Perut

Gastroparesis

Diterbitkan: 03 May 2019 | OliviaDitinjau oleh dr. Indra Wijaya
image Gastroparesis
Mengurangi porsi makan dan memakan makanan yang lembut dapat membantu lambung untuk mencerna makanan dengan baik.
Gastroparesis adalah kondisi kronik dimana lambung tidak dapat mencerna makanan dengan baik. Makanan melewati lambung lebih lambat dari biasanya karena terdapat masalah pada saraf dan otot yang mengontrol pencernaan. Pada keadaan normal, usus bergerak secara spontan untuk mendorong makanan. Namun pada kondisi ini motilitas (kontraksi otot usus) berfungsi secara lambat atau tidak berfungsi sama sekali.
Gejala pada gastroparesis termasuk:
  • Mual
  • Muntah
  • Mudah terasa kenyang walaupun hanya makan sedikit
  • Acid reflu
  • Kembung
  • Sakit perut
  • Nafsu makan hilang
  • Terjadi penurunan berat badan dan malnutrisi
  • Perubahan pada kadar glukosa darah
Gastroparesis disebabkan karena adanya kerusakan saraf yang mengontrol otot perut (saraf vagus). Saraf vagus membantu mengelola proses kompleks di saluran pencernaan, termasuk memberi sinyal kepada otot-otot di perut untuk berkontraksi dan mendorong makanan ke dalam usus kecil. Saraf vagus yang rusak tidak dapat mengirim sinyal secara normal ke otot perut sehingga menyebabkan makanan tetap berada di perut lebih lama.Saraf vagus dapat mengalami kelainan karena beberapa jenis penyakit dan kondisi, seperti diabetes dan komplikasi pascaoperasi lambung untuk penurunan berat badan (operasi bariatric) atau pengangkatan sebagian lambung (gastrektomi).
Untuk mendiagnosis gastroparesis, dokter biasanya akan menanyakan gejala, riwayat kesehatan dan melakukan tes darah. Dokter juga mungkin akan melakukan beberapa tes, yaitu:
  • Foto polos barium
    Pasien akan diminta untuk menelan cairan barium yang akan tampak di salurang pencernaan saat dilakukan rontgen. Dokter akan melihat bagaimana barium melalui saluran pencernaan.
  • Gastric emptying scan using scintigraphy
    Sebutir telur yang mengandung sejumlah kecil zat radioaktif akan dikonsumsi oleh pasien yang dapat terdeteksi oleh mesin scan. Pada kasus gastroparesis, 10% dari makanan masih berada dalam lambung 4 jam setelah makanan dikonsumsi.
  • Tes kapsul nirkabel
    Sebuah alat elektronik kecil yang ditelan oleh pasien akan mengirimkan informasi ke sebuah alat perekam untuk mengukur seberapa cepat alat ini melalui saluran pencernaan.
  • Endoskopi
    Selang kecil dan fleksibel akan dimasukkan ke kerongkongan sampai ke lambung pasien untuk melihat permukaan lambung dan menyingkirkan diagnosis penyakit lain.
Gastroparesis biasanya tidak dapat diobati tetapi penderita dapat mengontrol kondisinya dengan melakukan perubahan pola makan seperti mengonsumsi makanan dengan porsi yang lebih sedikit, mencoba makanan yang lembut sehingga mudah dicerna, mengunyah makanan sampai halus sebelum menelannya, dan meminum minuman non-soda. Dokter juga dapat meresepkan obat untuk mengurangi gejala.
Segera temuilah dokter jika Anda mengalami dehidrasi setelah muntah berkali-kali, memiliki penyakit gastro-esophageal reflux (GERD), mengalami malnutrisi, dan memiliki kadar gula darah yang tidak dapat diprediksi.
Anda juga sebaiknya membuat daftar gejala-gejala yang dialami dan daftar semua obat, vitamin atau suplemen yang Anda konsumsi.
Dokter umumnya akan memberikan beberapa pertanyaan seperti:
  • Kapan pertama kali Anda mulai mengalami gejala-gejala tersebut?
  • Apakah gejala yang Anda alami terjadi terus menerus atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala-gejala Anda?
  • Apakah ada yang tampaknya meringankan gejala Anda?
  • Apakah ada yang tampaknya memperburuk gejala Anda?
  • Apakah gejala yang Anda alami terjadi secara tiba-tiba, seperti setelah keracunan makanan?
  • Operasi apa saja yang pernah Anda lakukan?
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastroparesis/symptoms-causes/syc-20355787
Diakses pada 22 November 2018
NHS. https://www.nhs.uk/conditions/gastroparesis
Diakses pada 22 November 2018
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Flatus Adalah Proses Pembuangan Gas Tubuh Alias Kentut, Ini Penyebabnya

Flatus adalah proses pengeluaran gas pencernaan melalui anus. Kondisi yang juga dikenal sebagai kentut ini dialami semua orang. Penyebab flatus meliputi sejumlah jenis makanan dan penyakit pada pencernaan Anda.
17 Nov 2020|Nenti Resna
Baca selengkapnya
Flatus adalah proses pembuangan gas dari dalam tubuh

8 Titik Refleksi di Tangan untuk Mengatasi Masalah Kesehatan

Pijat refleksi sudah lama terkenal sebagai pengobatan alternatif. Beberapa titik refleksi di tangan dapat mengatasi sembelit, sakit kepala, dan pilek.
25 Sep 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Titik refleksi tangan di telapak tangan kanan dan kiri serta pergelangan tangan

Mengenal Gejala Diverkulitis yang Perlu Diatasi Sedini Mungkin

Gejala divertikulitis yang paling umum dan mudah dikenali adalah rasa nyeri akut di area perut. Hal ini bisa disertai dengan mual, muntah, hingga konstipasi.
03 Jul 2019|Anita Djie
Baca selengkapnya
Gejala diverkulitis pada pencernaan