahan untuk memperbaiki cacat yang terjadi. Dokter bedah akan kembali memasukkan usus ke dalam rongga perut dan menutupi bagian yang cacat jika memungkinkan. Berikut prosedur operasi yang bisa dianjurkan:

  • Perbaikan gastroschisis primer yang dilakukan jika kondisinya tidak terlalu parah. Dokter bedah akan kembali memasukkan ke dalam perut bayi dan memperbaiki pembukaan. Operasi ini dilakukan tepat setelah bayi lahir.
  • Perbaikan gastroschisis bertahap untuk kasus yang lebih serius. Setelah bayi lahir, organ-organ yang menjulur akan ditutup dengan hati-hati. Selama beberapa hari, organ akan perlahan-lahan didorong ke dalam perut. Setelah organ-organ kembali ke lokasi semestinya, dokter bedah akan memperbaiki lubang di perut bayi.

Bayi membutuhkan alat bantu pernapasan setelah operasi karena tekanan tambahan dari organ-organ yang kembali ke dalam tubuhnya. 

Pengobatan lain yang dilakukan umumnya meliputi pemberian nutrisi dan antibiotik. Penggunaan antibiotik berfungsi untuk mencegah infeksi.

Suhu tubuh bayi juga harus dijaga dengan sangat hati-hati agar tetap normal. Pasalnya, usus yang terbuka memungkinkan banyak panas tubuh yang keluar.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Gastroschisis dapat didiagnosis dan diperbaiki di rumah sakit pada saat bayi lahir. Namun Anda tetap harus waspada dan mencermati kondisi bayi Anda meski sudah boleh pulang. Apa sajakah tanda-tanda yang sebaiknya diperhatikan?

  • Berkurangnya frekuensi buang air besar.
  • Bayi sulit menyusu.
  • Demam
  • Muntah berwarna kuning atau hijau.
  • Bengkak pada daerah perut.
  • Perubahan perilaku yang mengkhawatirkan.
Referensi

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/000992.htm
Diakses pada 27 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/children/what-is-gastroschisis#1
Diakses pada 27 Desember 2018

Medline Plus. https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=10857
Diakses pada 27 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/gastroschisis-vs-omphalocele#symptoms
Diakses pada 27 Desember 2018

Back to Top