Penyakit Lainnya

Gangguan Pertumbuhan

Diterbitkan: 28 Apr 2021 | Popy Hervi PutriDitinjau oleh dr. Anandika Pawitri
image Gangguan Pertumbuhan
Gangguan pertumbuhan umumnya menandakan masalah pada kelenjar atau penyakit tertentu
Gangguan pertumbuhan adalah suatu kondisi perkembangan anak dari segi tinggi badan, berat badan, kematangan organ seksual, serta sisi lainnya yang tidak sesusai dengan anak seusianya. Pertumbuhan yang terlalu lambat atau justru terlalu cepat umumnya menandakan adanya gangguan kelenjar atau penyakit tertentu.Kelenjar yang dapat memengaruhi pertumbuhan adalah kelenjar pituitari. Kelenjar ini memiliki tugas memproduksi hormon yang akan memicu pertumbuhan tulang dan jaringan lainnya. Jika produksi hormon ini kurang maka tubuh anak akan pendek.Sedangkan bila produksi hormon pertumbuhan terlalu banyak, anak dapat mengalami gigantisme (kondisi di mana terjadi pertumbuhan tulang dan jaringan berlebih).Pada orang dewasa, produksi hormon pertumbuhan berlebih bisa menyebabkan akromegali, yang membuat tangan, kaki, dan wajah tumbuh lebih besar dari yang seharusnya. 
Gangguan Pertumbuhan
Dokter spesialis Kandungan, Anak
GejalaTubuh lebih kecil atau lebih besar dari normal
Faktor risikoFaktor keturunan
Metode diagnosisPemeriksaan fisik, tes darah
PengobatanObat-obatan
ObatHormon
KomplikasiDepresi, rasa percaya diri rendah
Kapan harus ke dokter?Mengalami gejala yang mengkhawatirkan
Pada beberapa kasus, gangguan pertumbuhan dapat langsung terlihat segera setelah anak lahir. Hal ini dikarenakan anak mungkin memiliki tubuh yang jauh lebih kecil dari anak seusianya.Selain itu, ada beberapa gejala gangguan pertumbuhan lainnya, seperti:
  • Pertumbuhan tahunan dengan tinggi kurang dari sekitar 5,5 cm antara usia 2 dan 4 tahun
  • Pertumbuhan kurang dari sekitar 5 cm antara usia 4 dan 6 tahun
  • Pada tahun-tahun berikutnya pertumbuhan tahunan kurang dari 4 cm untuk anak laki-laki dan kurang dari 4,5 cm untuk anak perempuan
 
Penyebab gangguan pertumbuhan yang terjadi akan bergantung dari jenisnya. Beberapa gangguan ini merupakan kondisi genetik, sementara lainnya bisa muncul akibat kelainan hormon serta buruknya penyerapan nutrisi oleh tubuh. Secara umum, penyebab gangguan pertumbuhan dibagi menjadi:
  • Faktor keturunan

Jika satu keluarga memiliki tinggi badan yang cenderung pendek, anak selanjutnya juga berkemungkinan memiliki kondisi yang serupa.
  • Pertumbuhan yang lambat

Pada kondisi ini, anak dapat terlihat lebih pendek dari teman sebayanya. Selain itu, ia juga mungkin mengalami keterlambatan mencapai masa pubertas. Namun pada kondisi ini, tingkat pertumbuhan anak masih berada dalam batas normal.
  • Faktor penyakit

Kondisi malanutrisi, gangguan pencernaan, serta penyakit ginjal dapat menyebabkan terjadinya gangguan pertumbuhan. Selain itu, penyakit lain (seperti diabetes), penyakit jantung, gangguan paru-paru, dan bahkan stres juga dapat memicu terjadinya kondisi ini.
  • Faktor hormon

Produksi hormon pertumbuhan yang memadai penting untuk mendukung perkembangan tulang tulang yang sehat. Jika terjadi gangguan pada produksinya, baik terlalu banyak maupun terlalu sedikit, gangguan pertumbuhan pun dapat terjadi.
  • Kelainan saat lahir

Gangguan pertumbuhan juga bisa terjadi sejak bayi lahir akibat kelainan pada jaringan yang berfungsi untuk mendukung pertumbuhan. Kondisi ini biasa disebut sebagai intrauterine growth restriction (IUGR).IUGR dapat disebabkan oleh berbagai macam hal, salah satunya adalah kebiasaan merokok pada ibu hamil. Bayi yang mengalami kondisi ini umumnya akan lahir dengan berat badan serta panjang yang lebih rendah dari yang seharusnya, meski susunan tubuhnya tetap terlihat proporsional.
  • Kelainan genetik

Beberapa gangguan kesehatan yang disebabkan oleh gangguan genetik adalah sindrom Turner, sindrom Down, dan achondroplasia. Gangguan Kesehatan ini menyebabkan tumbuh kembang pasien menjadi buruk atau tertunda. 
Diagnosis gangguan pertumbuhan pada anak bisa berbeda-beda, tergantung pada jenis gangguan pertumbuhan yang dialami.Untuk melakukan diagnosis gangguan pertumbuhan pada anak, dokter biasanya akan melakukan beberapa hal berikut ini:
  • Melihat riwayat medis pasien secara lengkap.
  • Melakukan pemeriksaan fisik.
  • Melakukan tes darah untuk melihat kadar hormon, kromosom, atau gangguan lain yang terkait dengan kegagalan pertumbuhan
  • Melakukan X-ray tulang guna menentukan kematangan dan potensi pertumbuhan tulang.
  • Memeriksa fungsi kelenjar pituitari yang memproduksi dan mengeluarkan hormon pertumbuhan serta hormon lainnya
 
Cara mengobati gangguan pertumbuhan bisa berbeda untuk setiap anak. Untuk menentukan cara mengobati yang tepat, dokter akan menentukannya berdasarkan beberapa hal berikut ini:
  • Status kesehatan dan riwayat kesehatan pasien saat ini
  • Tingkat keparahan masalahnya
  • Kemampuan pasien untuk menghadapi prosedur medis dan minum obat yang diresepkan
  • Keyakinan dan keinginan orang tua tentang pengobatan
Jika gangguan pertumbuhan yang terjadi disebabkan oleh penyakit tertentu, perawatan akan dilakukan sesuai dengan kondisi penyebabnya. Misalnya, pada kondisi hipotiroidisme, gangguan ini akan dirawat menggunakan obat pengganti hormon.Suntik hormon juga dapat diberikan pada anak yang memiliki kekurangan hormon pertumbuhan. Prosedur ini dapat pula dilakukan pada anak yang mengalami sindrom Turner dan gagal ginjal kronis, untuk mencapai tinggi badan yang normal. 

Komplikasi gangguan pertumbuhan

Beberapa komplikasi gangguan pertumbuhan yang bisa dialami pasien meliputi:
  • Depresi
  • Rasa percaya diri rendah
Hal tersebut karena pasien merasa berbeda dengan teman sebayanya. 

Apa yang bisa dilakukan oleh orang tua?

Untuk membantu pasien mengatasi komplikasi, orang tua bisa berkonsultasi dengan dokter untuk selanjutnya melakukan beberapa langkah berikut ini:
  • Mengajak pasien untuk bergabung dalam kelompok dukungan atau support group.
  • Mencari tahu apakah gangguan pertumbuhan bisa disembuhkan. Jika bisa, maka dokter dan orang tua akan menentukan rencana pengobatan.
 
Gangguan pertumbuhan biasanya bisa dicegah dan di kurang risikonya sejak hamil dengan cara berikut ini:
  • Berhenti merokok, mengonsumsi alkohol, dan obat-obatan terlarang
  • Mencukupi gizi dengan cara mengonsumsi makanan sehat
  • Rutin memeriksakan kondisi kandungan ke dokter
Namun kadang gangguan pertumbuhan tidak bisa di cegah. Hal ini biasanya karena gangguan pertumbuhan disebabkan oleh faktor keturunan. 
Semua orang tua harus memeriksakan anaknya ke dokter secara rutin. Dengan ini, perkembangan serta kesehatannya bisa dipantau.Segera hubungi dokter jika Anda merasa anak mengalami gejala dan tanda yang mengkhawatirkan. Bila ada ada faktor keturunan, ada baiknya pasien melakukan tes genetik. 
Sebelum pemeriksaan ke dokter, pasien dapat mempersiapkan beberapa hal di bawah ini:
  • Buat daftar seputar gejala yang pasien rasakan.
  • Catat riwayat penyakit yang pernah dan sedang pasien alami. Demikian pula dengan riwayat medis keluarga.
  • Catat semua obat, suplemen, obat herbal, atau vitamin yang pasien konsumsi.
  • Catat pertanyaan-pertanyaan yang ingin pasien ajukan pada dokter.
  • Mintalah keluarga atau teman untuk mendampingi pasien saat berkonsultasi ke dokter. Mereka bisa memberikan dukungan moral maupun membantu pasien dalam mengingat informasi yang disampaikan oleh dokter.
 
Saat konsultasi, dokter akan mengajukan sejumlah pertanyaan berikut:
  • Apa saja gejala yang pasien rasakan?
  • Kapan gejala pertama kali pasien alami?
  • Apakah pasien memiliki faktor risiko terkait gangguan pertumbuhan?
  • Apakah pasien rutin mengonsumsi obat-obatan tertentu?
  • Apakah pasien pernah mencari bantuan medis? Bila iya, apa saja pengobatan yang telah pasien coba?
Setelah itu, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik dan menganjurkan pemeriksaan penunjang. Langkah ini bertujuan memastikan diagnosis gangguan pertumbuhan agar penanganan yang tepat bisa diberikan. 
Medline Plus. https://medlineplus.gov/growthdisorders.html
Diakses pada 16 Mei 2019
Kids Health. https://kidshealth.org/en/parents/growth-disorder.html
Diakses pada 16 Mei 2019
Children’s National Health System. https://childrensnational.org/choose-childrens/conditions-and-treatments/stomach-digestion-gi/growth-disorders
Diakses pada 16 Mei 2019
About Kids Health. https://childrensnational.org/choose-childrens/conditions-and-treatments/stomach-digestion-gi/growth-disorders
Diakses pada 16 Mei 2019
University of Rochester Medical Centre. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=p01956
Diakses pada 16 Mei 2019
Mount Sinai. https://www.mountsinai.org/health-library/diseases-conditions/gigantism|
Diakses pada 16 Mei 2019
Stanford Children’s Health. https://www.stanfordchildrens.org/en/topic/default?id=growth-problems-90-P01956
Diakses pada 28 April 2021
Bagikan
Share Facebook
SHare Twitter
Share whatsapp
Share Email