Gastroenteritis

Ditinjau dr. Fridawati
Gastroenteritis adalah infeksi usus yang ditandai dengan diare, kram perut, muntah dan terkadang demam. Gejala gastroenteritis diantaranya adalah diare berair, muntah, sakit perut, kram perut dan demam.
Gastroenteritis mudah menular apabila terjadi kontak dengan orang yang terinfeksi, atau mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri atau virus.

Pengertian Gastroenteritis

Gastroenteritis adalah infeksi usus yang ditandai dengan diare (konsistensi feses lebih lunak atau berair dengan frekuensi >3x dalam sehari), kram perut, muntah dan terkadang demam. Ketika anda terkena Gastroenteritis, lambung dan usus anda terinfeksi disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus.

Penyakit ini dapat dengan mudah menular apabila terjadi kontak dengan orang yang terinfeksi, atau mengkonsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi oleh bakteri atau virus. Jika anda memiliki tingkat kekebalan tubuh yang bagus, maka kemungkinan besar anda akan sembuh tanpa komplikasi. Namun untuk kasus orang tua, anak-anak dan orang yang memiliki tingkat kekebalan tubuh yang rendah, maka penyakit ini berpotensi mengancam jiwa.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Meskipun gastroenteritis sering disebut sebagai flu perut, namun penyakit ini tidak sama dengan influenza. Influenza hanya memengaruhi sistem pernapasan (tenggorokan, hidung dan paru-paru). Di lain pihak, gastroenteritis memengaruhi sistem pencernaan dan menyebabkan gejala sebagai berikut:

  • Diare berair
  • Muntah
  • Sakit perut
  • Kram perut
  • Demam

Gejala-gejala tersebut biasanya muncul 1-3 hari setelah terinfeksi bakteri. Biasanya, gejala-gejala tersebut akan berlangsung selama 1-2 hari, namun terkadang juga bisa selama 10 hari, tergantung jenis penyakit dan kondisi kekebalan tubuh.

Penyebab

Penyebab utama dari penyakit gastroenteritis adalah konsumsi makanan dan minuman yang terkontaminasi, atau berbagi peralatan, handuk ataupun makanan dengan seseorang yang terinfeksi. Sejumlah virus juga dapat menyebabkan gastroenteritis, antara lain:

  • Norovirus, yang penyebarannya melalui kontak fisik dan melalui makanan
  • Rotavirus, yang penyebarannya melalui kontak fisik dan sangat umum menjadi penyebab gastroenteritis dikalangan anak-anak.

Diagnosis

Dokter akan melakukan anamnesis dan riwayat mengenai:

  • Sejak kapan gejala berlangsung
  • Jumlah diare dan muntah
  • Faktor risiko terjadinya penyakit seperti: riwayat makan makanan kotor, minuman tercemar dan lain-lain
  • Gejala subjektif yang dialami pasien, seperti: demam, lemas

Pemeriksaan fisik yang dilakukan meliputi:

  • Pemeriksaan fisik secara menyeluruh, seperti: pemeriksaan perut, tanda-tanda vital dan tanda-tanda dehidrasi (mata cekung, turgor kulit turun, rasa haus, bibir kering) bahkan syok disebabkan kekurangan cairan.

Pemeriksaan penunjang dapat dilakukan:

  • Mengambil sampel feses untuk dilakukan tes terhadap keberadaan virus atau bakteri yang menyebabkan gastroenteritis.

Pengobatan

Ada beberapa pengobatan yang dapat dilakukan:

  • Untuk gastroenteritis yang disebabkan bakteri, pengobatannya berupa konsumsi antibiotik. Dokter akan merekomendasikan antibiotik yang dapat menyembuhkan gastroenteritis tipe ini.
  • Untuk gastroenteritis yang disebabkan oleh virus, antibiotik tidak dapat menyembuhkan gastroenteritis dan biasanya pasien akan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari. Hal-hal yang dapat dilakukan adalah:
    • Istirahat total
    • Konsumsi banyak cairan
    • Konsumsi obat anti-nyeri yang dijual bebas untuk mengurangi demam dan rasa sakit lainnya

Pencegahan

Dokter dapat menyarankan tindakan berikut untuk mencegah gastroenteritis:

  • Melakukan vaksinasi sesuai jadwal
  • Menjaga kebersihan, seperti mencuci tangan secara berkala
  • Tidak berbagi makanan, minuman ataupun peralatan untuk mengurangi risiko penyebaran melalui kontak jarak dekat

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Segera hubungi dokter apabila:

  • Diare berair secara terus menerus selama 24 jam
  • Muntah secara terus menerus
  • Muntah darah
  • Dehidrasi (haus berlebihan, mulut kering, urine berwarna kuning gelap dan pusing)
  • Panas tinggi (40oC)

Untuk anak-anak, segera hubungi dokter apabila:

  • Demam 39oC atau lebih
  • Badan lemas dan rewel
  • Terlihat tidak nyaman di bagian perut
  • Diare yang bercampur darah
  • Terlihat mengalami dehidrasi

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Jika anda mengalami gejala gastroenteritis, segeralah periksakan diri anda ke dokter terpercaya anda. Jika perlu, dokter anda mungkin akan merujuk ke spesialis penyakit dalam.

Dokter anda mungkin akan menanyakan beberapa pertanyaan. Bersiaplah untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan berikut:

  • Kapan anda mulai mengalami gejala-gejala gastroenteritis?
  • Apakah gejala berlangsung terus-terusan atau sesekali?
  • Seberapa parah gejala-gejala tersebut? Apakah gejala-gejala tersebut cenderung memburuk?
  • Apakah ada yang dapat membuat gejala anda berkurang?
  • Apakah ada orang di rumah anda yang memiliki gejala yang sama?

Anda juga dapat membuat daftar pertanyaan yang akan anda tanyakan kepada dokter, seperti :

  • Apakah penyebab dari gejala-gejala saya?
  • Apakah saya perlu dites?
  • Apa pengobatan yang bisa saya dapat? Pengobatan mana yang direkomendasikan ke saya?
  • Apakah ada obat yang perlu saya konsumsi?
  • Apa yang bisa saya lakukan di rumah untuk mengurangi gejala ini?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter biasanya dapat mendiagnosis gastroenteritis dengan menanyakan gejala dan dilakukan pemeriksaan pengambilan sampel feses untuk melakukan tes terhadap keberadaan bakteri atau virus yang menyebabkan gastroenteritis.

Referensi

Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/viral-gastroenteritis/symptoms-causes/syc-20378847
diakses pada 12 Oktober 2018. 

Web MD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/gastroenteritis
diakses pada 12 Oktober 2018.

Back to Top