Gastritis

Ditulis oleh Lenny Tan
Ditinjau dr. Reni Utari
Gastritis terjadi saat lambung membengkak, yang dapat mengakibatkan meningkatnya risiko kanker lambung.
Gastritis atau sakit maag terjadi akibat peradangan atau pembengkakan pada lambung.

Pengertian Gastritis

Gastritis terjadi ketika lapisan lambung meradang atau membengkak. Peradangan ini biasanya terjadi akibat infeksi bakteri, yang menyebabkan sebagian besar ulkus di lambung. Di Indonesia, gastritis dikenal juga dengan istilah maag.

Gastritis akut melibatkan peradangan yang terjadi secara tiba-tiba dan parah. Sedangkan gastritis kronis mengacu pada peradangan jangka panjang yang dapat berlangsung selama bertahun-tahun jika tidak ditangani.

Penggunaan obat penghilang rasa sakit yang kontinyu dan konsumsi terlalu banyak alkohol dapat menyebabkan gastritis. Dalam beberapa kasus, gastritis dapat memicu bisul dan meningkatkan risiko kanker lambung. Namun bagi kebanyakan orang, peradangan ini tidak serius dan dapat membaik dengan pengobatan yang tepat.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gastritis tidak menyebabkan gejala yang jelas pada semua orang. Bila ada gejala yang muncul, umumnya dapat meliputi:

  • Mual
  • Muntah
  • Perasaan begah di perut bagian atas, terutama setelah makan.
  • Gangguan pencernaan.
  • Sakit perut dan perut kembung.
  • Cegukan
  • Kehilangan selera makan.
  • Muntah darah atau muntah berwarna hitam seperti biji kopi.
  • Tinja berwarna hitam.

Penyebab

Memiliki lapisan lambung yang tipis atau rusak dapat meningkatkan risiko seseorang untuk terkena gastritis. Ketika lapisan lambung terlalu lemah, enzim pencernaan bisa saja merusaknya. Kondisi inilah yang akan menyebabkan gastritis.

Penyebab lain gastritis adalah infeksi bakteri gastrointestinal, seperti bakteri Helicobacter pylori. Infeksi biasanya ditularkan dari orang ke orang, namun penularan dapat pula terjadi melalui makanan atau air yang telah terkontaminasi.

Menurut para ahli, ada juga sederet faktor lain yang bisa meningkatkan risiko gastritis. Faktor-faktor risiko tersebut meliputi:

  • Konsumsi alkohol yang berlebihan.
  • Penggunaan rutin obat antiinflamasi non-steroid (OAINS), seperti ibuprofen dan aspirin.
  • Penggunaan kokain.
  • Faktor usia. Lapisan lambung akan menipis secara alami seiring bertambahnya usia.
  • Penggunaan tembakau, termasuk merokok.
  • Gangguan autoimun.
  • Gangguan pencernaan, seperti penyakit Crohn.
  • Infeksi virus.

Diagnosis

Untuk mendeteksi penyebab dan mematikan diagnosis, dokter bisa merekomendasikan beberapa tes di bawah ini:

  • Tes feses(tinja) untuk memeriksa infeksi atau peradangan pada lambung.
  • Tes napas juga diperlukan untuk mendiagnosis ada atau tidaknya infeksi Helicobacter pylori.
  • Endoskopi untukmencari tanda-tanda peradangan.
  • Meminum carian khususbernama barium untuk memudahkan dokter melihat kondisi sistem pencernaan melalui X-ray.
  • Hitung darah lengkap untuk memeriksa anemia atau darah rendah.

Pengobatan

Pengobatan gastritis tergantung pada penyebabnya. Gastritis akut yang disebabkan oleh konsumsi obat anti inflamasi nonsteroid atau alkohol dapat dihilangkan dengan menghentikan penggunaannya.

Dokter juga dapat meresepkan obat-obatan guna menangani gastritis. Apa sajakah jenisnya?

  • Obat antibiotik untuk membunuh bakteri H. pylori. Dokter Anda dapat merekomendasikan penggunaan kombinasi antibiotik, seperti klaritromisin dan amoksisilin atau metronidazole, untuk memberantas bakteri. Obat ini biasanya harus digunakan selama tujuh hingga 14 hari.
  • Obat yang menghambat produksi asam dan meningkatkan proses penyembuhan, seperti omeprazole, lansoprazole, rabeprazole, esomeprazole, dexlansoprazole, dan pantoprazole.
  • Penggunaan jangka panjang dari inhibitor pompa proton. Namun pengobatan ini dapat meningkatkan risiko patah tulang pinggul, pergelangan tangan, dan tulang belakang. Konsultasikan pada dokter Anda apakah suplemen kalsium dapat mengurangi risiko ini.
  • Obat-obatan untuk mengurangi produksi asam, seperti obat penghambat asam yang meliputi ranitidine, famotidine, cimetidine, dan nizatidine.
  • Antasida yang bisa menetralkan asam lambung.

Pencegahan

Cara utama untuk mencegah gastritis adalah dengan menghindari penggunaan jangka panjang dari zat-zat yang dapat mengiritasi perut. Contohnya, OAINS (aspirin, ibuprofen) maupun alkohol.

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Temui dokter jika Anda memiliki gejala gastritis selama seminggu atau lebih. Beri tahu dokter kmengenai ketidaknyamanan Anda, khususnya setelah mengonsumsi obat resep atau obat bebas (terutama aspirin atau penghilang rasa sakit lainnya).

Konsultasikan dengan dokter juga jika terdapat darah dalam feses Anda atau ketika feses Anda berwarna hitam.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Sebelum mengunjungi dokter, ada baiknya jika Anda melakukan hal-hal berikut ini:

  • Mencatat pertanyaan yang ingin diajukan, misalnya membatasi atau mengatur pola makan.
  • Menuliskan semua gejala yang Anda alami.
  • Mencatat dan menyiapkaninformasi pribadi Anda.
  • Membuat daftar tentang semua obat, vitamin, atau suplemen yang Anda gunakan.
  • Mengajak seseorang untuk menemani Anda. Hal ini dapat membantu Anda mengingat semua informasi yang diberikan dokter.

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter umumnya akan mengajukan beberapa pertanyaan kepada Anda sebelum melakukan proses diagnosis. Sederet pertanyaan tersebut bisa berupa:

  • Apa saja gejala yang Anda alami?
  • Seberapa parah gejala tersebut?
  • Apakah Anda menggambarkan sakit perut Anda sebagai sedikit tidak nyaman atau seperti terbakar?
  • Apakah gejala tersebut datang terus-menerus atau sesekali?
  • Apakah sesuatu, seperti makan makanan tertentu, yang terasamemperburuk gejala Anda?
  • Apakah ada sesuatu, seperti makanan tertentu atau obat antasida, yang terasamengurangigejala Anda?
  • Apakah Anda mengalami mual atau muntah?
  • Apakah Anda baru saja kehilangan berat badan?
  • Seberapa sering Anda mengonsumsi obat penghilang rasa sakit, seperti aspirin, ibuprofen, atau naproxen?
  • Seberapa sering Anda minum alkohol, dan seberapa banyak Anda meminumnya?
  • Pernahkah Anda menemukan adanya feses hitam atau darah pada feses Anda?
  • Pernahkah Anda menderita penyakit maag?
Referensi

Medline Plus. https://medlineplus.gov/ency/article/001150.htm
Diakses pada 27 Desember 2018

WebMD. https://www.webmd.com/digestive-disorders/qa/what-are-the-symptoms-of-gastritis
Diakses pada 27 Desember 2018

Healthline. https://www.healthline.com/health/gastritis
Diakses pada 27 Desember 2018

NHS. https://www.nhs.uk/conditions/gastritis/
Diakses pada 27 Desember 2018

Mayo Clinic.https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/gastritis/symptoms-causes/syc-20355807
Diakses pada 27 Desember 2018

Back to Top