Gangguan Tidur Berjalan

Ditinjau dr. Wismaytra Condro
Gangguan tidur berjalan umumnya dialami oleh anak kecil dibandingkan dengan orang dewasa.
Saat mengalami kondisi ini, penderita biasanya tidak dapat merespon dan mengingat aktivitas apa saja yang telah dilakukan.

Pengertian Gangguan Tidur Berjalan

Gangguan tidur berjalan atau somnabulisme merupakan keadaan ketika seseorang berjalan atau melakukan aktivitas lainnya yang dilakukan secara tidak sadar atau saat tertidur. Gangguan tidur biasanya muncul di tahapan non-rapid eye movement (NREM). Penderita gangguan tidur biasanya berjalan dengan mata terbuka tetapi hanya melihat lingkungan dan orang-orang sekitarnya dengan tatapan kosong. Saat orang di sekitarnya berinteraksi dengannya, penderita mungkin tidak akan merespon atau memberikan respon yang tidak sesuai, seperti menjawab pertanyaan dengan jawaban yang tidak sesuai. 

Beberapa penderita hanya duduk di tempat tidur dan melihat sekelilingnya dengan kebingungan, tetapi terkadang beberapa penderita mungkin akan bangun dari tempat tidur dan berjalan atau bahkan pada kasus yang eksterm, mengendarai mobilnya. Gangguan ini biasanya hanya berlangsung kurang dari sepuluh menit dan biasanya penderita akan kembali ke tempat tidur dan melanjutkan tidurnya, atau penderita mungkin dapat terbangun di tengah-tengah aktivitas yang dilakukan saat mengalami gangguan tidur.

Gangguan tidur berjalan lebih sering dialami anak kecil dibandingkan orang dewasa. Seseorang yang mengalami gangguan tidur berjalan tidak dapat merespon saat gangguan terjadi dan tidak dapat mengingat peristiwa tersebut.

Penjelasan Lebih Lanjut

Gejala

Gangguan tidur berjalan umumnya terjadi pada malam hari dan umumnya dimulai beberapa jam setelah tidur. Penderita gangguan ini mungkin akan melakukan atau mengalami beberapa hal, seperti:

  • Bangun dari tempat tidur dan berjalan atau melakukan aktivitas dalam keadaan tidak sadar atau ketika tertidur.
  • Dilakukan sambil membuka mata dengan tatapan kosong.
  • Duduk di tempat tidur dan membuka matanya.
  • Dapat mengalami sleep terror saat gangguan terjadi.
  • Merespon secara perlahan atau tidak merespon ketika diajak berinteraksi.
  • Merasa pusing atau kebingungan untuk beberapa saat setelah dibangunkan.
  • Sulit dibangunkan ketika sedang mengalami gangguan.
  • Sulit melakukan aktivitas sehari-hari karena tidur yang terganggu.
  • Tidak mengingat kejadian yang dialami.

Penyebab

Sampai saat ini belum ditemukan penyebab dari gangguan tidur berjalan. Namun, gangguan ini dapat disebabkan oleh faktor genetik sehingga dapat terjadi secara turun-temurun dalam keluarga.

Terdapat beberapa hal yang mungkin dapat memicu gangguan tidur berjalan pada seseorang, antara lainya: 

  • Kurang tidur.
  • Mengalami stres atau sering merasa cemas.
  • Mengonsumsi obat-obatan tertentu, seperti obat penenang, dan sebagainya.
  • Jadwal tidur yang tidak teratur.
  • Mengonsumsi zat-zat tertentu, seperti alkohol.

Selain itu terdapat kondisi medis lain yang berkaitan dengan gangguan tidur berjalan yaitu,

  • Gangguan tidur yang memengaruhi pernapasan, seperti sleep apnea, dan sebagainya.
  • Restless legs syndrome atau Penyakit Willis-Ekbom.
  • Aritmia atau gangguan pada ritme jantung.
  • Asma ketika tidur.
  • Naiknya asam lambung atau Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
  • Kejang yang berlangsung ketika tidur.
  • Mengalami infeksi yang menyebabkan demam (umumnya terjadi pada anak-anak).

Diagnosis

Diagnosis gangguan tidur berjalan akan dilakukan setelah dokter dan ahli kesehatan mental lainnya mengetahui riwayat penyakit dan informasi medis penderita. Evaluasi yang akan dilakukan dapat terdiri atas:

  • Diskusi mengenai gangguan tidur yang dialami oleh penderita, bersama penderita dan orang-orang yang tinggal bersamanya (jika ada). Penderita dan orang-orang yang tinggal bersamanya mungkin akan diminta untuk mengisi kuesioner mengenai perilaku tidur penderita.

  • Polisomnografi, untuk beberapa kasus, penderita akan diminta untuk tidur di laboratorium saat malam hari sementara dokter akan mempelajari gangguan tidur yang dialami. Dokter akan merekam aktivitas gelombang otak, kadar oksigen dalam darah, detak jantung, pernapasan , serta pergerakan mata dan kaki selama penderita tidur. Perilaku saat penderita tidur juga mungkin akan direkam. 

  • Pemeriksaan fisik, berguna untuk mengidentifikasi kondisi-kondisi medis yang mungkin menyebabkan gejala.

Pengobatan

Pengobatan yang dilakukan untuk mengatasi gangguan tidur berjalan umumnya dilakukan dengan mengeliminasi penyebab lain yang dapat memicu gangguan tersebut. Penanganan dapat terdiri dari:

  • Menyelesaikan permasalahan yang menyebabkan gangguan tidur berjalan seperti kurang tidur atau kondisi medis lainnya.
  • Mengatur konsumsi obat-obatan tertentu jika gangguan tersebut disebabkan oleh obat tertentu.
  • Membangunkan penderita 15 menit sebelum waktu ketika kejadian gangguan tidur dimulai, penderita diharuskan untuk tetap terjaga selama beberapa menit sebelum melanjutkan tidurnya kembali.
  • Pemberian obat-obatan tertentu, seperti benzodiazepines atau obat antidepresan lainnya.
  • Melakukan terapi atau konseling untuk meningkatkan kualitas tidur, mempelajari teknik-teknik untuk meredakan stres, mempelajari hipnosis diri sendiri (self-hypnosis), dan relaksasi.

Jika Anda atau orang-orang terdekat Anda mengalami gangguan tidur berjalan, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan, seperti:

  • Bimbinglah penderita kembali ke tempat tidur, Anda tidak harus membangunkan penderita.
  • Jangan mengagetkan, meneriaki, atau menahan penderita saat sedang mengalami gangguan tidur (kecuali jika penderita dalam posisi yang membahayakan dirinya atau orang lain) karena penderita dapat memberontak secara tiba-tiba.
  • Terkadang membangunkan penderita secara pelan setelah penderita telah selesai mengalami gangguan dapat mencegah munculnya kejadian gangguan pada hari itu. 
  • Menerapkan pola tidur yang teratur dan cukup, seperti selalu tidur di jam yang sama.
  • Menerapkan teknik-teknik untuk menangani stres dan relaksasi, seperti meditasi, yoga, dan sebagainya.
  • Mencatat pola periode-periode waktu munculnya gangguan agar dapat membuat cara untuk mengantisipasi gangguan tersebut, Anda bisa meminta bantuan orang-orang di rumah Anda untuk memantau Anda saat gangguan terjadi. 
  • Hindari alkohol, kafein, dan narkotika. 
  • Lakukan rutinitas yang membuat rileks sebelum tidur, seperti berendam di air hangat, dan sebagainya. 
  • Mengatur lingkungan rumah penderita secara aman, lingkungan yang aman dapat meminimalisasi cedera saat gangguan terjadi. 
  • Mengatur ruangan tidur agar nyaman digunakan untuk tidur, seperti mengurangi cahaya di ruangan tidur, dan sebagainya. 

Pencegahan

Untuk mencegah terjadinya gangguan tidur berjalan, Anda dapat menerapkan pola tidur yang teratur, , menghindari alkohol atau zat-zat lain yang dapat memengaruhi kualitas tidur, menangani stres secara sehat, mengatur ruangan tidur agar nyaman saat dipakai, serta berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya jika terjadi gangguan tidur berjalan atau gangguan tidur lainnya. 

Informasi Dokter

Kapan Harus Berkonsultasi dengan Dokter?

Gangguan tidur berjalan yang terjadi sesekali terkadang tidak memerlukan penanganan khusus, karena umumnya akan hilang dengan sendirinya. Namun, silahkan berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, jika: 

  • Gangguan tidur berjalan sering terjadi.
  • Membahayakan penderita atau orang lain.
  • Menyebabkan kondisi lainnya yang terjadi pada siang hari, seperti performa yang menurun dan menyebabkan kantuk yang berlebihan.
  • Pertama kali terjadi saat dewasa.
  • Berlangsung terus setelah anak beranjak dewasa atau memasuki usia remaja.

Apa yang Perlu Dipersiapkan Sebelum Berkonsultasi dengan Dokter?

Saat berkonsultasi dengan dokter dan ahli kesehatan mental lainnya, Anda mungkin perlu membawa orang-orang yang tinggal bersama Anda untuk membantu dokter dan ahli kesehatan mental lainnya dalam memahami kondisi Anda ketika gangguan tidur berjalan terjadi. Selain itu, Anda sebaiknya menyiapkan catatan-catatan yang terkait dengan kondisi gangguan tidur Anda, seperti jadwal tidur, perilaku sebelum tidur, konsumsi alkohol atau obat-obatan tertentu, kejadian-kejadian yang membuat stres yang baru saja terjadi pada Anda, serta gejala-gejala yang dialami.

Beberapa pertanyaan yang dapat Anda tanyakan pada dokter dan ahli kesehatan mental lainnya terkait masalah Anda, antara lain:

  • Hal apa yang mungkin dapat memicu gangguan tersebut?
  • Apa yang dapat dilakukan ketika peristiwa tersebut terjadi?
  • Apakah ada pantangan-pantangan tertentu yang perlu saya terapkan?
  • Apakah saya perlu berkonsultasi dengan ahli atau spesialis lainnya?
  • Apakah saya perlu mengikuti tes-tes tertentu?
  • Apa penanganan yang tepat untuk kondisis yang saya alami?
  • Apakah keadaan yang saya alami bersifat sementara atau permanen?
  • Apakah terdapat brosur, website, atau materi-materi tercetak yang bisa saya peroleh seputar kondisi yang saya alami?

Apa yang Akan Dilakukan Dokter pada Saat Konsultasi?

Dokter dan ahli kesehatan mental lainnya mungkin akan menanyakan informasi mengenai kondisi Anda, seperti:

  • Sejak kapan Anda mengalami gangguan tersebut?
  • Apakah Anda pernah mengalami gangguan tersebut sebelumnya?
  • Apakah Anda memiliki riwayat gangguan tersebut pada anggota keluarga Anda?
  • Permasalahan apa yang berkaitan dengan gangguan tidur berjalan yang Anda alami?
  • Apakah Anda mengalami gejala berikut, seperti mendengkur, nafas tersengal saat tidur, kantuk berlebih saat siang hari, atau perubahan sikap pada siang hari?
Referensi

Mayo Clinic.
https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleepwalking/symptoms-causes/syc-20353506
Diakses pada 3 Januari 2019

NHS. 
https://www.nhs.uk/conditions/sleepwalking/
Diakses pada 3 Januari 2019

WebMD. 
https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/sleepwalking-causes
Diakses pada 3 Januari 2019

Back to Top