Psikologi

Gangguan Tidur Berjalan

Diterbitkan: 15 Mar 2019 | Nurul RafiquaDitinjau oleh dr. Karlina Lestari
image Gangguan Tidur Berjalan
Saat mengalami kondisi ini, penderita biasanya tidak dapat merespon dan mengingat aktivitas apa saja yang telah dilakukan.
Gangguan tidur berjalan atau somnabulisme adalah suatu kondisi yang membuat penderitanya tanpa sadar berjalan atau melakukan aktivitas lainnya saat tertidur.Tahapan tidur pada manusia melibatkan fase Rapid Eye Movement (REM) dan non-REM. Fase REM biasanya akan terjadi 90 menit setelah seseorang terlelap.Sebagian besar mimpi dalam tidur, terjadi pada fase ini. Sementara itu fase non-REM memiliki tiga tahap, mulai dari mata terpejam, tidur ringan, hingga deep sleep, ketika Anda jadi lebih sulit dibangunkan.Gangguan tidur berjalan atau sleep walking umumnya muncul di tahapan non-NREM. Para penderitanya biasanya berjalan dengan mata terbuka, tetapi hanya melihat lingkungan dan orang-orang sekitarnya dengan tatapan kosong.Gangguan tidur berjalan lebih sering dialami anak kecil dibandingkan orang dewasa. Jika ada anggota keluarga yang mengalami gangguan ini, penting untuk melindunginya dari potensi cedera yang mungkin terjadi ketika berjalan dalam tidur. 
Gangguan Tidur Berjalan
Dokter spesialis Saraf, Jiwa, Psikolog
GejalaBerjalan dalam tidur, sulit dibangunkan, hilang ingatan ketika mengalaminya
Faktor risikoGenetik, usia
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, wawancara, polisomnografi
PengobatanTerapi perilaku, obat-obatan
ObatBenzodiazepines atau obat antidepresan lainnya
KomplikasiMelukai diri sendiri, bermasalah di sekolah, menganggu tidur orang lain
Kapan harus ke dokter?Sering mengalami gejala gangguan tidur berjalan
Gangguan tidur berjalan umumnya terjadi pada malam hari dan dimulai beberapa jam setelah tidur. Penderita gangguan ini mungkin akan melakukan atau mengalami beberapa hal, seperti:
  • Bangun dari tempat tidur dan berjalan atau melakukan aktivitas dalam keadaan tidak sadar, atau sambil tertidur
  • Tidur berjalan sambil membuka mata dengan tatapan kosong
  • Duduk di tempat tidur dan membuka matanya
  • Mengalami sleep terror saat gangguan terjadi
  • Merespons secara perlahan atau tidak merespons ketika diajak berinteraksi
  • Merasa pusing atau kebingungan untuk beberapa saat setelah dibangunkan
  • Sulit dibangunkan ketika sedang mengalami gangguan
  • Sulit melakukan aktivitas sehari-hari karena tidur yang terganggu
  • Tidak mengingat kejadian yang dialami
 
Sampai saat ini penyebab dari gangguan tidur berjalan belum ditemukan. Namun, gangguan ini dapat terjadi akibat faktor genetik atau secara turun-temurun dalam keluarga.Ada beberapa hal yang mungkin dapat memicu gangguan tidur berjalan pada seseorang, seperti: 
  • Kurang tidur
  • Stres atau sering merasa cemas
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat penenang
  • Jadwal tidur yang tidak teratur
  • Mengonsumsi zat-zat tertentu, seperti alkohol
Selain itu, terdapat kondisi medis lain yang berkaitan dengan gangguan tidur berjalan seperti:
  • Gangguan tidur yang memengaruhi pernapasan, misalnya sleep apnea
  • Restless legs syndrome atau Penyakit Willis-Ekbom
  • Aritmia atau gangguan pada ritme jantung
  • Asma ketika tidur
  • Naiknya asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)
  • Kejang yang berlangsung ketika tidur
  • Infeksi yang menyebabkan demam (umumnya terjadi pada anak-anak)
 

Faktor risiko

Faktor genetik dan usia dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan tidur berjalan.
  • Genetik

  • Berjalan dalam tidur bisa menjadi kondisi menurun dalam keluarga. Jadi, jika salah satu atau kedua orangtua mengalami gangguan tersebut, anak pun berpotensi mengalami gangguan tidur berjalan.
  • Usia

  • Berjalan dalam tidur lebih sering terjadi pada anak-anak daripada orang dewasa.
Baca juga: Pelajari Jam Tidur Anak Berdasarkan Usia Mereka 
Diagnosis gangguan tidur berjalan akan dilakukan setelah dokter dan ahli kesehatan mental lainnya mengetahui riwayat penyakit dan informasi medis penderita. Dokter bisa melakukan tindakan berupa:
  • Pemeriksaan fisik, untuk mengidentifikasi kondisi-kondisi medis yang mungkin menyebabkan gejala gangguan tidur berjalan.
  • Diskusi mengenai gangguan tidur, bersama penderita dan orang-orang yang tinggal bersamanya (jika ada). Penderita dan orang-orang yang tinggal bersamanya mungkin akan diminta untuk mengisi kuesioner mengenai perilaku tidur penderita.
  • Polisomnografi, yang mengharuskan penderita untuk tidur di laboratorium saat malam hari, sementara dokter mempelajari gangguan tidur yang dialami. Dokter akan merekam aktivitas gelombang otak, kadar oksigen dalam darah, detak jantung, pernapasan, serta pergerakan mata dan kaki selama penderita tidur. Perilaku saat penderita tidur juga mungkin akan direkam.
  • Elektroensefalografi (EEG), yang jarang dilakukan, tapi dokter bisa merekomendasikannya apabila mencurigai penyebab pasien berjalan dalam tidur adalah gangguan pada aktivitas otak.
Baca juga: Kasus Sindrom Putri Tidur di Indonesia, Penderitanya Tertidur Hampir 2 Minggu 
Pengobatan untuk mengatasi gangguan tidur berjalan umumnya dilakukan dengan mengeliminasi penyebab lain yang dapat memicu gangguan tersebut.Berikut ini sederet penanganan yang bisa jadi pilihan.
  • Menyelesaikan permasalahan penyebab gangguan tidur berjalan, seperti kurang tidur atau kondisi medis lainnya
  • Mengatur konsumsi obat-obatan tertentu jika gangguan tersebut disebabkan oleh obat tertentu
  • Membangunkan penderita 15 menit sebelum waktu gangguan tidur dimulai. Penderita diharuskan untuk tetap terjaga selama beberapa menit sebelum melanjutkan tidurnya.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti benzodiazepines atau obat antidepresan lainnya
  • Menjalani terapi atau konseling untuk meningkatkan kualitas tidur, mempelajari teknik-teknik untuk meredakan stres, mempelajari hipnosis diri sendiri (self-hypnosis), dan relaksasi
Jika orang-orang terdekat mengalami gangguan tidur berjalan, lakukanlah hal-hal ini.
  • Bimbinglah penderita kembali ke tempat tidur, tanpa harus membangunkannya.
  • Jangan mengagetkan, meneriaki, atau menahan penderita saat sedang mengalami gangguan tidur (kecuali jika penderita dalam posisi yang membahayakan dirinya atau orang lain), karena ia dapat memberontak secara tiba-tiba.
  • Bangunkan penderita secara perlahan setelah mengalami gangguan, untuk mencegah munculnya gangguan berulang 
  • Pastikan penderita menerapkan pola tidur teratur dan cukup, seperti selalu tidur di jam yang sama.
  • Menerapkan teknik-teknik untuk menangani stres dan relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan sebagainya.
  • Mencatat pola periode-periode waktu munculnya gangguan untuk mengantisipasi gangguan tersebut
  • Meminta bantuan orang-orang di sekitar untuk memantau saat gangguan terjadi 
  • Menjauhkan alkohol, kafein, dan narkotika. 
  • Memastikan penderita melakukan rutinitas yang membuat rileks sebelum tidur, seperti berendam di air hangat
  • Mengatur lingkungan rumah penderita secara aman, karena lingkungan yang aman dapat mengurangi risiko cedera saat gangguan terjadi. 
  • Mengatur ruangan tidur agar nyaman digunakan untuk tidur, misalnya dengan mengurangi cahaya di ruangan tidur 
Baca juga: Susah Tidur? Coba 8 Obat Tidur Alami yang Minim Efek Samping Ini 

Komplikasi

Apabila tidak ditangani, gangguan tidur berjalan dapat menimbulkan komplikasi pada penderitanya, yakni:
  • Melukai diri sendiri, terutama jika berjalan di dekat furnitur atau tangga, berkeliaran di luar ruangan, mengendarai mobil, atau makan sesuatu yang tidak seharusnya selama gangguan tidur berjalan berlangsung
  • Mengalami gangguan tidur yang berkepanjangan, sehingga dapat menyebabkan kantuk berlebihan di siang hari dan menyebabkan timbulnya masalah perilaku di sekolah atau di tempat kerja
  • Merasa malu atau mengalami masalah dalam hubungan sosial
  • Menganggu tidur orang lain
  • Sleep walking, dapat membuat penderitanya melukai orang lain di sekitar, meski jarang terjadi
 
Untuk mencegah terjadinya gangguan tidur berjalan, Anda dapat menerapkan beberapa hal berikut ini.
  • Mengatur waktu tidur yang sama setiap malam
  • Memastikan kamar gelap dan tenang untuk tidur
  • Membatasi konsumsi minuman sebelum tidur, terutama yang mengandung kafein, dan buang air kecil sebelum tidur
  • Membuat badan rileks sebelum tidur, misalnya dengan mandi air hangat, membaca, atau menarik napas dalam
  • Membangunkan anak dengan lembut selama waktu yang singkat, 15-30 menit sebelum kebiasaannya berjalan dalam tidur. Hal tersebut dapat mengubah siklus tidur normal dan mencegah anak berjalan dalam tidur.
Baca jawaban dokter: Bolehkah tidur setelah makan? 
Gangguan tidur berjalan yang terjadi sesekali terkadang tidak memerlukan penanganan khusus, karena umumnya akan hilang dengan sendirinya. Namun, silahkan berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, jika: 
  • Gangguan tidur berjalan sering terjadi.
  • Membahayakan penderita atau orang lain.
  • Menyebabkan kondisi lainnya yang terjadi pada siang hari, seperti performa yang menurun dan menyebabkan kantuk yang berlebihan.
  • Pertama kali terjadi saat dewasa.
  • Berlangsung terus setelah anak beranjak dewasa atau memasuki usia remaja.
 
Saat berkonsultasi dengan dokter, Anda mungkin perlu membawa orang-orang yang tinggal bersama penderita. Jadi, dokter bisa lebih mudah memahami kondisi penderita ketika gangguan tidur berjalan terjadi.Sebelum pemeriksaan ke dokter, Anda dapat melakukan beberapa hal di bawah ini.
  • Buat daftar seputar gejala yang dirasakan.
  • Buat jadwal tidur, perilaku sebelum tidur, kejadian-kejadian yang membuat stres yang baru saja terjadi.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang dialami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang dikonsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter, seperti:
    • Kondisi apa yang mungkin dapat memicu gangguan tersebut?
    • Apa yang dapat dilakukan ketika peristiwa tersebut terjadi?
    • Apakah ada pantangan-pantangan tertentu?
    • Apakah saya perlu berkonsultasi dengan ahli atau spesialis lainnya?
    • Apakah saya perlu mengikuti tes-tes tertentu?
    • Apa saja penanganan yang tepat untuk kondisis ini?
    • Apakah keadaan yang saya alami bersifat sementara atau permanen?
    • Apakah ada referensi bacaan yang bisa saya peroleh seputar gangguan ini?
 
Dokter umumnya akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut ini.
  • Apa saja gejala yang dirasakan?
  • Kapan gejala pertama kali muncul?
  • Apakah ada faktor risiko terhadap gangguan tidur berjalan?
  • Apakah rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah Anda pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah dicoba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gangguan tidur berjalan agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleepwalking/symptoms-causes/syc-20353506
Diakses pada 6 Oktober 2020
WebMD.
https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/sleepwalking-causes
Diakses pada 3 Januari 2019
NHS.
https://www.nhs.uk/conditions/sleepwalking/
Diakses pada 6 Oktober 2020
 
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email

Artikel Terkait

Alexithymia Membuat Seseorang Sulit Mengungkapkan Emosi, Ketahui Penyebabnya

Alexithymia adalah kondisi seseorang yang membuatnya sulit memahami atau mengungkapkan emosi. Diperkirakan satu dari sepuluh orang mengalami kondisi ini. Walau bukan gangguan mental yang berdiri sendiri, alexithymia tetap dapat ditangani oleh ahli kejiwaan.
13 Sep 2020|Arif Putra
Baca selengkapnya
Alexithymia adalah kondisi seseorang yang membuatnya sulit untuk memahami emosi atau mengungkapkan emosinya sendiri

Siapkan Dana Darurat, Cara Mengelola Keuangan Bebas Stres

Masalah finansial bisa jadi salah satu tersangka utama penyebab seseorang tak bisa tenang. Stres, itu pasti. Itulah mengapa cara mengelola keuangan penting demi kesehatan mental seseorang. Jangan sampai besar pasak daripada tiang atau justru terjebak dalam perencanaan keuangan yang merugikan.
17 Sep 2020|Azelia Trifiana
Baca selengkapnya
Cara mengelola keuangan yang baik akan menghindarkan Anda dan pasangan dari stres finansial

Anda Sulit Tidur? Coba 12 Cara Cepat Tidur Ini

Cara cepat tidur selain mengonsumsi obat dokter ini bisa Anda coba. Cobalah untuk mengatur waktu tidur agar selalu berada di jam yang sama setiap malam harinya.Baca selengkapnya
Cara cepat tidur selain konsumsi obat dokter