Penyakit Lainnya

Gangguan Tidur

30 Dec 2020 | dr. Levina FeliciaDitinjau oleh dr. Reni Utari
image Gangguan Tidur
Salah satu gangguan tidur, yaitu insomnia, bisa disebabkan oleh stres dan kecemasan
Gangguan tidur adalah kondisi medis yang mengganggu pola tidur normal seseorang. Kondisi ini dapat memengaruhi kesehatan, keamanan, dan kualitas hidup penderita.Kurang tidur dapat mengganggu kemampuan berkendara dan meningkatkan risiko masalah kesehatan lainnya.Tidur merupakan proses biologis yang kompleks. Saat tertidur, seseorang berada dalam kondisi tidak sadar, tapi fungsi otak dan tubuhnya tetap berjalan.Gangguan tidur akan menurunkan kualitas tidur dan membuat penderita merasa lelah. Kondisi ini juga akan mengganggu kesehatan fisik, mental, kemampuan berpikir, dan aktivitas sehari-hari.Beberapa tanda dan gejala gangguan tidur meliputi rasa kantuk berlebih di siang hari, napas tidak teratur, dan sering bergerak ketika tidur. Penderita juga dapat mengalami siklus tidur-bangun yang tidak teratur serta sulit untuk terlelap. 

Jenis-jenis gangguan tidur

Gangguan tidur dibagi menjadi beberapa jenis, antara lain:
  • Insomnia

Penderita insomnia mengalami kesulitan tidur di malam hari atau sering terbangun dan terjaga sepanjang malam, hingga dini hari. Jika terlalu sering, insomnia dapat mengganggu aktivitas harian pasien.Ada berbagai macam penyebab insomnia, yaitu stres, kecemasan, kebiasaan tidur yang buruk, serta circadian rhythm disorders (contohnya jet lag)
  • Sleep apnea

Penderita sleep apnea mengalami penyumbatan sebagian maupun seluruh saluran napas bagian atas. Akibatnya, pernapasan akan terganggu. Meski gangguan ini hanya terjadi dalam waktu singkat, pasien akan mengalami kantuk di siang hari.Jika tidak diobati, sleep apnea akan menjadi lebih parah dan mengakibatkan hipertensi, serta meningkatkan risiko terkena stroke dan serangan jantung.
  • Parasomnia

Gangguan tidur ini ditandai dengan gerakan dan perilaku yang tidak biasa selama tidur, seperti tidur berjalan, mengigau, mimpi buruk, mengompol, dan menggertakkan gigi saat tidur.
  • Restless leg syndrome

Penderita restless leg syndrome seringkali menggerakkan kakinya secara terus-menerus, dan terkadang disertai dengan kesemutan. Kondisi ini akan mengganggu waktu tidur atau membangunkan pasien saat tidur, dan sering ditemui pada lansia.
  • Narkolepsi

Narkolepsi merupakan gangguan tidur yang menyebabkan kantuk secara berlebihan di siang hari.
  • Gangguan tidur saat hamil

Gangguan ini biasanya terjadi pada perempuan yang menjalani kehamilan trimester pertama. Pada periode ini, ibu hamil mengalami mual-mual di pagi hari dan terkadang mengalami ketidaknyamanan fisik. Akibatnya, waktu tidur akan terganggu. 
Gangguan Tidur
Dokter spesialis Jiwa
GejalaButuh lebih dari 30 menit untuk tidur tiap malam, beberapa kali terbangun dan sulit kembali tidur, mengantuk di siang hari
Faktor risikoJenis kelamin perempuan, usia 60 tahun ke atas, depresi
Metode diagnosisPolysomnography, electroencephalogram, tes darah genetik
PengobatanObat-obatan dan perubahan gaya hidup
ObatObat tidur, suplemen melatonin, obat alergi atau flu
KomplikasiHipertensi, diabetes, obesitas
Kapan harus ke dokter?Mengalami gangguan tidur terus-menerus, kualitas tidur yang buruk
Gejala gangguan tidur yang paling umum adalah sangat mengantuk di siang hari, dan sulit tidur di malam hari. Gejala lainnya tergantung dari tingkat keparahan, jenis gangguan tidur atau akibat dari kondisi lain, seperti :
  • Susah tidur atau tetap terjaga
  • Kelelahan di siang hari
  • Gangguan cemas
  • Mudah marah
  • Kurangnya konsentrasi
  • Depresi
 
Dalam beberapa kasus, gangguan tidur merupakan suatu cerminan akibat dari adanya masalah kesehatan. Selain itu, berikut ini sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan gangguan tidur.
  • Alergi dan masalah pernapasan. Kondisi ini dapat menyebabkan Anda sulit bernapas sehingga mengalami kesulitan tidur.
  • Nokturia atau sering buang air kecil. Gangguan ini dapat mengganggu tidur Anda. Akibatnya, Anda sering terbangun di malam hari. Namun, jika Anda sering buang air kecil disertai dengan perdarahan atau rasa sakit, segera hubungi dokter.
  • Penyakit kronis. Rasa sakit yang terus-menerus, dapat membuat Anda sulit untuk tidur. Bahkan, terkadang kondisi dapat membangunkan dari Berikut ini adalah beberapa penyebab umum dari penyakit kronis.
  • Radang sendi
  • Radang usus
  • Sakit kepala terus-menerus
  • Nyeri punggung bawah berkelanjutan
  • Stres dan kecemasan. Kondisi ini juga berdampak pada kualitas tidur Anda. Serta mimpi buruk, mengigau, dan tidur sambil berjalan juga dapat mengganggu tidur Anda.
 
Untuk mendiagnosis gangguan tidur, dokter akan terlebih dahulu melakukan pemeriksaan fisik, dan mengumpulkan riwayat medis pasien. Selain itu, jika diperlukan, penderita gangguan tidur direkomendasikan untuk menjalani pemeriksaan berupa:
  • Polysomnography. Pemeriksaan ini dilakukan untuk mengevaluasi kadar oksigen, pergerakan tubuh, dan gelombang otak, untuk mencari penyebab gangguan tidur.
  • Electroencephalogram. Tes ini dilakukan untuk menilai aktivitas kelistrikan otak dan mendeteksi adanya permasalahan lain dari gangguan tidur tersebut.
  • Tes darah genetik. Pemeriksaan darah ini sudah biasa digunakan untuk mendiagnosis narkolepsi dan kondisi kesehatan lainnya, yang berisiko menyebabkan gangguan tidur.
Tes-tes tersebut dapat menjadi sangat penting, dalam menentukan perawatan yang tepat, untuk meminimalisir gangguan tidur. 
Pengobatan untuk gangguan tidur dapat beragam, tergantung pada jenis dan penyebab yang melatarbelakanginya. Berikut ini adalah beberapa pengobatan yang dilakukan untuk meminimalisir gangguan tidur.1. Perawatan medis, melalui penggunaan:
  • Obat tidur
  • Suplemen melatonin
  • Obat alergi atau flu
  • Obat-obatan lain yang dapat mengobati gangguan tidur
  • Alat bantu pernapasan
  • Pelindung gigi
2.  Perubahan gaya hidup, untuk meningkatkan kualitas tidur Anda, termasuk dengan:
  • Mengonsumsi lebih banyak sayur dan ikan, serta mengurangi asupan gula
  • Mengurangi stres dan kecemasan dengan banyak berolahraga
  • Tidur secara teratur
  • Membatasi asupan kafeina di sore dan malam hari
  • Mengurangi konsumsi air sebelum tidur
  • Mengurangi kebiasaan merokok maupun mengonsumsi alkohol
  • Menghindari konsumsi makanan berkarbohidrat tinggi sebelum tidur
 
Gangguan tidur dapat dicegah dengan:
  • Tidur secara teratur
  • Mengurangi stres
  • Rajin berolahraga
 
Temui dokter jika Anda mengalami gangguan tidur secara terus-menerus, atau kualitas tidur yang buruk. 
Sebelum pemeriksaan, Anda dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang Anda rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang Anda alami.
  • Catat riwayat bepergian yang baru-baru ini Anda lakukan.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang Anda konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin Anda ajukan pada dokter.
  • Memilah keluarga atau teman untuk mendampingi Anda saat berkonsultasi dengan dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu Anda dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang Anda rasakan?
  • Apakah Anda memiliki faktor risiko terkait gangguan tidur?
  • Apakah ada anggota keluarga atau orang di sekitar Anda dengan gejala yang sama?
  • Apakah Anda sudah mencari pertolongan medis sebelumnya? Jika iya, apa saja pengobatan yang telah Anda coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis gangguan tidur. Dengan ini, penanganan bisa diberikan secara tepat. 
Healthline. https://www.healthline.com/health/sleep/disorders
Diakses pada 4 Januari 2019
Mayo Clinic. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/sleep-disorders/symptoms-causes/syc-20354018
Diakses pada 4 Januari 2019
Medline Plus. https://medlineplus.gov/sleepdisorders.html
Diakses pada 4 Januari 2019
WebMD. https://www.webmd.com/sleep-disorders/guide/understanding-sleep-problems-basics#1
Diakses pada 4 Januari 2019
Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/health/articles/11429-common-sleep-disorders/
Diakses pada 30 Desember 2020
Baycare Sleep Centers. https://baycare.org/services/sleep-disorders/sleep-disorder-risk-factors
Diakses pada 30 Desember 2020
NCBI. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK19961
Diakses pada 30 Desember 2020
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email